Lintas Jawa Lima Hari dengan Lima Rangkaian Kereta Api

Entah kenapa, saya tidak pernah bosan menaiki kereta api.

Ke Bandung, Surabaya.
Bahkan, kalau harus menempuh jarak ribuan kilometerpun, saya rela melakukannya. Satu impian saya, kalau bisa jalan-jalan ke luar negeri adalah bisa naik kereta Trans Siberia. Dari Cina, Mongolia, sampai berakhir di Uni Sovyet, eh Rusia. Menghabiskan hari dan malam panjang, bertemu orang baru dengan berbagai strata sosial, dan tentunya, bergoyang punggung khas kereta api yang begitu saya nikmati.

Maka, pada akhir liburan sekolah ini, saya mencoba menaiki 5 kereta sekaligus dalam waktu 6 hari 5 malam. Namun, hanya 2 malam saya menghabiskan waktu di kereta. Sisanya, saya melakukan perjalanan saat siang hari. Dari sembilan daerah operasi KAI di Pulau Jawa, saya hanya menyisak Daerah Operasi IX Jember. Lainnya, saya lalui semua dengan kereta yang saya naiki.

Hari Pertama
Kereta Api Penataran (Malang Kota Lama-Wonokromo)

Dimulai dari Malang, saya menaiki kereta api lokal Penataran. Kereta api yang sangat familiar dari saya kecil ini membawa saya menuju Surabaya. Pada hari pertama, saya cukup beruntung mendapat tiket duduk. Naik dari Stasiun Malang Kotalama (MLK), tak banyak cerita yang bisa saya bagi. Selain, beberapa penumpang yang masih belum peka saja mengenai tempat duduk yang suka berpindah tempat dengan seenaknya sehingga menimbulkan sedikit kegaduhan. Selain cerita itu, saya baru tahu kalau tidak ada pengecekan tiket seperti perjalanan saya sebelumnya.

Walau menyimpan tanya dalam hati, anomali ini segera saja dikritik oleh bapak tua yang berbicara kepada penumpang di sekitarnya. Menurutnya, sekarang KAI mulai tidak tertib. Meski hanya kereta lokal, pengecekan tiket tetaplah dibutuhkan. Bukan hanya sekedar formalitas, namun lebih kepada antisipasi kepada hal-hal yang tak diinginkan.Pengecekan tiket yang saya maksud di sini hanya yang dilakukan pada kereta lokal Penataran. Biasanya, kondektur akan memberi lubang dari perfurator tanda tiket sudah dicek. Untuk kereta jarak jauh, biasanya pengecekan hanya cukup menggunakan aplikasi di ponsel pintar.

Dua jam setengah perjalanan saya habiskan di atas kereta favorit masyarakat Jawa Timur bagian tengah ini. Seperti biasa, Stasiun Wonokromo menjadi pemberhentian favorit saya untuk sekedar transit di Surabaya. Alasannya, tak lain untuk mencari tempat berteduh dari panasnya Surabaya di WTC (Pasar Wonokromo). Di pusat perbelanjaan itu, saya hanya menghabiskan waktu sejam untuk makan siang. Tak kuat hati ini melihat acara diskon besar-besaran jaket dan kaos distro yang menggugah selera.


Stasiun Wonokromo, persinggahan favorit saya.
Kereta Api Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol)

Selepas kenyang, saya menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi. Sebagai informasi, Kota Surabaya memiliki jalur kereta api yang menurut saya aneh. Ada dua stasiun kelas besar, yakni Gubeng (bersambung dengan Wonokromo) dan Pasar Turi. Namun, keduanya tidak terhubung oleh banyak kereta. Hanya kereta api Jayabaya dan KRD Bojonegoro yang melewati jalan pintas (short cut) kedua stasiun itu. Maka, ojek daringlah yang menjadi penyelamat saya seperti biasanya.

Stasiun Pasar Turi, stasiun terminus jalur utara.
Perjalanan hari pertama itu merupakan pengulangan perjalanan saya sebelumnya menuju Semarang. Saya sudah jatuh hati pada kereta api kelas ekonomi premium (AC Plus Non-PSO) ini. Selain baru, saya suka model kursinya yang tidak berhadapan laiknya kereta api kelas ekonomi lain. Desain keretanya pun terlihat berkelas.

KA Ambarawa Ekspress relasi Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol
Tak hanya masalah desain, jalur kereta api ganda yang tak banyak dilalui kereta membuat perjalanan Surabaya-Semarang terasa singkat. Tidur sebentar, kereta sudah sampai di Stasiun Semarang Tawang. Padahal, jarak tempuh kereta ini cukup lama yakni 4 jam. Saya lebih suka turun di stasiun Semarang Poncol karena ingin melihat tumpukan bangkai kereta dan loko yang teronggok di petak antara dua stasiun kelas besar tersebut. Jarak penginapan dari Stasiun Semarang Poncol pun lebih dekat.

KA Ambarawa Ekspres di Semarang Poncol


Hari Kedua
Kereta Api Tawang Jaya (Semarang Poncol-Cirebon Prujakan)

Dari Semarang, saya melanjutkan perjalanan ke Cirebon. Sebenarnya, Cirebon adalah target utama jalan-jalan kali ini. Alasannya simpel, saya ingin lebih mengenal bahasa Cirebon yang diucapkan masyarakat sana. Lebih memaknai akhiran Jeh yang begitu meresap. Dan, saya ingin memastikan manakah diantara dua kebudayaan besar, Sunda atau Jawa yang lebih dominan di sana.

Saya mendapat tiket kereta ini jauh-jauh hari. Apesnya, saya mendapat kereta paling belakang. Entah bagaimana ceritanya, saya kok tidak memilih kereta yang lebih depan. Kereta ini ternyata jadi favorit warga Semarang dan sekitarnya. Peron keberangkatan Stasiun Semarang Poncol penuh dengan penumpang yang membawa aneka barang bawaan.

Petugas stasiun pun bahkan harus mengahalau para penumpang yang dengan enaknya melewati rangkaian KA Kaligung di jalur pertama. Padahal, sedianya kereta ini akan dilangsir. Kondisi ini semestinya bisa ditanggulangi pihak stasiun dengan mengerahkan petugas untuk memberikan arahan. Meski langsiran, pergerakan kereta juga harus diwaspadai.

Tidak ada hal yang lebih membahagiakan dalam perjalanan kereta selain pemandangan ini.
Petak Semarang-Cirebon sebenarnya sering saya lewati ketika Naik KA Matarmaja dulu. Tapi, saya melewatinya ketika malam hari saat saya tertidur pulas. Padahal, di sepanjang petak ini banyak pemandangan menarik. Salah satunya adalah ketika rangkaian kereta melewati garis pantai saat menuju Pekalongan. Deburan ombak pantai utara bisa disaksikan oleh para penumpang dari balik kaca kereta. Sayang, saya duduk tidak pada sisi tersebut. Hampir tiga jam perjalanan harus saya lalui sebelum tiba di Stasiun Cirebon Prujakan.

Stasiun Cirebon Prujakan yang lebih banyak digunakan untuk naik turun penumpang KA ekonomi
Hari Ketiga
Kereta Api Harina (Cirebon [Kejaksan] – Bandung)

Sebenarnya, saya tidak berencana menaiki kereta api ketika memutuskan mampir ke rumah Om di Bandung. Alasannya, saya melihat jadwal kereta api dari Cirebon yang tidak ramah, yakni perjalanan dimulai pada tengah malam. Sebenarnya, ada Kereta Api Ciremai Ekspres yang berangkat pukul 9 malam. Itupun akan tiba di Bandung tepat tengah malam. Namun, melihat situasi dan kondisi perjalanan bus yang tak terlalu menguntungkan, saya akhirnya membeli tiket go show di mesin tiket saat akan berangkat di Semarang.

Saya mendapat KA Harina Kelas Bisnis dengan harga 200.000 rupiah. Cukup mahal dengan perjalanan waktu 3 jam saja. Kereta ini berangkat dari Stasiun Cirebon (Kejaksan) pukul 00.16. Demi apa, Jeh!

Dan, yang membuat saya ngenes adalah kursi yang saya dapat persis berada di dekat sambungan kereta (bordes). Kursi ini memiliki kode nomor 17. Oh ya, bagi kalian yang menaiki kereta kelas bisnis, hindarilah kursi dengan kode 16, dan 17. Untuk kursi dengan kode nomor 16, jarak antar kursi cukup sempit hampir sama dengan kereta kelas ekonomi.



Apes, Jeh!
Akibat ketidakteraturan lingkungan sekitar alias posisi yang tidak PW membuat saya tidak bisa tidur dengan nyaman. Kondisi semakin runyam tatkala ibu-ibu di sebelah saya mengaku sesak nafas lantaran tak kuat dengan dinginnya AC. Beliau baru pertama kali naik kereta dari Lamongan. Sebenarnya, beliau bersama sang anak naik kereta Harina ini. Namun, karena mepet membeli tiket seperti saya, mereka akhirnya terpencar. Sang anak berada di rangkaian kereta kelas eksekutif. Pintar.

Nah, kereta Harina ini melewati jalur Cikampek-Purwakarta. Jadi, meski saya tidak turun di Jakarta, saya masih bisa dianggap melewati Daerah Operasi I Jakarta. Di Stasiun Cikempek ini, kereta mengalami langsiran sehingga terjadi perubahan posisi lokomotif. Kereta yang awalnya berjalan maju menjadi berjalan mundur jika dilihat dari posisi tempat duduk saya. Tepat subuh, kereta berhenti di Stasiun Bandung. Status solo traveler saya yang menggembel pun berganti. Beralih menjadi traveler kaya nan mewah, saya pun dijemput dengan mobil pribadi. Alhamdulillah.

Hari Kelima
Kereta Api Malabar (Bandung-Malang)

Selain Cirebon, tujuan saya pada perjalanan panjang menaiki kereta ini adalah untuk melihat dan menikmati keindahan alam di Tatar Pasundan. Lagi dan lagi, rasanya saya belum puas melihat tanjakan Nagreg dari dalam kereta. Kalau dulu saya ribet dengan adik saya yang mabuk perjalanan, kali ini saya bisa leluasa karena jalan sendirian.

Dan, Tuhan memang Maha Adil. Jika pada kereta sebelumnya saya tidak mendapat posisi tempat duduk yang nyaman, pada kereta terakhir ini saya mendapat berkah. Duduk di kelas bisnis, saya tak mendapat teman. Alias, kursi yang saya duduki bisa saya kuasai spenuhnya. Hore.

Meninggalkan Kota Bandung.
Prami yang gigih menjajakan makanan dan sewa bantal.
Saya pun memutuskan untuk membuat video perjalanan selepas kereta melewati Stasiun Kiaracondong. Sayang, beberapa kilo sebelum Stasiun Cipeundeuy memori kamera saya sudah habis. Jadi, saya tidak bisa merekam dengan penuh jalur andalan Daop 2 Bandung ini. Tapi tak apalah. Nanti akan saya sunting sebaik-baiknya dan saya unggah ke Youtube. Siapa tahu, ada diantara kalian yang kepincut naik Malabar selama 15 jam perjalanan ini. Sungguh, duduk manis di kereta sudah dapat banyak hal berharga.

Kerja ikhlas seikhlas Bapak PPKA ini
Itulah sedikit banyak cerita perjalanan saya melewati hampir 1000 km lebih ini. Melintasi pantai dan gunung, rasanya hampir mustahil saya tidak bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan kepada saya.

Selamat berakhir pekan.

PS: Hari keempat saya full berada di Bandung.

58 comments:

  1. Emang nih orang demen banget jalan ta"

    Jadi pengen ngikutin jejak bang ikhrom

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw bukan demen sih mas, mumpung libur panjang
      habis ini semedi wkwkw

      Delete
  2. Asyik travelling mulu nih...
    Pecinta kereta ya dari awak sampai akhir selalu ada di kereta...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mumpung libur panjang mbak
      memang niat naek kereta sih

      Delete
  3. Gue pribadi juga doyan banget naik kereta. Sensasi goyang punggung nya itu asik, apalagi kalo ngelewatin tiap celah rel ada bunyi-bunyi sama getaran halus yang khas.Cuma Mas Ikrom ini gokil yah, ngabisin total berapa jam perjalanan itu di kereta hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas goyang punggung
      aku suka banget enjut2an

      mumpung lagi ada waktu mas
      total sekitar 30 jaman mas
      yang lama yang kereta terakhir

      Delete
  4. Mantaaap banget Ikrom ini naik Kereta Ali.. tut..tut..tut! Paling nikmat itu minum teh manis panas dan kopi ala KA yaaa... masih 5rb dan 9rb kan ya harganya? 😘😘 Aku pernah naik KA ke Malang yg kls eksekutif maupun ekonomi. Seruuuuu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. teh manis 8 ribu mbak ada sih yg 10 ribu tapi aku lupa bedae apa hehe
      aku yg eksekutif malah belum pernah mbak
      klo dihitung mending naek pesawat aja selisihnya gak banyak klo Malang_jakarta hehe

      Delete
  5. naik KA 5 hari, kalau saya pasti capek banget itu, meskipun kereta api sudah nyaman, tapi saya memang orangnya ga tahan lama-lama di kendaraan

    ReplyDelete
    Replies
    1. tiap orang beda mas
      saya sebeneernya juga gak kuat, makanya pilih bisnis hehe

      Delete
  6. kerata api sbenernya moda transportasi yg aku suka juga, setalah pesawat. tp memang di Indonesia aku malah jarang naik KA krn mikir waktu sih... cuma prnh naik sekali tujuan jakarta solo. argo apalah itu namanya.. cukup nyaman kok..

    justru di LN aku apling sering naik kereta kalo pindah2 lokasi... so far yg paling baik keretanya, udah pasti Jepang :D.. dengan kecepatan luar biasa, jarak dari 1 kota ke kota lain bisa ditempuh PP saja.

    nextnya aku pgnngerasain kereta api yg katanya mewah itu mas... interiornya kayak pesawat kls bisnis.. pgn tuh ... menarik soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. argo jati eh argo apa ya kemarin papasan kok (aku gak apal mbak hehe)
      klo kelas argo mah kelas atas mbak malah iya sekarang ada yg sleeper ya mbak sejuta
      hmmm ya agak eman sih mending pesawat aja

      Delete
  7. Anjay mas,, aku mah gak bisa lama-lama di kereta, gampang bosan.. Banyak di Keretanya di banding ekpplore wisatanya jadinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak juga sih mas malah puas bangey explore di kota2 itu
      yang lama pas pulang aja pas berangkatnya paling 3-4 jaman aja

      Delete
  8. Memang menyenangkan sih, terlebih duduk di samping jendela, asik aja. Bisa melihat berbagai pemandangan yang terlewati, begitu juga disaat malam. Sama-sama menyenangkan. Lelah tinggal tidur..he

    Tapi saya gak tau tuh kalau harus sampe 5 hari gitu, gak kuat kayaknya..hehe
    Oh, ya, Mas. Btw itu hasil rekaman videonya pake camera yang ada di foto kah? Itu kamera apa, Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas liat pemandangan yag paling asyik apalagi gunung hmmm

      iya mas kamera canon biasa kok, powe shot 43

      Delete
  9. keren dan asyik banget bisa jalan-jalan melintasi beberapa kota dan pemandangan bisa mantap juga

    ReplyDelete
  10. Wah mas Ikram nih kayaknya bakalan cocok deh kalau jalan sama anak saya yang pertama. Dia hobi banget jalan-jalan model begini. Naik dari satu kereta ke kereta lain. Kemarin saja dia ngajakin naik kereta ke Jawa. Milihnya yang eksekutif harga 500K.. duh.. dipikir emaknya bank apa ya.

    Tapi memang asyik sih, mas naik kereta. Sebelum nyobain yang ke Rusia, cobain dulu kereta lintas 3 negara singapore, malaysia dan thailand. Pakai sleeper train. Bermalam di kereta serasa tidur di nina bobokan dengan kasur goyang. hahaha.. Saya berharap banget di indonesia ada, tapi harga terjangkau yaa bukannya 1,1jt.. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah railfans juga mbak??

      wakakakak emaknya sabar ya emang tiket eksekutif harga segitu rata2
      nah ini juga disaranin mbak
      tapi aku gak dulu deh fokus ke Filipin aja belum berangkat2 ini hiks

      ada mbak kemarin 900 ribu promo gatau sekarang ya

      Delete
  11. WAGEELLASEEH....

    Kereta jarak jauh saya kayaknya baru naik 4 kali, sisanya cuma kereta lokal Prameks dari Kutoarjo / Jenar ke Jogja / Solo. Penasaran sama sensasi naik kereta lewat jalur utara, yang katanya bisa dapet view laut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw ayo mas coba ke Malang...
      pramesk aku sekali gak lagi deh soalnya bawa tas berat
      aku malah pengen solo ekspres

      bagus sebenere pemandage cuma aku lagi gak di sisi itu. jadi relnya sebelahnya ya... laut hehe

      pekalongan klo gak salah yg sering banjir itu loh mas

      Delete
  12. Jadi inget waktu dulu pernah jalan-jalan naik kereta ke malang dan surabaya

    ReplyDelete
  13. Saya terakhir naik kereta itu kemarin pas pulang dari jakarta, asik sih seharian di kereta kalo rame rame, tapi kalo sendiri rasanya lama banget sampenye hha..;

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 seru sih mas.
      asal ya ada makanan aja hehehe

      Delete
  14. Seru ya mas ngebolang pake kereta.. Sekarang kemana mana klo ada transpor kreta saya pilih kreta.. Cepet dan pasti

    ReplyDelete
  15. Nama-nama kereta diatas semuanya tampak asing sekali. Karena memang saya sudah lama tidak naik kereta. tampaknya kini pelayanan KAI lebih ramah dan nyaman. Kalau jaman saya dulu jika mau ke jakarta, sampai berhimpitan, tidurnya dibawah kuris penumpang atau dilorong-lorong, bahkan saya pernah merasakan berdiri 12 jam lebih di WC, sungguh pengalaman yang buruk dan menyiksa.
    Kasihan ibu-ibu itu ya, apa tidak bisa meminta tempat duduk khusus bagi yang tidak tahan AC?

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo di sekitar jakarta yg asyik apa ya mas? aku taunya argo parahyangan ke bandung itu

      saya juga pernah sih awal 2000an
      malah pernah beli eksekutif cuma ke solo
      eh gak dapat tempat duduk

      ibunya pemalu mas, wong turun aja gak berani
      kasian liatnya

      Delete
  16. Bagus kameranya mas ikrom

    Pengen punya jugaaa huhuhuhu :'(

    Waduh aku gak kuat deh selama itu perjalanannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuma kamdig kok mas
      aku gak bisa pake DSLR dan apalah namanya itu wkwk
      coba mas seru kok

      Delete
  17. Kereta sering jadi andalan saat traveling gara-gara suamiku suka banget kereta...hahaha. Selama jalan di LN pasti kemana-mana naik kereta jika tersedia. Kalau di kampung sendiri, barulah agak ngeper juga, karena antar kota sudah keren keretanya eh di dalam kotanya nanti yang bingung kalau mau kemana-mana. Jadi sementara kalau di sini lebih suka roadtrip,

    Tapi , asyik banget bacanya Mas..gila 5 hari 5 kereta..wah keren ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah klo di LN mah kereen mbak
      apalagi soal ketepatan waktunya ya..

      Delete
  18. Buseet ... 5 hari naik kereta api.
    Mas Ikrom ini bener-bener nikmatin betul perjalanan dengan kereta api.

    Secara kecepatan waktu tempuh dibanding sarana transportasi darat yang lain, kereta sering paling banyak jadi pilihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah antara nikmatin dan capek juga sih mas hehe
      iya soalnya tepat waktu dan lebih nyaman dibanding bus..

      Delete
  19. Ya ampun mupeng berat ini jalan2 pake KA. Aku paling naik KA kalau ke bandung aja buat ngehindarin macet jalan tol kalau lagi males naik mobil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah coba mbak...
      aku malah belum pernah naik argo parahyangan itu

      Delete
  20. Hahaha niat banget ya naik kereta kemudian balik lagi. Tapi memang naik kereta itu seru. Aku pernah sendirian naik kereta dari Jakarta ke Banyuwangi. Kalau ditotal jadinya dua hari di jalan. Asyik-asyik saja sih asal tidak diburu waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi libur panjang mbak
      wah lebih jauh tug=h naek kereta apa mbak? mutiara timur?

      Delete
  21. saya juga paling suka traveling naik kereta. secara kereta sekarang sudah jauh lebiih baik dibandingkan duluu.. duluu banget yang kalau tidur di lantai ada kecoa atau tikus lewat. wkwkwkwk.
    btw, mengenai pengecekan ticket sih saya perhatikan asal kita duduk sesuai dengan tiket kita, memang gak dicek. karena mereka langsung lihat secara online. kecuali kalau pas pindah tempat duduk, baru ditanya, duduk di kursi no brp? karena kursi ini sdh ada penumpang yang akan naik di stasiun X.
    saya pernah digituin soalnya pas nyari tempat duduk yang kosong di sekitarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hii dulu emang gokil ya mbak

      eh ini belum aku edit mbak, maksud aku yg kereta lokal
      biasanya ada pengecekan tiket (bulan Mei) pas aku naik
      klo yang kereta jauh dari dulu udah gak ada mbak bener cuma pake smartphone

      Delete
  22. Saya pernah cuma 2 kali naik kereta yg berbeda ke 3 kota seru sih memang bebas macet dan cepat. Mau ngulang deh klo ada waktu.

    ReplyDelete
  23. Seneng baca tulisan ini karena aku kuga penggemar kereta.. :D Baru dua minggu lalu pp ke Solo naik kereta juga.. Jadi pingin ngerasain pindah2 kereta gitu, enak kalo jalan sendiri ya jadi gak terlalu ribet.. Naik TranSiberia juga impianku banget setelah nonton tayangan di BBC.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ke solo asyik tuh mbak
      iay aku liat dari BBC dari DW juga sih
      pengen bangeeet

      Delete
  24. Mas, saya baru beberapa kali naik kereta, ekonomi dan eksekutif. Belum pengalamanlah. Tapi beberapa minggu lalu mengantar anak ke stasiun Jombang. Dikasih video kereta api kelas ekonomi premium ke Yogya. Jadi baperlah, keretanyanya lebih bagus dari Mutiara Timur (Kereta apai eksekutif jurusan Surabaya-Banyuwangi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang banyak kereta ekonomi premium mbak
      harganya diantara ekonomi sama bisnis
      lumayan sih aku suka keretanya baru jadi kayak berkelas gitu

      Delete
  25. Ya ampun seru banget ini mas, jadi ingin mengikuti juga. Aku tinggal di Bandung, kalo ke Jakarta sering pake kereta, ke Jawanya baru sampe Malang doang, ke Surabaya belum nyampe nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo ke Malang alternatif juga bisa dari surabaya mbak malah kadang jatuhnya lebih murah

      coba aja mbak

      Delete
  26. Info dari temen saya yang kebetulan bekerja menjadi kondektur di KAI, bahwa untuk pengecekan tiket saat ini hanya berupa sample dan random...tidak semua di cek, soalnya sudah ada aplikasi di smartphone para kondektur yang berfungsi khusus untuk mengetahui identitas penumpang dan posisi tempat duduknya..jika dirasa ada yang tak sesuai baru ditanya tiketnya..
    salam kenal sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mas
      ini mau aku edit sebenernya poin itu tapi belum sempet hehe
      iya mas kalo kereta jarak jauh memang pakai aplikasi aja udah tinggal ngecek di layar udah tau siapa yg naik
      nah yg jadi pertanyaan saya sih yg kereta lokal penataran itu mas
      pas bulan mei dulu masih ada kok pengecekan meski banyak yg berdiri
      pas kemarin jangankan pengecekan, PKD sama kondektur aja gak keliatan lalu lalang
      jadi, bapak tua tadi juga punya pemikiran sama sih
      soalnya kadang klo kereta lokal kan murah ya tiketnya
      sering banyak yang seenaknya sendiri kayak pindah kursi dan akhirnya kadang ribut. klo kereta jarak jauh kan udah pasti dapat tempat duduk.
      gatau sih klo kereta lokal lain, saya seringnnya naik penataran aja soalnya

      Delete
  27. terakhir kali naik kereta keluar kota itu tahun 2016 ke jogja dan rasanya gak semenyenangkan waktu kecil deh naik kereta itu, karena aq naik kereta malam dan lampu di kereta itu terang banget saat malam jadi semaleman gak bisa tidur, jadi skrg blm ada keinginan naik kereta kalau pergi jauh2

    tp senang sekarang fasilitas kereta sudah lebih baik

    ReplyDelete
  28. Wah, railfans nih kayaknya..
    Emang perjalanan paling asyik tu naik kereta.. Bebas macet, panas, dan kehujanan.. hehe

    ReplyDelete

  29. Au tadi bayangin siberia malah transilvania, kereta yang ditumpangi keanu reeves di film brem stoker dracula hiiiiy

    Ancene arek siji iki bocah sepr hahahhaha
    Keren reportasenya mas, kudunya jadi jubir kai ni, kan dirimu kaya wawasan persepuran

    Aku loh agak sebel klo ada acara tuker tempat duduk di kereta, bukannya apa, kadang ibu ibu ngeyel sih main minta tukar seenak jidat padahal posisi uda pewe, hahaha...

    Paling penasaran yang liwat pantai mas, e itu beneran ada liwat deket lauk gitu? Seru banget klo iya, maklum aku blom pernah

    ReplyDelete
  30. E aku tadi baca trans siberia malah kebayang transilvanya, trus ada adegan keanu reeves naik lokomotif klasik ke puri kastil brem stoker draculq jal

    Hmmm ancen arek siji iki bocah kereta tenan, haruse dirimu jadi jubir kai mas karena kaya wawasan persepuran lintas jawa hahahahha

    E aku loh paling bete klo ada adegan minta tuker kursi antar penumpang, kadang kan ada ya ibu ibu yang ga mau ngalah hobinya malakin tempat duduk yang posisinya enakeun dari punyak dia pribadi huh

    Paling males itu klo dapet duduk deket ac, n sambungan gerbong yang of course sebelah wc, pesingeeeee ampun biasanya

    Klo yang bikin penasaran yang liwat pantai tuh, serius itu ada yang ngehadap pantai mas, penasaran ey, aku blom pernah

    Hamdalah ya, terakhir uda kayak nyewa kereta bisnis ey, sempat pula memvideokan, ditunggu deh reportasenya di channel yutubmu

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.