Pengalaman "Ehem" Buka Rekening Online di Bank BCA

Membuka rekening di Bank BCA adalah opsi terakhir bagi saya.


Bukan lantaran bank swasta ini memiliki kinerja buruk dan sering meyusahkan konsumennya, namun malah sebaliknya. Dari testimoni beberapa rekan yang telah menggunakan beberapa produk bank, BCA adalah yang terdepan dalam masalah melayani nasabahnya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan pun membuat betah.

Namun, dengan berbagai kemudahan itu, saya malah takut. Ketakutan terjadi karena saya tidak bisa mengendalikan diri berbelanja di berbagai marketplace, ol shop ataupun berbagai merchant. Rata-rata, semuanya menggunakan rekening BCA.

Belum lagi, promo yang ditawarkan BCA begitu menggoda. Alhasil, ketika ada keinginan untuk membuka tabungan BCA, niat itu saya urungkan. Hingga akhirnya saya menyadari kalau saya tidak segera membuka rekening di sini, maka saya harus membayar uang administrasi setiap kali transaksi. Satu dua kali transaksi masih tidak masalah. Lah kalau lebih dari sepuluh kali tiap bulan?

Makanya, ketika saya mengetahui ada layanan pembukaan rekening bank BCA secara online, saya pun berkeinginan kuat mencoba. Ternyata, caranya mudah sekali. Cukup mengunduh aplikasi BCA Mobile dari Bank BCA dan saya buat pembukaan rekening baru. Oh ya, saat pembukaan rekening ini ada kode akses yang harus dibuat yang merupakan kombinasi dari angka dan huruf.

Kode akses ini nantinya digunakan sebagai password saat kita masuk ke aplikasi kembali dan meneruskan proses pendaftaran. Jadi, jika pada proses pendaftaran kita belum merampungkan tahapan yang ada, kita tak perlu mengulangi dari awal.

Di aplikasi BCA Mobile, ada beberapa pilihan jenis tabungan yang tersedia. Kalau pekerja umum macam saya ya otomatis saya memilih Tahapan BCA saja. Lepas memilih kartu, maka saya pun menyiapkan bukti fisik identitas diri yang diperlukan, seperti KTP, NPWP, tanda tangan dan foto selfie. Barulah kemudian data diri yang kita miliki kita isikan ke formulir pembukaan rekening. Jangan sampai salah memasukkan identitas tetangga ya.

Setelah data diri diisi, barulah saya pilih fasilitas kartu paspor yang akan saya gunakan. Ada paspor blue, silver, dan gold. Berhubung saya berstatus sobat misqueen, maka secara otomatis saya memilih paspor blue dengan biaya administrasi per bulan 15.000 rupiah sahaja. Nanti ya kalau saya sudah selevel penghasilan dengan Hotman Paris baru diupgrade kartu paspornya.

Lepas semuanya selesai, barulah saya melakukan verifikasi secara panggilan video dengan CS Bank BCA. Untuk kegiatan ini, sangat disarankan dilakukaan saat kualitas jaringan baik. Saya pun melalukan panggilan video dan tak lama kemudian muncul seorang mbak CS di hadapan saya. Halo Mbak. Halo BCA.


Si Mbaknya tanpa banyak kata langsung to the point. Menanyakan maksud saya. Lha, padahal kan jelas saya mau buka rekening. Mungkin si mbaknya hanya memastikan saja bahwa saya memang berniat buka rekening dan tidak sekadar iseng. Saya pun dengan mantap mengatakan siap membuka rekening di bank BCA.

Si mbaknya kemudian mengonfirmasi data pribadi yang saya isikan. Mulai nama, alamat, pekerjaan, hingga nama gadis ibu kandung yang sering menjadi password di semua bank. Masalah identitas diri ini cukup mudah dilalui. Masalah muncul ketika mbak CS meminta saya melakukan verifikasi tanda tangan yang saya punya dengan tanda tangan di KTP. Untuk melakukan kegiatan ini, saya harus mengubah panggilan menjadi kamera belakang. Ternyata hasilnya beda saudara dan mbak CSnya teliti sekali.

“Mas, itu huruf z-nya kurang besar. Terus di dekat huruf z ada tiga pola yang semakin mengecil.”

Haduh, saya tidak memperhatikan, je. Saya ya kebiasaaan melakukan tanda tangan sekenanya. Setelah empat kali diulang, barulah mbak CS meng-ACC tanda tangan saya. Fiuh, ini tahapan paling ribet dalam pembukaan bank secara online. Tapi, masalah tidak hanya sampai di situ. Saat verifikasi wajah menggunaan KTP, kejadian yang saya duga pun terjadi.

Si Mbak CS tidak percaya foto di KTP yang saya potret adalah foto saya!


Ya, harap maklum. Saat pembuatan KTP, saya masih mahasiswa dan masih sangat kurus. Lha sekarang? Makanya, dengan sedikit tersenyum mbak CS bertanya apakah benar itu foto saya. Untuk memastikan, saya disuruh melepas kacamata sambil memegang KTP dan mengarahkan kamera ke wajah. Untunglah, mbak CS pun percaya meski dalam hatinya pasti berujar,”kok jadi gendut?”

Proses verifikasi pun selesai. Mbak CS melakukan panggilan lain yang saya duga dengan supervisornya atau apanya lah. Barulah kemudian ia memberi tahu bahwa rekening saya sudah jadi dan sudah bisa digunakan. Tapi, saya harus melakukan penyetoran awal berapapun jumlahnya. Wah ini yang saya tunggu karena saya dengar dari rekan yang membuka rekening bank BCA harus menyetorkan uang sejumlah 500.000 rupiah di teller bank. Saya juga bisa mengakses internet banking BCA.
Saya harus segera menyetor uang pertama di tabungan.


Paspor BCA dalam bentuk online. Untuk bukti fisik harus mengambil di cabang terdekat.
Si mbaknya juga memberi informasi untuk mengambil kartu paspor di bank BCA terdekat yang sudah saya pilih dengan membawa KTP asli. Mengingat saya membuat rekening ini di Malang jadi ya nanti kalau sudah pulang baru saya ambil. Sementara, saya menggunakan moble BCA dulu untuk transaksi perbankan saya. Yang penting, transferan uang yang masuk atau keluar tak lagi terpotong biaya administasi antar bank.



Itulah sedikit pengalaman membuka rekening di bank BCA secara online. Saya hitung hanya perlu waktu sekitar 15-20 menit. Tidak berjam-jam seperti pembukaan rekening di bank. Makanya, tagline dibikin simple dari bank BCA rasanya tepat. Bank lain mah belum ada.

7 comments:

  1. Saya juga sering punya masalah dalam ttd kdang tidak sama dan itu dipermasalahkan hehe

    ReplyDelete
  2. aku udah pake BCA dari dua-tiga tahun yang lalu so far paling nyaman dibanding bank-bank lainnya (aku juga punya rekening di 2 bank BUMN untuk kebutuhan kerja), paling asik juga CS nya hahahaha

    ReplyDelete
  3. Waah asik banget ya...nggak pakai ribet harus ke Bank...aku juga butuh rekening BCA nih..

    ReplyDelete
  4. Praktis ya, bisa buka rekening darimana aja. Aku juga blm punya rek bca, jadi resiko kepotong klo dapat job2 blogger gitu...kadang transfer juga jadi belakangan karena non bca. Ato aku buka bca juga apa ya

    ReplyDelete
  5. keren juga ya ada video callnya gitu.. cuma emang banyak drama ya, tanda tangan lah, foto yang lebih kurus lah wkwk..

    aku blm pernah punya BCA euy, pgn bikin tapi rekening yg ada aja saldonya tipis semua wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  6. Lebih simple pembukaan rekening BCA sekarang. Tanpa mengurangi standar baik pelayanan maupun keamanan hehehe

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.