Keinginan Menyapa Kembali Curug 7 Bidadari Kabupaten Semarang dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Curug 7 Bidadari Kabupaten Semarang. - Sumber: Dokumen Pribadi
 

Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Sebuah tempat yang membuat aku ingin selalu ke sana. Menikmati keindahan alamnya dan ragam budaya serta keramahan masyarakatnya. Aku sudah membuktikannya ketika berkunjung ke wilayah indah ini tepat setahun lalu.

Kala itu, aku diantar oleh seorang penjaja jasa ojek wisata mengelilingi wilayah yang berslogan Bumi Serasi ini. Obyek wisata pertama yang kami tuju adalah Curug 7 Bidadari. Sebuah tempat yang menurut pengakuan Mas Ojek sangat asyik dan menawan. Melihat foto yang disodorkannya saja, langsung membuatku tak sabar mendatanginya.

Keindahan saat perjalanan

Perjalanan kumulai saat matahari baru naik sepenggalah. Namun, belum sampai di sana, hatiku sudah berbunga-bunga. Pasalnya, keindahan panorama alam yang disuguhkan oleh Kabupaten Semarang sudah kunikmati dari awal perjalanan. Ketika melewati daerah Bandungan, mataku sudah terkesiap dan ternganga akan keindahan lukisan alam yang dirancang oleh Tuhan.

Beberapa petani sayur yang baru saja memanen hasil buminya hilir-mudik menumpang sebuah mobil pick up. Aku melambaikan tangan kepada mereka dan dengan segera disambut senyuman hangat. Sehangat udara pagi di kaki Gunung Ungaran itu yang disengat oleh mentari. Sekitar beberapa saat kemudian, aku pun tiba di tempat yang kutuju. Tepatnya, berada di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.

Bandungan semarang petani sayur
Petani sayur melintas di Bandungan. Sumber: Dokumen Pribadi

Walau harus melewati sebuah jalan sempit dan berliku, itu tak mengapa. Lantaran, aku mendapati fasilitas parkir luas yang sangat membuat hati lega. Sambil bernyanyi lagu Pemandangan karya AT Mahmud, aku pun segera membeli tiket yang amat murah. Hanya 5.000 rupiah saja.

Curug 7 bidadari
Fasilitas parkir yang luas. Sumber: Dokumen Pribadi

Bermain di bawah curug bak bidadari

Tanpa berpikir panjang, aku beserta Mas Ojek segera menyusuri jembatan yang cukup panjang dan membelah sebuah sungai. Jembatan berwarna-warni itu semakin mengukuhkan akan keseriusan pengelola wisata –  dalam hal ini Pemkab Semarang beserta masyarakat sekitar –  untuk memberi pelayanan terbaik bagi para pengunjung yang datang.

curug 7 bidadari
Jembatan pelangi. Sumber: Dokumen Pribadi

Lepas melewati jembatan, aku pun duduk di bebatuan sungai yang tak jauh dari air terjun dan mulai melepas sepatu yang kukenakan. Kaki ini terasa segar kala bersentuhan dengan air yang mengalir. Sambil menatap keindahan sang tirta yang turun dari atas curug, aku bermain di sungai dan begitu gembira bagai bidadari yang turun dari kayangan.

Curug 7 bidadari
Meniti jembatan di atas sungai. Sumber: Dokumen Pribadi

Ketika aku mengunggah foto lama ini beberapa hari yang lalu, banyak rekanku bertanya mengenai tempat indah tersebut.  Mereka seakan penasaran dan juga ingin sekali berkunjung. Mereka juga ingin melepaskan penat dari berbagai kesibukan. Tetapi, lantaran masih dalam masa pandemi covid-19, pertanyaan pun timbul. 

Apakah Curug 7 Bidadari Semarang sudah bisa dikunjungi di era adaptasi kenormalan baru ini?

curug 7 bidadari
Sebuah keluarga menikmati keindahan Curug 7 Bidadari Semarang. Sumber: Dokumen Pribadi

Aku dengan mantap menjawab tentu BISA. 

Aku yakin tempat ini menjadi salah satu tempat yang aman dikunjungi saat adaptasi kenormalan baru sekarang ini. Alasannya, aku melihat sendiri berbagai faslitas yang cukup lengkap sebelum pandemi ini merebak. Salah satunya adalah tempat parkir yang luas tadi.

Tentu, dengan tempat parkir yang luas, maka wisata Curug 7 Bidadari Semarang bisa menampung kendaraan pengunjung dengan tetap memerhatikan jaga jarak. Ada juga beberapa  fasilitas penunjang lain seperti tempat istirahat, musala, kantin, dan kamar mandi yang cukup banyak. Dengan sedikit modifikasi, aturan jaga jarak pada fasilitas tersebut bisa dilakukan.

Curug 7 Bidadari
Fasilitas toilet yang banyak dan bersih. Sumber: Dokumen Pribadi

Apalagi, sebelum pandemi, pengelola sudah mulai membuat jalur khusus bagi pengunjung untuk menapaki sungai. Jadi, aku tidak perlu berpapasan dengan pengunjung yang baru masuk ketika akan keluar. Atau bahkan sebaliknya, ketika aku masuk, maka tak perlu berpapasan dengan pengunjung yang akan keluar. 

Curug 7 Bidadari menyambut era adaptasi kenormalan baru

Aku semakin yakin jika wisata ini bisa dikunjungi saat adaptasi kenormalan baru. Pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang selalu melakukan verifikasi terlebih dahulu di setiap obyek wisata. Verifikasi ini dilakukan sebelum obyek wisata yang sempat ditutup kembali dibuka. Verifikasi ini juga bertujuan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat pada tempat wisata.

Tidak hanya itu, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan. Konsep peran serta masyarakat amat perlu agar bisa mempermudah pemerintah sebagai pengelola untuk melakukan kontrol dan memenuhi kebutuhan akan kelengkapan sarana dan prasarana yang mendukung. Melalui community based tourism (CBT), masyarakat sekitar akan merasa memiliki tempat wisata yang ikut mereka kelola. Mereka akan melakukan yang terbaik agar wisatawan nyaman berkunjung terutama pada masa pandemi ini.

Banyak fasilitas pendukung yang bisa digunakan di era adaptasi kenormalan baru. Sumber: Dokumen Pribadi

Aku yakin peran serta masyarakat pada wisata Curug 7 Bidadari Semarang ini benar-benar bisa dioptimalkan. Lantaran, aku sudah menyaksikan sendiri bagaimana mereka menyambut kami dengan hangat mulai dari tempat parkir. 

Mereka juga memberi tahu jalan menuju curug dan sangat serius menjaga kebersihan kamar mandi yang aku gunakan. Tidak hanya kebersihan fasilitas tersebut, sepanjang jalan menuju curug yang indah dari tempat parkir, aku tak menemukan sedikit pun sampah yang tercecer.

Padahal, kegiatan itu aku lakukan sebelum pandemi merebak. Jadi, aku semakin yakin jika curug 7 bidadari akan bisa dibuka dengan protokol kesehatan serta perlaku bersih dan sehat. Salah satunya dengan menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung yang baru datang. Curug 7 bidadari akan menjadi salah satu percontohan bagi wisata lain yang bisa dikunjungi di era adaptasi kebiasaan baru ini. 

Rasanya ingin kembali ke sini lagi. Sumber: Dokumen Pribadi

Aku sangat berharap bisa berkunjung ke Kabupaten Semarang lagi. Curug 7 Bidadari ingin sekali kukunjungi bersama rekanku yang belum pernah ke sana. Paling tidak, dengan berkunjung ke tempat ini lagi yang memerhatikan protokol kesehatan, roda perekonomian bisa kembali berjalan. Yang akan sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar dan masyarakat Kabupaten Semarang pada umumnya. Semoga saja harapanku mengajak serta rekanku ke sini bisa terwujud.

 

***

 

"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”

26 comments:

  1. Liat tempatnya jadi pengen main2 air
    Sejuuuk sekali rasanya

    ReplyDelete
  2. Sampean kalau main sampai jauh gini Mas?
    Kemarin masih sekitaran Kabupaten Malang, kali ini Kabupaten Semarang. Woooww!!

    Kalau dilihat dari tipikal curugnya, karena alirannya tenang jadi bisa buat mandi ya.. Mana airnya masih jernih pula. Aku berharap semoga pengunjung ikut turut serta menjaga kebersihan dan kelestarian Curug 7 Bidadari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini tahun kemarin mbak
      iya memang kabupaten semarang oke punya
      semoga saja yaaa

      Delete
  3. kece parah ini spot wisata. Adem, natural dan hijau. Benar-benar manjain dan rileks in mata dan pikiran keknya kalo bisa kesini suatu hari.

    Thanks for sharing story mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin semoga mas bisa main ke semarang ya
      biar bisa menenangkan pikiran

      Delete
  4. Aku yakin pasti bisa dibuka kembali dan tetap melakukan protokol kesehatan. Kalau dari foto-foto kakak, di Curug ini juga tidak terlalu banyak orang, jadi untuk melakukan social distancing masih bisa. Salah satu harapanku, semoga kebersihan yang ada di curug ini tetap dipertahankan sampai kapanpun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pas ke sana masih sepi dan bisa jaga jarak
      semoga saja kebersihannya tetap terjaga ya...

      Delete
  5. A beautiful journey in times of a pandemic seems safe.
    Have a good day :)

    ReplyDelete
  6. Ini idola banget waktu dulu tinggal di Semarang. Suka banget.. rapi walaupun ada beberapa yang udh usang, tapi worth banget... buat ngusir hari2 yang penuh drama.. wkwkw
    Hawanya yg nggak terlalu rame cocok buat kongkow2 santai breng teman-teman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sering ke sini mas
      memang enak buat santai sejenak

      Delete
  7. Wah...😍 Curug 7 bidadari ini emang terkenal banget ya mas. Saya dulu pertama kali tahu tempat ini dari tv. Di vidio malah lebih wow lagi...
    Seneng banget kalau tempat wisata tuh banyak toiletnya gitu jadi nggak ngantri, dan nggak banyak sampah yang berceceran karena itu bikin jijik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pernah masuk TV juga!

      iya seneng banget mbak jadi nyaman ya kalau terjaga kebersihannya.

      Delete
  8. Aku pernah ke Semarang tapi nengok orang sakit di rumah sakit Karyadi mas. Ternyata banyak juga ya tempat wisata di Semarang. Salah satunya ya Curug 7 bidadari ini.

    Tempatnya memang bagus kalo dilihat dari fotonya, biarpun lewat jalan sempit tapi lahan parkirnya luas, mana tiketnya cuma 5.000 ya.

    Semoga menang lombanya ya mas Ikrom.😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah siapa yang sakit masn

      iya banyak tempat wisatanya
      amin terima kasih ya :)

      Delete
  9. Lah ini lokasi air terjun yang dulu pernah kucari-cari lokasinya waktu aku ke Bandungan kabupaten Ungaran tapi kok ya ngga ketemu lokasinya ...

    Lihat foto samoeyan diatas jembatan makin mupeng aku kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini jalan ke arah Kendal kalau gak salah
      Aku pernah dikasih tahu mas ojek tapi aku balik lagi ke bergas Mas

      coba ke sini lagi deh daripada mupeng ya hehe

      Delete
  10. Ntar kalo saya maen ke Semarang anterin ya mas.. wkwkwk

    Kayaknya menarik nih.. cuma ya itu, kapan kesananya lagi nggak tau. April kemaren saja terpaksa batal gara-gara si Kopid.

    Jadi, sementara liat-liat saja dulu deh cerita dari orang sana..hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Pak lihat cerita saja dulu
      Ini saya juga belum bisa ke Semarang lagi..

      Delete
  11. kalau aku sekarang dengan new normal cari tempat yang tak terlalu banayk yg datang ya, suka srem kalau banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya akalu bisa jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan jadi lebih aman bu

      salam

      Delete
  12. mas seperti biasa, aku as always ngguya ngguyu anggere maca solo tripnya dirimu mas hihi, seruuu bacane


    manalah dari dulu salah satu kota di jateng sik pengen takdatengin suwe adalah semarang pula, tapi blom kesampaian kesampaian juga, seringe mung transit tol e huahahah

    pengen minum es gempol pleret di sono jeh

    eh mas tempat wisatane iki kok asrep banget ya, ijooo, yaiyalah mbul kaki gunung ungaran gitu, biyen cilik aku wes pernah dijak kondangan kitan putrane bulik ya di ungaran, memang daerahe ala ala pegunungan jadi sing tak ingat ya jalane nanjak dan masya alloh indahe pol

    po lagi ketambahan ada info curug iki, wes jan narahi pengen tambah ke semarang mas, aku soale lebih suka wisata curug sek ga patio panas jadi bebas dari gosyobg2 club deh hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kudu dimasukin list mbak
      hadu aku juga pengen je es gempol iku

      wisata di sekitar gunung ungaran memang bagus bagus mbak
      hawane sejuk dan orangnya ramah ramah

      iya ga pati panas dan seger banget

      Delete
  13. wahhhh kalau dapat berendam di sini ketika musim panas, memang seronok tak terkata...

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.