Berwisata ke Candi Ngempon Kabupaten Semarang, Sumber Inspirasi Kala Masa Adaptasi

Candi Ngempon Semarang
Candi Ngempon Semarang. - Sumber Gambar Dokumen Pribadi
 

Keheningan adalah sumber inspirasi.

Dengan menyapa keheningan, aku bisa melepaskan diri dari segala bentuk belenggu penatnya hari. Atas alasan itulah, aku sering berkunjung ke Kabupaten Semarang. Sebuah wilayah yang menjadi jujugan wisata di Jawa Tengah.

Banyak alasan yang membuatku gemar ke Semarang. Pesona alam indah dengan tanah subur dan lansekap yang menarik adalah magnet bagiku untuk sering berkunjung ke sana. Tak hanya itu, Kabupaten Semarang memiliki banyak candi megah nan menyimpan cerita yang amat memesona. Tempat aku bisa mendapatkan keheningan paripurna yang kuinginkan.

Aku terpikat pada salah satu candi yang dibangun sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi itu bernama Candi Ngempon. Sebuah candi yang berarti tempat penggemblengan bagi para brahmana untuk menjadi empu. Entah, apa yang membuatku semakin tertarik untuk berkunjung ke candi ini. Yang jelas, ketika melihat potretnya pertama kali, aku langsung terpikat.

Mengeksplorasi Candi Setahun Lalu

Maka, selepas mengunjungi Curug 7 Bidadari, aku bergegas menuju Bergas. Letaknya dekat dengan Ungaran yang cukup mudah dijangkau dan menjadi tempat dari Candi Ngempon. Meski demikian, aku sedikit bingung ketika mencari lokasi persis dari candi ini. Ah, itu tak mengapa. Namanya juga eksplorasi kan?

Perjalanan menuju candi melewati pemukiman di dataran tinggi. - Sumber Dokumentasi Pribadi

Aku amat terbantu dengan pesona keramahan orang Semarang yang aku temui. Mereka dengan senang hati memberiku petunjuk jalan menuju candi yang ternyata satu kompleks dengan sebuah pemandian air panas. Pemandian itu bernama Derekan.

Atas bantuan para warga ini, aku bisa menemukan lokasi candi yang aku tuju bersama seorang penjaja ojek wisata pada perjalananku tepat setahun yang lalu. Seorang ibu-ibu yang menjaga pintu loket memintaku membayar karcis yang amat murah. Yakni, hanya 4.000 rupiah per orang untuk tiket masuk dan 2.000 rupiah untuk parkir motor.   

Lepas memarkir motor, aku langsung disambut oleh seorang bapak yang menujukkan jalan menuju candi. Jalan ini melalui pemandian yang dikatakan warga saat aku bertanya lokasi candi tadi. Di pemandian itu, ada juga beberapa penjual makanan yang menata dagangannya dengan rapi.

Aku dan rekanku harus melewati sebuah sungai, pematang sawah, ladang, hingga akhirnya sampai di pintu masuk candi. Pintu ini dijaga oleh seorang petugas yang meminta kami mengisi buku tamu. Tentu, dengan senang hati kami melakukannya. Selain sebagai perekaman data, kami juga ingin berkontribusi dalam pengelolaan wisata ini lewat saran dan masukan yang kami tulis.

Berfoto dengan latar sungai yang begitu jernih. - Sumber Dokumentasi Pribadi

Petugas tersebut melarang kami untuk naik ke badan candi. Alasannya, saat itu sedang dilakukan perbaikan dan kondisi batuan candi amat rapuh. Walau tak bisa naik ke badan candi, bagiku tak masalah. Melihat sang candi dari dekat saja, rasanya hati ini sudah berbunga-bunga. Relung dalam hati serasa damai kala mata menatap ornamen yang menghiasi candi bergaya Jawa Tengahan itu dengan duduk di sebuah bangku. Ia tampak chubby dan ginuk-ginuk yang menjadi ciri khasnya. 

Candi Ngempon Semarang
Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu sebelum masuk ke candi. - Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi

Sambil menatap candi, aku merasakan kesegaran paripurna dari embusan udara. Tentu, lokasi candi yang berada di dataran tinggi membuat siapa pun yang datang kemari akan kerasan. Pohon-pohon yang tumbuh subur dan dijaga dengan baik oleh petugas kebersihan, semakin menambah kesegaran yang aku dapatkan. Beberapa pengunjung air panas pun juga ada yang datang ke candi ini untuk melihat kemegahan masa lalu yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sama sepertiku, mereka pun takjub dengan arsitektur bangunan suci ini.

Empat candi utama dan reruntuhan candi lainnya. - Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi

Mengagumi Relief Candi

Ornamen candi ini benar-benar memukau. Aku bisa melihat dengan jelas beberapa ornamen tumbuhan seperti motif bunga di bagian candi. Dari keterangan yang kubaca pada papan informasi, ternyata motif bunga tersebut adalah padma, kertas tempel, dan roset. Motif-motif tersebut tergambar amat rapi yang seakan menjadi kain hias bagi candi.

Selain  motif tanaman, ada pula beberapa motif hewan seperti kerang, sapi, gajah, dan burung merak. Aku sangat suka motif burung merak karena bentuknya yang indah. Burung ini pun menjadi burung yang disucikan oleh kepercayaan orang dulu.

Namun, diantara berbagai motif tersebut, ternyata semuanya merupakan sebuah kesatuan yang melambangkan gunung. Gunung sebagai lambang kelestarian dan kesuburan akan tanah sekitar. Tidak hanya itu, gunung merupakan tempat bersemayamnya para dewa. Gunung juga tempat manusia menyadari akan adanya moksa. Saat manusia lepas dari sifat keduniawian yang bersifat fana.

Dengan melihat motif yang tergambar tersebut, hatiku seakan lebih damai dan tentram. Aku merasa sejenak diingatkan untuk meninggalkan hal duniawi yang aku genggam selama ini. Maka, inilah salah satu esensi yang aku dapat ketika berwisata ke sebuah candi.  

Potret Candi Terpajang di Jerman

Kenangan perjalanan pada tahun lalu itu benar-benar membekas. Apalagi, saat fotoku bersama candi ini dipajang pada sebuah pameran di Jerman oleh salah seorang rekan blogger, rasanya aku puas sekali. Aku puas ikut berkontribusi bagi Kabupaten Semarang dalam mempromosikan keindahannya di Benua Eropa. Aku puas bisa menunjukkan bahwa Kabupaten Semarang memiliki pesona alam dan budaya yang amat tinggi. 

Foto Candi Ngempon (kiri atas) terpajang bersama obyek wisata Indonesia lain dalam sebuah pameran budaya dan wisata di Jerman, Oktober 2019. (Sumber gambar: Mbak Gaganawati Stegmann - https://www.kompasiana.com/gaganawati)

Senang bisa ikut mempromosikan wisata Kabupaten Semarang kepada masyarakat Jerman. (Sumber gambar: Mbak Gaganawati Stegmann. - https://www.kompasiana.com/gaganawati )

Sayang, pandemi covid-19 merebak sebelum aku mengajak banyak temanku ke sini. Mereka takut dan was-was apakah tempat ini aman dikunjungi. Padahal, kala mereka melihat potret candi ini, banyak yang penasaran dan juga ingin menyapa sang candi. Mereka tertarik dengan ornamen pada Candi Ngempon dan keheningan yang aku dapatkan. 

Walau demikian, setelah aku membaca info terkini dan mengingat apa yang aku alami, rasanya tak perlu takut lagi datang ke Candi Ngempon ini. Sebelum pandemi merebak, standar operasi wisata Candi Ngempon dan Pemandian Derekan ini sudah bagus. Diantaranya, ada petugas yang memberi tahu pengunjung jalur masuk menuju candi. Jalur masuk ini berbeda dengan jalur keluar sehingga jaga jarak bisa dilakukan.

Candi Ngempon khas Jawa Tengahan yang chubby dan imut. - Sumber gambar: Dokumentasi Pribadi

Petugas candi yang meminta kami mengisi buku tamu juga menjadi inisiator yang bagus sebagai perekaman data pengunjung. Dengan perekaman ini, maka penelusuran kontak pengunjung jika ada hal yang diperlukan akan menjadi mudah. Perekaman data pengunjung juga menjadi salah satu upaya pengelola tempat wisata di Kabupaten Semarang dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru.

Larangan bagi kami untuk duduk dan menaiki badan candi juga awal yang bagus sebagai pembatasan di area tertentu. Jadi, kami bisa memotret di tempat yang sudah disediakan. Bagiku yang gemar memotret candi dari kejauhan, itu sudah lebih dari cukup. Terlebih, potret candi yang tersembunyi dari balik sebuah pohon – yang selalu jadi favoritku –  sudah aku dapatkan. 

Memotret Candi Ngempon dari balik sebuah pohon. - Sumber gambar: Dokumen Pribadi

Mengenai kebersihan candi, aku sangat terkesima dengan petugas yang tak kenal lelah menyapu taman candi sembari menyiram tanaman di sana. Tempat sampah juga tersedia cukup banyak walau terbuat dari bahan yang sederhana. Ini juga penting karena pola hidup bersih dan sehat di tempat wisata amat menentukan bagi tempat tersebut apakah aman dibuka atau tidak. Dengan perawatan semacam ini, aku yakin bahwa kebersihan lingkungan candi adalah hal utama dan tak perlu diragukan lagi.

Candi Ngempon Siap Kembali Menyambut Wisatawan

Meski demikian, Standar Operasi Prosedur (SOP) Mitigasi di tempat wisata memang tetap diperlukan. SOP itu mencakup protokol kesehatan, informasi mengenai kebersihan, penguatan manajemen organisasi desa wisata, dan memperbaiki proses operasi pengelolaan wisata yang berasal dari umpan balik pengunjung.  


Ornamen burung merak pada kaki candi. - Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dengan SOP yang sudah ada sebelumnya, walau aku belum ke sana kembali, aku yakin wisata Candi Ngempon akan bisa memperbaiki diri. Salah satunya adalah penggunaan pelantang suara untuk memberi informasi bagi pengunjung agar mematuhi tata tertib dan protokol kesehatan yang berlaku. Pelantang suara ini sudah ada saat kunjunganku untuk memutar lagu yang menghibur pengunjung di sekitar pintu masuk air panas.

Petugas kebersihan rutin membersihakn taman candi. SOP wisata yang sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat tetap diutamakan. - Sumber gambar: Dokumen Pribadi.

Petugas yang kebanyakan adalah warga desa bisa diberdayakan untuk melakukan berbagai kegiatan. Semisal, mengecek suhu tubuh pengunjung dan mendata pengunjung yang masuk. Mereka juga bisa mengingatkan pengunjung untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Juga, tetap menjaga kebersihan tempat tersebut dengan kegiatan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Atas alasan pembenahan ini, aku semakin yakin kalau Candi Ngempon Kabupaten Semarang aman dikunjungi. Tempat ini sudah siap menyambut wisatawan di era adaptasi kenormalan baru yang sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat. Tempat ini pun siap menjadi tempat bagi mereka yang sudah penat dengan aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, bagiku sendiri Candi Ngempon akan menjadi tempat penggemblengan bagi individu yang ingin menguatkan diri dalam masa pandemi ini. Tempat adaptasi yang asyik dan menarik bagi pribadi yang haus akan inspirasi. Tempat yang ingin menarik diri sejenak dari belenggu duniawi dan merenungi akan hikmah dari pandemi. Itu semua hanya ada di Kabupaten Semarang, bumi serasi yang lestari.

 

***

"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog "Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru"  

16 comments:

  1. Ternyata Semarang banyak juga tempat rekreasi nya ya, setelah Curug 7 bidadari sekarang ada candi Ngempon.

    Luas juga ya lahan candinya jadinya memang cocok untuk wisata dan bisa jaga jarak agar aman. Kurasa candi Ngempon sudah siap menyambut kembali wisatawan ya mas.

    Tetap semangat mas Ikrom dan semoga menang lombanya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ada banyak tempat rekreasi di semarang dan candi ngempon adalah salah satunya

      lahannya memang luas dan lega jadi bisa buat jaga jarak
      amin makasih ya mas

      Delete
  2. Waah lengkapnya banget ini mas.. Jadi bisa sebagai panduanku jika nanti kapan2 maen ke Kabupaten Semarang buat wisata...
    Btw salam kenal, yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar lengkap banget dan bisa jadi jujugan jika ke Semarang

      Delete
  3. masih cantik dan kukuh terpelihara candi-candinya... dalam masa sama saya tertanya-tanya juga... kenapa candi-candi ini ada merata tempat? bukan di satu lokasi besar sahaja macam di Borobudur?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ini candinya menyebar dan tidak bersatu seperti borobudur

      Delete
  4. Wah... Bagus banget tempatnya mas😍 candi ngempon, saya baru denger kali ini lho. Ternyata semarang banyak tempat wisatanya ya. Udah gitu fotonya sampai ke jerman, sebagai warga indonesia saya ikutan bangga juga😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar banget dan memang banyak sekali tempat wisata di semarang mbak
      jadi kalau ada waktu dan kesempatan, bolehlah main ke sini

      Delete
  5. Cantik dan bersih banget candi serta lingkungannya ya kak, lihatnya senang banget dan jadi ingin rebahan di rumputnya 🤪.
    Btw, aku juga baru pertama dengar nama candi ngempon ini. Banyak banget candi-candi tersembunyi di Jawa ya 😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak saya juga pingin rebahan hehe

      iya ini cukup tersembunyi padahal bagus ya

      Delete
  6. Mas ikrom, keren parah foto-foto candine, terutama sik ada angle ranting pohone iku loh, candine ngintip dari kejauan, apik tenan mas >_________<

    Btw, dirimu keren juga loh fotone iso tekan pameran ning jerman hihi

    Eh aku penasaran ama motif kembang padma, kertas tempel, roset...buru buru gugling bentuk kembangane kaya apa, soale aku ngertine kembang kertas tok sing biasane nggo dolanan kuku kukuan jaman cilik

    Mengenai aturan di era new normal ini, patut diapresiasi yo mas, soale dari pengelolanya ndiri udah lumayan ketat dengan mendata setiap pengunjung masuk, pengecekan suhu tubuh, dan himbauan jaga jarak n cuci tangan tiap waktu pake pengeras suara. Nice post mas : D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembang padma itu nama lain dari bunga seroja
      biasanya digunakan untuk sembahyang umat Hindu dan Buddha
      makanya motif bunga ini ada di banyak candi seperti di candi ngempon ini

      iya dengan protokol kesehatan sebisa mungkin kita tetap mencegah wabah di era kenormalan baru ini ya mbak

      hehe alhamdulillah itung-itung promosi candi ini juga

      Delete
  7. Wah tempatnya asri, bersih walaupun ga terlalu luas, aduh ntr aku pengen kesana kalau pas ke semarang deh, btw good luck ya buat lombanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak silahkan datang ke sini engga jauh kok dari pusat kota

      amin terima kasih ya mbak Meta

      Delete
  8. Ternyata ada tempat wisata yang bagus lagi di semarang, bisa buat referensi baru nih....terima kasih informasinya mas..

    ReplyDelete
  9. Selain candi Gedong Songo ada Candi Ngempon juga yang menarik dikunjungi ya..

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.