![]() |
| Ilustrasi https://www.blackxperience.com/ |
Halo, apa kabar kalian semua?
Aduh, kalau ditanya kabar akhir-akhir ini, rasanya saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Campur-campur antara deg-degan, sedih, senang, dan berbagai perasaan lain. Alasannya, minggu kemarin blog saya menjadi salah satu yang terdampak dalam badai penghapusan blogger.Mulanya, saya terbangun untuk salat subuh dan mengecek HP sebentar. Ada email dari blogger masuk yang intinya blog saya dihapus dengan alasan melanggar kebijakan.
Deg.
Jantung saya seakan mau copot. Saya membaca sekilas dan di sana termuat informasi bahwa blog saya disusupi Malware dan tindakan berbahaya lain. Waduh, saya langsung teringat pada sore harinya, saya menerbitkan 4 buah postingan berbayar. Apa karena kegiatan tersebut?
Saya masih denial. Masak sih blog saya dihapus begitu saja tanpa peringatan? Setahu saya, kalau ada tulisan atau hal lain yang melanggar, maka akan ada notifikasi pelanggaran. Sebagai blogger kita akan berusaha menghilangkan pelanggaran tersebut. Ini kok main hapus aja?
Saya masih mencoba mencerna apa yang saya alami setelah salat. Sambil menekan tombol banding, tiba-tiba ada pesan dari beberapa blogger di komunitas blog yang saya ikuti. Ternyata, pagi itu pada jam yang sama banyak blog yang dihapus.
Fiuh, saya sedikit lega. Berarti saya tidak sendirian. Namun, bisa saja penghapusan ini adalah kebijakan baru. Makanya, saya kembali overthinking. Saya ingat saat corona dulu juga banyak blog yang dihapus. Saat itu blog saya aman dari badai tersebut. Kini, blog saya malah menjadi korbannya.
Menjelang siang, saya menyempatkan mengunjungi grup blogger di FB. padahal, selama ini saya jarang sekali menengoknya. Di sana juga ramai dengan unggahan blog yang dihapus. Ada salah satu unggahan yang memberi info kalau sedang ada bug deteksi pada Google. Makanya, banyak blog yang dihapus secara sepihak. Kejadian ini juga terjadi di seluruh dunia.
Saya pun lega dan menunggu saja mungkin memang benar-benar ada kesalahan dari pihak Google selaku pemilik blogger. Walau demikian, saya masih cemas dan merasa nggak enak saat melihat blog saya tidak bisa diakses. Rasanya ngilu.
Malam harinya, ada email dari blogger masuk dan blog saya bisa kembali dibuka. Saat saya mau melakukan back up, eh ada email lagi yang masuk kalau blog saya dihapus. Persis dengan email pertama. Ya sudahlah, mungkin sistemnya belum stabil. Saya kembali menekan tombol peninjauan dan menunggu keesokan hari.
Udahlah, bodo amat. Begitu kata saya. Kalau memang balik ya alhamdulillah kalau tidak ya wassalam. Beberapa blogger menyatakan bahwa jika blog sudah kembali jangan diapa-apakan dulu. Makanya, saat siang hari blog saya kembali pulih, saya tidak melakukan apapun selama seminggu ini. Hiatus dulu.
Saya ngeri ada blogger yang kena banned lagi setelah mengunggah tulisan. Baru hari ini saya mulai niat nulis kembali saat melihat kondisi sudah normal kembali. Aduh, rasanya minggu kemarin itu minggu yang cukup berat. Kerjaan di dunia nyata sudah riweh eh ketambahan drama blog ini lagi. Semoga engga ada drama lagi ya.
Tags
Catatanku
.jpg)