Kemarin, akhirnya saya bermimpi bertemu teman kuliah yang meninggal beberapa minggu yang lalu.
Sebenarnya sih, saya sudah feeling akan bermimpi bertemu dia karena mungkin ada pesan yang belum sempat ia sampaikan pada saya. Di dalam mimpi yang selalu random tersebut, saya sedang berada di sebuah momen reuni.
Nah, uniknya reuni ini dihadiri oleh rekan saya dari SD sampai kuliah. Beberapa dari mereka saya kenal wajahnya tapi sudah lupa dengan namanya. Mulanya berlangsung biasa. Saya makan dan ngobrol dengan teman saya di mimpi itu.
Hingga kemudian, rekan kuliah saya yang meninggal tersebut muncul. Sebenarnya, pikiran saya masih mencerna eh dia kan sudah meninggal. Eh tapi belum sih kan dia ikut reuni. Ia bercerita dengan rekan lain soal kematian ayahnya. Kebetulan memang sebelum meninggal, ayah, ibu, dan adik laki-lakinya sudah meninggal semua. Jadi, ia hidup sendirian.
Saya menyimak pembicaraannya yang tidak saya pahami. Intinya dia menyinggung tentang kematian ayahnya. Tiba-tiba, ada celetukan dia mau menyusul. Deg, saya langsung menyimak lebih dalam. Tak lama, ia menghampiri saya dan mengajak saya ke sebuah tempat. Disitulah saya sadar. Dia sudah meninggal. Saya pun terbangun. Oh iya ya, dia sudah meninggal.
Jujur, saya tidak percaya roh orang yang meninggal masih berkeliaran di dunia. Menurut kepercayaan agama yang saya anut, orang yang meninggal rohnya berada di alam barzah untuk menunggu hari kiamat. Sama dengan apa yang akan saya alami nanti.
Saya lebih percaya, munculnya dia di dalam mimpi saya karena dua hal. Pertama karena iblis atau jin dan kedua karena alam bawah sadar saya yang masih teringat keberadaannya. Kemungkinan pertama bisa jadi tapi saya lebih yakin dengan alasan kedua. Alam bawah sadar saya yang masih merasakan keberadaannya membuat saya mimpi bertemu dengannya.
Walau demikian, menurut psikologi, mimpi orang meninggal bisa jadi luapan emosi atau stress. Saat ini memang saya dalam tekanan pekerjaan - dan ekonomi - di samping kesehatan yang tiba-tiba memburuk. Beberapa waktu lalu, saya tiba-tiba kliyengan, pusing tak tertahankan di tempat kerja. Rasanya mau ambruk.
Esok harinya, GERD saya kambuh saat saya tidur malam. Tiba-tiba saya susah bernapas. Untung saya segera sadar dan bersendawa. Rasanya sudah mau wasaalam pokoknya.
Keadaan cemas dan stress ini bercampur dengan kematian beberapa orang terdekat yang masih muda begitu mendadak. Kok bisa? Semuda itu? Seusia saya?
Maka, kadang saya juga punya pikiran bisa jadi usia saya sebentar lagi berakhir. Entah karena apa, tapi cepat atau lambat saya juga menyusul. Saat penyakit saya kambuh, rasanya pikiran itu berkecamuk begitu saja. Saya sudah ikhlas kalau misal ada keinginan saya belum tercapai dan saya harus wafat.
Kembali ke masalah mimpi, saya yakin beban psikologis soal kesehatan dan usia yang makin bertambah adalah sebabnya. Namun, kadang mimpi orang yang meninggal juga jadi isyarat di dunia nyata.
Dulu, saya pernah bermimpi bertemu tetangga saya yang meninggal muda. Seminggu kemudian, adiknya datang ke rumah saya. Ia bermaksud membayar hutang kakaknya sebesar 300 ribu rupiah. Iya sih, saya baru ingat dia pernah pinjam uang segitu beberapa bulan sebelum meninggal karena butuh untuk anaknya. Adiknya tahu dari catatan kakaknya dan riwayat chat dengan saya di WA.
Saat saya tagih, ia masih minta keringanan. Ya sudah, saya bilang bayar saja kalau ada rezeki. Saya tahu pekerjaannya tidak stabil dan ternyata ia punya penyakit yang cukup parah. Saya sih mengikhlaskan saja karena lihat anaknya juga yang masih kecil.
Di dalam mimpi, saya ingat betul ia datang ke rumah saya sambil membawa anaknya. Dia bilang titip anaknya karena mau kerja. Dia bilang ada uang di mainan anaknya kalau anaknya minta jajan. Di dalam mimpi tersebut, saya hanya mengiyakan dan mencoba mencari uang tersebut. Saat bangun, saya baru sadar kan dia sudah meninggal dan punya hutang sama saya.
Sebenarnya, saya sudah menolak uang dari adiknya. Namun, adiknya sangat memaksa karena takut kakaknya mendapatkan hal berat di alam sana. Ya sudah saya terima, tapi esoknya saya belikan mainan dan jajan untuk anaknya. Bagi saya ini win win solution.
Mungkin, sebelum meninggal ia juga mencoba membayar hutang saya. Mungkin ia juga membawa beban itu sebelum melaksanakan kewajibannya. Makanya, sampai sekarang saya benar-benar menjaga jangan sampai ada hutang pada orang lain.
Itulah beberapa pengalaman saya bertemu dengan orang meninggal dunia dalam mimpi. Kalau Anda sendiri apa pernah mengalaminya?
