Tempat Makan & Nongkrong di Malang Favorit yang Kini Sudah Punah

Kedai Mie Tomcat yang tinggal kenangan. - Dok. Istimewa

Asli, kalau ditanya tempat-tempat makan dan nongkrong di Malang, rasanya saya sudah kudet luar biasa.

Bukan apa-apa sih, semakin dewasa, pilihan kuliner saya terbatas pada beberapa pedagang saja. Kalau tidak nasi goreng, tahu telur, bakso, dan kawan-kawannya, paling-paling saya nongkrong ke STK. entah, rasanya saya tidak begitu antusias untuk berburu kuliner kekinian.

Selain bokek, selera lidah saya sudah mulai berubah. Terlebih, makanan kekinian dan tempat nongkrong sekarang sering menjual aneka masakan dari korea yang tidak begitu saya suka. Alhasil, menu makan saya ya itu lagi itu lagi.

Meski demikian, beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuka foto lama saat saya masih hobi nongkrong di usia 20an. Saat itu, rasanya tiap minggu bahkan tiap hari saya nongkrong. Entah dengan rekan kerja atau kuliah. Saya baru sadar kalau sebagian besar tempat nongkrong itu kini tinggal kenangan alias sudah hilang ditelan zaman.

Lalu, apa saja tempat makan dan tempat nongkrong itu?

Mie Tomcat; Mie Pedas yang menggigit lidah

Jauh sebelum Gacoan dan Wizzmie menguasai dunia per-mie-an, ada kuliner mie pedas yang sempat eksis di Malang. Namanya Mie Tomcat yang berada di Jalan Trunojoyo atau di utara Stasiun Malang Kotabaru. Saya dulu lumayan sering ke sini, terutama saat sore hari.

Sama dengan mie level kekinian, mie tomcat juga memiliki banyak level yang dinamai layaknya bangku sekolah. Ada level PAUD, TK, SD, SMP sampai kuliah. Level tersebut menyesuaikan dengan jumlah cabai yang digunakan. Saya sih paling sering makan level TK atau cabai 3. Enggak berani lebih takut sakit perut.

Keistimewaan lain dari Mie Tomcat adalah bisa memilih toping yang diinginkan. Mulai siomay, bakso, sosis, dan lain sebagainya. Saya lupa sih harganya berapa tapi seingat saya ya sekitar 10 ribuan. Mie yang sudah ada sejak 2011 ini kini tinggal kenangan.

Goodies Pizza, alternatif makan masakan Italia

Di daerah Dieng, dekat dengan kawasan Unmer Malang, ada kedai makanan khas Italia yang sering saya datangi. Namanya Goodies Pizza. Saya suka ke sini karena tempatnya eye catching dan bisa digunakan untuk berfoto ria. 

Menu pizzanya juga bervariasi, mulai dari daging ayam, daging sapi, tuna, dan lain sebagainya. Selain pizza, aneka makanan khas Italia juga tersedia, mulai aglio olio, lasagna, dan sebagainya. Harganya juga termasuk murah untuk ukuran pizza. Saat itu ya sekitar 20 ribuan. 

Kenangan di Goodies Pizza

Sayang, saat saya tinggal ke Jogja beberapa lama, saya tak menemukan lagi kedai ini dan berganti dengan kedai mie. Tak lama, saya menemukan lagi kedai ini tetapi beralih alamat. Seringkali saya ingin membeli lagi, rupanya waktunya belum pas. Hingga akhirnya, kedai ini tutup kembali. Kalau dari keterangan di Google map sih masih tutup sementara, semoga bisa balik lagi ya.

Uniccone, menikmati es krim saat gerah dengan aneka rasa

Jauh sebelum Mixue dan Momoyo menguasai pasar kedai es krim, di Malang ada sebuah kedai es krim yang pernah ramai pada masanya. Namanya adalah Uniccone. Lokasi kedai ini tak jauh dari Mie Tomcat atau di sekitar Jalan Trunojoyo.

Kedai es krim ini dulu sempat sering saya datangi. Alasannya adalah harganya lumayan murah, banyak varian rasa, dan sering ada promo menarik. Saya sih suka dengan aneka topping yang bisa di mix and match sesuai selera. Tidak hanya es krim, Uniccone juga menjual aneka rasa yoghurt. Daya tarik dari Uniccone adalah contong es krim beraneka warna. Rasanya bahagia pokoknya kalau kita makan es krim di sini.

Es krim ini ramai sekitar 2016 sampai sebelum covid. Saya masih ingat antrean yang cukup panjang sering mengular di tempat ini. Sayang, setelah covid, kedai es krim ini tutup. Terlebih dengan ekspansi Mixue yang cukup masif, Uniccone hanya tinggal kenangan.

Mie Jogging, mie nostalgia yang sempat buka lagi sebentar

Malang dengan aneka mie level pedas juga menyimpan cerita soal Mie Jogging. Mie level kekinian ini juga sering saya kunjungi. Walau lokasinya agak jauh di sekitar Soekarno - Hatta (Suhat), saya rela datang ke sana karena rasa mienya yang enak dan kenyal.

Keunggulan lain dari Mie Jogging adalah minyak pada mie yang menurut saya pas. Tidak berlebih dan kurang. Pelayanan yang cukup cepat dibandingkan mie level kekinian lain juga membuat saya suka ke sini. Ada ruangan dalam ber-AC juga membuat saya betah.

Mie Jogging yang sempat buka sebentar. https://www.tiktok.com/@aiuoela

Mie Jogging sempat tutup lama setelah covid. Tahun kemarin sempat buka lagi dan saya antusias datang ke sana lagi sembari mengunggah story. Sayang, beberapa waktu lalu Mis Jogging kembali tutup. Entah kalah saing dengan duo penguasa mie level atau ada alasan lain, yang jelas saya sangat kangen dengan mie ini.

Saboten Shukudo, kedai makanan Jepang yang berdiri di lahan sengketa

Kalau saya kepingin makan makanan Jepang, maka saya langsung ke Saboten Shukudo. Tempat makan ini sering saya datangi sejak saya kuliah. Dulu, kalau lagi suntuk revisian skripsi, maka saya langsung memutuskan ke sini. Memesan beberapa menu sushi atau menu ramen duh rasanya semangat kembali bangkit.

Menu nasi katsu dan snack juga menjadi favorit saya. Saya senang dengan tempat ini karena parkiran yang luas dan suasana Jepangnya dapat. Kalau sedang ada acara dengan rekan bisa menampung orang dalam jumlah banyak.

Sayang, tempat ini tutup beberapa waktu lalu. Saya mulanya tidak tahu kenapa kedai makan yang berada di daerah Jalan Raya Dieng ini tutup. Namun, beberapa waktu lalu saya melihat sebuah berita soal kasus korupsi pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Malang. Jadi, rumah yang digunakan untuk Saboten ini seharusnya diperuntukkan untuk rumah tinggal. Eh malah digunakan untuk kedai makan. 

Saya shock karena kasus korupsi ini sudah terjadi sejak 2011 atau sejak kedai makan ini berdiri. Jadi, selama bertahun-tahun, saya sering makan di area sengketa. Pantas saja, saya merasa kedai makan ini seperti rumah yang disekat-sekat sedemikian rupa.

Itulah beberapa tempat makan dan nongkrong di Malang favorit saya yang kini tinggal kenangan. Kalau kalian, apakah ada tempat serupa yang sudah tak ada lagi? 

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya