Batch Puteri Indonesia 2024 masih sering dibicarakan hingga sekarang karena prestasinya yang luar biasa.
Mereka mengukir prestasi dengan dua mahkota utama dan masuk 5 besar. Walau prestasi ini sangat membanggakan, tetapi tampilan kostum nasional yang mereka bawa juga tak kalah keren. Meski penilaian kostum nasional ini seringkali dipisah dengan penilaian utama, tetap saja wakil Indonesia yang maju ke ajang internasional selalu dinanti kostum nasionalnya.
Bagaimana tidak, Indonesia yang kaya akan budaya menjadikannya ada banyak ide kreatif yang bisa digali. Rasanya ada banyak ide yang bisa ditampilkan. Tidak akan ada namanya kehabisan ide karena begitu banyak budaya yang ada. Makanya, kostum nasional Indonesia begitu dinanti. Lantas, apa saja itu?
Srikandi Manah - Miss Supranational
Harashta Haifa Zahra berhasil membawa mahkota pertama Miss Supranational untuk Indonesia. Ia sudah menarik banyak perhatian lewat babak seni dan bakat. Saat itu, ia melakukan 3 pertunjukan sekaligus. Bermain kecapi, bernyanyi lagu daerah Bubuy Bulan, serta menarikan Tari Jaipong dan Pendet.
Tata - panggilan akrabnya begitu memukau saat tampil dalam babak tersebut. Walau begitu, kostum yang dikenakannya juga tak kalah memukau. Ia mengenakan kostum Srikandi Manah, yang terinspirasi dari sosok Srikandi, wanita dalam mitologi pewayangan jawa. Srikandi merupakan sosok yang dianggap pemberani dalam membela kebenaran tapi tetap anggun.
![]() |
| Harashta Haifa Zahra |
Kostum ini menampilkan motif batik parang yang disusun sedemikian rupa. Karya desainer kenamaan Intan Avantie ini juga memiliki beberapa aksesori. Mulai dari detail embos emas yang menyimbolkan kemegahan hingga sabuk pending yang berfungsi mempertegas postur tubuh dari Harashta.
Mojang Bandung ini juga mengenakan atribut panah dan mahkota senagai bentuk kebanggaan. Walau kostum tema serupa pernah dikenakan oleh dua Puteri Indonesia, yakni Zivana Letisha dan Frederika Alexis Cull, tetapi kostum Tata kali ini bisa dibilang lebih kekinian.
Ratu Karo Mountain Majesty - Miss International
Sophie Kirana, gadis asal Jogja yang mewakili Indonesia di ajang Miss International juga mencatatkan prestasi tak kalah mengagumkan. Ia masuk dalam jajaran 5 besar dan meraih predikat 4th runner up. Prestasi ini membawa Indonesia kembali masuk ke dalam langganan 5 besar.
Tak hanya masuk 5 besar, kostum nasional yang dikenakan Sophie juga menarik perhatian. Ia membawa budaya batak dari Sumatra Utara dengan tajuk Ratu Karo Mountain Majesty. Kostum karya Vera Kebaya ini merepresentasikan budaya batak yang terkenal tangguh.
![]() |
| Sophie Kirana |
Sophie mengenakan kain ulos yang didominasi tiga warna utama. Warna merah menggambarkan semangat dan keberanian. Warna hitam melambangkan kekuatan dan warna putih merupakan bentuk dari kesucian. Tiga warna ini berpadu apik saat Sophie tampil di Tokyo Dome City Hall.
Sebagai hiasan kepala, Sophie mengenakan tudung karo yang dililit sedemikian rupa. Lilitan yang cukup rumit ini menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan leluhur. Tudung karo juga melambangkan status sosial dan kehormatan bagi wanita Karo. Sophie juga mengenakan aksesoris emas dan manik-manik yang merupakan warisan budaya antar generasi. Kostum ini juga sebagai lambang wanita Karo yang gemar menenun kain dengan sabar.
The Endless Stream of Saraswati Goddess - Miss Cosmo
Indonesia juga berhasil membawa mahkota pertama Miss Cosmo melalui gadis Bali bernama Ketut Permata Juliastrid Sari atau disapa Tata Bali. Tata juga dengan apik membawa kostum nasional asal daerahnya dengan tema The Endless Stream of Saraswati Goddess.
Tema ini menampilkan Dewi Saraswati, seorang tokoh dalam agama Hindu yang merupakan istri atau pendamping dari Dewa Brahma. Kostum yang dikenakan Tata dirancang oleh desainer terkenal asal Bali, Inggi Kendran. Desainer ini juga kerap merancang kostum nasional dalam berbagai acara.
![]() |
| Ketut Permata Juliastrid Sari |
Pesan yang dibawa oleh kostum ini adalah pengetahuan suci dari Dewi Saraswati. Pengetahuan ini diibaratkan seperti sungai mengalir lembut, tetapi tak pernah berhenti membawa kebijaksanaan lintas generasi.
Detail kostum ini menampilkan beberapa warna megah seperti emas, merah, dan biru, Kostum juga dilengkapi dengan hiasan kepala (headwear), detail bunga teratai, serta aksen bulu merak. Tak heran, saat Tata Bali berlenggak-lenggok di atas catwalk, hampir semua penonton tersihir dengan daya magis kostum ini.
Sang Pembatik - Miss Charm
Melati Tedja, Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 tampil apik dalam gelaran Miss Charm 2024. Melati mengenakan kostum nasional bertajuk Sang Pembatik. Kostum ini bertema seorang wanita yang berprofesi sebagai pembatik. Melati tampil lengkap dengan kain batik dan seperangkat alat batik berupa canting.
![]() |
| Melati Tedja |
Kostum ini dirancang secara kolaborasi beberapa desainer, termasuk dari jebolan Jember Fashion Carnival seperti Jessie Gunawan. Dengan dress warna hitam dan motif kain batik kawung yang dikenakan, Melati tampil memperagakan proses membatik secara utuh. Mulai dari mencanting hingga pewarnaan, semuanya diperagakan dengan detail meski dalam waktu terbatas. Pada ajang ini, Melati berhasil masuk ke babak Top 6.
Keempat wanita tadi sangat membanggakan Indonesia. Eksekusi mereka dalam national costume patut dihargai walau beberapa penilaian tidak memasukkan babak ini dalam penilaian utama. Semangat membawa kebudayaan Indonesia ke pentas dunia harus diapresiasi. Semoga ada banyak ide kreatif lain yang bisa diangkat pada kompetisi selanjutnya.

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)