Menilik Cabang Olahraga Lumbung Medali pada Asian Games 2026; Indonesia Dapat Berapa?

Zhang Zhanshuo, atlet PR China memamerkan 7 medali emas cabang renang yang diraihnya. - Dok. Istimewa

Gelaran Asian Games 2026 baru saja digelar di Aichi - Nagoya Jepang beberapa waktu lalu.

Indonesia menempati peringkat ke-16 klasemen pengumpul medali dengan raihan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Secara jumlah perolehan medali, tahun ini Indonesia mengalami peningkatan. Namun, jika berdasarkan peringkat dan jumlah medali emas, dibandingkan Asian Games 2022 di Guangzhou, PR China, posisi Indonesia mengalami penurunan.

Saat itu, Indonesia berada di posisi 11 dengan raihan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Indonesia pun melorot jika dibandingkan negara ASEAN lain. Pada 2022, Indonesia hanya di berada di bawah Thailand. Pada tahun ini, posisi Indonesia berada di bawah Thailand dan Malaysia.

Penurunan peringkat Indonesia ini disebabkan oleh tidak dipertandingkannya cabang andalan Indonesia yang menjadi harapan medali. Contohnya adalah balap perahu naga. Cabang ini tidak lagi ada pada Asian Games 2026. 

Di balik penurunan prestasi ini, sebenarnya ada satu catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi. Indonesia gagal mendapatkan banyak medali pada beberapa cabang olahraga yang mempertandingkan banyak nomor. Kegagalan ini membuat jumlah medali emas Indonesia tidak bisa bersaing dengan negara lain. Apa saja cabang olahraga itu?

Atletik dengan 50 medali emas

Cabang olahraga atletik adalah cabang olahraga yang paling banyak mempertandingkan nomor perlombaan. Ada 50 buah medali emas yang diperebutkan pada cabang ini. Beberapa nomor bergengsi yang dipertandingkan antara lain 100 meter putra putri, 200 meter putra putri, dan beberapa nomor lain. Tidak hanya lari, cabang ini juga mempertandingkan lompat jauh, lempar lembing, dan lari gawang.

Dari 50 medali emas, PR China berhasil meraih 17 buah medali emas atau sekitar 34% dari total medali. Tuan rumah Jepang berada di posisi kedua dengan 10 emas. Posisi ketiga cukup mengejutkan diraih oleh Bahrain dengan 9 medali emas.


Tak kalah membanggakan, Thailand berhasil meraih 3 emas. Dua diantaranya dari seorang atltet bernama Puripol Boonson yang juga memecahkan rekor Asian Games pada nomor 100 meter. Prestasi Thailand ini cukup mengejutkan juga dan menjadi perbincangan hangat. Sementara, Singapura dan Filipina masing-masing memperoleh 1 medali emas. Bagaimana dengan Indonesia?

Tidak ada satu pun atlet Indonesia yang meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Bisa dikatakan, prestasi atletik Indonesia tahun ini mengulangi edisi 2022 yang juga tak mendapatkan satu medali pun. Sprinter andalan Indonesia yang dulu fenomenal, Lalu Muhamamad Zohri, batal tampil karena cedera lutut.

Renang dengan 42 medali emas

Cabang renang adalah cabang bergengsi selain atletik pada gelaran multievent seperti Asian Games. Renang juga seakan jantung olahraga karena mempertandingkan banyak sekali nomor dengan gaya berbeda-beda. Pada Asian Games 2022 kali ini, ada 42 nomor renang yang dipertandingkan.

Dari 42 nomor tersebut, sang raksasa Asia, PR China berhasil meraih 30 medali emas atau sekitar 71%. Dominasi atlet PR China benar-benar hampir tak bisa dibendung. Jepang, sebagai tuan rumah hanya mampu mendapatkan 7 emas. Posisi ketiga disusul Hongkong, China dengan 2 medali emas. Sementara, beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Singapura, dan China Taipei mampu meraih 1 medali emas.

Ada salah satu atlet PR China yang sangat fenomenal dan dijuluki monster air. Ia adalah Zhang Zhanshuo yang masih berusia 19 tahun dan berhasil mendapatkan 7 medali emas. Bayangkan, tidak hanya satu atau dua, tapi 7. Semuanya emas!

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Sama dengan atletik. Tidak ada satu pun medali bisa diraih Indonesia, baik emas, perak, maupun perunggu. Ada cerita miris dari kegagalan Indonesia. Lantaran efisiensi (MBG). pelatnas renang Indonesia dibubarkan karena tak ada dana. Salah satu atlet andalan Indonesia yang sangat potensial, Jason Donovan harus berlatih dengan klubnya sendiri. Padahal, ia sangat potensial dan bisa saja bersaing dengan atlet PR China. Kebayang kan nyeseknya?

Senam dengan 18 medali emas

Cabang senam juga merupakan cabang yang mempertandingkan banyak nomor pada Asian Games 2026 ini. Pada gelaran olimpiade, Senam juga menjadi olahraga yang diperhitungkan. Ada dua macam perlombaan utama yang dipertandingkan, yakni senam artistik dan senam ritmik.

PR China kembali berhasil memperoleh medali terbanyak yakni 9 medali emas atau 50% dari total medali. Posisi kedua diraih Jepang dengan 3 medali emas. Filipina, Uzbekistan, dan Korea Selatan berhasil meraih 2 medali emas.

Filipina sedang mencapai puncak keemasan olahraga ini. Carlos Yulo, pesenam pria mereka berhasil meraih 2 emas. Sama dengan raihannya saat Olimpiade Paris 2024. Yang unik, sang adik, Eldrew Yulo berhasil meraih perunggu. Ia disiapkan menggantikan sang kakak jika sudah pensiun nanti. Beberapa pesenam pria Filipina yang masih muda juga tampil meski belum meraih prestasi. Artinya, olahraga ini menjadi salah satu andalan negara tersebut dan mulai diseriusi.

Lalu, Indonesia, dapat berapa medali?

Harus menelan ludah lagi, Indonesia tak mendapatkan satu medali pun pada cabangs enam. Bahkan, kalau tak salah, hanya dua atlet wanita yang tampil. Itu pun baru tampil lagi setelah pada edisi sebelumnya, Indonesia tidak tampil sama sekali. Bisa dibayangkan kan sebegitu tidak populernya olahraga ini di Indonesia?

Melihat negara lain yang bisa berprestasi pada 3 cabang lumbung medali tersebut sementara Indonesia tak bisa berbuat banyak rasanya miris. Okelah untuk senam memang olahraga ini susah untuk berprestasi karena risiko cederanya sangat tinggi. Lah kalau atletik dan renang kok sebegitu mengenaskannya?

Padahal, tiap minggu rasanya ada event lari menutup jalan. Indonesia juga negara kepulauan dengan laut luas. Masak iya, penduduk sebanyak ini digaris pantai tak ada yang mampu membanggakan di kancah dunia? Lagi-lagi, peran pemerintah juga penting. Jangan mimpi bisa berprestasi lah pelatnasnya saja dibubarkan. Betul?

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya