Mau Pesan Tiket KA Lokal Secara Online? Begini Caranya

Tepat 1 Maret 2019 kemarin, PT KAI meluncurkan kebijakan yang sangat membantu konsumennya.

Antrean pemesanan tiket KA Prambanan Ekspres di Stasiun Lempuyangan
Kebijakan tersebut adalah pembelian tiket KA Lokal kini bisa dipesan secara daring. Alias, tanpa harus mengantre ke stasiun. Tentu, kebijakan ini disambut penuh meriah dan suka cita oleh para pelanggan setia. Terutama, oleh penglaju yang sering bolak-balik dan kesulitan memesan tiket lokal.

Biasanya, saya membeli tiket KA Penataran keberangkatan Wonokromo menuju Malang Kota Lama pada hari-H keberangkatan. Istilahnya, go show. Selepas turun dari Kereta Api Logawa, saya langsung berlari menuju loket Stasiun Wonokromo untuk membeli tiket yang saya inginkan.

Sayangnya, saya kerap menemui kekecewaan. Kalau mendapat tiket berdiri, ya saya harus gigit jari. Pilihan hanya ada 2, naik KA Tumapel keberangkatan malam dan tiba sekitar jam 11 malam atau naik bus. Pilihan yang sama-sama sulit.

Makanya, dengan adanya kebijakan PT KAI ini, saya bisa bernafas lega. Paling tidak, saya masih bisa mengamankan tempat duduk ketika berencana pulang. Terlebih, saya sekarang jarang bisa keluar “kandang” lantaran kegiatan di dunia nyata yang begitu menyita perhatian.

Pada awalnya, PT KAI hanya memberikan dua layanan KA lokal yang bisa dibeli tiketnya secara online. Kedua KA itu adalah Bandung Raya dan Prambanan Ekspres (Prameks). Saya hanya pernah menggunakan KA Prameks untuk menemu si “ehem”. Hehe.

Senangnya hati ini tak terperi
Nah, pada 1 Maret 2019 kemarin semua KA lokal kini bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access. Namun, sebelum memesan, ada baiknya memerhatikan hal-hal teknis di bawah ini. Membaca peraturan yang diberikan PT KAI sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam pemesanan atau ada masalah ketika berada di stasiun.

Pertama, waktu pemesanan tiket KA lokal berbeda-beda. Ada yang bisa dipesan mulai H-30 atau sebulan sebelum keberangkatan, ada yang mulai H-7 atau seminggu sebelum keberangkatan, dan ada pula yang hanya dipesan pada hari-H keberangkatan atau istilahnya go show.

Kereta api Pandanwangi, relasi Jember-Banyuwangi adalah KA lokal yang tiketnya bisa dipesan sebulan keberangkatan. Sementara, mayoritas KA lokal baru bisa dipesan H-7 keberangkatan, termasuk KA Penataran dan KA Prameks yang pernah saya naiki.

Selain KA Lokal Bandung, hampir semua KA Lokal di Pulau Sumatra, kecuali KA Sibinuang, hanya bisa dipesan pada hari-H keberangkatan. Beberapa KA tersebut antara lain Kertalaya, Minangkabau Eks., dan Way Umpu.

Kedua, perhatikan pula keluwesan tiket KA lokal untuk diganti jadwalnya atau dibatalkan. Untuk KA lokal yang tiketnya hanya bisa dibeli pada hari-H keberangkatan, maka tiket tidak bisa diubah jadwalnya atau bahkan dibatalkan. Untuk KA Lokal yang tiketnya dibeli pada H-7 atau H-30, tiket masih bisa diubah jadwal atau dibatalkan namun harus dilakukan di stasiun. Aplikasi pemesanan tiket belum bisa melalukan hal tersebut seperti pada pembelian tiket KA jarak jauh.


Ketiga, pembelian tiket KA lokal hanya dibatasi satu orang untuk satu akun KAI Access dan satu relasi. Bingung kan? Ribet kan? Sebenarnya tidak. Intinya, kita tidak bisa membeli lebih dari 1 tiket pada satu kali transaksi. Jika ingin membeli untuk orang lain, maka kita harus melakukan pembelian lagi secara berulang.

Keempat, pembelian tiket KA lokal tidak bisa memilih kursi di dalam kereta seperti KA jarak jauh. Kode kursi akan muncul jika kita telah membayar lunas tiket tersebut. Jika kode kursi tak muncul, maka berarti ketersediaan tempat duduk telah habis dan penumpang tersebut mendapat tiket berdiri. Pertanyaan sering muncul, sekarang katanya naik kereta bisa duduk semua, tapi kok ada yang berdiri?
Kode kursi akan muncul setelah membayar lunas.
Jawabannya adalah itu untuk KA jarak jauh. Untuk KA jarak dekat, ada tiket berdiri dengan kapasitas kurang lebih 50% dari tiket duduk. Artinya, tiket yang dijual adalah 150% dari jumlah tempat duduk. Jika tiket duduk telah terjual habis sebesar 100%, maka ada 50% dari jumlah tiket itu digunakan untuk mereka yang apes. Remidi upacara, atau harus berdiri selama perjalanan kereta berlangsung.

Kelima, untuk menyiasati agar tidak mendapat tiket berdiri, ada baiknya rajin mengirim pesan atau melakukan mention ke akun twitter PT KAI. Tanyalah ketersediaan tempat duduk pada relasi kereta dan jadwal kereta yang diinginkan.

Keenam, jika ingin berencana berjalan bersama keluarga, maka lebih baik membeli tiket di stasiun. Membeli tiket KA lokal melalui aplikasi sangat tidak disarankan mengingat tidak bisa memilih kursi di dalam kereta. Kode kursi akan diberikan secara acak. Kalau ingin naik sendiri, membeli melalui aplikasi tak masalah.

Terakhir, tetap sediakan saldo pada dompet elektronik LinkAja. Transaksi pembelian tiket hanya melalui pembayaran LinkAja. Tidak ada metode pembayaran lain untuk saat ini.


Pembayaran hanya bisa melalui LinkAja, transformasi dari T-cash, e-cas, UnikQ, dan beberapa dompet elektronik lain
 
Nah itulah beberapa tips mengenai pembelian tiket KA lokal. Selamat berlibur.

20 comments:

  1. Aku dah nulis komen panjang. Pas publish malah erorπŸ˜₯πŸ˜₯

    ReplyDelete
  2. Waahh perlu dicoba nih tipsnya bermanfaatnya suatu saat bisa digunakan dengan baik..πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  3. oo KA Lokal itu yg kelas ekonomi ya kan?

    ReplyDelete
  4. Nah kok kini ada yang berdiri lagi. Wah berarti ada kemunduran nih. berarti paling enak itu pesan tingket jauh hari sebelumnya, sehingga tiket bisa dibatalkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang berdiri mas
      bukan kemunduran dari dulu kalau KA lokal memang berdiri
      tapi tak sebanyak zaman dulu, dibatasi 50% dari tiket duduk
      iya mending H-7 belinya

      Delete
  5. Syukur deh ada kemajuan buat engga ngantri...mayan hemat waktu

    ReplyDelete
  6. Sejak tiketnya bisa dipesan online,aku mlh belum pernah naik prameks

    ReplyDelete
  7. Aku senang kalau tiket KA lokal bisa dibeli secara online. Paling tidak untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya..pergi ke stasiun. Meski kemungkinan untuk tidak dapat duduk ada, anggap saja enggak rejeki:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya mbak kalau gadapet ya belum rezeki
      tapi klo pas rejeki ada yang ngasih tempat duduk kok

      Delete
  8. agak ribet sih. harus instal 2 aplikasi loh ini. tapi ya gimana, butuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada ke stasiun sih mbak
      bisa sejam 2 jam ngantri loh hehe

      Delete
  9. Sekarang mah pesan tiken makin mudah ya. Dan aku jadi pengen jalan pake kereta api juga

    ReplyDelete
  10. Waaah, boleh dicoba nih. Pesen tikte kereta lokal kayak gini ga usah ngarepin dapat tempat duduk kali ya hihihi.. yang penting sampai di tempat tujuan. Tapi lumayan juga kalo jauh hiks ;(

    ReplyDelete
  11. Saya kalo beli tiket kereta juga sekarang mending online aja, Jadi nggak perlu ke stasiun dulu. Terkadang suka promo juga.

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.