Mendalami Pengaruh Filipina di Pulau Miangas

Berbicara daerah perbatasan, saya akan semangat menunjuk nama Pulau Miangas sebagai salah satu diantara sekian wilayah perbatasan Indonesia. 

Lanskap Pulau Miangas. - detik.com
Pulau yang berada di ujung utara Provinsi Sulawesi Utara ini menarik minat perhatian saya, bukan hanya lantaran wisata alam ataupun tontonan di Youtube dan sejenisnya. Namun, ia begitu menarik karena dua hal yang begitu krusial dan menjadi masalah perbatasan negeri ini: terorisme dan penyelundupan. Dua masalah yang ingin saya kaji lebih dalam agar bisa saya sampaikan kepada khalayak luas.

Miangas berada di sebelah selatan Pulau Mindanao - pulau yang sejak dulu menyimpan konflik di negara Filipina. Dekatnya letak geografis Miangas dengan Mindanao, membuat pulau ini sering mendapat awu panas, alias getah dari permasalahan tersebut.Beberapa pemberitaan menyebut pejuang dari Filipina Selatan kadang singgah di pulau ini.

Sejak dahulu kala, pulau yang hanya memiliki luas sekitar 4 km persegi ini telah menjadi sengketa. Meski ia hanya seujung kuku yang tak terlalu tampak di peta, penjajah Spanyol dan Portugis berebut pulau ini. Jika kita mendalami sejarah sekolah dulu, kedua bangsa Eropa tersebut pada mulanya berebut Maluku sebagai ladang rempah-rempah. Hingga kemudian, Spanyol terdesak ke Filipina dan kemudian menguasai wilayah di sekitar Mindanao termasuk Pulau Miangas.

Pulau Miangas yang lebih dekat dengan region Soccksargen, Filipina. - Google Map/Screenshoot pribadi
Pulau Miangas diperebutkan kembali oleh Belanda dan Amerika Serikat setelah Spanyol kalah perang dalam Perang Amerika-Spayol. Amerika ingin menjadikan Miangas sebagai wilayahnya, sama halnya dengan wilayah Filipina lainnya. Namun, Belanda juga menguasai Miangas karena telah menandatangani kontrak dengan raja-raja Satal – raja di wilayah Sangihe Talaud – dengan wilayah Pulau Miangas di dalamnya. Belanda bersikukuh bahwa Miangas adalah wilayahnya.

Akibat klaim ini, Amerika dan Belanda pun bersengketa di Mahkamah Internasional seteleh beberapa tahun berada di wilayah status quo. Akhirnya, Belanda berhasil memenangkan klaim wilayah Miangas dari Amerika pada 1928. Sejak saat itu, Miangas menjadi wilayah sah Hindia Belanda dan kemudian menjadi wilayah NKRI setelah Indonesia merdeka.

Citra satelit Pulau Miangas. - Google map/screenshot pribadi.
Lucunya, meski membuat Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia bergeser cukup jauh jika dibandingkan tanpa pulau ini, Miangas seakan menjadi anak tiri. Kelaparan bahkan sempat mengancam warga pulau ini. Jarang sekali ada kapal perintis yang berlayar untuk berlabuh dan memberikan logistik. Bentang alam yang sulit dan wilayahnya yang sangat jauh membuat tak banyak kapal bisa berlabuh di Miangas.

Saat saya melihat pulau ini dari Google map, hanya nampak satu buah warung dan satu buah penginapan di sana. Wilayah yang dihuni pun terbatas di sekitar selatan pulau. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan di pulau ini?

Walau kecil, sebenarya ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Menikmati pantai yang indah bahkan dari dekat dermaga. Saya ingin sekali melakukan snorkeling dan melihat ekosistem air laut yang jernih. Salah satu pantai yang menjadi daya tarik adalah Pantai Racuna. Di Pantai Racuna ini pula terdapat sebuah tugu NKRI yang menandakan bahwa pulau ini adalah pulau terluar negara kita.

Selain Pantai Racuna, saya juga ingin menikmati pantai-pantai lain seperti Pantai Kubbu, Pantai Lawasa, Tanjung Langinatundu, Pantai Aba'a, Pantai Mariu, Tanjung Liwua, Pantai Ropapa, dan Pantai Laru. Kesemua pantai tersebut memiliki pasir pantai putih yang halus dan pemandangan lepas laut yang eksotis. Pulau Miangas memang menyimpan pesona alam yang menarik.

Tentu, berinteraksi dengan warga Miangas adalah kegiatan yang juga ingin saya lakukan. Namun, saya lebih menitikberatkan pada masalah apa saja yang mereka hadapi. Dengan pengamatan saya, barangkali ada catatan tertentu yang bisa saya sampaikan kepada masyarakat luas terlebih bagi pemerintah. Tak hanya itu saja, saya juga ingin tahu, seberapa kuat pengaruh negara Filipina di pulau ini.

Apakah siaran TV Nasional Filipina – seperti ABS CBN – lebih bisa dinikmati dibandingkan TVRI. Seberapa besar kehadiran artis Filipina semacam Nadine Lustre dan James Reid dibandingkan Aliando dan Prily Latuconsina. Dan tentunya, seberapa luas mata uang Peso Filipina beredar di masyarakat Miangas dibandingkan rupiah.

Keindahan Pantai Tanjung Wora, Miangas. - http://blj.co.id
Pengamatan ini begitu ingin saya lakukan karena ada isu bahwa penduduk Miangas lebih mudah berinteraksi dengan negara Filipina dibandingkan dengan saudaranya sendiri - terutama di Sulawesi - karena letak geografisnya. Warga Miangas hanya perlu menempuh waktu tiga hingga empat jam untuk tiba di region Soccksargen, Mindanao. Bandingkan dengan waktu tiga hingga empat hari untuk berlayar ke Manado. Saya pun ingin tahu apakah benar masih ada penyelundupan – seperti narkoba dan barang illegal lain – yang dilakukan di pulau ini. Dan juga, apakah benar masih ada upaya dari kelompok abu sayaf atau ISIS dari Filipina Selatan yang juga turut bersembunyi di pulau ini.

Itulah sedikit cerita yang ingin saya lakukan jika ada kesempatan mengunjungi Miangas. Semoga ada jalan untuk melakukan kegiatan ini.

No comments:

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.