Tetap Bahagia Meski Kerja di Rumah Saja


Penyebaran virus covid-19 semakin menggila. Kalau beberapa bulan lalu saya mengira wabah ini akan merebak hanya di Cina dan akan segera berakhir, ternyata kenyataannya tidak demikian. Sampai di Indonesia pun, kini virus ini mulai mewabah juga. Sudah ratusan orang yang terjangkit virus corona. Dan mau tak mau, gerakan social distancing pun mengemuka. Yang akhirnya mengerucut kepada gerakan bekerja di rumah.

Bagi saya yang bekerja sebagai penulis lepas dan mengisi konten di beberapa media sebenarnya tidak masalah. Wong dari beberapa waktu lalu saya juga bekerja di rumah. Baru bertemu dengan orang saat ada pekerjaan yang benar-benar harus dengan tatap muka. Hanya saja, saya yang juga mengurusi bimbel cukup kerepotan saat kegiatan kerja di rumah ini. Hal tersebut berlaku juga kepada beberapa pekerjaan lain yang akhirnya mau tak mau dikerjakan di rumah.

Rasa bosan, bingung harus berbuat apa, hingga koordinasi yang kurang baik sempat juga melanda. Perlu beberapa upaya agar meski bekerja di rumah tetapi hati tetap bahagia. Imunitas tubuh terjaga sehingga bias terhindar dari corona.

Pertama, tentu memiliki niat bekerja untuk ibadah. Kalau sudah diniati ibadah maka pekerjaan apapun akan terasa lebih ringan. Termasuk, melakukan pekerjaan di rumah. Dengan niat ibadah dan berdoa agar dimudahkan jalan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pekerjaan kita akan menjadi jauh lebih ringan.

Tak hanya dengan niat ibadah, bekerja di rumah sekaligus bisa digunakan untuk menjalin hubungan batin yang lebih erat dengan anggota keluarga lainnya. Kita bisa bekerja dengan suami, istri, anak, orang tua, dan keluarga lain di rumah kita. Tak ada salahnya bekerja bersama-sama dengan mereka. Sesekali, diskusi ringan dapat dilakukan sambil mengisi kekosongan. Anggap saja keluarga sebagai rekan kerja sementara kita. Tentu, momen ini juga akan menyenangkan dan jarang sekali untuk didapatkan.

Sambil bercengkrama, tak ada salahnya memutar musik ringan sebagai pengiring. Ini juga menjadi hal yang mustahil dilakukan di tempat kerja. Namun, jangan sampai ketagihan hingga melupakan deadline yang harus dikerjakan. Kalau sedang beristirahat, tak ada salahnya pula melakukan karaoke bersama keluarga. Daripada stres kan?

Agar bekerja di rumah lebih tertata, tak ada salahnya mengatur kegiatan yang akan dilaksanakan. Saya sendiri mencoba melakukan ini secara konsisten sejak beberapa tahun belakangan ini. Saya mencoba membuat jadwal rutin akan mengerjakan apa saja di rumah. Mulai menulis ODOP di ISB, menulis di Kompasiana, menulis di Travel Blog Id, Storial, dll hingga membuat soal untuk kelas berapa saja. Kalau tidak dijadwal seperti ini, maka akan ada rasa seenaknya dalam pikiran sehingga tujuan saya tidak pernah berhasil. Jadi, meski jadwal saya padat, saya harus tetap konsisten untuk mengerjakan apa saja dan tetap fokus.

Godaan untuk tidak fokus saat bekerja di rumah memang sangat besar. Saya menyiasatinya dengan melakukan pemanasan ringan, semisal menyanyi dan menari lagu JKT48 atau aktivitas fisik lain. Meditasi sebentar juga kerap saya lakukan agar meski nuansa rumah yang nyaman dan pas untuk berleha-leha tidak hadir dalam ingatan.

Dengan bekerja di rumah, kita juga bebas untuk melakukan kegiatan makan atau pun minum. Camilan yang sehat juga bisa kita gunakan sebagai teman. Kalau saya suka buah pepaya yang menjadi salah satu buah favorit. Sesekali, makan keripik dan gorengan boleh lah asal tidak keterusan.

Kalau sedang benar-benar butuh bantuan dan sedang bosan, video call dengan rekan kerja juga sangat dianjurkan. Tapi jangan sampai digunakan untuk menggosip sang atasan. Gunakan untuk saling menyemangati agar tetap produktif dan saling mendoakan agar wabah segera berakhir.

Jika bekerja di rumah dilakukan dalam waktu lama, maka kondisi ruangan yang kita gunakan juga sangat penting. Membersihkan dengan teratur dan menata seusai keinginan kita juga tak kalah penting. Dengan suasana tempat kerja di rumah yang menyenangkan, bukan mustahil produktivitas kita malah meningkat. Ini bemuara kepada rasa bahagia yang menjalar saat kita menjalani pekerjaan saat di rumah.


Jadi, pada intinya, walau bekerja di rumah, asal bisa membuat kita nyaman dan bahagia itu tak masalah. Yang terpenting di musim corona ini kesehatan kita tetap terjaga.

Sekian.

Stay positive

Stay healty

Stay productive

11 comments:

  1. Walau kerja di luar pantauan bos tetap tanggung jawab ya, Mas utamanya gak boleh ghibah hehe

    ReplyDelete
  2. Selagi maksimal di rumah, jangan lupa sempatkan berjemur dengan sinar matahari yang sangat bagus untuk daya tahan tubuh...

    ReplyDelete
  3. Selagi maksimal di rumah, jangan lupa sempatkan berjemur dengan sinar matahari yang sangat bagus untuk daya tahan tubuh...

    ReplyDelete
  4. Di rumah ada sisi positif, ya. Seperti bisa mudah semakin dekat dengan keluarga. Dan jadi belajar disiplin lagi untuk tetap kerja.

    ReplyDelete
  5. This is so true, niatkan kerja buat ibadah ya Mas.
    Dan juga aku sekarang lebih tenang dengan memutar playlist di Spotify isinya murotal sura-sura favoritku yang artinya benar-benar memberikan ketenangan.
    Stay safe and healthy ya, Mas....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak pilih pilih tontonan dan yg didengarkan juga ya
      biar bisa tenang dan fokus kerja

      Delete
  6. Salfok sama kerjaan nulis mas Ikrom yang segudang hehe belum kagi kegiatan yg lain, wah jadi pengen belajar banyak nih sama mas ikrom biar bisa konsisten dan rajin nulis hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw iya mas ini sudah kadung kontrak ya sampe april habis itu agak free tapi ya ternyata ada corona wkwk

      wah sama sama belajar ini mas

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.