Mengenang Gelar Puteri Indonesia Perdamaian, Pemenang Keempat dengan Spirit Juara Pertama

Ariska Puteri Periwi (kiri) dan Dea Rizkita (kanan), dua Puteri Indonesia runner- up 3. - Indonesian pageant

Gelar Puteri Indonesia Perdamaian adalah gelar yang pernah ada pada pemenang kontes Puteri Indonesia.

Gelar ini disematkan bagi mereka yang berhasil menempati posisi keempat atau sering disebut runner-up III. Gelar ini juga menjadi tambahan bagi tiga gelar sebelumnya yakni Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, dan Puteri Indonesia Pariwisata. Ketiga gelar bagi para peserta yang berhasil masuk posisi 3 besar.

Namun, seiring perjalanan waktu, gelar yang sebenarnya tugas mulia dalam hal perdamaian itu kini tak lagi ada. Puteri Indonesia pun hanya memilih 3 gelar yang eksis hingga sekarang. Meski demikian, ada cerita dan nostalgia bagi para pemegang gelar tersebut yang patut disimak.

Dimulai dari Penunjukan Ariska Puteri Pertiwi

Adanya gelar ini sebenarnya dimulai dari Ariska Puteri Pertiwi yang tiba-tiba diminta untuk mewakili Indonesia pada ajang Miss Grand International. Ika – sapaan akrab Ariska – sebenarnya sudah mengubur keinginannya untuk maju ke ajang internasional.

 

Ia yang menempati posisi runner-up III Puteri Indonesia 2016 sudah kembali ke kota asalnya Medan untuk melanjutkan kuliahnya. Namun, saat itu Elvira Devinamira, Puteri Indonesia 2014 mengambil lisensi Miss Grand International. Bekerja sama dengan Puteri Indonesia, maka mereka menunjuk Ariska yang saat itu menempati posisi tertinggi di bawah 3 besar untuk mewakili Indonesia.

Baca juga: Mengenal Akronim Pemenang Puteri Indonesia

Kemenangan Gemilang Ariska

Tak dinyana, Ariska pun memenangkan Miss Grand International 2016. Kemenangan ini pun menjadi gemilang karena merupakan kemenangan pertama Indonesia pada ajang kontes kecantikan internasional. Nama Indonesia pun mulai dikenal.

ariska menang grand slam
Ariska berhasil menjadi wanita Indonesia pertama yang  memenangkan kontes kecantikan grand slam. - detik.com

Kemenangan Ariska juga membuat posisi peringkat 4 alias runner-up III Puteri Indonesia menjadi penting. Sama pentingnya dengan 3 gelar yang sudah ada sebelumnya. Lantaran ajang Miss Grand International merupakan ajang kecantikan yang sangat berfokus pada usaha perdamaian dunia, maka gelar Puteri Indonesia Perdamaian pun disematkan pada posisi tersebut setelah Ariska.

Munculnya Mahkota Borobudur Kuning

Dengan adanya gelar Puteri Indonesia Perdamaian, maka Yayasan Puteri Indonesia (YPI) juga harus menyediakan mahkota baru bagi pemegang gelar tersebut. Mahkota baru ini juga mengadopsi bentuk Candi Borobudur yang juga digunakan pada 3 gelar utama.

Baca juga: Tradisi dan Obsesi Masyarakat Filipina pada Kontes Kecantikan

Jika gelar Puteri Indonesia memakai mahkota warna merah, Puteri Indonesia Lingkungan memakai warna hijau, dan Puteri Indonesia Pariwisata dengan warna birunya, maka pemegang gelar Indonesia Perdamaian memiliki mahkota khas warna kuning. Warna ini tampak apik dan menyala cukup terang meski ukurannya yang paling kecil diantara tiga mahkota lainnya.

Dea Rizkita (paling kanan) belum memakai mahkota saat konferensi pers pemenang Puteri Indonesia 2017. - pojok bandung

Uniknya, Ariska belum memakai mahkota tersebut karena penunjukannya sebagai Puteri Indonesia Perdamaian terkesan dadakan. Fokus persiapan ke ajang internasional lebih penting dibandingkan hanya mengurusi mahkota.

Dea Rizkita mengenakan mahkota borobudur kuning diapit tiga rekannya dalam DEBUNAKEN. - brilio net

Mahkota ini baru diberikan saat penerus Ariska terpilih. Tak lain, ia adalah Dea Goesti Rizkita. Dea yang pernah menjadi Duta Wisata Daerah pun menjadi pemakai mahkota Borobudur kuning pertama dan terakhir dalam sejarah kontes kecantikan Indonesia. Alasannya, ia yang menjadi Puteri Indonesia Perdamaian 2017 juga merupakan pemegang gelar tersebut yang dikirim ke ajang internasional untuk terakhir kalinya.

Jadi yang Keempat bukan Berarti Tak Ada Semangat

Sama halnya dengan Ika, Dea pun juga mengalami fase-fase tak terduga saat menjadi Puteri Indonesia Perdamaian. Dalam sebuah podcast, ia menceritakan sebenarnya sudah sangat legowo ketika namanya tak masuk 3 besar Puteri Indonesia 2017.

 

Ia berpikir bahwa lisensi YPI kembali lagi kepada 3 ajang kontes kecantikan internasional karena logo MGI yang dimenangkan Ariska tak lagi tampak. Namun, menjelang konferensi pers para pemenang Puteri Indonesia 2017, ia pun diminta untuk bergabung bersama 3 pemenang Puteri Indonesia 2017.

Baca juga: Daftar Provinsi yang Meraih Kemenangan Terbanyak pada Puteri Indonesia

Ia diberi selempang bertuliskan runner-up III dan diperkenalkan sebagai Miss Grand Indonesia. Walau mengenakan baju yang berbeda sendiri dan tak bermahkota, itu adalah momen tak terlupakan dalam hidupnya. Dea pun kembali bersemangat untuk berusaha kembali bersiap ke babak baru kontes kecantikan.

Lagi-lagi, sama dengan Ariska, Dea pun tak mendapatkan fasilitas yang didapatkan oleh 3 besar lainnya. Beberapa fasilitas tersebut adalah apartemen, piala, dan beasiswa. Meski demikian, bagi Dea tak masalah. Ia masih bersyukur mendapatkan fasiitas lain seperti gaji bulanan, treatment kecantikan, dan beberapa dukungan lain. Baginya itu sudah cukup untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai Puteri Indonesia Perdamaian.

Dea juga membuktikan bahwa menjadi yang keempat tidak berarti kehilangan semangat. Bahkan, ia sangat all out melakukan persiapan ke ajang internasional dengan mengikuti beauty camp di Filipina. Dea pun bahkan datang ke Vietnam, tuan rumah Miss Grand International 2017 untuk melihat lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan di sana.

Dilla Fadiela, Puteri Indonesia 2018 penerus dari Dea Rizkita yang tidak dikirim ke ajang internasional manapun karena lisensi MGI telah dicabut. - BTS
 

Usaha Dea yang keras juga tak sia-sia. Walau tidak menang seperti Ariska, Dea berhasil masuk ke babak 10 besar dan menyabet predikat Best National Costume. Dea juga dikenang sebagai pemenang Puteri Indonesia yang paling didukung oleh pageant lover. Banyak pageant lover yang rela melakukan vote dan menggunakan banyak akun agar Dea menang dan mengharumkan Indonesia.

Spirit Berdamai dengan Diri Sendiri dan Orang Lain

Apa yang dialami oleh Ariska dan Dea yang mengemban tugas sebagai Puteri Indonesia Perdamaian sebenarnya bisa diambil hikmahnya. Mereka adalah sosok inspiratif yang bisa berdamai dengan diri sendiri atas keberhasilan yang tertunda. Betapa tidak, Ariska dan Dea sudah nothing to loose saat tak masuk 3 besar Puteri Indonesia. Namun, ternyata jalan Tuhan sangat apik. Itu yang disampaian oleh keduanya.

Baca juga: Dominasi Negara Latin pada Kontes Kecantikan Internasional

Tuhan benar-benar menunjukkan kuasa-Nya dengan menempatkan mereka pada posisi yang tepat. Dan dengan posisi tersebut, mereka menjalankan tugas sebaik-baiknya walau ada banyak keterbatasan yang didapat. Ini jadi pembelajaran bagi kita yang kadang bingung mengapa kita ada di posisi saat ini. Bisa jadi, itu adalah cara Tuhan agar kita tetap bersemangat dan mendapatkan hasil terbaik sesuai rencana-Nya.

Dea Rizkita ketika mengemban tugas perdamaian di Ambon. - dok istimewa

Sayangnya, gelar Puteri Indonesia Perdamaian kini sudah dihapus bersamaan dengan berakhirnya lisensi Miss Grand International yang dimiliki oleh YPI. Yang membuat simpatik adalah netralitas keduanya dalam menanggapi isu miring seputar pengentian kontrak lisensi MGI dari YPI ke yayasan lain. Ariska dan Dea pun masih membantu para wakil Indonesia yang akan maju ke Miss Grand International walau mereka bukan dari YPI lagi dan bukan sebagai Puteri Indonesia Perdamaian.

Walau singkat, dua Puteri Indonesia Perdamaian sekaan tak bisa terlupakan. Kisah keduanya akan terkenang manis dalam sejarah kontes kecantikan Indonesia.

23 comments:

  1. Mengemban tugas perdamaian memang sangat mulia. Dan, kenangan itu manis nilainya.

    ReplyDelete
  2. wah, ada cerita yang cukup berarti ya di balik penunjukan Runer up III sebagai Miss Indonesia Perdamaian. Sebuah kenangan yang cukup worth it buat dikenang. Salut sih masih tetap bersumbangsi terlepas dari berbagai dinamika dan isu yang terjadi.

    ReplyDelete
  3. mas Ikrom makin khatam sama dunia perputerian deh, serius aku baru tahu kl ternyata mereka dpt fasilitas yg wow ya, kaya apartemen dan beasiswa. trs dpt gaji bulanan, dan uang bulanan untuk treatment kecantikan pula. ya ampun, aku mau jugaaaa, e tapi gelar Puteri Indonesia Perdamaian udah dihapus ding, wkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwwk ini efek pandemi mbak liat pageant terus

      iya sayangnya sudah dihapus ya gelar ini

      Delete
  4. cantik-cantik la mereka ini...

    kalau dapat isteri macam tu...best sangat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah ada lo yang jadi istri orang Malaysia
      namanya Whulandary Herman

      Delete
  5. Bisa dijadikan pelajaran nih. Bahwa kesempatan akan selalu ada walaupun kita ada di belakang dan kita nggak boleh patah semangat.lakukan yang terbaik, berikan yang terbaik­čĺ¬
    Ya ampun.. Saya kok pengem mahkotanya­čśŹ bagus banget ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah benar harus semangat

      saya juga eh tapi itu buat cewek ya hihi

      Delete
  6. Wow tak menyangka Ariska bisa menyabet juara Miss Grand internasional ya, padahal dia cuma Runner up III, itu pertanda kalo sebenarnya biarpun kalah tapi ketrampilannya bagus.

    Tapi sayangnya sekarang gelar putri perdamaian sudah dihapus ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar tanda kalau dia terampil

      dan sayang gelar ini sudah tak ada

      Delete
  7. ow ow aku njuk baru ngeh ariska ki biyen ternyaa runner up 3 alias juara papat, ning begitu diajukan ke miss grand international malah juara 1, how lucky she is hihi

    aku apal mbe dekne pas dadi host insert bareng indra herlambang dan lainnya hihi

    jadi memberikan suatu semangat nek ga selamanya yang ga lolos 3 besar ki nda beruntung ya nasibe, buktine ariska dan dea goesti adalah jawabannya, lahhh kok podo mbi jenengku ada gustinya hihi

    btw aku suka tuh desain mahkota yang terinspirasi borobudur, mahkotane cantik banget, kuning barkilauan banyak permatanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dia kerja keras juga mbak dan layak menang

      sempat setaun memang di insert tapi kembali nerusin kuliahnya

      ahahahah makanya kapan anu kubilang namanya mbak nita pejen-able kok hehe

      iya aku suka warna kuningnya meski paling kecil terlihat gemilang

      Delete
  8. Mas ini pengamat kontes kecantikan dalam dan luar negeri ya. Tulisannya selalu lengkap dan menarik. Mahkota para putri Indonesia bagus ya. Walaupun kelihatan agak berat, tapi tak seberat tigas dan tanggung jawab yang mereka jalanlan selama 'menjabat' sebagai putri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan iya dan selama pandemi cukup ngikuti akhirnya jadi tulisan hehe

      benar sekali tugas mereka amat berat ya

      Delete
  9. Mas Ikrom ini mengamati bener masalah perputerian Indonesia. Aku malah nggak update. Tahunya juara 1, udah gitu aja. Semuanya cantik-cantik.

    ReplyDelete
  10. Walau runer up tapi semangat putri indonesia ada di setiap peserta

    ReplyDelete
  11. dah nama pun ratu / puteri pasti orangnya cantik-cantik belaka...

    ReplyDelete
  12. Oalah aku baru tau lho kalau ternyata mahkota itu inspirasinya dari Borobudur ya. Sekarang jadi masuk akal sih karena melebar gitu Borobudurnya.

    Oiya mas ngomong2 soal pageeant lover, aku juga baru baca soal komunitas mereka dan ternyata banyak banget ya aktivitas mereka dan mereka ini loyalis bgt! Aku suka sih nonton2 kontes putri2an tpi belum sampe jadi pageant lover. Pokoknya pas baca artikel itu aku kagum banget sm semnagatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak, mahkota ini dipakai sejak 2016

      iya mereka fanatik banget dan total dalam mendukung par puteri

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.