Pengalaman Menjalani Pembelajaran dan Ulangan Harian Bahasa Tagalog

Beberapa hari yang lalu, saya sibuk menuntaskan materi pembelajaran bahasa Tagalog pada situs Filipinopod 101.

Mulanya saya sempat patah semangat karena wabah covid-19 yang membuat saya gagal lagi ke Filipina. Tetapi, daripada waktu saya habis untuk meratapi kegagalan tersebut, lebih baik saya memperdalam lagi bahasa Tagalog yang baik dan benar.

Ada empat tingkatan pembelajaran bahasa Tagalog yang harus saya tempuh. Level pertama adalah absolutely beginner, lalu beginner, intermediate, dan paling sulit adalah advanced. Nah, level absolutey beginner sudah rampung pada tahun lalu. Sedangkan, level beginner baru saya selesaikan minggu kemarin.

Materi Pembelajaran

Pada level beginner, ada 35 lessons yag banyak mengupas tata bahasa Tagalog, kosakata bahasa Tagalog, dan beberapa materi lain yang penting. Cara belajarnya adalah kita akan mendapatkan percakapan singkat mengenai berbagai hal.

Misalkan, percakapan saat baru tiba di Filipina, saat ke pasar, ke apotek, dan lain sebagainya. Nah, nantinya di setiap percakapan tersebut ada materi baru yang harus dikuasai. Seperti materi menggunakan kata tanya, membandingkan dua benda, frekuensi kegiatan, dan sebagainya. Hampir sama sih dengan pelajaran bahasa asing lainnya semisal bahasa Inggris.

Baca juga: Tradisi dan Obesei Orang Filipina pada Kontes Kecantikan

Meski demikian, pada materi level beginner ini, ada beberapa grammar khas bahasa Tagalog yang harus dikuasi. Salah satunya adalah penggunaan suffix – huruf /kelompok huruf yang diletakkan pada akhir kalimat. Beberapa suffix yang sering digunakan pada bahasa Tagalog adalah suffix “ng” dan suffix “na”.

Suffix “ng” digunakan untuk kata sifat yang berkahiran vokal. Seperti bago (menjadi bagong) yang artinya baru dan marangya (menjadi marangyang) yang berarti mewah. Sementara, suffix “na” digunakan untuk untuk kata sifat yang berakhiran huruf konsonan. Beberapa diantaranya adalah pangit (menjadi pangit na) yang berarti jelek dan itim (menjadi itim na) yang berarti hitam.

Konsep Marker yang Bikin Pusing

Nah, yang menjadi inti dari materi level ini adalah pemahaman konsep connector/marker yang juga menjadi ciri khas bahasa Tagalog. Ada “ng”, “sa”, “ko”, “ay”, dan lain sebagainya. Saking banyaknya, saya harus mengulang aturan penggunaan marker tersebut karena hampir mirip-mirip.

Ada beberapa diantaranya yang digunakan sebagai kalimat pasif. Salah satunya adalah penanda “ay” yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat pasif. Contohnya adalah pada kalimat:

Ang bata ay umiyak yang artinya anak itu sedang menangis.

Konsep Tenses yang Unik

Tidak hanya itu saja, ternyata saya baru tahu dalam bahasa Tagalog juga ada ada penggunaan tenses yang mengacu pada waktu. Lucunya, penanda tenses ini mirip dengan aturan dwi lingga, dwi lingga salin swara, dan kawan-kawannya dalam bahasa Jawa. Jadi, saya menggunakan ilmu bahasa Jawa untuk belajar tenses bahasa Tagalog. Salah satunya adalah penggunaan UM-verb dan MAG-verb.

Baca juga: Mendalami Pengaruh Filipina di Pulau Miangas

UM-verb ini juga mirip penggunaannya dengan seselan –um dalam bahasa Jawa. Jadi, saya juga banyak terbantu akan pengetahuan saya dalam bahasa Jawa. UM-verb dipakai untuk menyatakan kata kerja bentuk sekarang (present tense) dan bentuk lampau (past tense). Tetapi, bentuk present kata kerjanya, sedikit ditambahkan pengulangan kata seperti dwi lingga salin swara.

Belajar bahasa Tagalog
Saya sampai buat catatan wkwk

Contohnya adalah kata bili yang artinya membeli. Jika kita menggunakan kata ini dalam bentuk sekarang, maka akan berubah menjadi bumibili. Jika kita menggunakan kata ini dalam bentuk lampau, maka akan menjadi bumili.

Contoh lainnya adalah kata kain yang artinya makan. Jika dalam bentuk present menjadi kumakain sedangkan dalam bentuk lampau menjadi kumain.

Kumakain ako ng tanghalian. Artinya, saya sedang makan siang.

Keunikan bahasa Tagalog

Pada lesson level Beginner ini, saya juga belajar bahwa ada beberapa kalimat dalam bahasa Tagalog yang dimulai dari predikat. Jadi urutannya adalah Predikat- Subyek-Obyek/Keterangan. Makanya, saat saya mendengarkan lagu bahasa Tagalog dan mencari artinya, kok rasanya aneh ya sebuah kalimat dimulai dari predikat. Atau kalau tidak, kalimat dimulai dari negasi negatif seperti tidak.

Jadi misalkan pada kalimat “saya tidak….” akan dimulai dengan tidak dulu baru saya. Kalau pada bahasa Inggris kan saya dulu baru tidak.

Misalkan:

Saya tidak punya rencana esok hari.

I don’t have any plans for tomorrow.

Nah bahasa Tagalognya berbunyi: Wala akong gagawin bukas.

Kata wala sendiri artinya tidak sedangkan ako artinya saya yang mendapat connector “ng”. Makanya, otak saya cukup riweh menerima materi ini.

Ujian pun Dimulai

Dan, ujian pun dimulai. Saya cukup sulit menjawab konektor yang tepat pada kalimat yang rumpang. Yang paling susah itu membedakan mana yang menggunakan “ng” dan “nang”. Lebih sulit daripada ujian bahasa Inggris yang saya sering kebalik “other” dan “others”.

Hayo tebak jawabannya apa
 

Lagi-lagi, saya sering diuntungkan dengan lagu-lagu Philpop yang saya dengarkan. Jadi, saya teringat beberapa lagu yang menggunakan connector tertentu untuk menyambung dua kata dalam satu kalimat.

Setelah menjawab 30 soal pilihan ganda, akhirnya saya mendapatkan nilai 77 alias benar 23 soal. Lumayanlah untuk penutur asing seperti saya yang hanya mengandalkan lagu, sinetron, dan status teman-teman dari Filipina.

Meski demikian, saya harus remidi untuk bisa melanjutkan ke level selanjutnya karena KKM ulangan ini adalah 90. Maka, saya akan mengulang lagi materi yang belum saya kuasai, terutama masalah konektor tadi agar lebih mantap.

Sebenarnya, tanpa terlalu lancar pun tak masalah karena orang Filipina juga jago bahasa Inggris. Tetapi, bagi saya sebuah tantangan saja bisa mempelajari bahasa Tagalog yang banyak miripnya dengan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Sekian.

11 comments:

  1. Wah... Salut sama mas ikrom👍 yang nggak belajar bahasa inggris aja tapi bahasa tagalog juga. Saya dulu sempet belajar bahasa jepang mas, dan enaknya tuh kalau belajar materinya lewat tulisan dulu, setelah itu listening.tapi karena udah lama nggak dipraktekin jadi lupa deh😂, padahal udah susah-susah belajarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya engga punya temen buat praktik jadi ya cuma buat karaoke aja hehe

      Delete
  2. I am sorry what? ABSOLUTELY BEGINNER? Ini kayak semacem PAUD dulu sebelum TK :D

    ReplyDelete
  3. Saya nyetah tuntas.
    Saya hanya tahu bahasa tagolog dari film-film hantu Philipin, yang vokalnya na na dibelakangnya :)
    Bahasa ingris saja saya tak paham, apalagi bahasa nasional negara tetangga

    ReplyDelete
  4. Mas keren banget, belajar bahasa tagalog dong!!!
    Aku masih stuck buat memperlancar bahasa inggris, pingin ngumpulin duit biar bisa belajar bahasa lainnya juga. Pingin belajar bahasa prancis, keknya seru!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. mumpung ada waktu luang pas WFH mbak daripada gabut
      aku nyerah klo prancis
      ada kata maskula feminyanya bikin pusing hehe

      Delete
  5. Wah, ternyata rumit juga ya bahasa tagalog itu. Apa karena memang baru baca ya? Jadi berasa rumit. Hehehe

    ReplyDelete
  6. Keren Mas bisa bahas Tagalog juga.

    ReplyDelete
  7. aseeegh...calonnya pageone google kih mbahas belajar bahasa tagalog karena jarang ada yang ngulas,

    btw berarti iki level kedua yo mas

    dan carane online

    eh oas pembahasan mirip mirio dwi linggo salin swara dllnya ityu mendadak aku kelingan belajar buku pepak bahasa jawa

    lumayan nih, kegiatan pisitip di masa kek gini, belajar bahasa negara asia lainnya walauoun asline sehari2 masyarakat sana uda pada jago inggris ya mas

    ga pa pa mas, mungkin rejekine ke philipine tahun depan ^^

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.