Mengenal Beberapa Olahraga Asli Masyarakat Ifugao, Filipina

tarik tambang filipina
Tarik tambang ala Ifugao Filipina. - pia.gov.ph

Ada kelompok masyarakat di sebuah provinsi di Filipina yang masih memertahankan tradisi aslinya.

Provinsi tersebut adalah Ifugao yang terletak di Wilayah Administrasi Cordillera (CAR), Luzon Utara. Ifugao dan beberapa provinsi lain di CAR merupakan wilayah yang terkurung pegunugan dan tidak memiliki wilayah laut. Itulah sebabnya, julukan orang gunung pun tersemat pada masyarakat setempat.

Walau terkurung oleh gunung, bukan berarti masyarakat Ifugao tidak memiliki kebudayaan yang tinggi. Bahkan, dibandingkan wilayah di Filipina lainnya terutama Pulau Luzon yang sudah mulai terkikis oleh arus globalisasi, Ifugao bisa dikatakan masih memegang tradisi leluhur.

Tidak saja dalam hal berpakaian dan kepercayaan adat, mereka masih melakukan berbagai permainan tradisional yang telah mereka miliki. Permainan dan olahraga tradisional ini terus mereka lakukan hingga sekarang. Momen festival olahraga menjadi salah satu cara bagi masyarakat setempat untuk mengenalkan olahraga dan permainan asli Ifugao terutama kepada generasi muda. Senangnya, langkah ini benar-benat didukung penuh oleh pemerintah daerah setempat yang menyelenggarakan perlombaan olahraga dan permainan asli setiap tahun.


Acara ini tentu berlangsung meriah. Sebelum pertandingan dimulai, para peserta dari berbagai sekolah di Ifugao, mulai dari SD hingga SMA akan diarak menuju jalanan kota. Lalu, mereka akan bertanding mewakili sekolah mereka sesuai dengan nomor yang diperlombakan. Uniknya, beberapa nomor pemainan dan olahraga ada yang sama dengan permainan dan olahraga tradisional di Indonesia. Lantas, apa saja perlombaan tersebut?

Bangngunan

Olahraga yang dipertandingkan pertama adalah bangngunan. Olahraga ini mirip dengan olahraga sumo. Bedanya, untuk memulai olahraga ini, kedua peserta harus dalam keadaan terlentang. Nantinya, keduanya akan bertarung dengan kaki mereka. Siapa yang pertama kali berhasil membuat kaki lawan terkunci dan tidak bisa bergerak, maka ia akan menjadi pemenangnya. Selama pertandingan berlangsung, kedua peserta tidak boleh berdiri atau duduk. Posisi mereka harus tetap dalam keadaan terlentang.

Olahraga Bangngunan

Bultung

Berbeda dengan Bangngunan, Bultung merupakan olahraga sumo yang mengharuskan pesertanya untuk berdiri dalam memulai permainan. Pegulat akan berpegangan pada sabuk lawan dan berusaha sekuat mungkin menjatuhkannya. Namun, pemenang dianggap berhasil apabila berhasil menjatuhkan lawan dan ia masih tetap berada pada lingkaran yang telah ditetapkan. Tidak hanya sebagai olahraga, bultung ternyata juga digunakan sebagai tanda atas perselisihan kepemilikan, batas willayah, atau pun sengketa lain. Wah ngeri juga ya.

bultung ifugao
Bultung - pia.gov.ph

Hinnukting

Masih berkutat pada olahraga sumo, masyarakat Ifugao juga memiliki Hinnukting. Olahraga ini merupakan olahraga gulat yag bertumpu pada kekuatan salah satu kaki. Jadi, kedua pemain memulai permainan dengan berdiri satu kaki. Sementara, kaki lainnya dan lengan digunakan untuk menyerang pemain lawan, baik dengan mengunci atau serangan lain. Pemain yang tersandung dan keluar dari pola lingkaran, maka ia akan dinyatakan kalah. 

Hinnukting ifugao
Hinnukting. - pia.gov.ph

Selain perlombaan tunggal, Hinnukting juga diperlombakan dalam permainan beregu. Seorang pemain akan menggendong rekannya. Rekan yang digendong berperan sebagai penyerang lawan. Jika ada salah satu tim yang kehilangan keseimbangan hingga terjatuh atau pemain yang digendong terlepas, maka ia dinyatakan kalah.

Sang’gul

Permainan ini tak asing bagi kita. Orang Indonesia menyebutnya sebagai adu panco. Sering juga dilombakan dalam berbagai kesempatan. Peserta akan saling menjatuhkan lengan lawan sekuat tenaga. Siapa yang berhasil menjatuhkan lengan lawan, maka ia akan jadi pemenang.

Adu ponco khas filipina

Akkad

Siapa yang tak kenal permainan egrang? Ya, permainan tradisional ini memang sangat melegenda. Tidak hanya di Indonesia saja, di Ifugao pun juga ada. Namun, permainan ini lebih dikenal sebagai Akkad. 

Akkad, egrang ala Ifugao. cruising

Pemain pun harus bisa berjalan di atas bilah bambu yang sudah disusun sedemikian rupa. Keseimbangan badan sangat diperlukan agar akkad atau egrang ini bisa berjalan dengan baik. Tidak hanya soal keseimbangan, kelincahan badan pun juga amat diperlukan agar bisa berjalan cepat sampai ke garis finis. Saya hanya bisa melakukan tiga langkah sebelum terjatuh saat melakukan olahraga ini. kalau Anda sendiri, bisa berjalan berapa langkah?

Guyudan

Pernah merasakan tangan sobek akibat tarik tambang? Saya pernah lho. Rasanya sakit sekali tetapi sangat puas apalagi kalau tim saya menang. Itu juga yang dirasakan oleh anak-anak Ifugao yang mengikuti perlombaan guyudan alias tarik tambang.

 

Tarik tambang ala Ifugao.  - psch

Sama dengan permainan serupa di Indonesia, guyudan juga mewajibkan peserta untuk menarik tambang hingga lawan terjatuh dan melewati garis batas yang ditentukan. Namun, permainan tradional ini malah sering diperlombakan di atas sungai yang berarus cukup deras dan berbatu. Saya tidak bisa membayangkan betapa licin dan berbahayanya permainan ini. Meski demikian, karena sudah terbiasa, para pemain pun seakan enjoy saja melakukannya.

 

Kadang-kadang

Pernah memainkan egrang dengan batok kelapa? Kalau pernah di mana? Saya pernah sekali saat mengunjungi teman di daerah Bantul. Permainan ini sendiri memiliki banyak nama. Di tatar Sunda, permainan ini dikenal dengan bakiak batok. Sementara di Tomohon Sulawesi Utara, masyarakat menyebutnya sebagai kaki kuda tempurung kelapa. Nah di Ifugao, permainan ini disebut sebagai kadang-kadang. Lucu ya namanya.

kadang kadang ifugao
Kadang-kadang, - KMJS

Sama halnya dengan permainan serupa di Indonesia, pemain juga harus berjalan di atas tempurung kelapa dan berjalan cepat hingga garis finis. Walau terlihat mudah, nyatanya mereka kerap kali terjatuh. Permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak perempuan.

Laba Race

Setiap 17 Agustus, di tempat saya sering diadakan lomba balap tempeh. Ibu-ibu PKK biasanya akan menyungging tempeh dan berjalan serta menjaganya agar tidak jatuh. Nah di Ifugao, permainan serupa juga dilakukan tetapi menggunakan cething nasi (tempat penghidang nasi) dari bambu. 

Labba race. - crusing

Mereka akan menyungging cething atau disebut laba dan berjalan bahkan berlari hingga garis finis. Tentu, permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak perempuan. Mereka akan semangat untuk menampilkan atraksi tersebut sebaik-baiknya sampai menuju garis finis.

Batawel Relay

Diantara sekian olahraga dan permainan yang dipertandingkan, Batawel relay barangkali menjadi yang paling unik dan seru. Permainan ini merupakan balap lari layaknya marathon tetapi pemain harus mengangkat padi yang baru saja dipanen di pundaknya.

Masyarakat Ifugao yang merupakan masyarakat agraris gemar sekali membawa hasil panen dengan mengangkatnya menuju lumbung. Dengan cara ini, maka mereka bisa memindahkan hasil panen walau harus melewati perbukitan terjal.

batawel race
Batawel Race. - KMJS

Nah, agar memupuk kekuatan dan keberanian ini, maka permainan batawel relay pun dilakukan. Namun, permainan ini lebih sering dilakukan oleh anak-anak laki-laki SMP atau SMA. Bukan hal mudah menaklukkan medan jalan sambil membawa barang yang berat dan menjaga keseimbangan..

Sepanjang rute lomba, masyarakat Ifugao akan melihat dan memberi semangat. Selama pertandingan itu pula, para peserta juga tidak diperkenankan menggunakan alas kaki alias mereka harus berlari dengan kaki telanjang. Wow.

Itulah beberapa permainan dan olahraga tradisional masyarakat Ifugao. Satu hal yang bisa kita petik adalah betapa seriusnya pemerintah setempat dalam menjaga permainan tradisional ini agar tetap eksis di tengah modernisasi zaman. 

15 comments:

  1. Mas, aku tuh penasaran, itu bacanya gimana?
    Apakah dalam Bahasa Tagalog, apa yang ditulis sama dengan apa yang dibaca?

    Permainan tradisionalnya nggak beda jauh ya, mungkin karena masih serumpun jadi ada kemiripan. Mungkin kalau di kita ada lomba-lomba gini pas 17-an gitu ya, yang serempak satu Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, bahasa Tagalog sama dengan bahasa Indonesia bacnya
      hehe iya kayak pas 17 agustus ya

      Delete
  2. Hai kakakkk

    Buset dah lu tau banget permainan-permainan tradisional filipin. Niat banget lu, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. ternyata egrang nggak cuman di Indo, aku mengira egrang ini khasnya Indonesia.
    namanya kok lucu ya, kadang -kadang

    ReplyDelete
  4. kalo sepintas mirip banget sama suku dayak di Kalimantan yahh.. orang orangnya juga mirip punya badan sama seperti orang indonesia,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya lebih mirip sulawesi mas karena lebih dekat

      Delete
  5. Hahaha,, Masyarakat Ifugao mirip sama Indonesia yah.. Permainan tradisinya hampir sama semua.. walaupun konsepnya sedikit berbeda..
    Kayanya mereka terilhami dari Indonesia... hehe ehh atau kita yang terilhami dari sana.. hahah Tapi permainan seperti itu kayanya juga ada turut andil dari negara penjajah,, Iyah nggak sih??? "Soktoy banget lu bay!!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah siapa yg mengilhami tapi kan memang serumpun mas hehe

      Delete
  6. tunggu tunggu, kok semua kostumnya pakai tenun2 gt ya. bagussssss
    apalagi yang tarik tambang, kece uyyy

    ReplyDelete
  7. mostly hampir sama semua dengan lomba yang ada di indo ya pak hehe

    ReplyDelete
  8. Menarik, mirip-mirip dengan perlombaan 17an di Indonesia

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.