Mencari Kehangatan di Bakso Gun Malang

Bakso Gun Malang
Bakso Gun Malang

Selepas saya bisa keluar rumah untuk beberapa saat di Kota Malang, satu hal yang saya cari adalah bakso.

Ada puluhan – bahkan mungkin ratusan – warung bakso di Kota Malang yang bisa saya singgahi. Namun, hari itu tetiba saya ingin sekali makan Bakso Gun yang berada di Jalan Kawi. Oh ya, Jalan kawi sendiri adalah sentra kuliner di Kota Malang selain Klojen. Di sepanjang jalan ini, ada banyak sekali warung legendaris yang berdiri dan menjadi jujugan wisatawan dari luar Kota Malang yang sedang berkunjung di kota ini.

Bakso Gun sendiri adalah warung bakso yang sebenarnya sama dengan warung bakso lain. Warung ini menjual aneka isi bakso yang bisa dipilih sendiri oleh pembeli. Saya memilih Bakso Gun karena saat masih mengajar di SD dulu menjadi tempat persinggahan makan enak saat awal bulan alias baru gajian. Makanya, kala saya ingin makan bakso, warung ini pun menjadi pilihan pertama.

Menempati deretan warung di Jalan Kawi, sebenarnya warung ini tak terlalu luas. Saya bahkan harus bergantian dengan driver gojek lain yang sedang keluar masuk warung. Meski demikian, saya senang dengan penataan ruang warung yang terlihat lega.

Selepas masuk, pengunjung akan langsung disambut dengan aneka isian bakso. Mulai bakso sapi, bakso udang, siomay, siomay isi udang, goring, mie, bihun, sayur, dan lontong. Bagi saya yang sudah lama tidak melihat pilihan bakso sebanyak itu, rasanya ingin saya makan semua. Namun, saya sadar diri dengan ukuran lambung yang tak akan muat memakan menu bakso sebanyak itu.

Akhirnya saya memilih lontong, bakso sapi, mie, tahu isi, dan siomay sebagai menu santapan saya. Satu hal yang saya suka ternyata harga varian bakso di sini tidak naik sejak dan hampir sama saat saya masih mengajar dulu. Rata-rata harga varian bakso dipatok antara 1.500 hingga 3.000 rupiah. 

Bakso Gun Malang
Menu bakso basah

Untuk varian mie dan sayur hanya dipatok 1.500 rupiah. Untuk siomay dan bakso hanya 3.000 rupiah. Bagi saya harga ini murah karena ada saya bisa memilih varian bakso yang sesuai kantong saya. Harga varian bakso pun tertera jelas di dekat menu bakso yang disajikan. Pembeli memilih sendiri varian bakso yang diinginkan lalu membayarnya di kasir.

Bakso Gun Malang
Menu baksi kering

Selepas membayar di kasir, ada dua pilihan yang diberikan oleh pengelola warung. Pertama, varian bakso akan dimasakkan oleh pengelola warung dan kita tinggal makan. Pilihan kedua adalah pembeli akan diberikan satu panci kuah bakso. Mereka bisa memasak atau memanaskan varian bakso yang sudah mereka pilih sesuai selera mereka. Saya jelas memilih opsi kedua karena ingin merasakan sensasi memasak dan memanaskan bakso sendiri.

Bakso Gun Malang
Saya memilih pemanas agar hangat

Panci pun diletakkan oleh pengelola warung di atas kompor gas. Saya lalu menyalakan kompir tersebut dan menunggu kuah bakso di dalam panic mulai mendidih. Sambil menunggu, saya memasukkan beberapa isi bakso yang akan lebih enak jika dipanaskan seperti pentol dan siomay. Bau sedap dari kuah bakso yang mendidih dan bercampur dengan isi bakso langsung tercium di hidung. Membuat saya semakin tak sabar untuk menyantap apa yang ada di dalam panci tersebut.

Bakso Gun Malang
Habis juga

Sekitar 5 menit saya memanaskan kuah bakso, saya memutuskan untuk mematikan kompor. Saya pun memindahkan isi bakso ke dalam mangkuk. Saya pun mengguyur isi bakso tersebut dengan kuah yang masih panas. Lantaran tak sabar, saya sampai lupa memasukkan bawang goreng ke dalam kuah bakso. Rasanya enak sekali di tengah gerimis yang turun di Kota Malang.

Saya lalu menambahkan kecap, saus tomat, dan sedikit sambal agar bakso yang saya santap terasa nikmat. Walau perlu proses yang cukup panjang untuk bisa menikmatinya, rasanya sangat puas. Saya bisa merasakan halusnya bakso sapi, renyahnya goreng, dan kenyalnya siomay. Menurut saya bumbu racikannya pas dan tidak eneg. Saya memang anti dengan bakso yang eneg dan banyak penyedap rasa di dalamnya. Bakso Gun ini sangat terasa sekali kaldunya dan terasa soft.

Bakso Gun Malang
Cocok untuk mencari kehagatan

Tak perlu waktu lama untuk menyantap bakso ini. Saya hanya perlu waktu sekitar 10 menit agar semua varian bakso yang saya beli seharga 17.500 rupiah  saja. Sebenarnya saya ingin menambah lagi alias imbuh tetapi saya menahan diri karena sedang dalam masa diet.

Sambil menunggu hujan, saya melihat banyak keluarga yang makan di warung ini sembari asyik memanaskan kuah bakso. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang sampai menambah isi bakso berkali-kali atau membawanya pulang. Jadi, bakso ini sangat terekomendasi jika sedang berwisata ke Malang.

10 comments:

  1. Woow bisa masak bakso sendiri, experience yang nggak biasa nih mas Ikrom. Saya selama ini beli bakso selalu yang sudah dimasak sama abangnya hehehehe. Kayaknya nggak ada warung bakso di Bali yang kasih experience berbeda seperti Bakso Gun Malang 😍

    Dan baru ini saya lihat bakso pakai lontong, rasanya bagaimana, mas? 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak ini yang buat seru
      enak kok sekalian soalnya belum makan nasi hehe

      Delete
  2. Wow udah kayak masakan Jepang aja ya, disediakan kompor dan wajan untuk memanaskan baksonya. Jadi inget pas ke Jogja dulu, eh makan bakso pakai lontong ya, hehe... Karena di sini saya gak pernah makan bakso pakai lontong gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jadi pas makan rasanya masih anget mbak
      wah kalau di sini biasanya pakai lontong
      soalnya sekalian makan siang mbak

      Delete
  3. Wiiiii, asik tuh, Mas. Sensasi baru makan bakso. Serasa makan bakso ala shabu-shabu.😆

    Kalau di sini masih belum ada bakso yang punya konsep kayak gitu, Mas. Bisa milih isian sendiri, ngangetin kuah sambil masuk-masukin isi baksonya sendiri. Kalau ke malang harus banget nih, cobain bakso ini. Mana Malang terkenal sama baksonya juga pula 😍. Aaaaaah, jadi ngiler aku.🤤

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya namanya shabu shabu ya mbak gege

      kalau di Malang sekarang banyak yg milih sendri nanti bayar di kasir
      kalau ke malang jangan lupa ke sini mbak enak kok

      Delete
  4. Walahhh, makan bakso pakai bawang goreng, rasanya pasti tidak tertandingi 🤤
    Ulasan dari Kak Ikrom detil banget, bikin kebayang-bayang dengan baksonya dan jadi lapar 🤣
    Oya, aku baru lihat makan bakso pakai lontong. Cocok nggak sih makan bakso pakai lontong? 🤔 soalnya lontong agak tawar, jadi aku bayanginnya kurang cocok 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak apalagi bawang gorengnya banyak ya hehe
      hahahaha enak kok mbak sekalian makan siang
      bisa mix kok mbak sama kuahnya
      asal tergantung kuahnya sih enak apa gak hehe

      Delete
  5. fix aku kangen Malang, malang yang banyak kulinerannya, banyak tempat wisata hips nya di Batu sana, banyak kenangan juga buat aku. huwaaaa kangenn malang nih hahaha
    apalagi jalan kawi, waduhhhhh itu jalan memang banyak jejeran cafe, deket sama pujasera apa tuh namanya, yang dulu sebelahan sama supermarket HERO.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalan kawi memang pusat kuliner di Malang mbak
      ada pecel kawi, ada gang jangkrik, ada ramen, KFC, sekarang malah banyak warung baru
      oh pulosari iya kalau nongkrong asyik banget kalau di situ mbak emang

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.