Pengalaman Belajar Bahasa Tagalog (Filipino) Menggunakan Situs FilipinoPod101

Gambar diambil dari Filipinopod101

Hay, kamusta?

Bagaimana kabar kalian semua? Semoga tetap sehat dan waras ya baik jiwa manupun raga. Semoga awal tahun 2021 ini menjadi harapan baru untuk menyongsong kehidupan meski tahun sebelumnya amatlah berat.

Menutup tahun 2020 kemarin, saya sengaja bertapa untuk melatih kembali kemampuan bahasa Tagalog saya. Entah mengapa saya semakin semangat ketika ujian remidi level Dasar (Beginner) kemarin saya mendapatkan nilai yang memuaskan. Tidak sia-sia rasanya setiap hari saya belajar, mendengarkan lagu Philpop, melihat acara TV Filipina, dan tentu saja melihat IG live pelaku kontes kecantikan Filipina.

Akan tetapi, sumber belajar utama saya tetap sejak saya mulai serius belajar bahasa ini. Sumber tersebut adalah situs FilipinoPod101. Situs ini merupakan salah satu situs dari Innovative Languange grup yang memberikan fasilitas belajar bahasa asing. Selain bahasa Tagalog, ada bahasa Indonesia, bahasa Thai, bahasa Swahili, bahasa Hindi, dan berbagai bahasa lainnya di dunia. Total, ada 34 bahasa yang terdapat pada grup situs tersebut.

Mau belajar bahasa apa?

Untuk dapat belajar bahasa asing, sebenarnya situs tersebut memiliki channel You Tube yang bisa ditonton gratis. Hanya saja, saya ingin lebih detail dalam belajar bahasa Tagalog tidak sekadar percakapan dan kosa kata saja, tetapi juga tata bahasa di dalamnya. Akhirnya, saya pun membuat akun di situs Filipino 101. Nah, yang saya suka, kita akan mendapatkan akses gratis belajar selama 1 minggu penuh.

Jika ingin berlangganan, sebenarnya ada beberapa paket yang bisa dipilih. Ada paket basic seharga 4 dollar AS per bulan, paket premium seharga 10 dollar AS per bulan, dan paket premium plus seharga 23 dollar per bulan. Untuk paket dasar, kita akan mendapatkan akses audio dan lesson notes. Fasilitas yang sama dengan apa yang saya dapat dalam trial. Untuk paket premium, ada beberapa fasilitas lebih yang bisa kita dapatkan. Beberapa diantaranya adalah kosakata, kuis, wordbank, flashcard, akses ke guru, assessment, dan lain sebagainya. 

 

Lesson yang disusun secara berurutan

Berhubung kebutuhan saya banyak, maka saya memutuskan memilih trial saja selama seminggu. Makanya, waktu seminggu saya manfaatkan dengan baik dengan mengunduh audio dari pembelajaran. Saya pun mencatat percakapan dan materi pembelajaran di dalam buku tulis. Sebenarnya saya bisa menyalin pembelajaran ke dalam MS Word. Akan tetapi, saya memilih mencatat semua materi pembelajaran agar saya juga bisa memahami dengan detail materi apa yang sedang saya pelajari.

Jika waktu trial berakhir, saya pun berganti akun email dan melakukan hal yang sama; mencatat ulang. Ketika saya rasa catatan saya sudah rampung, maka saya tinggal mendengarkan audio dan membaca lesson transcript pada situs tersebut. Lesson transcript ini masih bisa diakses meski waktu trial kita berakhir.  

Lalu, apa saja yang saya dapat pada situs tersebut?

Pertama, saya mendapatkan percakapan dalam bahasa Tagalog dan artinya dalam bahasa Inggris.

Oh ya, semua pembelajaran dalam situs ini menggunakan bahasa Inggris. Jadi, bagi yang belum lancar bahasa Inggris secara pasif, maka lebih baik belajar bahasa Inggris dulu ya. Namun, menurut saya lumayan mudah dimengerti kok bahasa Inggrisnya.

Percakapan yang bisa diulang


Percakapan tersebut akan diulang sebanyak tiga kali. Pengulangan kedua, speaker akan mengucapkannya dengan lebih lambat. Pada tahapan ini, kita bisa belajar secara perlahan maksud dari percakapan tersebut. Pengulangan ketiga, speaker akan mengucapkan percakapan dalam bahasa Tagalog beserta artinya dalam bahasa Inggris. Jadi, menurut saya, kita memiliki jeda yang cukup untuk mencerna apa sih yang diutarakan dan kira-kira, tata bahasa apa yang akan kita pelajari dalam percakapan tersebut.

Kedua, kita akan belajar kosakata bahasa Tagalog dari dalam percakapan tersebut.

Menurut saya ini amat membantu karena pada tiap percakapan akan ada kosakata baru yang kita dapatkan. Sama sih jika kita belajar bahasa Inggris dulu. Secara otomatis, buku teks atau guru kita akan memberikan kosakata bahasa Inggris baru yang akan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Pengucapan kosakata ini juga dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama, speaker akan mengucapkan dengan kecepatan normal. Kedua, mereka akan memperlambat pengucapan tersebut agar kita bisa berlatih menirukan sesuai pengucapan yang benar. Dan yang terakhir, tentu speaker akan mengucapkan kata yang ada sekaligus artinya dalam bahasa Inggris.

Ketiga, kita akan mendapatkan pembelajaran tata bahasa secara mendalam.

Bagian ini adalah bagian yang paling panjang dan cukup melelahkan. Speaker biasanya akan memulainya dengan frasa baru yang ada di dalam percakapan tersebut. Frasa sendiri merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebih kecil dari klausa dan kalimat.

Seperti yang saya utarakan pada postingan sebelumnya, bahasa Tagalog adalah bahasa yang kaya akan connector/marker. Beberapa diantaranya adala ng, ang, sa, ka, ay, ba, dan lain sebagainya. Biasanya, frasa di dalam bahasa Tagalog menggunakan connector-connector tersebut untuk merangkai kata hingga menjadi sebuah frasa.

Setelah bagian frasa selesai, biasanya speaker akan melanjutkannya dalam pembahasan kalimat utuh. Di sinilah konsentrasi saya benar-benar harus terpusat. Lantaran, kalimat dalam bahasa Tagalog juga memiliki tenses dan beberapa aturan lain yang erat hubungannya dengan connector tadi. 

Pembahasan grammar yang mendalam

Speaker biasanya akan mengulang beberapa pembahasan yang sekiranya cukup sulit. Terutama, penggunaan connector atau pengubahan kata kerja jika pembahasan sudah masuk dalam materi Tenses. Saya sedikit diuntungkan pernah mempelajari bahasa Jawa karena aturan ini sedikit banyak mirip dengan aturan penggunaan seselan (sisipan), ater-ater (awalan), dan panambang (akhiran). 

Speaker juga kerap meminta pendengar yang sedang belajar untuk terus membaca saksama Leson Notes yang tersedia. Pembahasan pada lesson notes lebih ringkas dibandingkan pada lesson transcript. Makanya, saya mengusahakan untuk terus menulis lesson notes agar lebih bisa leluasa belajar jika paket trial saya sudah habis.

Keempat, dalam belajar bahasa asing tentu kita belajar juga aspek kehidupan dalam tempat atau negara yang menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa resmi. 

Bahasa Tagalog misalnya yang dipertuturkan di negara Filipina. Maka, belajar mengenai budaya masyarakat Filipina di berbagai aspek juga amat penting.

Senangnya, situs Filipino 101 ini selain memberikan pelajaran menegani tata bahasa, juga memberikan culutral insight mengenai Filipina dan kehidupannya. Dalam percakapan antara native speaker, mereka juga mengupas berbagai aspek kehidupan yang sesuai dengan topik percakapan yang tengah diberikan. Dan yang saya suka, topik tersebut tidak monoton garing.

Biasanya kan kalau kita belajar bahasa asing, topik yang dipaparkan sebagai inti dari percakapan ya itu-itu saja. Misalkan saat di hotel, di pasar, di mall, di tempat kerja, atau di sekolah. Akan tetapi, dalam situs tersebut, topik yang diberikan amat beragam.

Mulai dari percintaan, utang-piutang, hubungan dosen dan mahasiswa dengan drama skripsinya, tantangan makan ekstrem di Filipina, dan lain sebegainya. Topik-topik tersebut bagi saya amat menarik karena beberapa diantaranya sesuai dengan situasi dan kondisi yang saya rasakan.

Sang native speaker juga tak segan untuk memberikan tips dan trik bagaimana menjalin relasi dengan pinoy alias orang Filipina. Bagaimana menaklukan hati wanita Filipina hingga hidup bertetangga di sana juga dipaparkan dengan cukup jelas. Tentu, dengan tata bahasa yang sedang dipelajari dalam bab dalam situs tersebut.

Tips dan trik berkencan dengan bahasa Tagalog

 

Bagian culutral insight ini juga memberikan berbagai tempat menarik di Filipina yang patut untuk dikunjungi. Mereka juga memberikan tips-tips bagaimana melakukan perjalanan ke “negeri atas Sulawesi” tersebut. Barang apa saja yang kita butuhkan, bagaimana kita harus hati-hati dalam melakukan perjalanan, dan lain sebagainya.

Terakhir, ketika kita sudah belajar beberapa lesson tertentu, kita bisa berlatih mengerjakan semacam tes formatif. 

Biasanya, soal dalam tes formatif tersebut tidak terlalu banyak, sekitar 10-15 saja dan berupa pilihan ganda. Dengan adanya tes kecil semacam ini, saya bisa mengingat kembali sekaligus mengukur kemampuan materi bahasa Tagalog yang sudah saya pelajari.  

Tes formatif setelah belajar beberapa lesson


Itulah beberapa pengalaman saya belajar bahasa Tagalog menggunakan Filipino 101pod. Secara keseluruhan saya amat terbantu lantaran penyampaian materi yang mudah dipahami dan disajikan secara berurutan. Jadi, apa ada yang tertarik belajar bahasa Tagalog menggunakan situs ini?   

14 comments:

  1. Wah keren ya belajar bahasa tagalog. Sayangnya aku masih belum beres belajar bahasa inggrisnya. Kalo udah oke bahasa inggris, jadi pengen belajar bahasa lain pakai aplikasi rekomendasinya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak tapi sambil jalan sepertinya bisa
      di sini bahasa inggrisnya tidak terlalu sulit kok

      Delete
  2. Jujur saya belum tertarik belajar bahasa Tagalog mas, soalnya bahasa Inggris saya juga masih ngga paham.

    Tapi menarik sekali apa yang mas Ikrom sampaikan. Selain kosakata dan kalimat juga diajarkan bahasa yang digunakan masyarakat Philipina sehari-hari, termasuk juga cara untuk merayu gadis disana.

    Wah trik yang bagus tuh mas. Pakai banyak email untuk mendapatkan akun gratis selama seminggu. Jika punya 12 Gmail, berarti bisa belajar bahasa Tagalog tiga bulan ya.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh iya mas itu yang penting
      trik dan ripsnya ya mas

      kalau tiga bulan kurang mas karena paling tidak satu lesson harus diulang 3 kali biar paham
      jadi ya agak lama waktunya

      Delete
  3. boleh dicoba nih, tagalog menarik juga.

    ReplyDelete
  4. wah ada yang berminat belajar bahasa tagalog juga ya, memang ada rasa kepo kalau belajar bahasa itu

    ReplyDelete
  5. Inspiratif banget! Ga ada kata terlambat utk memulai belajar suatu bahasa ya.. semoga lekas fasih.

    Ada pilihan Arab juga, saya baru coba2 di duolingo tp yg basic itu benar2 basic kayak ngaji abata jdnya kerasa lama bisanya. Boleh nih diintip2 innovative languange ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya amin makaskub mbak
      wah saya bekum pernah pakai duoloingo
      soalnya bahasa Tagalog tidak ada di situ
      berarti langsung skip yang level selanjutnya ya mbak

      Delete
  6. memang belajar bahasa tuh kudu banyak yang dipelajari. Biasanya apa yang diajarkan buku adalah percakapan formal. kalau mau lebih bagus kudu cari sumber lain seperti duolingo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya banyak percakapan juga mbak
      sayang di duolingo engga ada bahasa Tagalog mbak

      Delete
  7. Salut sama mas Ikrom mau belajar bahasa Tagalog yang menurut saya susah 😍

    Semoga bisa master secepatnya mas, saya pun ada niatan lebih serius belajar bahasa Korea biar naik level hahaha, tapi baru niat doang, sudah keriting duluan otaknya 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih mbak
      wah semangat belajar bahasa asing memang kudu telaten dan sabar mbak hehe

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.