Asyiknya "Staycation" Merayakan Tahun Baru di Tengah Pemberlakuan Jam Malam Kota Surabaya

Choice City Hotel BG Junction Surabaya
Selamat tahun baru

Sebelum memulai postingan ini, izinkan saya untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru. Semoga di tahun baru ini – kalau pun kehidupan belum normal  - tetapi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Menutup tahun 2020 yang penuh drama bak cerita Miss Universe, saya memilih untuk melakukan staycation di Kota Surabaya. Alasannya, hampir sebagian besar orang Surabaya biasanya akan pergi ke Malang. Maka, saya sempat berpikir bahwa di Surabaya akan sepi ditinggal para penghuninya.

Selain itu, jika bepergian lintas provinsi, maka saya harus mengeluarkan biaya untuk swab antigen. Surabaya pun menjadi kota yang paling masuk akal untuk dijadikan staycation. Selain fasilitasnya lengkap, harga penginapan di sana ternyata cukup anjlok jika dibandingkan pada edisi tahun baru sebelumnya.

Saya pun memesan sebuah kamar di Choice City Hotel Surabaya. Hotel ini saya pilih selain karena harganya relatif murah, bangunannya juga berada satu kompleks dengan Mall BG Junction Surabaya. Mall ini sendiri merupakan salah satu mall besar di kota pahlawan. Jadi, saya bisa menghemat waktu dan tenaga untuk membeli makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan selama staycation di sana.

Tanggal 31 Desember 2020 saya pun berangkat menggunakan kereta api Penataran. Ini juga pengalaman pertama saya naik kereta tersebut setelah vakum selama beberapa bulan. Tak banyak yang bisa diceritakan ketika naik kereta ini selain jumlah penumpang yang dibatasi. Saya janjian dengan teman yang akan staycation bersama untuk bertemu langsung di BG Junction. Ia baru berangkat dari Purwosari Pasuruan dengan naik bus.

Sayangnya, kereta yang saya naiki masih datang terlalu pagi. Mall pun belum banyak yang buka karena kini semua mall baru beroperasi pukul 11 siang. Dengan ide yang tiba-tiba muncul, saya pun memilih untuk mencoba menu burger Carls Jr. Ini adalah impian lama yang sudah saya pendam. Baru saat ada waktu luang di Surabaya, saya pun bisa mencicipi menu burger BBQ dengan tambahan 4 slice beef bacon. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa merasakan kelezatan dari burger ini. Nikmat akhir tahun yang saya syukuri.

carls Jr darmo
Makan dulu di Carls Jr Darmo Surabaya

Menjelang makan siang, saya pun langsung menuju Mall BG Junction yang berada di daerah Bubutan, Surabaya Utara. Mall pun sudah ramai dengan para pengunjung. Prediksi saya ternyata salah. Orang-orang Surabaya ternayata memilih keluar saat siang hari untuk berburu makanan dan minuman yang akan mereka santap saat malam pergantian tahun baru di rumah masing-masing.

Makanya, saat saya akan berbelanja kebutuhan di supermarket yang ada di mall tersebut, antrean panjang di kasir pun terjadi. Tak hanya itu, beberapa makanan pun ludes. Bahkan, saya melihat banyak rak-rak makanan yang kosong.

Selepas berbelanja, saya pun naik ke lantai 9 mall ini menuju hotel. Akses pintu masuk hotel ini berada di pintu selatan Mall BG Junction. Nantinya, ada dua buah lift yang bisa mengantarkan pengunjung ke lobi hotel di lantai 9. Unik juga ya.

 


Sesampainya di lobi, saya bertanya kepada resepsionis hotel apakah saya bisa check-in. Waktu saat itu masih menunjukkan pukul 1 siang. Untungnya kamar kami sudah siap dan saya pun check in. Resepsionis meminta deposit uang 50 ribu rupiah untuk kunci kamar. Saya pun menuju kamar yang saya pesan.

Choice City Hotel Mall BG Junction
Restoran Choice City Hotel Mall BG Junction

Meski tidak mendapatkan lanskap Kota Surabaya, akan tetapi saya puas dengan kamar yang saya dapatkan. Cukup luas dan ada ornamen sketsa Jalan Tunjungan Surabaya di dinding kamar. Ornamen ini sangat khas dan tampak hidup. Jujur, waktu melihat review foto hotel ini di aplikasi pemesanan, saya langsung kepincut. Tidak saja letaknya yang strategis, melainkan gambar ornamen tersebut bagi saya eksotik.

Tempat menunggu tamu di dekat lift. Saya kesengsem sama sketsa tremnya
 

Fasilitas hotel bintang tiga ini cukup lengkap. Selain dua bed ukuran dewasa, ada kulkas, brankas, pemanas air, dan tentunya beberapa fasilitas standar hotel lain. Saya juga suka dengan meja duduk yang bisa digunakan untuk bekerja yang cukup luas. Namun, karena saya sudah niat tidak membawa laptop, fasilitas ini pun tak saya gunakan. Saya juga bisa meminjam hair dryer dengan menghubungi resepsionis. Lumayan, bisa mengeringkan rambut selepas mandi ala-ala Puteri Indonesia. 

Choice City Hotel Mall BG Junction
Dua bed di kamar saya

Choice City Hotel Mall BG Junction
Kamar mandi Choice City Hotel Mall BG Junction

Oh ya, di hotel ini juga ada tempat fitnes yang bisa digunakan secara gratis oleh pengunjung hotel. Asal, mereka bisa menggunakan alat tersebut karena hotel tidak menyediakan instruktur fitnes. Saya pun mencoba fasilitas ini meski hanya sepeda fitness alias spinning bike saja.

Choice City Hotel Mall BG Junction
Tempat fitness Choice City Hotel Mall BG Junction

Teman saya datang tak lama setelah saya check in. Kami langsung berkeliling mall selepas istirahat sembari berbelanja kembali. Dan alamak, pengunjung mall amat padat. Banyak anak kecil yang bermain di tempat permainan tanpa jaga jarak. Asli, saya sedikit ngilu melihatnya. Ini terjadi karena mall akan tutup pukul 8 malam. Jadi, ya sebisa mungkin warga Surabaya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Keramaian di supermarket

Selepas sore, saya dan rekan mencoba mencari warung di sekitar Pasar Blauran yang berada di seberang Mall. Sebenarnya, ada banyak penjual makanan dan minuman di sana. Namun, karena ya itu tadi, banyak orang berkerumun, kami pun segan untuk membeli. Malam pergantian tahun baru memang puncak-puncaknya orang membeli stok pangan untuk dikonsumsi di rumah.

Rice box yang dibeli teman saya

Kami pun memutuskan membeli makanan lewat order online saja. Saya sempat membeli rice box di KFC sementara teman saya sempat membeli rice box juga tetapi di food court mall dan sate kelapa di depan Pasar Blauran. Rencananya, kami mau order pizza sebagai teman melewati tahun baru karena tenant pizza di mall sedang ramai-ramainya pembeli.

Apakah kami berhasil mendapatkan makanan yang kami inginkan lewat aplikasi?

Ternyata tidak. Baru pukul 7 malam, semua warung tutup satu per satu. Padahal, baru pukul 6 sore tadi kami baru masuk ke mall dari deretan warung yang ramai. Bisa jadi, warung-warung tersebut hanya menyelesaikan orederan yang ada dan tidak lagi menerima pesanan. Begitu pun tenant lain yang biasanya buka 24 jam seperti McD, KFC, Burger King, dan lain sebagainya. Semuanya tidak ada yang bisa dipesan.

Baca juga: Asyiknya Berwisata Petik Jeruk di Tengah Momen PSBB Malang Raya

Rekan saya terus mencoba dan taka da tanda-tanda keberhasilan. Sempat ada satu warung nasi yang bisa menerima pesanan kami tetapi tiba-tiba saja aplikasi eror. Jadi, driver pun membatalkan pesanan tersebut dan kami tak mendapatkan driver lagi. Ya sudahlah akhirnya dengan sisa cemilan dan makanan yang ada, kami menghabiskan malam tahun baru di hotel saja.

 

Nemu sate kelapa di depan Pasar Blauran

Dari pantauan lini masa, aparat keamanan dan swab hunter mulai menyusuri jalanan Kota Surabaya untuk merazia warga yang tidak taat peraturan. Yang masih berkumpul pada jam malam di tempat keramaian. Warga Surabaya pun sebagian patuh dan mulai berkumpul di rumah masing-masing atau kampung masing-masing. Suasana hotel pun mulai sepi dan saya menengok ke arah mall sudah mulai tak ada tanda-tanda kehidupan. Padahal itu masih jam setengah 9 malam.  

Baca juga: Menikmati Semarang Utara dengan Segala Keunikannya

Ketika kembali ke kamar hotel, hujan pun turun. Lengkap sudah suasana syahdu untuk berada di atas kasur. Kami pun mulai berbincang mengenai keadaan Kota Surabaya yang biasanya gemerlap dengan aneka tempat kulinernya. Lalu pembahasan berlanjut kepada peserta kontes kecantikan dan gibahan lain hingga mata saya mengantuk dan tertidur. Tiba-tiba saja tahun berganti dan saya tak mendengar letusan kembang api barang sedetik pun. Tidur di hotel memang membuat mata cepat terpejam.

Paginya, kami mencari sarapan ke sekitar Pasar Blauran dan berkahir nihil. Belum ada warung yang buka dan terpaksa, kami memesan makanan cepat saji lagi. Untungnya saya sempat jalan kaki dan mencoba sepeda fitness jadi lemak pun sedikit terbakar.

Pasar Blauran pagi hari

 
Choice City Hotel Mall BG Junction
Keadaan mall saat tutup. Asli saya baru tahu betapa creepynya

Sebelum pulang, saya merasa petugas hotel amat ramah bahkan jauh lebih ramah jika menginap di hotel sebelum covid. Bisa saja, mereka amat membutuhkan tamu yang kian hari kian menurun. Saya pun diminta untuk mengisi kuisioner dan memberi masukan kepada hotel. Secara keseluruhan saya puas hanya saja, kadang wifi hotel cukup lemot terutama jika hujan turun. Akan tetapi, jika boleh memberi nilai, saya beri  nilai 8,8 untuk hotel ini.

Jalan Blauran saat pagi hari

Di saat saya meninggalkan Kota Surabaya, saya takjub dengan perjuangan warganya. Mereka benar-benar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya demi kegembiraan malam pergantian tahun. Sebuah naluri tahunan yang jujur sulit untuk ditinggalkan. Mereka benar-benar bisa berpacu dengan waktu sebelum jam malam diberlakukan dan petugas bersama tim swab hunter turun ke jalan-jalan.

Itulah pengalaman saya menghabiskan malam tahun baru di Surabaya. Bagaimana dengan Anda? Yuk cerita.   

17 comments:

  1. Wah keren sekali,tahun baru yang positif ya mas,gak mesti harus hura-hura sana sini, dan tidak mesti identik dengan kembang api. Keren mas sangat merekomendasikan sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar msas perayaan tahun baru tidak sekedar hura hura saja ya

      Delete
  2. Oh, berarti pemberlakuan beberapa toko yang tutup sekitar jam 7 malam tuh karena pemerintah, ya? Saya enggak tahu pasti apakah ini di setiap wilayah, atau kota-kota besar aja. Tapi waktu itu saya betulan kaget, kok yang biasanya masih buka sampai jam 9, tapi saya ke sana pada jam 8 udah tutup.

    Nasi boks KFC tuh yang bento gitu, ya? Dulu sering jadi makanan favorit ketika bokek tapi tetap pengin nongkrong. Haha. Tapi akhir-akhir ini saya mencoba hidup lebih sehat dan mengurangi junk food.

    Kasih nilai hotel setinggi itu berarti betulan nyaman ya, Mas? Kelihatan dari foto-fotonya juga asyik, sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas jam 7 sudah harus tutup semua

      yg ada rasa teriyakinya itu lo mas
      ini makanan kalau kepept si soalnya praktis dan murah
      nyaman banget aku sampe tidur nyenyak saking nyamannya

      Delete
  3. Salah banget baca post ini tengah malam, yang ada perutku malah kruyuk-kruyuk kelaparan melihat foto burger dan rice box-nya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Untuk kamar hotelnya, terlihat nyaman dan bersih. Rasanya 2 hal ini udah mampu menjadi bahan penilai apakah hotel tsb layak diinapi atau tidak hahaha.

    Aku merasakan perayaan tahun baru kali ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya sih, Kak πŸ˜‚. Kembang api yang muncul hanya sedikit. ketika menjelang tengah malam, suasana cenderung sepi, mungkin karena adanya pembatasan yang diberlakukan. Tapi yang terpenting, kita berhasil melewati 1 tahun lagi dengan kondisi tubuh yang sehat 😁
    Kak Ikrom, selamat tahun baru ya πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini aku soalnya penasaran sama rasa burgernya mbal
      iya engga begitu meriah dan garing ya
      tapi ya gimana mbak namanya juga pandemi
      selamat tahun baru juga mbak lia

      Delete
  4. Mantap nih acara tutup tahun staycation-an 😊.
    Kalau aku ..., molor. Hahaha.
    Lah, habisnya ruang publik terbuka dikotaku ada larangan tidak diperbolehkan dikunjungi, ke kota lain juga ada prosedur pemeriksaan ketat.
    So akhirnya ..., milih bobok hensem.
    Bangun-bangun tau-tau udah ganti tahun πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada prinsipnya sama mas
      molor cuma pindah tempat tidur hahaha

      aku jam 10an juga udah molor kok mas
      bangun bangun udah 2021 aja

      Delete
  5. Selamat tahun baru ya.. meski stay di hotel, nggak kemana2 tapi lumayan... Aku taon baruan beneran di rumah aja...nonton tv doang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg penting masih taun baruan dengan keluarga ya mbak
      selamat tahun abru jga mbak...

      Delete
  6. Ya ampuunnn udah kedahuluan hahhaa.
    Ini impian banget mau stay di sini, karena pas banget bareng anak-anak.
    Tapi dari taun 2019 sampai kena korona, kok belom sempat-sempat.
    Suka banget deh nginap di situ, karena nyambung ama mall, pas banget nget, kalau lapar langsung geret kaki ke food court, butuh sesuatu ada supermarket, anak-anak mau main, ada buanyaaakkk banget playground tuh di bawah, bisa window shoping juga di bawah.

    Duh lengkap banget pokoknya, sayang udah keserang covid, masih parno banget mau nginap di luar ajak anak-anak, pokoknya besok-besok covid pergi, wajib banget stay di sini. oh ya bisa nonton juga, duh pokoknya lengkap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya mbak memang covid ini ya
      saya sempat was was juga si apa perlu swab apa tidak
      lengkap banget di sini dan tinggal ke mallnya udah bisa beli apa aja mbak hehe

      Delete
  7. Kemarin itu aku dan suami galau mau lanjut stay di hotel Semarang sampe tgl 1, ato balik ke JKT tgl 31 nya. Krn aku kuatir tgl 1 bakal macet parah ke JKT nya mas. Akhirnya diputusin ttp balik JKT tgl 31. Jd pas THN baru aku udh di rumah.

    Jujurnya udh sejak nikah aku ga ngerayain LG tahun baruan. Selalu tidur di tgl segitu hahahaha. Soalnya bukan Mulu kan. Lagian udh cukuplah zaman2 pacaran ngerayain THN baru :p. Apalagi aku prnh terjebak macet di jalan, sampe hrs tidur di mobil saking ga bisa bergerak kendaraan sampe pagi -_- .

    Cukup sekali itu aja hahahaha .mndingan tidur di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya baru bisa staycation pas tahun baru soalnya sama sama masih sibuk mbak hehe

      tapi tetep si kayak pindah tidur aja
      soalnya surabaya kayak kota mati sepi banget pas tahun baru

      untungnya engga macet si soalnya orang orang banyak yg taun baruan di rumah mbak...

      Delete
  8. Biasanya ke Pasar Blauran selalu disambut hiruk-pikuk aktivitas jual beli, bahkan jalanan di depannya juga nggak pernah sepi macet. Tapi siapa sangka setelah hampir setahun nggak keluyuran ke Surabaya, Jalan Blauran malah sekosong-melompong itu. Agak aneh juga liatnya wakakakak nggak kebiasaan gitu liat jalanan di Surabaya bebas macet.

    Eh tapi kalau mal yang kosong aja bisa se-creepy itu apa kabar di dalam Pasar Blauran ya... Hiiii ngeriiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sebelum pandemi saya juga pernah lewat dan macet banget
      dan kemarin sepi banget mbak
      wah saya ga mau bayangin mbak pasti lebih creepy
      wong mallnya aja udah creepy banget huhu

      Delete
  9. BG Junction mall yang hampir selalu aku hampiri karena deket rumah sodara
    dan dikasih tau sodara juga kalau di dalam mall ini ada hotelnya, oohh ternyata begini penampakan hotelnya, lumayan juga ya
    kalau pengen belanja belanja tinggal ngesot aja

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.