Bus Malang City Tour (Macito) Jalan Lagi! Begini Cara Naiknya

Bus Malang City Tour Jalan Lagi 2022
Bus Malang City Tour Jalan Lagi 2022

Bus Malang City Tour (Macito) dioperasikan kembali oleh Pemerintah Kota Malang. 

Bus Macito ini pernah menjadi primadona warga Malang dan sekitarnya untuk berjalan-jalan di kota dingin ini pada periode 2016-2018. Saat itu, Bus Macito menjadi ikon wisata Kota Malang yang menghadirkan sensasi jalan-jalan sembari melihat pemandangan jalan. Berfoto di dalam bus saat bus berjalan adalah sebuah hal yang patut dilakukan ketika menaiki bus ini.

Sayang, sejak pertengahan 2018 Bus Macito berhenti beroperasi. Menurut pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kala itu, Bus Macito tidak memenuhi Sertifikasi Registrasi Uji Tiper (SRUT) dari Kementrian Perhubungan. Bus Macito dianggap tidak memenuhi SRUT karena tidak sesuai dengan panjang, lebar, dan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemenhub.

Sempat Beroperasi, Bus Macito Tak Lagi Jalan

Salah satu yang menjadi alasan dihentikannya Bus Macito kala itu adalah model tingkat terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Model bus seperti ini dianggap cukup berbahaya bagi para penumpang lantaran riskan untuk terkena kabel listrik maupun ranting pohon.

Baca juga: Melayang di Atas Jalanan Surabaya dari Bus Tumpuk Suroboyo Bus

Meski sudah terdapat petugas yang berjaga di atas bus, tetap saja risiko tersebut tetap ada. Lantaran. Kebanyakan penumpang bus adalah anak-anak yang rawan sekali untuk jatuh atau terkena kabel. Pengalaman saya sendiri ketika naik bus ini pada akhir 2016 memang cukup ngeri. 

Bus Macito jalan lagi
Kenangan naik Bus Macito pada 2016

Beberapa kali petugas memperingatkan penumpang agar menundukkan kepala dan badan mereka agar tidak terkena kabel atau dahan pohon. Padahal, saat itu banyak penumpang yang sedang ingin mengabadikan momen bersama keluarga atau teman di dalam bus. Alhasil, perjalanan yang seharusnya menyenangkan tersebut seakan memiliki risiko yang cukup tinggi.

Tidak hanya itu, sebenarnya Kemenhub sudah melarang pengoperasian bus ini pada awal peluncurannya. Namun, Pemkot Malang saat itu tetap memaksakan pengoperasian bus hibah ini. Akhirnya, bus ini harus berhenti beroperasi selama beberapa tahun.

Banyak Warga Malang Menyayangkan Pengentian Operasional Bus Macito

Penghetian operasi Bus Macito saat itu disayangkan oleh warga Kota Malang. Banyak warga yang menganggap seharusnya Pemkot mendesain ulang bus agar lebih aman digunakan. Jika tidak boleh menggunakan bus tingkat, maka bus dirancang menjadi bus biasa saja tetapi masih memiliki desain unik yang khas agar masih bisa digunakan.

Baca juga: Wisata Keliling Kota Rasa Rute Tempat Kerja

Jika masih mempertahankan bentuk bus tingkat, maka harus diberi penutup atau pengaman yang lebih baik agar kenyamanan penumpang bus bisa ditingkatkan. Tidak hanya itu, rasanya sayang apabila bus yang berharga jutaan tersebut tak digunakan. Kata orang Malang sih “eman-eman”. Sayang jika ada barang bagus tidak digunakan. Lama-lama bisa jadi besi rongsokan kan?


Pandemi covid-19 yang menghantam dua tahun ini juga membuat Bus Macito seakan mustahil untuk beroperasi kembali. Berbagai pembatasan dan penutupan tempat wisata di Malang Raya juga menbuat tak banyak wisatawan datang, Bus Macito pun seakan tiarap lebih rendah.

Untunglah, kasus covid-19 kembali melandai. Ketika saya pulang dan melewati Jalan Basuki Rahmad, tiba-tiba saya melihat Bus Macito terparkir di dekat Plasa Telkom. Bus ini ternyata sedang menunggu penumpang. Di dekatnya, tampak beberapa petugas Dishub, kepolisian, dan tentara. Wah, dijaga ketat aparat.

Saya kira, bus ini akan melayani pejabat teras yang akan menjajalnya. Semisal Walikota Tersayang, Bapak Kappolres, Camat, dan lain sebagainya. Rakyat jelata semacam saya bisa jadi hanya akan jadi penonton mengingat cukup banyak petugas berseragam di sana.

Bus Macito Beroperasi Lagi Setiap Akhir Pekan

Akan tetapi, dugaan saya salah. Bus Macito ini ternyata beroperasi kembali untuk melayani warga. Makanya, beberapa saat kemudian, tampak beberapa warga bergegas naik ke bus bersama anak-anak mereka. Petugas yang berjaga juga mempersilakan warga untuk segera naik.

Tak lama kemudian, bus pun berjalan melewati kawasan Kayu Tangan Heritage dan berbelok ke arah Jalan Semeru. Lalu, bus menuju ke arah Jalan Kawi menuju ke alun-alun Malang. Dari arah alun-alun Malang, Bus Macito kembali lagi ke Jalan Basuki Rahmad. Jika dilihat, maka rute bus ini lebih pendek dari rute sebelumnya yang melewati Jalan Ijen dan Jalan Simpang Balapan.

Baca juga: Begini Cara Menuju Terminal Sangiran dari Terminal Tirtonadi

Tidak hanya rute yang lebih pendek, Bus Macito pun kini memikiki desain yang lebih pendek. Bus tak lagi dibuat tingkat seperti sebelumnya melainkan hanya berupa bus tanpa jendela. Warna bus pun diubah dari hijau menjadi biru sesuai warna khas kebanggan klub sepakbola warga Malang, Arema.

Bus Macito jalan lagi
Bus Macito terparkir di depan Plasa Telkom

Otomatis, bus pun memiliki kapasitas yang lebih sedikit jika dibandingkan sbeelumnya. Meski demikian, keasyikan untuk naik bus ini tidak berkurang dan sama dengan bus edisi sebelumnya. Penumpang masih bisa menikmati jalanan Kota Malang – yang begitu-begitu saja – dari dalam bus.

Ketika saya menanyakan mengenai operasional bus ini, pihak Pemkot Malang menyatakan bahwa Bus Macito memang beroperasi lagi. Operasional bus ini hanya saat weekend (Sabtu-Minggu). Selama bulan puasa ini, Bus Macito hanya beroperasi pada sore hari menjelang berbuka puasa. Warga yang ingin naik bus ini dapat menunggu bus di dekat Plasa Telkom Basuki Rahmad Malang. Untuk naik Bus Macito ini, warga tidak dipungut biaya alias gratis.

Kira-kira, apakah Bus Macito ini akan bertahan lama atau vakum lagi>

Kita tunggu saja kelanjutannya.   

6 Comments

  1. Di lihat sekilas busnya kayak bus buat karnaval.

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukur lah bis nya sudah beroprasi lagi meski cuma weekend doang, jadi para warga yang pengen banget naik bis macito ga sedih lagi, iya kaan :D

      Delete
  2. Asik juga keliatannya ya kayak dikarnaval2 😁 berasa di eropa juga kalau seandainya ada yang atap kebuka

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku gapernah liat karnaval karnaval di eropa

      Delete
Next Post Previous Post