Iklan Operator Seluler Jadul, Kenangan Akan Barang Mewah Masa Lalu

iklan jadul

 

Telepon seluler adalah benda yang kini seakan hampir menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

Tanpa telepon seluler yang kemudian menjelma menjadi telepon pintar, rasanya hidup akan sulit. Kita akan terisolasi dengan dunia luar dan pekerjaan kita akan terganggu. Meski harus diakui, dengan adanya telepon seluler hidup kita seakan terpenjaran oleh ruang dan waktu, tetap saja kebutuhan akan telepon seluler tak bisa dikesampingkan.

Dalam membentuk pola hidup masyarakat Indonesia akan telepon seluler, iklan memiliki peran penting. Iklan membentuk perilaku masyakarat Indonesia bagaimana mereka menggunakan dan memilih telepon seluler. Tak hanya telepon seluler, penggunaan operator seluler di dalamnya juga menjadi hal yang tak bisa dipisahkan. Iklan operator seluler menjadi inti dari propaganda produk ponsel agar bisa dijangkau oleh segenap masyarakat Indonesia.

Operator seluler sejak kemunculan dan distribusi ponsel di Indonesia sudah menawarkan berbagai tarif murah dan kemudahan di dalamnya. Tak jarang, operator seluler juga berlomba menarik hati masyarakat Indonesia lewat iklannya yang hingga kini masih terkenang. Lantas, apa saja iklan operator seluler yang begitu terkenang di hati masyarakat Indonesia?

Iklan Fren Anakku Hamil Suamiku Kawin Lagi

Sebelum bergabung dengan Smart dan menjadi Smartfren, operator Fren pernah menjadi salah satu operator yang mencuri perhartian. Betapa tidak, operator ini pernah menjual ponsel Samsung SCH-N356 dengan bundling kartu Fren seharga 388 ribu rupiah.

Dulu teman saya pernah memiliki ponsel ini. Walau masih hitam putih, nyatanya cukup tahan banting juga. Banyak aplikasi seperti gim unik yang terdapat di dalam ponsel tersebut. Lantaran bundling, maka kartu Fren di dalamnya tidak bisa diganti. Alhasil, sejak penghapusan jaringan CDMA, ponsel ini tak bisa digunakan ini senasib dengan Esia Hidayah.



Nah, saya paling terkenang iklan Fren yang menampilkan sosok seorang ibu saat diteleepon oleh anak dan suaminya. Ibu tersebut panik karena anakanya mengatakan telat. Ia mengira anaknya hamil karena telat menstruasi. Belum juga kepanikannya reda, sang suami meneleponnya dan mengatakan bahwa ia punya yang baru. Ibu tersbeut makin panik karena dikira suaminya kawin lagi.

Padahal, anaknya telat masuk sekolah dan suaminya baru membeli mobil baru. Alhasil, mereka mengalami miskomunikasi karena mengirit biaya percakapan. Iklan pun ditutup dengan tagline Fren, Murah Tidak Repot. Sungguh iklan yang sangat berkesan sekaligus kocak. Fren sangat apik membuat guyonan singkat dalam iklannya.

Iklan Telkomsel Siaga Bintang 1,2,3 Pagar

Telkomsel Siaga Ada Traffic Monitornya

Telkomsel Penting Buat Mudik Perjalanan

Aduh, saya terkesan banget dengan iklan ini. Setiap mendekati lebaran, rasanya iklan ini begitu terkenang. Apalagi, menjelang perjalanan mudik, iklan ini terus bergema. Belum lagi, sejak PPKM dan larangan mudik, iklan ini kok rasanya bikin mewek ya. Kangen suasana mudik zaman dulu yang meriah, tanpa banyak aturan, dan tentunya penuh kenangan.

Saya juga terkenang dengan fitur cek lokasi pada Telkomsel Siaga. Telkomsel masih terdepan dalam hal kualitas dan persebaran jaringan di Indonesia. Makanya, mereka berani menawarkan fitur cek lokasi yang kini sudah ada pada telepon pintar. Saat penggunaan masif ponsel Nokia Symbian saat itu, rasanya fitur ini begitu mewah.



Saya juga suka dengan alunan lagu Telkomsel Siaga yang dinyanyikan beberapa penyanyi papan atas seperti Bimbo dan Ungu. Saya juga masih ingat di setiap pos pantau mudik, Iklan Telkomsel Siaga begitu mendominasi dengan warna merahnya. Meski saat itu tidak menggunakan Telkomsel karena harganya mahal, saya tidak akan lupa dengan iklan yang sangat terkenang ini.

Iklan IM3 Online Online

Sebagai pengguna setia IM3 sejak zaman SMP, rasanya iklan IM3 Online yang dinyanyikan Saykoji ini adalah iklan IM3 paling bagus dan paling terkenang. Saat itu memang IM3 begitu hype. Saya masih ingat penetrasi iklan dan promosi IM3 begitu gencar di lingkungan sekolah maupun kampus. Pernah saya mengadakan jajak pendapat di kelas, hampir 95% teman sekelas saya menggunakan IM3. Memang murah sih dan terjangkau oleh kalangan pelajar/mahasiswa. Terlebih ada gratis SMS ke sesama operator. Untuk mendukung kelancaran bertanya tugas, IM3 adalah solusi.

Adanya iklan ini juga semakin menguatkan citra IM3 sebagai operator seluler anak muda. IM3 cukup apik menggambarkan anak muda saat itu yang tak bisa lepas dari ponsel dan internet. Berbagai fitur online seperti opera mini, Migg, Facebook, Friendster, dkk bisa diakses dengan murah lewat IM3. Saya sudah membuktikan juga sih, untuk ukuran saat itu, IM3 memang masih paling murah dan bisa saya gunakan. Apalagi ponsel saat itu belum mendukung fitur Wifi. Dengan Rp. 1/kb, rasanya membalas dinding Facebook atau chatting dengan Mig33 adalah sebuah kunci.

Sebenarnya, masih ada beberapa iklan jadul lain yang begitu terkenang. Namun, tiga iklan tersebut masih terngiang di otak saya. Walau penggunaan ponsel sudah mengalami banyak pergeseran, tetapi iklan jadul tersebut akan menjadi titik balik bahwa perkembangan teknologi adalah suatu keniscayaan yang tak bisa dielakkan.

20 comments:

  1. Hhahaha, aku malah udah lupa semua mas, soalnya dari dulu emang jarang nonton tv sih, skrg apa lagi, ga pernah sama sekali, kecuali nonton badminton ama master chef doang wkwkwk,

    api iklan jadul banyak yg berkesan ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga sekarang ga liat tivi seringnya liat tivi pas zaman itu jadi ya inget banget mbak ahahaha

      Delete
  2. Iklan Telkomsel bintang satu dua tiga pagar memang sudah dilupakan paling tidak pas mendekati lebaran pasti ingat dengan iklan itu

    ReplyDelete
  3. Ya ampun ...dirimu membawa otakku ke tahun 2010 an...aku tau semua iklan itu..

    Ngalami fase yang fren pertama muncul. Jaman masih ada ponsel cdma. Trus ada IM3 yang pas muncul pertama ngasih gratisan ke sesama IM3... Dulu ada XL jempol yang lumayan irit dibanding XL biasa...

    Rame dulu ya. Ngalami juga yang telp 3 detikan biar ga kepotong pulsanya..alhasil ya sering miskom kayak iklan tadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya XL jembpol aku ingat2 lupa iklan itu hahahah
      yang 1 rp/menit

      Delete
  4. Wah aku ingat iklan IM3 yang Saykoji itu, karena iklan itu aku pindah dari Telkomsel ke IM3.🤣

    Enggak sih, sebenarnya aku pilih IM3 karena paket internet nya murah Rp 1 per KB. Yang lain kalo ngga salah Rp 5 per KB bahkan si merah 10 rupiah huhuhu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. si merah mah mahal tapi sebanding sama kualitas

      Delete
  5. Wkwkw saya koban hasutan Saykoji yang bertahan sampai sekarang. Punya nomor IM3 sejak SMP dan bertahan sampai saat ini udah kerja 😂
    Nostalgia banget bahas iklan2 itu hehehe

    ReplyDelete
  6. wah yang paling memorable buat aku itu iklan im3 online online :D selalu terngiang dan pasti auto nyanyi

    ReplyDelete
  7. Jadi nostalgia Mas. Apalagi keinget iklan im3 itu.

    ReplyDelete
  8. Ingat semua itu iklan, haduuuh... jadi terkenang masa tahun 2000-an awal
    Dulu, kalau ga Telkomsel, ya Indosat. Dua provider yang bisa bertahan sampai saat ini, ya

    ReplyDelete
  9. jadi nostalgia mas :-D iklan axis jadul juga bagus, misal yg beli bbm di spbu

    djangki

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.