Beda Prinsip, Sulit Bagi Lisensi Miss Universe Kembali ke Tangan Puteri Indonesia

Miss Universe 2013, Gabriella Isler ketika menghadiri Pemilihan Puteri Indonesia 2014. - Dok. JPNN

Sudah kita ketahui bersama, sejak 2023 lalu, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) tidak lagi memegang lisensi Miss Universe.


Tak lama setelah YPI kehilangan lisensi Miss Universe, ajang baru bernama Miss Universe Indonesia pun digelar. Ajang yang akhirnya menimbulkan huru-hara karena terjadi pelecehan seksual saat kegiatan fitting baju tersebut akhirnya hanya berumur kurang dari setahun.

Walau sang pemenang telah maju ke ajang Miss Universe 2023, tetapi hingga kini belum diketahui secara jelas siapa pemegang lisensi Miss Universe di Indonesia. Apakah tetap di tangan Poppy Capella selaku pemegang ajang ini sejak 2023 atau sudah ada pemegang baru yang belum mengumumkan kepemilikannya.

Setelah huru-hara yang menimpa Miss Universe Indonesia, banyak pihak yang menginginkan YPI kembali memegang lisensi ini. YPI dianggap organisasi yang paling kompeten dan berpengalaman dalam memegang lisensi ini. YPI dianggap sebagai organisasi yang sudah punya kemampuan dan jam terbang dalam menyiapkan puteri terbaiknya maju ke ajang semesta tersebut.

Belum lagi, saat YPI menggelar ajang Pemilihan Puteri Indonesia, sang pemenang Miss Universe dijamu bak ratu sejagad. Mereka mendapatkan trarment terbaik selama berada di Indonesia. YPI juga menempatkan Miss Universe sebagai tamu kehormatan utama. Berbagai kegiatan, baik bersama pemerintah maupun sponsor mengikutsertakan Miss Universe. Tak hanya itu, pemenang Miss Universe juga mendapatkan treatment pijat dan spa eksklusif di Royal Heritage Spa yang merupakan milik Mustika Ratu.

Berbagai kegiatan yang mengutamakan pemenang Miss Universe tersebut menunjukkan YPI memang sudah berpengalaman memegang lisensi ini. Tentu, banyak pihak yang menginginkan YPI kembali memegang lisensi Miss Universe. Banyak para pageant lovers ingin pemenang Miss Universe tampil pada acara Pemilihan Puteri Indonesia dengan kebaya khasnya.

Namun, rupanya keinginan mereka akan sulit diwujudkan. Alasannya, YPI tidak berminat untuk memegang lisensi Miss Universe. Alasan ini dikemukakan langsung oleh Ketua Dewan Pembina dan Penasehat YPI, Ibu Putri Kuswisnu Wardani. Bu Putrti – begitu sapaan akrab beliau – mengatakan dalam sebuah komentar bahwa YPI tidak lagi berminat memegang lisensi Miss Universe.

Alasan utama YPI tidak ingin Miss Universe kembali ke pangkuan mereka adalah perbedaan pandangan, visi, dan misi. Ditanya lebih detail alasan perbedaan tersebut, Bu Putri mengatakan bahwa para petinggi Miss Universe yang sudah lama membangun ajang tersebut telah mengundurkan diri.

Mereka adalah orang-orang yang sudah lama menjalin hubungan dengan YPI sejak dulu. Orang-orang penting di dalam Miss Universe Organization sendiri memang sudah banyak yang hengkang, terutama sejak kepemimpinan Anne Jakrajutatip. Bunda Jaka Tarub – begitu para PL menyebutnya - telah mengubah banyak sekali peraturan di dalam Miss Universe.

Salah satu perubahan peraturan mendasar yang dilakukan adalah mengubah aturan batasan usia peserta. Alhasil, beberapa peserta yang sudah berusia lanjut bisa mengikuti ajang ini. Contohnya adalah seorang nenek berusia 69 tahun yang mengikuti ajang Miss Universe Philippines. Nenek tersebut masih terlihat cantik dan bugar sehingga tampil percaya diri berharap bisa maju ke ajang Miss Universe. Meski gagal pada pemilihan tingkat lokal, maka keikutsertaannya menarik perhatian banyak orang.

Selain menghapus batasan usia, Miss Universe juga memperbolehkan wanita yang sudah menikah untuk ikut serta. Makanya, banyak mama-mama muda yang masih menyimpan hasrat untuk tampil dalam ajang Miss Universe mendaftarkan diri. Mereka tak risau meski sudah berkeluarga, tetapi masih punya semangat untuk bisa meraih mahkota.

Miss Universe Kolombia 2023, Camila Avella adalah contohnya. Ia telah menjadi seorang ibu dari satu putri yang maju ke ajang Miss Universe 2023. Suami dan putrinya sangat mendukung penuh perjuangannya. Ia pun tampil apik dan berhasil masuk 5 besar Miss Universe 2023 yang diadakan di El Salvador. Kemenangannya ini juga membuat banyak pihak terkejut karena ia adalah wanita yang sudah menikah pertama yang bisa menembus babak 5 besar.

Selain batas usia dan kebebasan status pernikahan, Miss Universe juga dianggap semakin pro terhadap kaum LGBTQ. Bahkan, pemenang Miss Universe akan terus mengkampanyekan hak-hak kaum LGBTQ secara eksklusif terutama pada gelaran pride month. Banyak kegiatan dengan sponsor yang bertujuan untuk membela kaum LGBTQ dilakukan oleh pemenang Miss Universe.

Beberapa alasan itulah yang bisa jadi membuat YPI kembali pikir-pikir untuk kembali memegang lisensi Miss Universe. Mereka telah memiliki kriteria seperti batas usia dan hanya memperbolehkan wanita lajang untuk ikut serta dalam Pemilihan Puteri Indonesia.

YPI juga tidak mau ambil risiko terhadap kampanye pro LGBTQ yang semakin kencang disuarakan oleh Miss Universe. Masyarakat Indonesia yang sangat tinggi menjunjung norma dan adat serta religius menjadi salah satu alasannya. Jika acara pro LGBTQ dihadiri oleh pemenang Puteri Indonesia dalam kaitannya dengan Miss Universe, maka banyak orang Indonesia akan kontra dan malah membuat nama YPI tercoreng.

Alhasil, kini YPI hanya memajang tiga lisensi yang mereka punya, yakni Miss International, Miss Supranational, dan Miss Charm. Ketiga ajang tersebut dianggap masih sesuai dengan visi misi YPI terutama di bidang kebudayaan dan pariwisata. Mundurnya Presiden Miss Universe, Paula Shugart juga membuat YPI semakin yakin tidak lagi memegang lisensi ini. hubungan Paula dengan YPI memang terjalin cukup erat pada masa lalu.

Post a Comment

Next Post Previous Post