| Halte Kridosono |
Trans Jogja kini sudah memiliki hampir 20 jalur.
Bermula dari 6 jalur saat awal mula peluncurannya pada 2008, kini Trans Jogja terus tumbuh dan berkembang hingga menjangkau berbagai pelosok Kota Jogja. Rute demi rute baru pun dibuka dan dimodifikasi agar bisa menjangkau penumpang lebih baik. Halte demi halte pun dibangun lebih nyaman agar penumpang kerasan untuk menunggu di sana. Meksi tentu, masih banyak halte dan portable yang belum maksimal.
Nah, berbicara masalah halte, kira-kira halte Trans Jogja mana yang paling sibuk? Halte mana yang paling banyak dilewati oleh rute bus Trans Jogja sehingga penuh sesak setiap harinya? Ternyata, halte tersebut bukanlah halte yang berada di sebuah terminal yang notabene menjadi tempat pemberhentian bus antar kota. Halte saja apa itu?
Pertama, Halte Kridosono
Halte yang berada di bundaran Kridosono atau dekat dengan SMP Negeri 5 Yogyakarta. Letaknya yang strategis membuat halte ini seakan menjadi halte sentral bagi Trans Jogja. Dulu, sebelum perubahan rute Trans Jogja awal 2026, halte ini hanya dilewati kurang dari 10 rute. Kini, hampir semua rute Trans Jogja singgah di halte yang juga dekat dengan daerah Kotabaru ini.
Ada 12 rute Trans Jogja yang melewati Halte Kridosono. Rute tersebut antara lain 1A arah Prambanan dan Malioboro, 2A arah UNY, 2B arah XT Square, 3A arah Malioboro, 4A arah UGM dan Condongcatur, 4B arah Giwangan, 5A arah Ambarukmo dan Babarsari, 5B arah Bandara, 8 arah Demak Ijo dan Godean,10 arah Stasiun Lempuyangan, 11 arah Jogokaryan, dan 13 arah Godean.
Sayang, halte ini masih memiliki bangunan yang sempit. Bus-bus juga sering kesusahan untuk berhenti dan menaik turunkan penumpang. Semoga saja ada perluasan bangunan halte agar bisa menampung banyak penumpang.
Kedua, Halte Ngabean
Halte yang berada di terminal parkir bus wisata ini juga memiliki rute Trans Jogja yang banyak. Ada 11 rute Trans Jogja yang melintas di sini. Sebelum 2026, Ngabean menjadi halte dengan rute Trans Jogja terbanyak. Kini, status itu beralih ke Halte Kridosono.
Halte Ngabean sering digunakan untuk transit penumpang yang akan berputar arah, terutama dari utara ke selatan dan sebaliknya. Rute yang melewati halte ini adalah 1B arah Bandara, 2B arah Jombor, 3A arah Giwangan, 3B arah UGM dan Condongcatur, 6 arah Gamping, 8 arah Demak Ijo dan Godean, 9 arah Giwangan, 10 arah Stasiun Lempuyangan dan Gamping, 11 arah Jogokaryan, 13 arah Godean, dan 15 arah Palbapang.
Halte ini cukup sempit sehingga tidak semua penumpang bisa masuk ke bagian dalam halte. Bahkan, ketika musim liburan tiba, halte ini tidak bisa digunakan karena banyaknya bus yang parkir. Penumpang harus naik dan turun dari luar halte di pinggir jalan.
Ketiga, Terminal Condongcatur
Menjadi terminal tipe C yang cukup penting, terminal ini menghubungkan daerah utara Jogja dengan pusat kota. Posisinya yang sangat strategis meski tidak dilewati oleh bus antar kota membuat terminal ini juga dilewati oleh banyak rute Trans Jogja.
![]() |
| Sumber: Jogjastat |
Ada 9 rute Trans Jogja yang melintas di Terminal Condongcatur ini. Mulai dari rute 2A dan 2B arah XT Square, 3A dan 3B arah Giwangan via Bandara, 4A dan 4B arah Giwangan via UIN, 5A arah Jombor, 5B arah Bandara, dan rute 12 arah Pakem.
Keempat, Halte Malioboro 1,2, dan 3
Ada 3 halte di Jalan Malioboro yang dilewati Trans Jogja. Halte Malioboro 1 berada dekat Stasiun Yogyakarta atau paling utara. Halte Malioboro 2 berada dekat Kantor Gubernur DIY atau Kantor Kepatihan. Halte Malioboro 3 yang berada paling selatan berada di dekat Pasar Beringharjo.
Ada 9 rute Trans Jogja yang melintas di 3 halte tersebut. Rute tersebut antara lain rute 1A arah Prambanan, 2A arah XT Square, 3A arah Giwangan, 6 arah Gamping, 8 arah Demak Ijo, 10 arah Stasiun Lempuyangan dan Gamping, 11 arah Jogokaryan, 13 arah Godean, dan 15 arah Palbapang/Bantul.
Itulah empat halte Trans Jogja paling sibuk dengan rute terbanyak. Apakah kalian pernah naik Trans Jogja dari sana?
