Kisah Harta Karun Anak Kecil di Pantai Batu Bengkung

Jalan panjang menuju langit biru
Tiba-tiba kulihat seorang anak
Yang menemukan harta karun di dalam sana
Alangkah senang dan hati gembira


Chibi Marukrom Chan :p
Anak kecil yang telah memasuki usia hampir kepala tiga ini telah menemukan harta karunnya. Bukan sekotak perhiasan emas, seorang putri raja, atau bahkan singgasana kedudukan jabatan yang paripurna. Namun, hanya seonggok kebahagiaan kecil dari penatnya rutinitas sehari-hari yang seakan tak pernah berhenti.

Sebuah mimpi dari anak kecil ini adalah mengunjungi pantai di suatu akhir pekan. Ia berpikir penghujung musim pancaroba adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Frekuensi badai yang tinggi, hujan deras disertai gemuruh, angin kencang di wilayah kota membuat banyak orang enggan berwisata. Di tengah pesimisme masyarakat kota menatap buruknya cuaca, sang anak kecil justru menarik kesimpulan bahwa badai memang akan terjadi di kota, namun tak akan menyentuh pantai.

Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan mimpinya, sang anak kecil lantas mengajak dua orang temannya untuk turut serta merasakan suasana pantai yang ia impikan. Maka, di penghujung pagi mereka pun berangkat. Membelah jalan, melewati lembah dan perbukitan hingga sampai di ujung persimpangan jalan lintas selatan yang bermula dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Menurut legenda penduduk sekitar, daerah yang terkenal dengan akronim Sumawe ini adalah pintu masuk menuju harta karun berupa rangkaian garis pantai dengan pecahan ombak menggelegar dengan angin kencang yang membuat hati tak lagi berderap kencang.


Pengunjung pantai-pantai di Malang Selatan berfoto di atas jembatan JLS.

Perahu motor yang melaju di sekitar muara pantai selatan Malang.
Diantara sekian pilihan pantai di jalan yang mulus itu, anak kecil tersebut lantas memutuskan untuk memilih sebuah pantai bernama Batu Bengkung. Ia penasaran dengan batu yang menjadi nama pantai ini. Timbul pertanyaan dalam dirinya apakah ia akan mendapat harta karun berupa batu atau ada harta karun lain yang ia dapat.

Selamat Datang di Pantai Batu Bengkung
Tak perlu waktu lama, ia lantas memarkir kendaraannya yang tak jauh dari bibir pantai. Ia melihat anak-anak kecil seusianya yang mulai berfantasi dengan teman-temannya di atas karang. Bukan, bukan untuk bunuh diri karena tekanan hidup teramat sulit yang secara tak terduga dirasakan anak-anak milenial. Hanya sekedar mengabadikan momen kebahagiaan yang jika dua puluh tahun lalu mereka lakukan dengan bermain layang-layang. Merasakan wanginya angin dan padang pasir di sore hari, alangkah senang dan hati gembira yang mereka rasakan.

Anak-anak kecil berusia hampir kepala tiga sedang asyik berfoto di atas karang
Sang anak kecil lantas mengajak teman-temannya untuk pergi ke sisi lain dari pantai ini. Berada di balik sebuah gugusan barang karang, ia lantas bersorak kesenangan. Ternyata, ia menemukan rangkaian batu karang yang sangat panjang. Batu karang ini memagari tepian pantai dengan sedikit cekungan. Air laut masuk dengan malu-malu melalui cekungan tersebut. Membuat sebuah genangan air yang bisa dijadikan sebuah kolam renang mini. Ah rasanya, ia ingin sekali melepas baju dan hanya mengenakan celana dalam untuk segera menceburkan diri. Seperti yang ia lakukan bersama sang teman sepulang sekolah di Kali Metro. Tapi ia lantas tersadar, usianya tak lagi anak-anak. Ia hanya bisa memandang kecut dan berharap di suatu hari nanti bisa mengajak istri dan anak bermain di sana. Entah, kapan impian itu bisa terwujud.

Ingin rasanya ikut bermai.

Keluarga kecil yang bermain di kolam alami yang terhalang dinding batuan karang

"Lihat, itu ada tangga menuju puncak sebuah batu karang!" seru seorang temannya.

Tak perlu banyak kata, mereka lantas menaiki bebatuan curam. Untunglah, sang pengelola memudahkan mereka dan pengunjung lainnya dengan membuat jalan setapak dengan pengaman berupa tangga kayu untuk mencapai puncaknya. Beberapa meter dari puncak, mereka menyaksikan dua anak wanita anak-anak generasi 90an juga sedang melepas penat. Berteriak kencang, memandang alam dari atas bukit, hingga membuat rekaman video. Mungkin, mereka hanya akan bermain masak-masakan dan bongkar pasang di penghujung minggu pada dua dekade sebelumnya.

Dua anak perempuan itu tak segera beranjak dari tempatnya. Mereka semakin asyik dan lupa akan waktu serta keadaan sekitar. Anak kecil dan teman-temannya menjadi jengkel. Jika berada pada masa puluh tahun sebelumnya, pasti mereka akan membuat keisengan. Melempar kerikil atau batu agar kedua anak perempuan itu segera pergi. Tapi lagi-lagi ia berpikir bahwa ia sudah bisa dikenakan hukum. Mencari tempat lain adalah ide tepat untuk mendapatkan harta karun yang ia impikan.

Sedikit usaha dengan menaiki satu tingkatan bukit lagi, ia akhirnya menemukan harta karunnya. Ia sangat senang akhirnya mimpinya tercapai. Sebuah gugusan tebing pantai yang terukir indah memagari daratan dari ganasnya ombak lautan biru. Ia sangat suka pemandangan itu. Dari kejauhan, ia mengira bahwa gugusan tebing itu seperti kue abon yang selalu ia santap. Namun, ia segera teringat pelajaran Geografi saat ia duduk di bangku Kelas X SMA dulu.

Gugusan Tebing
Menurut sang guru Geografi, pantai-pantai di Malang Selatan yang merupakan pantai terdekat dengan kotanya adalah pantai berjenis tebing. Pantai-pantai ini juga terdapat hampir di sepanjang selatan Pulau Jawa. Ombak besar yang sedang ia saksikan adalah ombak yang menyebabkan kerusakan pada batuan di bibir pantai. Akibat kerusakan ini, maka terbentuklah pantai yang bertebing. Pantai yang bertebing inilah yang dicari oleh anak kecil ini.

Dari puncak bukit itu, ia juga bisa melihat deretan bangunan baru yang berada di bibir pantai. Berjajar elok seakan mengucapkan selamat datang bagi siapa saja yang datang ke sana. Riuh rendah bocah-bocah bermain di tanah lapang yang beralaskan pasir pantai juga terdengar samar-samar. Nun jauh di sana, terlihat pula beberapa anak seusia mereka yang sedang mempersiapkan perkemahan. Menyalakan api unggun meski petang belum menjelang. Ah, rasanya ia teringat kegiatan Pramuka dulu. Mungkin suatu kali ia bisa melakukan itu.


Deretan bangunan dan lapangan di bibir pantai
Sambil menatap ganasnya deburan ombak biru yang menerjang pantai, ia lantas berpikir bahwa sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyenangkan hati. Sekarang yang harus ia lakukan adalah mengganti baju, mengubah pikirannya dari pesimisme menjadi optimisme. Mencari teman yang bisa untuk mewujudkan mimpi dalam diri. Seperti, yang dilakukan pantai ini. Mengubah wajah pesimisme keterisolasian akibat buruknya sarana. Memanggil banyak orang untuk datang kepadanya dan menikmati suasana sekitarnya. Mengajarkan orang untuk menjaga kebersihannya seraya berujar, "Lihatlah keindahanku!"
Tidak ada hal yang menyenangkan selain berlibur dan menemukan harta karun di pantai bersama kawan-kawan

Sang anak kecil lantas tersenyum. Ia memandang keelokan batuan di sekitar pantai yang sekilas mirip wanita yang sedang dibengkung. Wanita yang menggunakan stagen ketika selesai melahirkan. Tak lama setelah puas, ia mengajak temannya pulang dan memulai hari esok yang cerah.

42 comments:

  1. Om, kok tambah bulet sih, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Semoga keinginan anak kecil yang disebutkan dalam postingan ini terwujudkan membawa isteri dan anaknya dimana ia menemukan harta karun
    aamiin

    ReplyDelete
  3. Waaaaaw, indah banget pantainya ya gan, bagi seorang blogger seperti saya perlu nih ke sana untuk merefres otak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas perlu banget biar terasa anak kecil lagi :D

      Delete
  4. Pantai dgn perpaduan laut, fasilitas jg lengkap.

    ReplyDelete
  5. Saya suka sungai muara pantainya mas, airnya bersih banget, bikin suasana hati nyaman....

    ReplyDelete
  6. Kaget bener sama lagu yang tiba-tiba bunyi ini, Mas..
    Saya memang lagi dengerin ceramah sembari baca-baca, dan mampir kesini, saya rasa ada yang salah sama ceramah yang didenger, ternyata lagu ini muncul dari blog, Mas Ikrom..he

    Btw, tempatnya bagus ya, Mas. Jadi pengen kesitu dan merasakan tenangnya. Ngerendem asik kali ya, tapi sering ke pantai saya nggak pernah benerang sih..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti kita sama mas Andi
      kaget saya jga

      Delete
    2. hehe kaget ya semua
      ayi ke sini mas
      dijamin asyik

      Delete
  7. Ceritanya mantap. Daya imajinasi dan pendiskripsiannya sungguh luar biasa.
    Pantainya indah. Menuju puncak karang, apakah tidak berbahaya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada jalan undakan, sudah enak fasilitasnya jadi aman

      Delete
  8. Sebuah liburan seru yang mampu membuat hati menemukan suasana baru.

    ReplyDelete
  9. Huuaah.. Pantai.
    Udah lama nggak ke pantai.
    Eksplorasinya bagus Kak, lengkap ma foto-foto jadi pingin ke sana

    ReplyDelete
  10. Anak kecil yang hampir memasuki usia kepala tiga? Terus aku gagal paham...
    Hampir kepala tiga masih anak kecil mas, terus yang baru kepala satu sebutan e apa? Zigot? Hahaha
    Malang komplit bener dah. Mau ke pantai ada - butuh yang dingin-dingin hijau juga ada. Lah, jadi baper pengen dolan Malang *terus gur wacana*

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan anak kecilnya terus tumbuh wkwkw
      ayoook ke malang kapan nih

      Delete
  11. Mengapa dulu tak pernah main ke sini sewaktu di Malang, hiks. Foto-fotonya keren, membuat hati ingin menjadi anak kecil yang usianya kepala tiga, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah artimya harus ke malang lagi mbak hehe

      Delete
  12. Pulau jawa memang surganya tempat wisata dan di bumbui dengan cerita rakyatnya
    ini yang kadang bikin penasaran pengen kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. pulau pulau lain juga tak kalah kok mas

      Delete
  13. Hai anak kecil, ajak aku juga dong. Wlpun harta karunnya bukan perhiasan emas, atau singgasana tp kl harta karunnya ke pantai seindah itu, mau banget

    ReplyDelete
  14. saya kira anak kecil beneran. hehehe
    tapi bener juga ya.
    mantap pokonya. liburan itu penting ya mas. rutinitas kali kali di tinggalkan lah.

    ReplyDelete
  15. Lagu Chibi. Haha. Hal yang menyenangkan hati banyak sekali. Bahkan kalau kita bermimpi~

    Asyik juga nih gaya berceritanya diubah jadi sudut pandang orang ketiga. Menghibur diri dengan main ke pantai untuk menghilangkan jenuh menghadapi rutinitas ampuh emang, sih. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk iya bener banget ngepantai bikin rileksss

      Delete
  16. Pantai Batu Bengkung makin bagus aja ya. Jadi pingin ke sini deh pas liburan ntar. Hehe.

    ReplyDelete
  17. Peaaace ....
    Aseeek,foto pertamanya ngajakin kita peace-an ...

    Pantainya keren banget !.
    Bentukan alami batu karang buat kolam mandi-mandi ... makin bikin apik buat travelling 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah tunggu apa lagi, sila datang ke mari mas

      Delete
  18. Aiiih ..aku kaget bingits nih ada lagu harta karunnya.."padang rumput di sore hari. Sampaikan salam gembira". Senengnya ya mencari teman, kaak lirik lagunya. Ajak keluarga ke sini bawa bekal ayam penyet enak kayaknya hahhaha.

    ReplyDelete
  19. anak kecil itu sekarang sudah dewasa, haha, kirain tadinya harta karunnya emas satu karung mas... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah klo emas di pegadaian mas ,hehe

      Delete
  20. Wah sayang banget nggak berenang di kolam alami yang terbentuk karena karang, di sekitar desa saya juga ada "Pantai Batu Lumbang" yang banyak kolam-kolam kecilnya karena ada batu-batu di bibir pantai yang berlubang dan terisi air laut karena deburan ombak, tapi gak luas, sebesar jacuzzi aja. Jadi kita tidak bisa berenang disana cuma berendam-berendam saja. Kalau mau berenang di lepas pantainya ombak terlalu besar. Oh ya ceritanya saya tulis juga d blog kalau mau lihat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi gak mood mbak hehe
      wah iya aku jadi penasan nih seperti apa
      nanti aku BW mbak :)

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.