Empat Mimpi Absurd Saya yang Mustahil Terwujud

Bermimpilah, kadang itu terlihat absurd.


Ilustrasi. - fromthegrapevine.com

Ya, mimpi yang hampir (dipastikan) tidak akan pernah tercapai. Bagai pungguk merindukan bulan, sebuah peribahasa lama menyebutnya. Bukan karena terlalu sulit namun memang ya itu mustahil terjadi. Semisal, memiliki sayap, pergi ke Mars, memiliki hewan peliharaan yang bisa bicara, dan lain sebagainya.

Biasanya, mimpi seperti ini terjadi saat kita masih kecil dan dalam tahap menuju pendewasaan. Kadang pula, tontonan yang dilihat, semisal film kartun menjadi inspirasi dari adanya mimpi tersebut. Tak jarang pula, saking terngiangnya akan mimpi tersebut, keberadaan mimpi itu bisa masuk ke alam bawah sadar kita dan terbawa saat kita tidur.

Saya sendiri memiliki beberapa mimpi yang cukup absurd. Beberapa diantaranya lucunya menjadi inspirasi saya dalam berkegiatan. Meski, seiring berjalannya waktu ya hal itu tidak mungkin terjadi. Apa saja itu?

Mendapat Gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH)

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) adalah gelar kebangsawanan raja Jawa yang diberikan kepada seorang pria yang dianggap berjasa bagi kerajaan. Namun, yang saya tahu, gelar ini disematkan bagi suami putri keraton.

Saya pertama kali bermimpi mendapat gelar ini dari seorang rekan yang masih keturunan keraton. Ia mendapat gelar R. atau Raden. Saya iseng bertanya gelar apa saja yang ada di keraton. Menurutnya ada banyak sebenarnya, namun yang menjadi istimewa adalah KPH.

Keinginan saya memiliki gelar KPH semakin kuat ketika putri termuda Sultan HB X, GKR Bendoro (Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni) menikah dengan seorang pria biasa yang bernama Achmad Ubaidillah. Sebelum menikah dengan GKR Bendoro, Achmad Ubaidillah menerima gelar KPH Yudhonegoro. Penganugerahan ini dilakukan tiga bulan sebelum mereka menikah. Dengan upacara adat keraton yang sakral, KPH Yudhonegoro pun mendapat sematan baru.


KPH Yudhonegoro dan GKR Bendoro. - Detik News
Meski dari kalangan biasa, bukan berarti KPH Yudhonegoro sosok yang biasa-biasa saja. Beliau pernah menjabat beberapa jabatan penting dalam pemerintahan RI, diantaranya sebagai Kepala Substansi Komunikasi Politik Bidang Media Cetak Sekertariat Wakil Presiden. KPH Yudhonegoro pun lulusan S3 perguruan tinggi di Jepang. Jadi, untuk menerima gelar KPH, itu tidak semudah yang digambarkan sinetron. Menantu sultan lain juga otomatis menerima gelar KPH sebelum upacara pernikahan dengan sang putri. Salah satunya adalah KPH Notonegoro yang menikah dengan GKR Hayu.


KPH Notonegoro dan favorit saya, GKR Hayu. - Tribunnews.
Menjadi Salah Satu Persnonil Hi-5

Mungkin ini mimpi paling absurd yang saya inginkan. Entah, setiap saya melihat Hi-5, saya selalu semangat 45 untuk ikut mempraktikkan gerakan tarian yang dibawakan oleh lima personelnya. Gerakan mereka begitu enerjik, lincah, dan diselingi dengan mimik muka yang unik.

Maka, saya pun berkeinginan menjadi salah satu personil dari Hi-5 ini. Sebagai informasi, Hi-5 adalah salah satu program TV anak Australia yang ditayangkan sejak 1999. Acara ini menggabungkan pendidikan dengan daya tarik musik pop. Anak-anak yang disasar adalah mereka yang masih berusia 2-8 tahun.

Selain menari dan menyanyi, personel Hi-5 juga harus bisa akting serta menguasai materi yang akan disampaikan kepada anak-anak. Termasuk pula, mengenakan pakaian unik dan aneh agar materi yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah oleh anak-anak seusia itu. Dan itu tentunya tidak mudah lho.


Personel Hi-5 generasi pertama. (https://www.kcet.org)
Oh ya, saya baru tahu kalau Hi-5 ini ada versi Indonesianya. Entah sekarang masih ada atau tidak. Yang jelas, program ini sebenarnya bagus karena mengajarkan berbagai hal baru mengenai pengetahuan dan tentunya mengajak anak aktif untuk bergerak.

Menaiki Helicak

Abang Helicak

Tolong antar saya

Ke sekolah saya

Di Jalan Garuda


Petikan lagu Helicak yang dinyanyikan Ira Maya Sopha masih terngiang jelas ketika dinyanyikan oleh ibu saya. Kala itu, usia saya masih 5 tahun dan baru belajar membaca. Ibu mengajari saya membaca dari sebuah buku bahasa Indonesia Kurikulum 1984.



Helicak. - Liputan 6
Di dalam buku tersebut, ada sebuah moda transportasi yang bagi saya unik dan lucu. Helicak, gabungan dari Helikopter dan becak. Kata ibu saya, transportasi ini hanya ada di Jakarta. Kalau mau naik helicak ya harus ke Jakarta. Akhirnya, saya selalu bermimpi untuk bisa ke Jakarta agar bisa naik helicak.

Namun, mimpi saya ini menjadi absurd karena helicak sudah tidak ada lagi di Jakarta. Entah apa alasannya, yang jelas kendaraan ini hanya menjadi kenangan di ibu kota saat saya benar-benar bisa mengunjunginya.

Ikut Audisi KDI

Hahaha, ini mimpi paling absurd saya saat SMA. Sampai gak logisnya mimpi ini, teman-teman saya di SMA memanggil saya dengan Ikrom KDI. Saya tidak tahu pasti alasannya kenapa saya ingin sekali mengikuti audisi KDI. Bukan ajang pencarian bakat yang lain.

Yang jelas, saya cukup tertarik dengan music dagdut, terutama koplo saat SMA dulu. Selain itu, saat-saat tersebut, KDI adalah yang terbaik masalah kontes dangdut sebelum kini direngkuh oleh Indosiar lewat D Academy-nya.

Saking absurdnya mimpi saya, di laman profil Friendster saya (dulu belum ada FB), penuh dengan foto bintang-bintang KDI. Di laman FS juga saya beri playlist Winamp yang isinya lagu-lagu dari kontestan KDI. Bahkan, saking absurdnya mimpi ini, saat jam pelajaran kosong saya pun bernyanyi theme songnya KDI yang dengan segera dilempar penghapus oleh rekan sebangku saya.

Lalu, mengapa saya tidak audisi saja? Yah suara saya cempreng, mana bisa lolos? Saya sadar diri lah. Meski begitu, KDI masih menjadi salah satu titik perjalanan kehidupan saya di kala remaja. Dan, KDI 4 adalah KDI terbaik versi saya dibandingkan KDI lainnya.



Meski absurd dan tak mungkin untuk diwujudkan, belum tentu lho mimpi-mimpi absurd yang kita miliki mustahil terwujud. Ada banyak kan contohnya? Dan penting lagi, tetap berusaha maksimal apa yang kita kerjakan karena:

Kita percaya dan yakini segalanya kian pasti

Masa yang akan datang bersinar secerah sinar mentari

2 comments:

  1. Mimpi absurd yang pernah saya punya kayaknya naik pegasus. Pengin kan terbang naik kuda biar enggak macet-macetan. Ehehe.

    Kalau ikutan acara KDI semacam itu, saya dari dulu enggak minat. Sadar dirilah sama bakat yang tidak dimiliki. Suara sumbang, main alat musik juga kagak bisa selain seruling--ini juga cuma nada-nada dasar. Tapi saya pas kecil sempat pengin ikutan kuis Who Wants To Be Millionaire, Family 100, Super Deal 2 Miliar, atau sejenisnya. Kayaknya asyik gitu jawab pertanyaan atau milih sesuatu terus dapat uang dengan instan. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku malah pingin terbang sama sosok bersayap hahaha
      tapi klo KDI ini buat lucu lucuan aja sih ya gak niat ikutan juga cuma klo bisa ikut audisi buat kenang2an aja hehe


      iya aku juga pengen ikut kuis
      tapi aku mau kuis siapa berani apalagi yg cerdas cermat itu wkwkwk'seru banget buat tes pengetahuan umum

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.