Enggak Seru Kalau Enggak Ada Pesaing

Sebagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan, melakukan adaptasi menjadi sebuah kerharusan yang tak terelakkan.

Joseph Schooling, perenang asal Singapura yang telah melampui Michael Phelps sebagai idola dan pesaingnya pada Olimpiade 2016. - telegraph
Adaptasi merupakan bentuk menysuaikan diri dengan lingkungan agar kita tetap bisa hidup dengan baik. Untuk melakukan adaptasi, ada kalanya diperlukan kompetisi. Bersaing untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan.

Berbeda dengan hewan yang melakukan kompetisi secara barbar, sebagai manusia yang diberi akal pikiran, tentu ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum melakukan kompetisi. Tak hanya mengejar materi duniawi, tetapi sesungguhnya kompetisi yang dilakukan harus lebih dari itu.

Belajar menghargai diri sendiri

Dalam kompetisi, tentu ada yang menang dan kalah. Ada yang bahagia dan kecewa. Itu sangatlah wajar mengingat tidak selamanya ada kebahagiaan yang didapat dari sebuah kompetisi. Namun, yang menjadi masalah adalah jika kegagalan akibat kompetisi ini malah memendam kekecewaan yang dalam. Artinya, kita masih belum bisa menghargai diri sendiri. Kita belum bisa melawan pesaing terberat sesungguhnya yakni diri sendiri.

Mungkin hal ini terlihat aneh, masak bersaing dengan diri sendiri?

Sebelum memulai sebuah kompetisi, sebenarnya kita bersaing dengan diri sendiri. Bersaing untuk mengenyahkan rasa malu, rasa takut, dan rasa tidak enak lain. Ketika rasa itu datang menyerang, maka pesaing hebat sudah tampak. Sesungguhnya permainan sudah dimulai. Ketika kita berhasil untuk mengenyahkan pesaing diri sendiri ini, kita sudah bisa bersaing dengan orang lain.

Belajar dari kegagalan orang lain


Tidak ada kesuksesan yang instan. Sebelum mencapai kesuksesan, tentu ada kegagalan yang mengiringi. Ada rasa sakit yang timbul akibat kegalalan itu. Namun, bukan berarti hal ini menjadi sia-sia. Saya selalu senang dengan orang yang bercerita mengenai kesuksesan yang diraihnya selepas ia gagal atau memberikan pelajaran dari kegagalan orang lain. Belajar dari kegagalan para pesaing.

Diantara poin belajar kegagalan ini, poin untuk tidak mengulangi kesalahan adalah salah satu kunci. Dan tentunya, bagaimana para pesaing itu bisa bangkit dari kegagalannya juga menjadi hal yang tak boleh diremehkan.

Belajar dari kesuksesan orang lain

Tentu hal ini banyak yang sepakat. Aneka seminar dan pelatihan untuk berbagi tips menuju kesuksesan pun digelar. Nyatanya, saya lebih senang belajar dari kesuksesan orang lain. Misalkan nih, kok ada ya blogger yang sering banget menang blog?

Saya banyak belajar dari tulisannya, fotonya, dan bahkan beberapa hal teknis lain. Alhamdulillah, ada beberapa lomba blog yang bisa saya menangkan diantara banyak yang gagal juga. Namun, itu cukup menyenangkan terlebih ada lomba blog yang menjadikan saya dan blogger yang saya gunakan bahan pembelajaran sama-sama menjadi pemenang.

Bersaing secara sehat


Ini poin yang sangat penting. Sebagai manusia yang memiliki hati nurani dan membedakan dengan makhluk hidup lainnya, bersaing dengan sehat sangat perlu. Kalau dapat apa yang kita inginkan ya syukur kalau tidak ya masih belum rezeki.

Saya sangat tidak respect dengan orang yang bersaing secara tidak sehat. Menusuk dari belakang atau menggunakan cara-cara yang tidak baik. Walau dibungkus dengan aneka pesona yang membuat silau mata, nyatanya harga diri mereka sangatlah rendah. Saya lebih memberi apresiasi mereka yang sering gagal tetapi upaya keras yang mereka lakukan dalam jalan yang benar.

Jadikan pesaing sebagai teman terbaik

Poin ini mengandung sedikit kontroversi. Mau bersaing tapi kok temenan?

Maksudnya, di dalam pikiran kita, jangan sampai ada keinginan untuk bersaing terus. Karena sesungguhnya pesaing adalah teman terbaik yang bisa memberi kita banyak pelajaran. Mungkin kita sudah mafhum ada beberapa perkumpulan diriver ojek online di beberapa kota. Padahal, mereka sebenarnya bersaing satu sama lain untuk mendapatkan orderan.

Namun dengan adanya komunitas yang mereka dirikan, persaingan sangat sehat pun akhirnya terbentuk. Mereka saling berbagi apa yang mereka hadapi dan kadang pula berbagi mengenai kesulitan yang mereka hadapi. Saya sendiri mengikuti sebuah komunitas blogger yang sebenarnya berisi para pesaing di dunia ini.

Bukannya saya merasa tersaingi, malah saya banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ada kelas khusus pada hari tertentu yang dilakukan untuk belajar bersama. Ada pula beberapa diskusi mengenai kegagalan dan kesulitan di dunia blogging yang mungkin baru saya ketahui. Semuanya berjalan dengan asyik dan tanpa ada rasa iri dan persaingan tidak sehat. Lebih asyik daripada saya belajar sendiri.

Nah, itulah beberapa pentingnya pesaing buat kita. Semuanya memang kembali kepada diri masing-masing. Mau memandang pesaing sebagai musuh, rekan belajar, atau malah guru terbaik.

Sebagai penutup, saya kutip sebuah lagu dari JKT48 berjudul Shonichi. Petikan yang berbunyi

Selalu sainganku terlihat seolah bersinar
Impian ada di tengah peluh
Bagai bunga yang mekar secara perlahan
Usaha keras itu tak akan mengkhianati
Sekian. 

No comments:

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.