Beberapa Perbedaan Pakuwon Mall dan PTC Surabaya

Beda Pakuwon Mall dan PTC
Pakuwon Mall

Kalian yang di Surabaya terutama yang tinggal di kawasan Surabaya Barat pasti tidak asing dengan Pakuwon Mall dan PTC.

Dua pusat perbelanjaan ini menjadi salah satu pusat ekonomi di Surabaya Barat. Mulai daerah Wiyung, Karang Pilang, Lontar, Lakarsantri, dan sekitarnya. Warga Surabaya Barat menjadikan Pakuwon Mall dan PTC sebagai salah satu tempat berbelanja, healing, atau mencari kebutuhan lainnya.

Kompleks Pakuwon Mall dan PTC sendiri berada di Jalan Mayjend Yono Soewojo, Babatan, Wiyung, Surabaya. Letaknya berada di tengah-tengah CBD Surabaya Barat yang memanjang di sekitar Jalan Yono Soewojo. Strategisnya daerah ini membuat kompleks Pakuwon Mall dan PTC menjadi jujugan bagi para pebisnis yang akan mengembangkan ekspansi bisnisnya di sini.

Kompleks Mall Terbesar di Indonesia

Menurut beberapa sumber, kompleks Pakuwon Mall dan PTC merupakan kompleks Mall terbesar di tanah air. Luas keseluruhan kompleks pusat perbelanjaan tersebut adalah sekitar 200.000 meter prsegi atau 20 ha. Jika digabung dengan beberapa bangunan lain yang menyatu dengan pusat perbelanjaan tersebut, maka luasnya bisa mencapai 30 ha atau 300.000 meter persegi.

Beda Pakuwon Mall dan PTC
Jangan kaget kalau capai jalan di mall ini

Saking luasnya Pakuwon Mall dan PTC, maka jangan heran jika kita mengelilinginya, rasanya butuh tenaga esktra. Saya sendiri biasanya membawa minuman isotonil ketika niat berkeliling di akhir pekan agar tetap prima ketika keluar dari Mall supr besar tersebut. Lumayan juga berkeliling Mall ini sekaligus olahraga. Asal tidak diisi lagi dengan makanan junk food yang menggugah selera.

Baca juga: Menikmati Sepinya Lenmarc Mall Surabaya

Secara total, Pakuwon Mall terdiri dari 10 lantai. Saya sudah pernah menghitung jumlah lantai ini ketika naik lift di Pakuwon Mall. Dari 10 lantai tersebut, sebanyak 3 lantai merupakan lantai basement. Basement adalah lantai bangunan yang sebagian atau seluruhnya berada di bawah permukaan tanah, baik itu satu atau lebih lantai. Lantai basement di Pakuwon Mall biasanya digunakan untuk pameran event atau produk tertentu. Biasanya sih pameran mobil atau properti. Namun, saya selalu menunggu pameran pakaian branded yang dijual dengan harga cukup miring.

Sedangkan, sebanyak 6 lantai merupakan lantai utama. Ada beberapa tenant yang mengisi lantai 1-6 ini. Mulai dari FnB (makanan dan minuman), pakaian, toko parfum, peralatan rumah tangga, hingga salon kecantikan. Jujur, saya jarang sekali membeli makanan atau produk lain di sini karena memang harganya cukup mahal. Terkecuali kalau memang sedang ada yang mentraktir. Satu lantai lagi merupakan gedung eksebisi yang digunakan jika ada acara besar.

Beda Pakuwon Mall dan PTC
Tenant makanan

Sementara itu, PTC sendiri memiliki 3 lantai. Lantai pertama digunakan oleh tenant pakaian dan peralatan rumah tangga. Di lantai pertama ini juga sering ada bazar barang murah. Lantai 2 dan 3 juga digunakan sebagai aneka tenant kebutuhan. Untuk tenant makanan, letaknya berada di lantai 3.

Sebelum namanya menjadi Pakuwon Mall, kompleks Mall ini bernama Supermall Pakuwon Indah (SPI). Dulu, ketika masih sekolah, saya sering membaca banyak sekali event besar yang diselenggarakan di SPI ini pada koran Jawa Pos. Artinya, sejak awal dibuka pada 2003, Pakuwon Mall sudah menjadi tempat penting penyelenggarakan berbagai event besar. 

Pintu Penghubung Pakuwon Mall dan PTC

Setahun kemudian, tepatnya 2004, Pakuwon Grup membangun Pakuwon Trade Center (PTC). Letak PTC berada di sebelah selatan dari SPI. Nah, antara Pakuwon Mall dan PTC ini dihubungkan oleh pintu khusus yang berada di lantai 1 Pakuwon Mall.

Jadi, ketika masuk dari pintu utama Pakuwon Mall, kita bisa berjalan ke arah selatan. Pihak pengelola Mall sudah memberi tanda jalan jika pengunjung ingin ke PTC. Kalau dari arah pintu masuk utama memang cukup jauh. Makanya, lebih baik lewat pintu dekat J.Co atau Starbuck. Namun, kalau mau thawaf berkeliling dulu sih tidak masalah.


Pintu ini akan selalu terbuka lebar bagi pengunjung Pakuwon Mall yang akan berpindah ke PTC atau sebaliknya. Kalau masih bingung, kita bisa bertanya kepada petugas keamanan atau petugas kebersihan agar tidat tersesat. Meski begitu, menurut saya mencari spot seperti pintu penghubung di Pakuwon Mall ini tidak sesulit di Tunjungan Plaza. Alasannya, kompleks bangunan Pakuwon Mall lebih menyatu dibandingkan Tunjungan Plaza yang terpisah-pisah. Salah ambil jalan sedikit saja di Tunjungan Plaza, kita bisa tersesat jauh.

Baca juga: Beberapa Tips Agar Tak Tersesat di Tunjungan Plaza

Sebagai penanda pintu ini, kita bisa menuju Hyperpart Pakuwon Mall. Nah, tak jauh dari hypermart ini sudah terlihat jelas pintu penghubung antara Pakuwon Mall dengan PTC. Kita bisa langsung masuk pintu tersebut tanpa harus check-in pada aplikasi peduli lindungi. Tidak penjagaan dari petugas keamanan di dekat pintu tersebut.

Perbedaan Pakuwon Mall dan PTC

Saat masuk pintu tersebut dari arah Pakuwon Mall, kita akan langsung merasakan perbedaannya. Jika banyak tenant pada Pakuwon Mall diisi oleh brand-brand besar yang menyasar segmen kalangan menengah ke atas, lain halnya pada PTC.

Di sini, kebanyakan tenant diisi oleh mereka yang menjual barang kepada segmen menengah dan menengah ke bawah. Beberapa barang masih masuk akal saya beli. Maksudnya, sesuai dengan kantong saya. Memang, PTC ini menurut pengelolanya akan lebih banyak dikhususkan kepada sektor UMKM. Jadi, pintu penghubung tadi menjadi sebuah kontradiksi bagaimana kantong akan mempengaruhi orientasi belanja. Kalau kantong sedang tebal, maka masuk Pakuwon Mall adalah pilihan. Jika kantong sedang kering, PTC adalah solusi.

Beda Pakuwon Mall dan PTC
Jangan sampai tersesat

Jujur, saya lebih sering makan di PTC dibandingkan di Pakuwon Mall. Paling-paling, kalau sedang ada promo restoran cepat saji, seperti Wendys, CFC, dan kawan-kawannya, saya akan makan di Pakuwon Mall. Kalau tidak ada, ya saya melipir ke PTC saja. 

Baca juga: Petang Mencekam di Delta Plaza Surabaya

Untungnya, kompleks pusat perbelanjaan ini dilalui oleh kendaraan umum. Ada Halte PTC di dekat pintu masuk utama Pakuwon Mall yang dilalui oleh Suroboyo Bus dan Trans Semanggi. Di Halte PTC ini, terdapat Suroboyo Bus Rute R7/R8 yang berjalan dari arah Terminal Joyoboyo, Wiyung, dan Gunung Sari. Sementara itu, Trans Semanggi Suroboyo yang lewat di halte ini adalah rute menuju ITS, Tunjungan Plaza, dan Alun-Alun Surabaya.

Beda Pakuwon Mall dan PTC
Taman di dekat Halte Bus

Jika ingin ke arah Unesa atau Lidah Wetan, maka kita bisa naik Trans Semanggi pada sisi seberangnya. Tepatnya, berada di depan dari Spazio. Jadi, apakah kalian mau jalan-jalan di mall terbesar se-Indonesia ini?

3 Comments

  1. Ini favoritku, thawaf di mall 🤣🤣. Suka sih liat Pakuwon mall ini. Mall yg nyaman buat dieksplor sepanjang hari soalnya ,apalagi bbrp gerainya langganan ku kalo belanja baju dan sepatu 😄.

    Tapi salut loh mas, bisa connect Ama tempat belanja yg lebih murah. Kayaknya aku ga pernah liat yg begitu di JKT. Kalo di sini kan, ada mall yg saling connect, tapi levelnya sama. Kayak mall MKG 1-5, atau PIM 1-3. Grand Indonesia dan plaza Indonesia juga Deket bangettt jarak nya. Tapi semua itu levelnya utk high class semua. Makanya baru tau yg seperti Pakuwon mall dan PTC ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya amplopppp, jadi ingat pertama kali ke Jakarta, pas liatnya GI, pokoknya kan mall, ya udah mampir deh, daaaaannn pas masuk tertegun.

      Apa-apaan ini, mau makan aja, bingung cari makanan yang familier buat rekening kaum jelatah wakakakaka.

      Setelah keluar baru ngeh, ternyata itu mallnya orang sugih, wkwkwkwkw

      Delete
  2. Huwaaaa, kangen juga ke Pakuwon ya, udah setahun atau 2 tahun ya, nggak pernah ke sana.

    Dulu kalau ke sini, makannya kalau bukan di Raa Cha atau solaria di bagian paling bawah, kadang juga ramen sih, itu aja, lainnya bikin nangis soalnya.

    bahkan menurut saya, di PTC juga nggak ada deh makanan yang bersahabat, mihil-mihil.
    Saya lebih suka ke TP ketimbang ke sini, mana sekarang kan boleh bawa hewan peliharaan di mall, wkwkwkw.
    Kalau di TP, belom pernah sih liat orang bawa peliharaan di mall.

    Oh ya, kalau ke Pakuwon juga, kalau ga ke Gramedia, ya ke swalayan wakakaka.
    Emang mall buat hang out aja sih ini

    ReplyDelete
Next Post Previous Post