Ada Banyak Hal Menyenangkan dari Kegiatan “Blogwalking”


Dalam dunia narablog, ada suatu hal yang disebut sebagai blogwalking (BW).


Kegiatan ini bisa diartikan sebagai kegiatan jalan-jalan ke blog orang lain atau mungkin teman bloger terdekat dengan memberikan komentar atau pun umpan balik kepada tulisan blog yang kita kunjungi.


Dahulu, kegiatan BW ini menjadi roh dari kegiatan narablog yang mulai berlangsung meriah pada akhir tahun 2000an hingga awal 2010an. Saya masih ingat ketika saya begitu senangnya mendapatkan kunjungan dari bloger lain di blog Multiply saya.

Kala itu, setiap unggahan yang berhasil saya selesaikan, selalu ada saja 1 hingga 2 komentar yang masuk. Padahal, apa yang saya tulis ya seputar kuliah dan mengenai boy band favorit saya – Big Bang. Nyatanya, saya sangat senang akan hal itu. BW pun seakan menjadi pemicu saya untuk tetap menulis blog walau saya memiliki waktu yang tidak terlalu banyak.

Senjakala Multiply di pertengahan 2013 membuat kegiatan BW saya terhenti sementara. Saya kehilangan teman-teman di Multiply dan bingung untuk mencari pelampiasan baru. Alhasil, Kompasiana pun menjadi pelabuhan saya selanjutnya. Di sini, kegiatan BW pun berlangsung amat meriah. Saya tak hanya mendapatkan teman, tetapi juga saudara baru dari kegiatan BW yang saya lakukan. Padahal, saat itu saya belum mengikuti satu pun komunitas blog pun. Kami hanya bertemu di lapak-lapak Kompasianer dan saling beradu komentar, baik remeh temeh maupun berat. Dari sini kami mulai menjalin pertemanan hingga tak terasa saling mengenal satu sama lain. Kami bahkan tahu apa kesukaan kami, semisal film, makanan, atau pun hal lain.

Sayangnya, lagi-lagi kegiatan BW harus mengalami kevakuman sekitar tahun 2015. Saat itu, akun Kompasiana saya tidak bisa saya masuki dengan mudah. Saya pun membuat blog baru dan mulai mengisi blog ini. Lagi dan lagi, saya harus mencari rekan BW lagi untuk mencari keasyikan ngeblog seperti sediakala. Dan puji syukur saya mendapatkannya. Ada beberapa nama yang konsisten melakukan BW di blog saya dan saya balas dengan BW di blog mereka. Ada Mas Wisnu Tri, Mbak Prisca, yang sekarang malah BW lewat twitter dan IG, Mbak Gustyanita dengan cerita khasnya, Mas Djangkaru Bumi, dan tentunya Om Riza dengan cerita konyolnya. Beberapa nama lain pun turut menghiasi blog ini sehingga lebih hidup.

Blogwalking menjalin pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan.


Ada banyak faktor yang membuat hubungan dua bloger menjadi lebih akrab dari kegiatan BW ini. Selain ia akan lebih akrab dengan tulisannya, rasanya jika saat membaca komen bloger lain dan belum melakukan BW kembali, rasanya ada yang kurang. Ini seperti kita yang diberi makanan oleh tetangga tetapi saat kita memasak banyak belum memberi kepada mereka juga. Saya bahkan sudah auto mengetik nama blog yang harus saya BW saat membuka artikel saya sendiri.

Dengan menjalin pertemanan dari BW, blog kita akan menjadi lebih hidup.


Berbeda halnya dengan blog yang tak banyak komentar di dalamnya. Meski secara SEO ia banyak pembaca, nyatanya ia seperti rumah besar tanpa penghuni. Bisa dibayangkan kan?

Saya sangat senang jika ada banyak bloger yang BW ke blog saya dan bisa saya balas kemudian. Jika dianalogikan lagi, ini seperti suasana Idulfitri. Saat banyak kegiatan silaturahmi yang begitu ramai dan membuat suasana semakin meriah.

Karena banyak tamu yang hadir, maka mau tak mau saya juga harus mempersiapkan blog saya sebaik-baiknya.


Saya tak mau blog saya terlihat apa adanya. Lebih memperdalam lagi kepenulisan, mendesain blog dengan apik, dan tentunya memudahkan pengunjung yang datang. Saat rejuvenasi blog yang saya lakukan, saya bahkan meminta saran dari mereka kira-kira apa yang perlu diperbaiki dari blog ini. Dari sini, ada banyak masukan terutama mengenai kemudahan mereka dalam mengakses blog ini. Saya mendapat banyak masukan pula dari bloger yang ahli SEO kira-kira topik apa saja yang menaikkan traffic kunjungan tanpa harus meninggalkan ruh tulisan saya.

Kalau mereka sudah masuk rumah saya dengan baik, maka saya juga membalas datang ke rumah mereka dengan cara yang baik pula.


Saya akan membaca artikel yang mereka tulis dan memberi komentar yang relevan, diselingi dengan canda yang renyah, dan tentunya kalau bisa komen yang saya berikan bisa panjang kali lebar kali tinggi. Entah, rasanya puas saja. Membuat semangat untuk BW kembali bergairah.

Gairah BW akan semakin besar jika ada kenaikan pengunjung yang signifikan.


Ini juga menjadi menjadi manfaat dalam BW. Siapa sih yang tidak senang pengunjung blog bertambah banyak dari BW. Yah walau secara statistik tidak terlalu signifikan,  yang penting saya bahagia.

Dengan BW, kita juga mendapat ilmu baru dari blog lain yang mengulas seputar masalah di luar kompetensi kita.


Saya mendapat ilmu baru gratis dari para bloger di banyak bidang, seperti keuangan, parenting, otomotif, dan lain sebagainya. Makanya, kalau boleh jujur, saya lebih sering BW ke bloger yang memiliki niche tertentu karena biasanya mereka lebih fokus dalam mengulas suatu hal. Meski demikian, saya juga tidak menutup diri dengan BW ke bloger lain yang memiliki aneka topik dalam blognya.

Terakhir, saya menjadi konsisten untuk mengisi blog saya.


Kalau sedang tidak ada acara ODOP, dalam satu minggu, saya jadwalkan dua kali ada tulisan baru di blog saya. Saya juga menjadi tertantang untuk menulis topik baru yang di-request oleh pengunjung blog ini. Terutama, topik seputar penelitian bena-benda bersejarah. Saya jadi tertantang mblasak ke candi-candi yang jarang ditemukan orang atau pun ke kampung yang memiliki peninggalan bersejarah.


Nah itulah beberapa manfaat blogwalking yang bisa saya dapat. Yang jelas, saya sekarang ingin menikmati kegiatan ini tanpa banyak aturan ketat. Karena prinsip saya sekarang ketika kita menghargai tamu kita, maka kita akan juga dihargai oleh mereka. Ketika kita maksimal dalam BW, kita juga akan mendapatkan BW maksimal dari mereka.

Sekian. Salam.

6 comments:

  1. Tanpa disadari sebegitu dalamnya manfaat yang kita dapat dari blog walking yah bang, dari mulai menjalin pertemanan, saling berkunjung, sampai dengan konsistensi diri. Terimakasih bang ikrom yang artikel nya selalu menginspirasi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas senang sekali bisa berteman dengan Mas Adhe lewat ODOP ini
      semoga makin semangat ya mas update blognya...

      terima kasih kembali salam hangat..

      Delete
  2. Sepakat banget dengan semua point-point yang mas mention di sini, terutama soal menyediakan atau menyajikan tulisan yang ga asal. Berharap benar-benar memberikan manfaat.

    Terima kasih sudah menjadi "neighbloghood"ku ya, Mas...

    Menunggu cerita pernikahan amas Ikrom, ni. Jangan-jangan ngundang Jkt 48 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih buat mbak hanila yang konsisten BW di blog aku
      cerita blognya juga asyik asyik.,..

      salam hangat..

      Delete
  3. Aihh nama eikeh disebut, jadi maluk....

    ReplyDelete
  4. Kalau itu beneran namaku, aku malu. Hahaha.

    Dulu memang tak akui pas jaman-jaman aktif ngeblog di 2016-2017 aku seneng banget BW. Tapi makin ke sini, niat BW ku mulai menurun. Jangankan BW, buat blogpost aja pol-polan cuma sebulan sekali. Dan akhir-akhir ini kadang aku merasa SANGAT BERTERIMA KASIH SEKALI sama temen-temen bloger yang masih bersedia mampir ke blogku buat berkomentar di sana. Padahal aku-nya jarang (bahkan nggak pernah BW) ke blog mereka, eee tau-tau ada komentar masuk ke tulisan terbaruku. Terima kasih *sungkem satu-satu*

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.