Dari Membersihkan Kamar Hingga Menulis Cerita, Ini Kegiatan Saya Selama Karantina

kegiatan asyik karantina korona

Mendengar kata karantina, tentu pikiran saya sudah langsung tertuju pada Pemilihan Puteri Indonesia.

Namun, ini berbeda. Karantina sekarang adalah karantina pada masa genting penyebaran virus corona. Sebagian besar orang berada di rumah saja dan tidak ke mana-mana termasuk saya. Sejak ada isu lockdown Kota Malang yang ternyata mispersepsi, saya langsung pulang. Meliburkan kegiatan les dan berdiam diri di rumah. Takut kalau kebijakan lockdown benar-benar terjadi saya masih terjebak di Kota Jogja.


Walau harus berdiam diri di rumah, tetapi saya (mencoba) untuk bahagia. Bukan hal umum, bahagia adalah modal utama untuk menjaga kesehatan kita. Maka, saya mencari cara bagaimana agar saya tetap bahagia selama masa karantina. Berikut diantaranya.

Pertama, saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa.


Membersihkan kamar, menata buku, menyampul buku, hingga mencuci baju. Saat karantina seperti ini, saya memiliki banyak waktu luang untuk melakukan apa saja yang tidak bisa saya lakukan pada hari biasa.

Salah satu kegiatan yang bisa saya lakukan adalah memasak. Kalau di Jogja, saya hanya bisa memasak air dan bubur instan. Maklum, dapur di sana tidak terlalu besar dan saya berbagi dengan sepupu saya. Kalau di Malang, saya bisa menggunakan dapur yang cukup luas. Ibu saya juga menyetok berbagai bahan dapur seperti tempe, tahu, ayam, dan bumbu dapur lengkap yang bebas saya gunakan. Jadi, kalau sedang bosan saya ya tinggal masak saja.


Memasak tempe bacem dan sambal adalah kegiatan favorit saya karena saya tidak bisa memasak yang lain.


Memasak juga cukup menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Makanya, masa karantina saya yang pada awalnya membosankan menjadi mulai menyenangkan. Terlebih, saya tak perlu keluar ke mana-mana karena sebelah rumah saya berjualan sayur dengan cukup lengkap. 

Untuk mengisi waktu luang, saya juga menyanyi dan menari lagu-lagu dari JKT48.


Ada puluhan lagu yang bisa saya nyanyikan dan saya tarikan. Sekalian olaharaga. Kalau sedang suntuk lagi, berkaraoke dengan keluarga juga bisa saya lakukan. Sekarang banyak akun YT yang memutarkan lagu karaoke. Mulai lagu nostalgia hingga lagu sekarang pun ada. Asal tidak keras-keras, berkaraoke murah meriah tak menjadi masalah. Kalau sedang ingin sendiri, maka aplikasi smule pun bisa jadi pilihan. Kita bisa berkaraoke dengan orang lain di dunia maya. 


Kegiatan menulis menjadi kegiatan yang tak boleh ditinggalkan.


Saya masih mengerjakan tugas menulis dari sebuah portal web yang kontraknya baru selesai akhir April nanti. Saya masih berkomunikasi erat dengan editor untuk finishing tulisan saya yang terbagi dalam 45 bab. Cukup banyak memang sehingga momen karantina ini menjadi momen yang menyedihkan sekaligus menyenangkan. Tergantung kita juga menyikapinya seperti apa. Saya yang juga kecewa harus membatalkan janji dengan rekan-rekan pun akhirnya bisa mengambil hikmahnya. Bisa mengerjakan tugas saya dengan lebih fokus.

Kini, memanfaatkan momen karantina selama 2 minggu ke depan, saya juga ingin mengumpulkan beberapa cerita yang tercecer. Syukur-syukur kalau tulisan-tulisan tersebut bisa saya jadikan dalam satu buah buku. Makanya, semoga kesehatan mental saya bisa terjaga selama masa karantina ini agar saya lebih berkonsentrasi mengerjakan proyek tersebut dibandingkan membaca berita mengenai corona.

Oh ya, berhubung masa karantina ini belum benar-benar lockdown seperti di Italia, maka saya masih bisa bersua dengan tetangga sekitar.


Yah meski tetap saya batasi juga karena memang bukan saatnya untuk berkumpul bersama. Namun, paling tidak, banyak dari mereka yang juga mengarantina diri setelah ada yang pernah berada dalam satu ruangan dengan ODP (orang dalam pengawasan) corona. Saya mengikuti kondisi fisik mereka dan bisa secara langsung belajar bagaimana jika ada orang terdekat kita yang mengalami gejala mirip positif corona.

Tentu, saya juga masih melakukan les virtual dengan anak didik saya yang libur sekolah.


Saya berjaga selama 5 hingga 6 jam di depan layar ponsel untuk membalas pertanyaan yang mereka ajukan. Akhirnya, saya malah tidak merasa gabut meski melakukan karantina.

Saya tetap beraktivitas di luar untuk jalan pagi dan saat membeli keperluan mendesak. Sisanya, ya saya habiskan di rumah.

Bagaimana dengan Anda? Memang masa saat ini sedang susah tapi bagaimana lagi. Mencoba menikmatinya dan berdoa agar semoga lekas usai adalah jalan utama.

Sekiaan.

4 Comments

  1. Ah...JKT48.
    Aku masa ini tetap kerja, Mas.
    Cuma kerjanya lebih banyak membangun relationship, meningkatkan engagement dengan client-clientku di luar negeri sana yang juga mengalami hal yang sama dengan kita.
    Untuk client di Bali aku hanya beberapa saja yangs udah kenal dekat duluan karena aku yakin mereka sibuk pula dengan keluarga mereka.

    Selain ituu aku juga lebih santai sekarang, main game kadang sama anakku, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak kerjaan enggak bisa ditinggal ya
      tetap semangat ya mbak semoga clientnya tetap eksis meski corona mewaba

      kadang juga aku maen gem

      Delete
  2. Wah harus bisa tepuk tangan nih buat Mas Ikrom, kegiatan dirumahaja pun banyak yah mas, dan beryukur semua berjalan dengan baik. Penasaran nih sama tarian JKT 48 ajarin dong mas hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw kayak nonton konser aja mas sa ae

      wakakak buat iseng aja biar enggak stres mas sama olahraga karena kubisanya itu buat olahraga

      Delete
Next Post Previous Post