5 Kostum dan Atraksi Karnaval Kampung yang Bikin Kangen

karnaval 17an
Kostum transgender jadi hiburan tersendiri.

Tahun ini menjadi tahun kelabu bagi saya karena tidak bisa melihat karnaval kampung yang biasanya jadi tontonan.

Tiap tahun, saya rela pulang ke Malang lantaran kampung saya selalu terdepan mengadakan karnaval HUT RI. Baik yang diselenggarakan oleh RW maupun Kelurahan. Karnaval menjadi sebuah ajang bertemunya seluruh warga. Hampir tak ada warga yang tidak ikut atau menyaksikan karnaval.

Ini tak lepas dari kewajiban RT mengirimkan minimal 40 orang untuk tampil karnaval. Boleh anak-anak, pemuda, bapak-bapak, emak-emak atau mbah-mbah. Yang penting kuota 50 orang bisa dipenuhi. Kalau tidak, maka denda yang mencapai 300 ribu rupiah bisa dikenakan bagi RT tersebut.

Baca juga: Lika-Liku Tampil di Depan Umum

Makanya, semua warga begitu antusias. Saya saja kadang ikut serta walau hanya sekadar membawa bendera merah putih. Namun, lantaran saya sudah dikenal oleh warga kampung suka ngeblog, maka seringkali mendapat tugas meliput dan memotret para warga yang sedang beratraksi keliling jalan raya.

Sembari memotret mereka, saya pun juga sekalian melihat atraksi warga lain. Kadang juga, dalam satu hari, ada 2 hingga 3 karnaval yang dilaksanakan. Jalan pun menjadi penuh dan sesak. Namun, itu tak mengapa karena saya bisa sekalian menikmati atraksi dari kampung lain.  

Tiap kampung biasanya memiliki tema tertentu. Ada yang bertema adat, militer, atau pun tema unik lain. Nah, diantara sekian tema tersebut, inilah lima tema kostum sekaligus atraksi karnaval kampung yang jadi favorit saya.

1. Tema Baju Adat Indonesia

Tema baju adat Indonesia menjadi salah satu tema kostum yang jadi favorit saya. Biasanya, setiap RT akan diundi akan mendapatkan tema baju adat daerah mana. Dalam beberapa kali karnaval, RT saya pernah mendapat tema baju adat Provinsi Lampung.

 Baca juga: Mana yang Benar, Inggih atau Injih?

Alhasil, semua warga termasuk ibu saya mengenakan baju adat lampung yang khas. Mereka juga membawa paying yang secara dadakan dibuat demi event karnaval. Bapak-bapak juga membuat replika perahu sebagai pemanis penampilan agar terlihat sempurna.

karnaval 17an
Tema adat Lampung
 

 

karnaval 17an
Semangat sekali menarinya.

Meski demikian, peserta karnaval dari RT lain juga tak kalah bagus. Ada yang mengenakan baju adat Aceh, Bali, Kalimantan, dan lain sebagainya. Namun, saya suka dengan baju adat DKI Jakarta yang mengusung tema pernikahan. Mereka sampai membawa roti buaya yang menjadi ikon pernikahan adat betawi.

2. Tema Militer

Tema militer menjadi salah satu tema yang sering digunakan pada karnaval kampung 17an. Semua warga mengenakan baju militer. Ada juga kampung yang secara khusus menggunakan seragam khusus yang dipakai bersama satu RT. Jadi, ketika karnaval berlangsung, baik yang ikut berjalan, panitia, maupun yang menonton kompak mengenakan seragam atau kaos militer.

Baca juga: Secuil Kisah di Negeri Hijau

Ciri khas dari tema militer ini adalah adanya petasan yang disusun sedemikian rupa menjadi sebuah replika meriam. Saat penjurian, biasanya petasan tersebut diledakkan yang memberikan getaran suara dengan deseibel yang cukup tinggi. Biasanya, anak-anak TK dan balita yang naik mobil memakai baju adat cukup takut jika mendengar suara ledakan ini.

Jika warga kampung niat, biasanya mereka juga all out melakukan drama perang revolusi fisik. Ada yang bertindak sebagai kompeni Belanda dan ada yang menjadi pejuang. Yang apes yang menjadi pejuang biasanya diseret dan dicambuki atau berbagai bentuk penyiksaan lain. Cukup sadis juga tapi sepertinya apa yang dialami oleh para pejuang bangsa jauh lebih sadis.

3.  Tema JFC

Beberapa tahun ke belakang, tema Jember Fashion Carnival (JFC) menjadi salah satu tema yang dipakai. Berhubung Malang dikenal sebagai Kota Bunga, maka tema yang diangkat pun lebih spesifik yakni pawai bunga. Jadi, tiap RT mendapatkan tema bunga tertentu, seperti bunga mawar, anggrek, melati, dan sebagainya.

karnaval 17an
Kostum ala ala JFC

Sayangnya, tema karnaval seperti ini terbatas pada jumlah peserta. Alasannya, karena sebagian besar kostum yang dikenakan dibuat sendiri, maka satu kostum memerlukan anggaran yang besar. Tak semua RT mampu membuat kostum banyak. 

karnaval 17an
Adik saya mengenakan kostum bunga
 

karnaval 17an
Anak-anak kecil juga tak mau kalah
 

Peserta karnaval pun biasanya terbatas pada remaja putrid an ibu-ibu. Untuk anak laki-laki dan bapak-bapak dengan terpaksa tidak bisa ikut. Makanya, tema ini jarang dipakai karena alasan biaya tadi.

4. Tema Topeng Malangan

Karnaval 17 Agustus juga menjadi ajang untuk mengenalkan budaya topeng Malangan. Cerita panji yang menjadi inti dari topeng malangan sering ditampilkan. Biasanya, ada sepasang remaja laki-laki dan perempuan yang berperan sebagai raja dan ratu,

Raja dan ratu sendiri merupakan perwujudan dari Raden Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji. Kedua sejoli yang menjadi legenda rakyat Malang dan Kediri. Pasangan suami istri yang berasal dari Kerajaan Panjalu (Kediri) dan Jenggala. Dua kerajaan pecahan Kerajaan Medang Kemulan yang merupakan perpindahan Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah.

karnaval 17an
Para peserta mengenakan topeng Malangan

Selain karakter dua sejoli itu, ada pula karakter jahat dan lucu yang dikenakan oleh warga. Saya pernah kebagian jadi karakter jahat dan memakai topeng klana yang memiliki muka berwarna merah. Gigi taring yang besar menjadi karakter khas dari topeng ini.

Biasanya, warga RT urunan untuk menyewa topeng yang akan dipakai. Topeng sendiri disewa di sebuah sanggar seni di daerah Pakisaji Kabupaten Malang. Sanggar ini sendiri sudah menjadi langganan TV nasional untuk peliputan karena eksistensinya melestarikan topeng malangan kepada generasi muda.

5. Tema Campuran

Tema terakhir yang jadi favorit saya adalah tema campuran. Bisa berupa tema transgender, hantu, bola, atau tema lainnya. Walau seakan melenceng, tema semacam ini malah jadi hiburan tersendiri. Terlebih, tema transgender yang selalu membuat penonton tergelak. Biasnaya saya ngakak jika (maaf) payudara buatan dari peserta karnaval tiba-tiba terjatuh. Entah disengaja atau tidak, melihat mereka tampil membuat saya terpingkal-pingkal.

karnaval 17an
Awas ada yang jatuh

Demikian pula tema hantu yang menampilkan tuyul, wewe gombel, pocong, genderuwo, bahkan suster ngesot. Kadang ada juga sepasukan anak-anak kecil yang diberi kostum tuyul. Mereka berlari dan tertawa sambil membawa uang monopoli.

karnaval 17an
Hiii takuuut

Entah bagaimana esensi kemerdekaan bagi makhluk astral tersebut. Apakah mereka juga berperang melawan penjajah atau bagaimana. Atau bahkan hantu noni belanda sudah bisa mereka usir dari bumi pertiwi, Yang jelas, hantu lokal begitu mendapat tempat saat karnaval 17an.

Itulah lima tema kostum karnaval favorit saya. Semoga pandemi segera berakhir agar saya bisa melihat karnaval lagi.   

17 comments:

  1. wahhhhh best nyaaaa ada festival macam ni... pelbagai gelagat dan ragam dapat dilihat...pada masa sama dapat menyaksikan creativity peserta...

    ReplyDelete
  2. Ya ampun bener bgt sih Mas. Kemarin nggak ada karnaval hari kemerdekaan gegara corona. Kl aku paling kangen dan paling nggak sabar nungguin sih kostum campur2. Suka aneh2 bikin ngakak ga berenti2

    ReplyDelete
  3. the best banget kampungnya mas.. Disni mah boro2. sebelum corona aja lomba di RT saya nggk pernah ada. sampai anak2 ikutan lomba di RT sebelah.. tau dah kenapa. hehe

    ReplyDelete
  4. Hahahahaha.. nasibnya ternyata sama ya.. saya juga dikenal sebagai blogger dan fotografer, seringnya, jadi bagian dokumentasi.. alias motret sana sini dan kemudian cerita...

    Yah, memang tahun kelabu mas. Keceriaan diganti kecemasan.. Semoga cepat berlalu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aahh massa sih kong...Bukankah ente setiap tanggal 17 Agustus jadi Waria keliling kota bogor.🤣🤣🤣🤣 🏃🏃🏃

      Delete
    2. wkwkwk saya ngga ikutand deh

      Delete
    3. Hadeuh si Ntong kenape nongol disini yah..

      #pamitdulumas.. mau getok si Ntong yah

      Delete
  5. Yaa sebenarnya adanya hari kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahunnya pasti punya kesan tersendiri bagi setiap daerah yang merayakannya.😊

    Dan dari situ pula kita bisa membuat atau memperkenalkan adat pakaian semua daerah agar dapat diberikan kepada regenerasi penerus kita selanjutnya..😊

    Ditempatku malahan tidak ada kemarin dikarenakan Covid yang masih belum berlalu katanya dan banyak anak2 yang kecewa atas kejadian ini...Semoga tahun depan bisa terlaksana kembali.😊😊

    ReplyDelete
  6. aku suka tema jfc, keren2 bajunay dan unik2 serta baju nusantara dari banyak daerah

    ReplyDelete
  7. Benar tahun ini terasa sedih juga nggak ada lomva-lomba yang memeriahkan HUT RI 17 Agusstus, nggak ada lagi karnaval yang digelar seminggu setelah perayaan kemerdekaan.
    Paling suka lihat karnaval dengan peserta-pesertanya menggunakan baju adat istiadat nusantara.
    Coba kalau ada pasti bisa aku liput buat bahan artikel blog hehehhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak sama tahun ini absen ngeliput ya jadinya

      Delete
  8. He eh ni..gara2 Covid jadi sepiii...ga ada perayaan atau pawai2. Di Slemanpun biasanya ramai kalo perayaan HUT RI...biasanya ada kirab.

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.