Dompet Buluk, Dompet Kenangan Bagi Para Pria

Dompet Buluk sejak 2012

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah utas di Twitter mengenai alasan mengapa pria memiliki dompet yang jelek.

Mulanya sih, ada seseorang yang meminta para pria agar memberikan gambar alias PAP dompet yang sedang mereka gunakan. Benar saja, tak perlu waktu lama, aneka foto dompet dekil dan kusam pun memenuhi linimasa saya.

Sebagian besar dompet terlihat sangat kotor dan tak lagi berbentuk dengan baik. Ada yang sudah rusak pada bagian kancing, ada yang terlihat berjamur pada bagian tepi, hingga ada yang seakan itu sudah tak berbentuk dompet lagi saking buluknya. 

Banyak tanggapan pun muncul dari berbagai ragam dompet pria yang sudah buluk tersebut. Ada yang menertawakan dan tak banyak pula yang bahkan merasa bangga lantaran tanda bagi seorang pria yang setia. Entah apakan dua hal tersebut ada hubungannya yang jelas kisah di balik buluknya dompet seorang pria memang menarik untuk diikuti.

Saya sendiri juga mengikuti acara PAP gambar tersebut karena memang dompet yang saya gunakan sekarang adalah dompet kenangan. Bentuknya juga sudah cukup mengerikan. Terlihat kapang yang tumbuh subur di tepi dompet dan kadang menyebar hingga ke kartu ATM. Dibandingkan kartu lain, kartu ATM di dalam dompet saya mudah sekali terkena kapang. Alhasil, jika sudah tetutup kapang, maka kartu ATM tersebut tak lagi bisa digunakan. Saya harus mengurus kartu ATM kembali di bank dengan membawa berbagai kartu di dalam dompet yang sudah bulukan.

Penampakan dompet buluk

Sama seperti para pria yang memberikan PAP dompet mereka, saya seakan sayang untuk mengganti dompet yang sudah saya miliki. Lantaran, saya punya kenangan manis mendapatkan dompet tersebut yang saya beli ketika nonton konser Big Bang di Jakarta tahun 2012.

Saat itu, saya memang kerajingan boy band KPOP itu sampai-sampai rela membeli oleh-oleh dari Jakarta berupa dompet kulit berwarna coklat. Dompet ini saya beli di Blok M yang saat itu masih menjadi salah satu magnet wisatawan yang sedang mengunjungu Jakarta.

Saya membeli dengan uang remahan yang saya bawa karena memang menginginkan dompet tersebut. Alasannya, ya karena kepingin saja dan bisa jadi oleh-oleh dari Jakarta. Harganya kalau tak salah sekitar 110 ribu rupiah. Harga segini bagi saya amat besar untuk ukuran saya sebagai mahasiswa saat itu yang membawa uang pas-pasan.

Hayo, berapa isinya???

Untunglah, saat itu saya tinggal pulang dengan bus dan tidak membeli makan lagi karena saya berangkat bersama rombongan. Intinya tinggal pulang lah. Sambil membawa dompet tersebut, saya sangat bahagia bisa melihat idola KPOP saya yang saat itu memang sedang naik daun.

Alhasil, kalau saya gabut sembari membuka dan menutup dompet tersebut, saya masih terkenang lagu-lagu Big Bang yang sudah saya dengarkan secara langsung. Apalagi, ada beberapa klip video dari Big Bang yang juga menayangkan adegan buka tutup dompet. Pokoknya klop deh kalau mengingat dompte saya yang satu ini.

Dompet tersebut juga menjadi teman perjalanan setia ke mana pun saya pergi. Saat saya pergi keluar kota, dompet ini amat nyaman untuk saya bawa karena otak saya sudah kadung nyambung dengan konfigurasi dompet tersebut.

Saya sudah hafal di mana meletakkan kartu ATM, KTP, SIM C, kartu BPJS, lembaran uang kertas, hingga tempat kecil untuk menyimpan uang koin. Saya juga hafal sekali tempat untuk menyimpan bon bekas berbelanja di minimarket atau nota untuk mengambil cucian. Pendek kata, saya dan dompet ini sudah menyatu bak satu hati yang tak terpisahkan.

Menurut beberapa pria yang juga mengunggah PAP dompet di Twitter, mereka juga sudah sehati dengan dompet buluk mereka. Walau banyak yang mencemooh kondisi dompet mereka yang mengenaskan, tetapi kerja otak yang cepat untuk mengambil uang dari dalam dompet menjadi salah satu alasan mengapa mereka tak mau mengganti dompet mereka. Bagi pria, kepraktisan dan kecepatan dalam bertransaksi adalah kunci. Masalah penampakan dompet sudah buluk itu urusan nanti.

Akan tetapi, akhirnya saya menyerah juga untuk mengganti dompet yang sudah berusia hampir 10 tahun ini. Tak lain, ada beberapa bagian dompet yang memang sudah sangat koyak. Jika digunakan untuk menyimpan kartu, rasanya sudah tidak layak. Kartu saya cepat sekali rusak.

Kejadian terkahir kartu e-money saya tak bisa lagi digunakan karena sudah berjamur. Padahal, di dalam kartu e-money tersebut masih ada sisa saldo sebesar 40 ribu rupiah. Saldo tersebut lumayan jika digunakan untuk naik KRL Jogja-Solo sebanyak 5 kali. Saya pun harus membeli lagi kartu e-money kembali dan saat ini kondisinya juga mulai berjamur.

Akhirnya saya membeli dompet baru


Saya pun membeli dompet baru saat flash sale salah satu marketplace. Saya mendapatkan diskon besar dari yang semula 150 ribu menjadi 50 ribu. Bebas ongkir pula. Dompet lama pun akhirnya saya museumkan untuk jadi kenang-kenangan. Saya tidak tahu dompet baru ini akan bertahan bertahan lama. Semoga saja usianya juga bisa sampai 10 tahun agar saya tak perlu dompet baru lagi.

Dengan begini, saya percaya bahwa bagi pria, yang terpenting bukan memiliki dompet yang bagus tetapi manfaat di dalamnya dan juga kepraktisan. Jangan lupakan pula isi dompet tersebut yang banyak dan memuat banyak ATM dengan saldo tebal di dalamnya.  

 

 

 



8 comments:

  1. Kok sama ya Bang. kayaknya kebanyakan laki-laki seperti itu, isinya kartu kartu dengan peletakan yang sama.
    yang penting isinya sekali gesek selesai maslah

    ReplyDelete
  2. Aku juga dulu pernah punya dompet yang awet banget. Hadiah ulang tahun dari teman. Aku lupa tepatnya kapan. Mungkin di sekitaran 2005 atau 2006. Dan dompetnya baru pensiun 2-3 tahun yang lalu. Sekarang aku pakai dompet yang dibelikan Papa. Kenang-kenangan dari beliau. Semoga selalu awet dompetnya jadi tidak perlu beli dompet. Kalau perlu selamanya. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah malah lebih lama mbak
      iya sih malas ya ganti2 dompet terus hahahhaa

      Delete
  3. Hhahaha, beda banget ya ama cewe yang suka gonta-ganti dompet, kalau kotor cuci, ganti yg lain, kotor cuci lagi, ganti yg lain lagi atau yg bersih jadi g ada tuh istilah dompet buluk kalau buat cewe mas, terutama aku, ga tau kalau yg lain wkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya mbak beda bengat malas ganti dompet aja hahahha

      Delete
  4. Wah sepertinya hampir sebagian besar pria punya dompet buluk ya. Aku juga beli tahun 2005, kalo ngga salah harganya 20 ribu dan masih dipakai sampai sekarang, bentuknya ya jelas sudah bulukan, resleting saja sudah hancur.🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh murah bangetttt hhehe
      udah lama pula ya mas keren

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.