Daya Magis Lagu Kebangsaan Uni Soviet; Kisah Semangat dari Negara yang Sudah Ambruk

parade Uni Sovyet
Sunber: DW.com

Jika  ditanya, lagu apa yang terus berputar di otak saya selama bulan Ramadhan ini, mungkin jawaban yang akan saya berikan akan membuat anda tercengang.

Lagu tersebut adalah Gosudarstvenny gimn SSSR (Государственный гимн СССР) alias lagu kebangsaan Uni Soviet. Lagu ini memenuhi ruang di dalam otak saya ketika saya sedang mengisi waktu berbuka puasa. Yah sama dengan kebanyakan orang lainnya, saya membuka laman media sosial, dalam hal ini Twitter untuk mendapatkan informasi baru.

Entah kenapa, saya justru menemukan video lucu berupa upaya seorang pemuda yang membangunkan sahur dengan lagu ini. Tawa lepas langsung saya dapatkan ketika melihat pemuda tersebut dengan asyik meniupkan terompet sembari memainkan nada-nada indah. 

Percaya atau tidak, saya malah memutar lagu tersebut berulang dan mencari versi lain dari lagu tersebut. Memang, nada dalam lagu ini kemudian masih digunakan sebagai lagu kebangsaan Rusia hingga kini. Akan tetapi, mendengarkan lagu ini dengan lirik yang digunakan oleh Uni Soviet membuat saya lebih semangat dalam menjalani hari-hari di bulan puasa yang begitu berat.

USSR Anthem Lebih Aman Dinyanyikan

Saya tidak tahu, sihir apa yang membuat saya terus memutar lagu ini berulang. Lagu ini bisa dikatakan masih aman jika dibandingkan dengan lagu propaganda komunis lain. Genjer-genjer misalnya. Saya pernah ditegur oleh tetangga saya yang kebetulan seorang simbah ketika memutar lagu Genjer-genjer.

Baca juga: Antara Indonesia Raya dan Majulah Singapura

Menurut saya sih, lagu tersebut biasa saja dan memang liriknya mengena dan nadanya enak. Ketika tetangga saya tersebut datang ke kos saya, lah dia tahu kalau saya sedang memutar lagu propaganda milik PKI itu. Segera saja ia menceramahi saya kalau memutar lagu tersebut nanti bisa bermasalah dan berurusan dengan polisi. Meski dalam hati saya ngakak tetapi akhirnya saya pun tak memutar lagu itu lagi. Lagu itu baru saya putar ketika menggunakan headset.

Berbeda dengan lagu genjer-genjer, lagu Государственный гимн СССР ini lebih aman untuk didengarkan menggunakan speaker. Makanya, saya membuat list lagu ini dalam berbagai versi sebagai penyemangat saya untuk beraktivitas sehari-hari.

Semangat yang saya dapatkan juga berasal dari lirik lagu tersebut. Perlu diketahui, setidaknya ada dua versi lirik lagu ini. Sama dengan Indonesia Raya, ada tiga buah stanza dalam setiap versi liriknya. Nah, saya tertarik dengan lirik yang digunakan pada tahun 1944. Lirik itu berbunyi:

Melalui badai petir matahari kebebasan bersinar bagi kita,
Dan Lenin yang hebat menerangi langkah kita,
Kita dibesarkan oleh Stalin untuk setia kepada rakyat,
Dia mengilhami kita untuk bekerja keras dan berbuat baik!

Terdengar mengerikan karena ada kata Lenin dan Stalin yang dikenal sebagai duo Bapak Komunisme Dunia. Dua tokoh yang terkenal keji dalam menganeksasi wilayah bekas Uni Soviet dan melakukan berbagai penindasan terhadap mereka yang berseberangan paham. Hanya saja, saya tak tahu daya magis apa membuat saya terus mendengar lagu ini dan bahkan ikut menyanyikannya.

Kekejian Tentara Merah dalam Balutan USSR Anthem

Kekejian dua tokoh ini rupanya juga dilakukan oleh para serdadunya yang menguasai Kota Berlin di pertengahan 1945. Kalau kita masih ingat mengenai peristiwa jatuhnya Jerman – termasuk Berlin didalamnya – oleh serangan tentara merah Uni Soviet, maka kisah kekejaman tentara merah sedikit banyak kita dapatkan. Mereka kerap menjadikan wanita Berlin sebagai budak seks pemuas nafsu mereka. 


Baca juga:Film Enklava, Mekarnya Persahabatan di Tengah Konflik SARA

Walau kisah ini yang tergambar dalam buku dan film Woman in Berlin masih kontroversi, tetapi kekejaman tentara merah di Berlin masih terlukis jelas. Tembok Berlin dengan segala pembatas dan pagar tingginya menjadi kisah yang tak bisa dimunafikkan bahwa tentara merah Soviet begitu bengis di negara itu.

Kejayaan Atlet Sovyet dalam Gema USSR Anthem

Sejarah memang terus bergulir. Lagu Государственный гимн СССР kembali saya dapatkan dalam video jadul mengenai olimpiade musim panas. Lagu ini diperdengarkan kala atlet dari Uni Soviet meraih medali emas.

Banyak video ketika pengalungan medali ini saya dapatkan ketika Olimpiade Musim Panas 1988 yang berlangsung di Seoul. Olimpiade ini merupakan olimpiade yang diikuti oleh Uni Soviet. Tiga tahun kemudian, Uni Soviet ambruk dan membuat negara itu hancur berkeping-keping menjadi 15 negara baru yang merdeka. Berbagai konflik diantara negara itu masih membekas hingga kini termasuk konflik yang kita saksikan dua bulan terakhir antara Rusia dan Ukraina.

Pada olimpiade tersebut, Uni Soviet menjadi juara umum dengan raihan 55 medali emas. Uni Soviet jauh mengungguli musuh bebuyutannya yakni Amerika Serikat yang berada di posisi ketiga. Uniknya, tempat kedua diduduki oleh Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman) yang juga merupakan negara sosialis-komunis buatan Uni Soviet.

Baca juga: Pesona Dagestan, Negeri Para Atlet MMA di Kaukakus Utara 

Ada beberapa atlet Uni Soviet yang namanya ternyata pernah saya kenal sebelumnya. Salah satunya adalah Marina Lobatch. Ia merupakan pesenam wanita Uni Soviet yang memperoleh medali emas pada Olimpiade 1988. Dulu, saat mengerjakan soal TOEFL di sekolah, saya pernah menemukan sebuah bacaan mengenai dirinya. Barulah saat saya mengalami demam lagu USSR ini, saya baru tahu bagaimana wajahnya. Cantik juga ya dan sangat lincah dalam memainkan tali senam.

Selain Marina,ada juga duet Vladimir Artemov dan Valeri Liukin. Keduanya memenangkan nomor perlombaan horizontal bar individual dengan memperoleh skor yang sama. Akibatnya, keduanya sama-sama memperoleh medali emas dan tak ada yang memperoleh medali perak. Dengan raihan emas tersebut, Uni Soviet menjadi juara umum untuk nomor senam, baik putra dan putri dengan 12 medali emas. 


Kisah keduanya menjadi unik karena selepas ambruknya Uni Sovyet, mereka malah hijrah ke Amerika Serikat dan menjadi pelatih senam di sana, Banyak atlet senam Amerika Serikat tercetak berkat tangan dingin keduanya. Amerika Serikat kini pun mendominasi cabang senam bersama RRC. Lagu Государственный гимн СССР yang mereka nyanyikan saat olimpiade 1988 menjadi perpisahan bagi keduanya dalam ajang tersebut kepada tanah air mereka, Uni Soviet.

Propaganda Barat Perihal Orang Sovyet yang Kaku

Penikmat film Rocky juga pasti tak asing dengan lagu Государственный гимн СССР ini, Pada saat Rocky akan melawan Ivan Drago, maka lagu ini juga diputar. Sosok Ivan Drago yang mengerikan, keji, kekar, dengan sorot mata tajam menjadi propaganda AS dalam menggambarkan orang-orang Soviet. Gambaran yang mungkin sedikit benar setelah saya melihat atlet Uni Soviet kala meraih medali emas di podium. Dingin, kaku, dan tanpa ekspresi. Berbeda jauh dengan atlet Amerika Serikat yang begitu bergairah dan tersenyum haru,


Sulit memang untuk mengerti mengapa lagu Государственный гимн СССР ini begitu mudah membuat saya ingin mengengarnya berulang. Demam Uraa yang kini melanda orang-orang Rusia bisa jadi penyebabnya, Walau secara pribadi saya sama sekali tak mendukung invasi Rusia ke Ukraina, tetapi harus diakui lagu Государственный гимн СССР membuat saya bersemangat. 


Dan akhirnya, lagu Государственный гимн СССР yang diputar dalam siaran ABC News 26 Desember 1991 menjadi lagu penutup ketika saya akan tidur. Lagu dengan latar bendera merah palu arit diturunkan dari puncak Kremlin dan diganti dengan bendera triwarna Rusia. Kejadian saat saya belum genap berusia setahun tersebut akhirnya bisa saya saksikan jelas. Semoga pelajaran dari bekas negara besar yang rapuh ini bisa kita ambil hikmahnya.

6 Comments

  1. lagu kebangsaan Rusia ini memang sangat ear-catchy.. dan langsung terasa banget hawa-hawa komunismenya.. 🤣

    ReplyDelete
  2. Aku malah tertarik pada tulisan mengenai atlet uni Soviet yang ekspresinya dingin pada saat penerimaan medali emas olimpiade, kenapa bisa dingin ya, padahal meraih medali emas olimpiade sangat sulit.

    ReplyDelete
  3. Agak serem sih ya kalau liat palu arit hehehe.
    Meskipun beberapa menganggap paham komunis itu juga ada baiknya, tapi rasanya not fair aja ya :D

    ReplyDelete
Next Post Previous Post