Nadia Tjoa, Keharuman Nama Indonesia di Ajang Miss Face of Humanity

 

Nadia Tjoa - Sumber istimewa

Indonesia akhirnya berhasil menjemput crown atau mahkota pertama pada ajang kontes kecantikan.

Mahkota itu datang dari ajang Miss Face of Humanity yang diselenggarakan di Toronto Kanada, Minggu (1/4/2022) lalu. Nadia Tjoa berhasil mempersembahkan mahkota untuk Indonesia setelah mengalahkan 16 peserta lainnya dari berbagai negara.

Walau bukan merupakan ajang grand slam pageant dan diikuti oleh sedikit peserta, tetapi tetap saja keberhasilan Nadia ini membuat bangga. Betapa tidak, setelah melalui penundaan dan persiapan panjang, akhirnya ajang tersebut digelar. 

Penunjukan Nadia Tjoa Sebagai Miss Face of Humanity Indonesia

Nadia merupakan anak didik Ivan Gunawan yang berada dalam naungan Yayasan Dunia Mega Bintang. Yayasan ini juga menaungi ajang Miss Grand Indonesia. Nadia adalah peserta Miss Grand Indonesia 2020 bersama Aurra Kharisma dan Bella Aprilia. Saat itu, Nadia belum mampu meraih mahkota dan menjadi Miss Glowing Skin.

Lalu, yayasan tersebut mengambil lisensi baru yakni Miss Face of Humanity. Ajang ini sendiri baru diadakan pertama kali pada tahun ini. Sejatinya, Miss Face of Humanity akan digelar pada 2021 lalu. Kasus covid-19 yang naik dan susahnya mendapatkan visa Kanada mmebuat banyak peserta belum bisa memutuskan berangkat. Hingga karantina pun, dari 30an peserta yang mendaftar, hanya 17 peserta yang hadir.

Karantina pun hanya dilakukan selama sekitar semingguan. Walau sebentar, nyatanya banyak sekali aktivitas berharga yang dilakukan. Salah satunya adalah kunjungan ke konsulat jenderal negara masing-masing untuk membahasa advokasi yang dibawa dan beraudiensi bersama mahasiswa serta warga negara bersangkutan.

Advokasi yang dibawa Nadia pun cukup bagus yakni seputar pendidikan anak-anak pengungsi yang ada di Indonesia. Pendidikan mereka kerap terbengkalai karena keadaan yang tidak memungkinkan. Jauh dari negara asal dan masih belum jelasnya status mereka di Indonesia mmebuat anak-anak tersebut sering tidak mendapatkan haknya dengan baik.

Nadia ingin membuka mata dunia bahwa meski berada dalam pencarian suaka, pendidikan anak-anak pengungsi juga penting. Makanya, ia kerap mengunjungi anak-anak tersebut di Cisarua Bogor untuk memberikan dorongan motivasi dan semangat. Melalui gerakan education for refugees Indonesia, Nadia menjalankan advokasi ini.

Face of Humanity Kontes Nonbikini

Kontes Face of Humanity ini juga merupakan kontes nonbikini. Sama halnya dengan kontes Miss World, tidak ada penilaian baju bikini (swimsuit competition). Penilaian baju bikini diganti dengan penilaian baju diplomatic (diplomatic dress). Setiap peserta harus mengenakan baju khas dari negaranya yang sering ditampilkan dalam acara diplomatic kenegaraan.

Tentu, Nadia mengenakan baju kebaya yang dircang khusus oleh Ivan Guanwan. Baju kebaya berwarna pink tersebut tampak menyala dan sangat apik dikenakan Nadia. Terlebih, songket khas Palembang Sumatra Selatan yang menghiasi kebaya tersebut membuat Nadia semakin anggun ketika berjalan.

Ketika malam final berlangsung, suasana meriah terasa lantaran banyak pendukung Indonesia yang hadir. Mereka kebanyakan adalah wakil dari Konjen RI, para mahasiswa, dan diaspora Indonesia yang ada di Kanada. Dukungan penuh masyarakat Indonesia membuat semangat Nadia berlipat.

Ia bisa tampil mulus dan masuk ke babak 15 besar. Babak 15 besar mempertandingkan kembali diplomatic show seperti babak penyisihan sebelumnya. Dari 15 peserta, nantinya akan dipilih 10 peserta yang masuk babak 10 besar.

Nadia kembali disebut namanya saat pengumuman 10 besar. Pada babak 10 besar ini, para peserta harus menyampaikan advokasi yang mereka bawa sesuai tujuan Miss Face of Humanity yakni mengenai kemanusiaan. Nadia dengan lantang dan penekanan suara yang pas menyampaikan mengenai pentingnya edukasi bagi anak-anak pengungsi karena berbicara mengenai kemanusiaan juga tak lepas dari hak mereka.

Pada pengumuman 4 besar, lagi-lagi nama Indonesia disebut bersama Rwanda, Hongkong, dan Amerika Serikat. Mereka akan menjawab sebuah pertanyaan dari dewan juri. Nadia mendapatkan pertanyaan seputar tanggapannya mengenai isu perang Rusia Ukraina. Ia menjawab bahwa perang tersenbut adalah ambisis dari beberapa orang yang mengorbankan banyak orang. Diplomasi adalah jalan terbaik untuk menyelsaikannya dan ia berdiri bersama rakyat Ukraina.

Nadia Pencetak Sejarah Bagi Indonesia

Akhirnya, pengumuman siapa yang menjadi runner- up pun dilakukan. Hong Kong menjadi runner-up 3 disusul Amerika Serikat sebagai runner-up 2. Nadia pun melakukan last two standing bersama wakil Rwanda. Hingga akhirnya, pembawa acara mengumumkan bahwa ia menjadi Miss Face of Humanity pertama.

Sontak, tepuk tangan meriah terutama dari pendukung Indonesia bergemuruh. Di tanah air, pageant lover Indonesia sangat bangga dan banyak yang terharu serta menitikkan air mata. Buah kerja keras Nadia dan timnya akhirnya berbuah hasil untuk Indonesia. Sejak kemengan Kevin Liliana pada ajang Miss International 2017, belum ada lagi wakil Indonesia yang meraih mahkota kontes kecantikan dan menarik perhatian banyak kalangan. Nadia kembali membuktikan bahwa Indonesia bisa berjaya pada kontes kecantikan. Membuktikan juga bahwa wanita Indonesia tidak hanya cantik, tapi juga cerdas dan berdaya untuk menyuarakan kepentingan banyak orang.

Untuk kemasan acara sendiri, Miss Face of Humanity cukup menarik. Pembawa acaranya juga kocak sehingga tidak membosankan. Pesan yang diberikan juga sangat mengena. Pendek kata, kontes kecantikan ini lebih banyak menonjolkan otak dan kepribadian peserta dibandingkan keseksian mereka. Semoga saja ajang ini semakin besar dan Nadia bisa menjalankan tugas dengan baik.     

 

6 comments:

  1. keren pakek banget pokoknya, kerennn
    dan aku baru tau ada acara ini dari mas Ikrom dan langsung browsing, kerennnn dahh
    ternyata pesertanya yang fix hanya belasan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak soalnya banyak yg ga dapat visa kanada

      Delete
  2. Mas Ikrom luar biasa. Mampu mengulas detail masalah miss2an kayak gini. He he ....

    ReplyDelete
  3. Jadi pengen liat baju kebaya rancangan Ivan yg dipake Nadia 😄. Penasaran tapi yakin pasti baguuuuus. Apalagi bisa Ampe juara ❤️❤️❤️.. naah akupun LBH suka kalo ajang pamer body bikini, mendingan pake baju diplomatic dress gini. Jadikan bisa tahu ya baju kebangsaan dari negara lain kayak apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba ke IGya nadia mbak bgus warnanya pink menyala
      iya aku sukaan gini jadi ada khas tiap negara ya

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.