Pengalaman, Tata Cara Naik, dan Catatan Feeder Trans Semarang

 

Feeder Trans Semarang
Armada Feeder siap berangkat dari kampus UNNES

Baru-baru ini, BLU UPTD Trans Semarang meluncurkan layanan feeder Trans Semarang.

Layanan feeder merupakan layanan pengumpan bagi armada Trans Semarang. Feeder atau pengmpan Trans Semarang ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat atas layanan transportasi umum yang murah, nyaman, dan efisien. Terutama, bagi warga masyarakat yang tempat tinggalnya tidak bisa dilewati jalur Trans Semarang.

Sesuai namanya, feeder merupakan layanan angkutan perkotaan yang berfungsi sebagai penghubung. Maksud dari penghubung di sini adalah feeder akan menjembatani dua atau lebih koridor Trans Semarang yang masih terputus. Artinya, pada area tertentu, ada banyak potensi penumpang yang bisa terangkut oleh angkutan Trans Semarang.

Layanan Feeder Menjangkau Wilayah yang Tidak Bisa Dilewati Bus Trans Semarang

Namun, lantaran akses jalan area tersebut cukup sempit, maka masyarakat sekitarnya tidak bisa terangkut dengan baik. Padahal, mereka juga melakukan aktivitas yang sama dengan masyarakat Semarang lain. Mereka juga membutuhkan layanan transportasi umum yang sama nyamannya dengan warga Semarang yang tempat tinggalnya dilewati oleh bus Trans Semarang. Mereka pun juga memiliki hak yang sama mendapatkan layanan transportasi umum tersebut.

Feeder Trans Semarang ini diluncurkan juga atas dasar jumlah load factor (keterisian penumpang) Trans Semarang yang semakin meningkat. Kenaikan load factor memberikan indikasi bahwa masyarakat memang butuh transportasi umum yang murah, nyaman, dan efisien. Untuk itulah, peluncuran feeder Trans Semarang juga merupakan bentuk ekspansi yang bisa dilakukan agar load factor Trans Semarang bisa meningkat lagi sehingga kemacetan di kota lumpia ini bisa berkurang.

Baca juga: Akhirnya Saya Bisa Membedakan Trans Semarang dengan Trans Jateng

Berbeda dengan armada Trans Semarang lainnya, armada Feeder Trans Semarang ini tidak menggunakan armada bus. Feeder Trans Semarang menggunakan armada ELF long. Armada jenis ini sering sekalo digunakan sebagai mobil biro travel antar kota. Bedanya, kursi penumpang dibuat saling berhadapan sehingga daya angkut maksimal cukup besar yakni 22 buah. Jumlah ini tentu jauh lebih besar dibandingkan angkot biasa yang rata-rata hanya 13 penumpang,

Rute Feeder Trans Semarang

Sesuai dengan namanya, feeder akan menjembatani beberapa rute Trans Semarang. Saat ini, ada 7 rute feeder Trans Semarang yang sudah beroperasi. Dari tujuh rute tersebut, 6 rute diantaranya saling berpasangan dan 1 rute lain berdiri sendiri.

Rute pertama adalah rute Ngaliyan-Madukoro-Masjid Kapal. Rute ini melewati MIjen, Ngaliyan, Masjid Kapal, hingga ke Madukoro. Dari Feeder rute pertama ini, penumpang bisa transit ke bus Trans Semarang Koridor 4 Cangkiran-Tawang. Jadi, warga di sekitar pemukiman yang dilakui Feeder rute ini tak perl risau jika akan menuju Stasiun Tawang. Feeder rute ini juga terkoneksi dengan koridor 1 (Mangkang-Penggaron) sehingga tak perlu takut jika ingin pergi ke arah Kendal maupun Purwodadi.

 

rute feeder trans semarang
Sumber: Trans Semarang

Rute kedua adalah rute Terboyo-Majapahit. Rute ini merupakan rute unik karena saling berpasangan dengan arah yang saling berlawanan. Rute F2A berjalan dari Terboyo menuju Majapahit berlawanan dengan arah jarum jam. Sedangkan rute F2B berjalan dengan tujuan yang sama tetapi searah jarum jam. Keduanya akan bertemu di sepanjang jalan yang dilalui. Rute ini menghubungkan penumpang dengan Bus Trans Semarang koridor 7 (Genuk –Simpang 5), koridor 5 (PRPP-Meteseh), dan koridor 1 (Mangkang-Penggaron). Selain itu, rute kedua ini juga melewati Majid Agung Jawa Tengah.

Baca juga: Apa Beda Trans Jogja dengan Teman Bus Jogja?

Rute ketiga adalah rute Penggaron-Banyumanik. Rute ini berjalan dari arah barat ke timur dan sebalknya menghubungkan dua pusat keramaian penting yang sebelumnya belum terkoneksi. Ada beberapa perumahan yang juga dilewati oleh rute ini. Rute ketiga mengubungkan penumpang dengan Trans Semarang koridor 1 (Mangkang-Penggaron), koridor 5 (PRPP-Meteseh), dan koridor 6 (Undip-Unnes). Selain itu, penumpang koridor ini juga bisa oper ke bus Trans Jateng Penggaron-Gubug-Godong.



Rute terakhir adalah rute Unnes-Gunung Pati-BSB. Rute ini melewati jalur yang cukup ekstrem di sekitar kampus Unnes. Ada rute Feeder 4A yang berputar dari Gunung Pati menuju Unnes. Pasangannya, rute feeder F4B berputar dari Gunung Pati menuju Perumahan BSB. Rute ini akan terkoneksi dengan Trans Semarang koridor 6 (Undip-Unnes), koridor 8 (Cangkiran-Simpang 5), dan koridor 4 (Cangkiran-Tawang). Lantaran melewati jalur pegunungan, ada beberapa tempat wisata menarik yang dilewati oleh feeder ini. Salah satunya adalah Embung Patemon.

Pengalaman Menggunakan Rute 4A Feeder Trans Semarang

Saat berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu, saya mencoba beberapa rute Feeder Trans Semarang.  Dua diantaranya adalah F4A dari Unnes ke Gunung Pati dan F2B dari Terboyo ke ADA Majapahit. Untuk naik Feeder Trans Semarang, calon penumpang bisa langsung datang ke halte atau tempat pemberhentian yang tersedia. Biasanya berupa halte yang beririsan dengan halte bus Trans Semarang atau halte khusus yang dibuat lantai rendah. Ada juga yang hanya bertanda bus stop saja.

Saya memulai dengan rute F4A. Setelah turun dari Trans Jateng rute Undip-Unnes, saya pun mencari keberadaan pemberhentian feeder Trans Semarang. Untungnya, dari petugas Trans Semarang, saya ditunjukkan letaknya. Saya harus berjalan kaki dari arah BNI Unnes menuju Samsat Online Kampus Unnes. Ternyata, mobil Feeder Trans Semarang F4A sudah siap akan berangkat. 

feeder trans semarang
Menjadi satu-satunya penumpang.

Saya pun masuk dan membayar tiket sebesar 4 ribu rupiah. Oh ya, pembayaran nontunai bisa dilakukan dengan QRIS dan e-money beberapa bank tertentu seperti BNI Tapcash.

Ketika masuk, saya merasakan sensasi berbeda lantaran baru kali ini menaiki armada ELF long tetapi dengan duduk menyamping. Rasanya aneh-aneh gimana gitu. Walau begitu, bagi saya cukup nyaman karena kursinya empuk. Bau pengahrum ruangan di dalam armada juga tidak terlalu menyengat. 

feeder trans semarang
Kursinya empuk, jadi pen baca buku sambil rebahan.

Di dalam feeder, suasana terasa sejuk karen AC menyala dengan cukup kencang. Sebenarnya, udara di sekitar rute yang dilalui feeder sudah cukup dingin. Tak lain karena feeder ini melewati Semarang atas yang dihiasi dengan rangkaian pegunungan. Makanya, mengenakan jaket sangat disarankan ketika naik feeder ini. Sebagai alat pengaman, feeder juga dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) di dekat pintu.

feeder trans semarang
ACnya dingin.

Sebelum naik, kondektur akan bertanya tujuan penumpang. Hal ini dilakukan karena feeder hanya berhenti pada tempat pemberhentian jika ada penumpang naik atau turun. Jika tidak ada, maka feeder akan bablas untuk mengejar waktu. 

Baca juga: Begini Cara Menuju Museum Sangiran Menggunakan Bus Trans Jateng

Ketepatan waktu memang menjadi kunci dari layanan feeder ini. Jarak antar armada (headway) yang singkat menjadi acuan agar masyrakat mau memilih angkutan ini. Jika mereka menunggu lama, maka tak ayal nasib feeder akan seperti angkot yang sepi ditinggal penumpang. Pengalaman yang saya rasakan memang waktu tempuh feeder ini cukup cepat. Padahal, rute yang dilalui lumayan jauh juga. Kuncinya sih memang tidak ngetem ya dan kadang agak ngebut juga. Untuk itulah, pada bangku penumpang terpasang sabuk pengaman meski jarang digunakan. 

feeder trans semarang
Kondektur yang melayani penumpang.

Tak sampai 30 menit, saya sudah sampai di Terminal Gunung Pati. Saya pun akan berganti  bus Trans Semarang koridor 8 ke arah Terminal Mangkang. Saya mau coba bus Trans Jateng yang rute Semarang-Kendal. Pendek kata, jalan-jalan kali ini saya cuma mau jajal rute angkutan umum. Tidak berhenti di sebuah tempat wisata. Selain hemat uang, saya juga bisa belajar banyak dari manajemen transportasi umum perkotaan maupun pedesaan.

Tak Perlu Bayar Tiket Lagi untuk Transit Bus Trans Semarang

Untuk berpindah dari feeder ke bus Trans Semarang, penumpang sebenarnya tidak dikenakan biaya lagi. Namun, mereka harus meminta paraf petugas yang berisi halte transit, tanggal, dan jam. Bagi saya ini agak riweh karena bisa saja penumpang lupa dan terburu. Alangkah lebih baik memang tiket semuanya dibuat elektronik dengan ada jam keberangkatan. Bisa juga diberi batas waktu semisal 2 jam seperti pada Suroboyo Bus. Selama penumpang pindah atau transit belum 2 jam, maka mereka tak perlu bayar lagi.

feeder trans semarang
Selfie dulu biar gak dikira hoax

 
feeder trans semarang
Armada feeder Trans Semarang terparkir di Terminal Gunung Pati.

Tidak hanya itu, saya lihat pengguna feeder ini masih belum banyak. Bisa saja, sosialisasi mengenai angkutan ini belum maksimal. Sosialisasi yang dibutuhkan adalah letak pemberhentian dan di mana saja penumpang bisa transit agar mereka bisa memprediksi rute perjalanan mereka dengan mudah dan tidak takut salah naik rute. Optimalisasi feeder juga bisa dilakukan dengan membuat peta wisata sekitar yang dilalui feeder. Peta wisata ini penting agar waisatawan dari luar Semarang tertarik menggunakan feeder. Selain berhemat, juga turut mengurangi kemacetan kan?


  

 

2 Comments

  1. Wah di Semarang juga sudah tersedia feeder Trans ya? Keren. Tapi sayangnya belum banyak peminatnya ya, mungkin memang karena masih baru dan sosialisasi nya kurang greget kali ya... Semoga saja dengan hadirnya feeder ini bisa membantu memudahkan masyarakat untuk mobilitas di sana ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya semoga saja bisa disosialisasikan dengan baik ya Mas

      Delete
Next Post Previous Post