![]() |
| Pasar Manis Purwokerto |
Jika berkunjung ke tempat wisata kuliner, setidaknya ada 4 hal yang saya pertimbangkan.
Pertama, harga makanan yang murah. Kedua, tempat yang bagus dan bersih. Ketiga, rasa makanan yang enak. Terakhir, tidak terlalu ramai. Syarat keempat ini menjadi syarat mutlak.
Saya tahu, namanya wisata kuliner pasti akan ramai oleh pengunjung. Terutama, pengunjung dari luar kota. Namun, saya sangat menghindari tempat wisata kuliner yang terllau ramai. Terlalu viral dengan para manusia FOMO yang belum tentu mereka datang atas dasar niat untuk menikmati makanan di sana. Hanya untuk mengejar konten semata atau ikut-ikutan.
Atas berbagai pertimbangan ini, maka setiap saya ke Purwokerto, saya selalu memilih Pasar Manis. Pasar yang berada sejitar 1 km dari Stasiun Purwokerto ini begitu menarik minat saya karena selain memenuhi empat syarat di atas, lokasinya mudah dijangkau dengan transportasi umum. Saya bisa naik Trans Jateng arah Purbalingga dari Stasiun Purwokerto.
![]() |
| Halte Trans Jateng di Pasar Manis |
Awal mula saya jatuh cinta pada Pasar Manis bermula saat kunjungan saya ke Purwokerto. Saat itu, saya diajak oleh seorang penduduk lokal yang mengantar saya jalan-jalan mengitari Purwokerto dan Banyumas. Saat malam hari, saya diajak makan nasi goreng di Pasar Manis ini.
Nasi goreng khas Purwokerto bagi saya enak. Perpaduan antara nasi goreng merah dan kecap. Biasanya, saya makan nasi goreng merah di Malang atau Surabaya. Kalau sedang di Solo atau Jogja, saya makan nasi goreng kecap dengan rasa manis yang dominan. Nah, di Purwokerto, nasi gorengnya adalah perpaduan dua macam nasi goreng itu.
Rasanya pas, tidak eneg, dan bisa memilih tingkat kepedasan sesuai pilihan kita. Entah karena lapar seharian jalan-jalan, saat itu saya segera menghabiskan satu piring nasi goreng saya. Lengkap dengan acar dan kerupuknya.
Namun, menurut mas mas yang mengantar saya tadi, kuliner enak di Pasar Manis malah ada saat pagi hari. Maka, tahun 2022, saat kedatangan kedua saya ke kota ini, saya pun langsung mencoba kulineran saat siang hari.
Ternyata benar. Di sini ada spot khusus wisata kuliner. Lengkap dengan tempat makan. Berbagai menu pun tersedia. Mulai nasi rames, nasi kuning, gudeg, nasi gandul, siomay, dan segala minuman. Ada es degan durian, es dawet, dan tentunya aneka wedangan.
![]() |
| Ramai sih, tapi masih terkendali |
Meski tidak terlalu luas, tetapi tempatnya masih bisa menampung para pengunjung yang ingin kulineran. Saya masih bisa duduk dan makan dengan nyaman tanpa terburu-buru oleh pengunjung lain. Makanan yang saya pesan pun bisa tersaji dengan cepat. Saya tak perlu menunggu lama dan kelaparan.
Tak hanya itu, meski di dalam pasar tradisional, saya tak merasakan kegerahan saat menikmati hidangan. Biasanya kan pasar tradisional identik dengan panas dan gerah. Pasar Manis ini punya desain bangunan yang sangat kompatibel sehingga meminimalisasi pengap dan panasnya udara di dalam ruangan.
![]() |
| Bingung mau makan apa |
Biasanya, saya memesan siomay atau nasi rames. Saya yang penggemar berat orek tempe benar-benar menemukan rasa yang juara di pasar ini. Favorit saya adalah penjual di palung ujung. Satu porsi nasi rames dengan lauk telur dadar hanya dihargai 10 ribu rupiah. Kurang murah apa coba.
![]() |
| Siomay dengan irisan wortel |
Alhasil, setiap saya selesai ngonten dan berjalan-jalan dengan Trans Banyumas, saya pun makan di tempat tersebut. Sampai-sampai, ibu penjualnya hafal dengan saya. Hingga pada kunjungan terakhir kemarin, saya kehabisan makanan di penjual itu.
Mulanya saya ingin beralih ke penjual lain, tapi saya lihat orek tempenya masih banyak. Sayang kan kalau tidak dicicipi. Akhirnya, saya hanya membeli nasi dan tempe orek itu saja karena lauk lainnya sudah habis. Saat saya mau membayar dengan uang 10 ribu, eh ibu penjualnya memberi saya kembalian 5 ribu. Beliau juga mendoakan saya tetap sehat dan sukses karena tahu saya akan pulang ke Malang. Wah, baik banget ibunya.
![]() |
| Nasi rames favorit saya |
Berbagai alasan dan pengalaman tadi membuat Pasar Manis Purwokerto akan menjadi destinasi wajib saya ke kota ini. Saya juga bisa sekalian membeli oleh-oleh untuk keluarga di sini. Tanpa perlu repot mencari di tempat lain. Harganya juga murah dan macamnya beragam.
Tags
Jalan-jalan






Pastinya dari dulu aku penasaran pengen explore Purwokerto, dari cerita-cerita mas Ikrom, Purwokerto menarik buat disambangi nih
ReplyDeleteKalau kita nemu tempat makan atau kuliner yang udah klik sama hati, rasanya susah ya kalau mau berpaling ke yang lainnya
sampe-sampe ibunya hapal bener sama mas Ikrom, saking seringnya main ke Purwokerto