Tidak Perlu Banyak-Banyak, Tiga Circle Pertemanan Ini Jadi Penyemangat di Usia Kepala 3

Ilustrasi

Berbeda dengan saat remaja dan usia 20an awal, kini rasanya saya mulai membatasi circle pertemanan.

Alasannya, saya sudah punya keluarga sendiri. Ada prioritas yang harus saya utamakan. Ada kewajiban yang harus jalankan. Jadi, hang out atau bertemu dengan teman bukan menjadi prioritas saya saat ini. 

Terlebih, beberapa waktu terakhir saya juga mulai malas dengan yang namanya drama-drama pertemanan. Ya kalau masalah baper-baperan bagi saya tak masalah. Namun, kalau sudah menyangkut uang, apalagi in this economy, rasanya saya berpikir ulang untuk menambah circle pertemanan.

Saya merasa bahwa sudah cukup memiliki beberapa circle pertemanan asal saling support dan menguatkan. Saling mendukung satu sama lain. Bukan saling menjatuhkan, iri dengki, dan berbagai hal negatif lainnya. Ikut circle pertemanan kan tujuannya sebagai penyemangat hidup. Kalau saling menjatuhkan satu sama lain, buat apa dong?

Makanya, saya hanya 3 punya circle pertemanan hingga saat ini. Ketiganya masih rutin bertemu walau intensitasnya jarang. Ketiganya juga menjadi jembatan saya untuk bisa terhubung dengan dunia luar. Lantas, apa saja circle pertemanan yang saya jaga hingga saat ini?

Pertama, circle pertemanan konten kreator.

Blogger, Youtuber, dan Tiktoker, adalah tiga circle pertemanan konten kreator yang masih saya jaga hingga sekarang. Terlebih, circle pertemanan blogger. Walau blog tidak seramai dulu demikian pula dengan event-nya, tetapi semaksimal mungkin saya mengusahakan untuk bisa bertemu jika ada suatu acara.

Kalau ada rekan blogger yang sedang berkunjung di kota saya, atau saya berkunjung di suatu kota, pasti saya akan menghubungi beberapa diantara mereka. Demikian pula dengan Youtuber dan Tiktoker. Saya masih ikut beberapa grup yang secara berkala mengadakan pertemuan. Kadang, saya punya project bersama dengan mereka dengan tujuan menaikkan konten saya.

Memiliki circle pertemanan dengan konten kreator membuat saya bisa belajar banyak apa yang belum saya miliki. Saya juga bisa memberi apa yang saya punya. Yah saling timbal balik lah. Makanya, circle pertemanan konten kreator ini akan saya jaga sampai kapanpun.

Kedua, circle pertemanan penggemar transportasi

Sebagai pecinta bus dan kereta api, tentu saya masih punya beberapa circle pertemanan dengan pecinta bus (Busmania) dan penggemar kereta api (Railfans). Bahkan, saya tergabung dalam sebuah komunitas nonprofit pecinta kereta api yang berfokus pada penyelamatan, preservasi, dokumentasi, dan pelestarian aset bersejarah perkeretaapian di Indonesia yang bernama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS). 

Komunitas ini secara berkala mengadakan acara dalam kaitannya melestarikan aset bersejarah kereta api. Beberapa kali saya ikut kegiatan mereka dan mendapatkan pengalaman serta kenalan baru dari 9 daerah operasi kereta api di Jawa. Keuntungan yang saya peroleh tentu pengetahuan mengenai upaya pelestarian sejarah kereta api dan hal teknis lain soal kereta api yang tidak saya dapatkan di tempat lain.

Kalau sedang ngonten bus, saya juga sering bertemu dengan beberapa bus mania. Banyak dari mereka yang saling bertukar pengalaman dengan saya. Tentu, saya pun juga mendapat banyak pengalaman dari mereka dan begitu pula sebaliknya.

Ketiga, circle rekan kerja

Suka atau tidak, saya tentu memiliki circle rekan kerja yang bersama saya selama hampir seminggu. Walau kadang ada beberapa sifat dari mereka yang menyebalkan, tetapi kini saya merasa saling membutuhkan dengan mereka. Bagaimanapun, mereka adalah orang terdekat setiap hari yang bersua dengan saya.

Ada banyak hikmah bergaul dengan mereka, terutama yang usianya jauh lebih muda dari saya. Sebagai leader, saya bisa banyak belajar untuk bisa mengontrol emosi, dan berperilaku bijak. Walau demikian, saya juga menempatkan mereka sebagai mitra yang harus senantiasa bekerja sama untuk tujuan yang ingin dicapai.

Nah, itulah beberapa circle pertemanan yang saya jaga hingga sekarang. Entah, saya sudah lama sekali tidak menjalin circle pertemanan dengan rekan sekolah atau kuliah. Hanya beberapa saja yang masih terjaga hingga sekarang. Kalau kalian sendiri bagaimana?

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya