Trans Semanggi Diganti Wira-wiri, Rute MERR Tak Dilayani Bus Lagi

Armada wira-wiri di Terminal Bugurasih

Per 1 Januari 2026 kemarin, rute MERR alias rute Bungurasih - Kenpark tidak dilayani oleh bus Trans Semanggi.

Alasan dari penghentian Trans Semanggi K3 yang sudah dua tahun melayani rute tersebut adalah karena kontrak antara Pemkot Surabaya dengan kemenhub berakhir. Sama dengan kota lain yang mendapatkan kontrak tersebut, maka pihak Kemenhub menghentikan layanan Teman Bus di Surabaya.

Seluruh unit bus Trans Semanggi K3 pun ditarik oleh pusat. Dari kabar yang beredar, bus tersebut dikirim ke Makassar untuk digunakan oleh BRT Trans Sulsel, pengganti Trans Mamminasata. Praktis, tak ada lagi bus yang melewati rute MERR ini.

Sebagai ganti dari bus Trans Semanggi, pihak Pemkot Surabaya mengganti armada bus dengan armada wira-wiri yang dulu digunakan rute Benowo. Rute tersebut kini dilayani oleh bus R5 yang memang sangat padat penumpangnya. Armada Hi-Ace pun kini mengisi slot di Terminal Bungurasih, tempat bus Trans Semanggi dulu sering parkir untuk menunggu jam berangkat.

Walau sudah ada penggantinya, tetap saja banyak pihak yang kontra, terutama para pengguna transportasi di rute ini. Beberapa bulan sebelumnya, muncul petisi menolak downgrade alias penurunan kualitas dari bus ke wira-wiri. Penolakan ini sudah ditandatangani oleh ribuan orang.

Banyak yang mengeluhkan jika armada bus diganti wira-wiri, maka kualitas layanan akan menurun. Semisal, jumlah maksimal penumpang yang terangkut makins sedikit. Penumpang juga tidak bisa membawa barang banyak karena daya angkutnya terbatas.

Selain beberapa alasan tadi, alasan utama penolakan tersebut adalah armada pengganti tidak melewati jalan tol. Dulu, saat masih dilayani oleh Trans Semanggi, bus melewati jalan tol dari Menanggal ke Tambak Sumur. Kini, armada wira-wiri melewati jalur biasa. Mulai dari A Yani, Taman Pelangi, Jemursari, Jemur Andayani, Kawasan Rungkut Industri, dan kembali ke rute biasanya yakni MERR.

Perubahan jalur ini membuat waktu tempuh lebih lama. Saya yang pernah mencoba naik wira-wiri FD 12 yang menjadi pengganti Trans Semanggi K3 ini merasakan jenuhnya perjalanan dari Bungurasih ke MERR. ada waktu tambahan 30 menit lebih dari rute semula.

Armada wira-wiri harus terjebak macet di beberapa persimpangan jalan, terutama di sekitar Rungkut. Alhasil, penumpang menunggu lebih lama dari biasanya. Kondisi ini sungguh tidak efektif terlebih tidak ada halte pemberhentian sepanjang jalan antara Jemursari dan UIN kampus 2. Artinya, saat melewati Jemur Andayani dan kawasan Rungkut Industri, mobil wira-wiri berjalan terus.

Tidak adanya halte pemberhentian ini disebabkan karena jalur tersebut masih terdapat rute angkot yang masih eksis. Tentu, kondisi ini sangat tidak efektif. Kalau tidak ada halte, mengapa harus melewati jalan tersebut? Mengapa tidak lewat jalan tol seperti rute semula?

Barangkali, alasan tidak masuk tol karena tidak ada dana untuk membayar biaya tol. Padahal, tarif tol yang dilewati sebelumnya hanya 10.000 rupiah untuk sekali jalan atau 20.000 untuk pulang pergi alias satu ritase. Masak sih tidak ada biaya untuk itu padahal penumpang yang naik juga banyak, terlebih saat akhir pekan. Banyak mahasiswa Unair dan ITS serta UIN memanfaatkan rute ini untuk pulang ke kampung halaman. Kini, sebagian dari mereka lebih memilih naik Suroboyo Bus R4 yang dirasa jauh lebih nyaman.

Rute ini sendiri memang seperti anak tiri. Dulu, rute ini dilayani oleh Suroboyo Bus R5/R6 yang jumlah armadanya hanya 2-3 buah. Lalu, pada awal akhir 2022, Teman Bus mengambil alih rute ini dengan bus listriknya bekas KTT G20. Sayang, keberadaanya hanya bertahan 2 minggu. Bus pun tidak jalan sampai waktu yang tidak ditentukan dengan alasan tidak jelas. Banyak spekulasi berkembang bahwa ada penolakan angkot, tetapi pihak Pemkot beralasan kontrak yang masih belum jelas adalah alasannya.

Saat itu, beberapa pegiat transportasi melakukan audiensi dengan pemkot dan DPRD sehingga tercapai keputusan bahwa sebagian bus rute K2 (Unesa-ITS) diperbantukan untuk rute tersebut, tetapi hanya sampai Gunung Anyar. Setahun berjalan, pertengahan Februari 2024 bus listrik kembali berjalan dan mengalami perubahan rute sampai Bungurasih via tol.

Selama perjalanannya, sering sekali mengalami mogok. Bahkan pernah bus ini mogok di jalan tol. Saya sendiri pernah sekali mengalaminya. Untung saja, saat itu bus sudah di Medaeng sehingga cepat mendapatkan bantuan. Saya tak bisa membayangkan kalau bus mogok di jalan tol.

Awal 2025, bus kembali tak beroperasi selama beberapa minggu. Alasannya ternyata terjadi perubahan armada. Bus listrik digantikan bus diesel yang menggunakan bekas armada Teman Bus Jogja. Bagi saya, selama 2025 ini pelayanannya adalah yang paling bagus. Tidak pernah terjadi insiden. Bus pun sering penuh yang mengindikasikan bahwa bus ini memang snagat dibutuhkan. Eh belum genap setahun malah diganti wira-wiri. Rasanya sedih sekali melihat bus-bus ini tak lagi jalan.

Entah bagaimana nasib rute ini ke depannya. Meski sulit untuk dilayani bus lagi, tetapi paling tidak armada bisa diubah rutenya lewat tol lagi. Sayang membuang waktu percuma terlebih saat jam sibuk di awal pekan.

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya