![]() |
| Ilustrasi |
Walau TikTok sudah merajai hampir sebagian besar pengguna media sosial berbasis video, saya masih setia untuk melihat YouTube.
Alasannya, saya bisa menonton video dengan panjang dan utuh. Saya bisa melihat pemaparan dengan penuh tanpa terpotong-potong oleh durasi. Otak saya bisa mencerna apa yang disampaikan dengan lebih baik. Saya juga mendapatkan insight baru berupa pengalaman yang tak saya dapatkan.
Selain channel podcast, tentu channel blusukan dan channel naik angkutan umum adalah favorit saya. Entah mengapa, saya serasa ikut perjalanan panjang yang dilakukan oleh para YouTuber. Kadang, saya juga penasaran dengan tempat yang mereka kunjungi sehingga saya pun beberapa kali datang ke tempat tersebut. Bagi saya, ada 5 channel YouTube blusukan yang sering saya tonton. Channel mana saja itu?
Menelusuri Kampung Terpencil bersama Jejak Richard
Sadar atau tidak, ada banyak kehidupan di tempat yang tidak kita bayangkan. Ada banyak kisah dan cerita panjang dari sebuah tempat yang tersembunyi. Entah di balik bukit, di lereng gunung, atau bahkan di pinggir pantai. Di berbagai tempat tersebut kadang masih eksis perkampungan yang dihuni oleh beberapa orang saja.
Nah, kisah mereka dirangkum dengan apik oleh channel Jejak Richard. Channel ini secara khusus mengulas denyut nadi kehidupan warga kampung terpencil, terutama kampung yang mayoritasnya menganut agama tertentu. Ada kampung nasrani, kampung hindu, dan kampung buddha.
Saya sangat senang dengan suasana pedesaan yang tergambar dengan jelas. Tak hanya suasana pedesaan, praktik keagamaan yang sangat kental membuat saya sangat salut. Di tempat terpencil seperti itu, warga sangat kompak menjalankan tradisi keagamaan. Bahkan, ada beberapa pemuka agama yang harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk sampai ke tempat tersebut.
Saya juga sangat suka jika mereka menjamu dengan hangat pemilik channel meski ia adalah seorang muslim. Rasanya berasa seperti di rumah pribadi. Pemilik channel juga kerap memaparkan sejarah mengenai keberadaan kampung tersebut, bagaimana pemuka agama berdakwah di sana, hingga kehidupan ekonomi warganya.
Channel ini sendiri juga diapresiasi oleh banyak pihak, termasuk pemerintah daerah. Upaya untuk mengenalkan daerah terpencil, terutama soal toleransi keagamaan menjadi nilai plus channel ini. Sayang, sang pemilik channel ini sudah berpulang awal tahun ini. Walau sudah tiada, karya channel ini masih terus saya tonton.
Menelusuri Jejak Bekas Jalur Kereta Api bersama Mas Maybi Prabowo
Sebagai pecinta kereta api jalur nonaktif dan anggota Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), tentu saya wajib menonton channel Maybi Prabowo. Channel ini dimiliki oleh salah satu anggotanya, yakni Mas Maybi Prabowo. Berbagai jalur kereta api nonaktif sudah ditelusuri oleh Mas Maybi. Mulai dari ujung barat sampai timur Pulau Jawa.
Tak hanya jalur nonaktif, Mas Maybi juga sering bercerita mengenai sejarah dari jalur nonaktif tersebut. Bagaimana jalur tersebut hidup dan akhirnya ditutup juga membuat banyak penonton bisa membayangkan eksistensi jalur tersebut. Kadang, saya juga kaget jika di sebuah daerah ternyata pernah dilintasi oleh jalur kereta api. Bahkan, kadang saya baru ngeh jika ada bekas jembatan kereta api di tempat tersebut.
Pengetahuan Mas Maybi yang bagus soal perkeretaapian membuat saya juga banyak belajar mengenai jenis lokomotif, wesel kereta, dan berbagai pernak-pernik kereta api lainnya. Intinya, banyak sekali ilmu kereta api yang saya dapat dari channel ini. Sayang, sama dengan Jejak Richard, pemilik channel ini juga sudah tiada. Meski begitu, saya masih terus menonton channel-nya hingga sekarang.
Belajar Waspada Penipuan Bus Bumel dari Faiza Opticruise
Kalau Anda butuh informasi mengenai bus-bus bumel dan segala dramanya, saya sangat merekomendasikan untuk menonton channel ini. Channel ini khusus memaparkan perjalanan kusut, ribet, dan penuh upaya kesabaran luar biasa saat naik bus bumel. Bus bumel merupakan bus ekonomi yang entah kapan berangkatnya, tidak jelas tarif tiketnya, dan tentunya belum pasti apakah sampai di tempat tujuan atau tidak.
Pemilik channel ini secara konsisten naik bus bumel untuk bahan referensi penonton agar tidak tidak salah naik. Secara khusus, kebanyakan bus-bus bumel yang dipaparkan adalah bus yang menuju daerah tapal kuda, yakni daerah ujung timur Jawa Timur mulai Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Daerah ini merupakan daerah dengan tingkat scam transportasi umum yang cukup tinggi.
Bayangkan, tiket yang normalnya hanya 50 ribuan bisa dijual hingga 100 ribu lebih. Perjalanan yang harusnya masuk tol ternyata melewati jalan biasa. Namun, hal yang paling menjengkelkan adalah saat bus ngetem di terminal hingga 2 jam lebih ditambah di luar terminal 1 jaman. Sungguh, saya sangat salut dengan kesabaran pemilik channel ini yang luar biasa. Belum tentu saya bisa sesabar itu membuat channel dengan perjalanan yang amat kusut dan membuat hati dongkol.
Melambat dan Menikmati Suasana Kota Bersama BKI Vlog Adie
Kadang, saat berkunjung ke sebuah kota, saya terburu-buru dikejar waktu. Yah namanya juga budak korporat, tentu waktu saya tidak banyak untuk mengeksplorasi sebuah kota. Makanya, saya sangat suka dengan channel Vlog Adie dengan tajuk BKI. Channel ini sangat apik dalam memaparkan berbagai hal menarik dari sebuah kota. Tidak hanya tempat yang sering dikunjungi, tetapi banyak tempat tersembunyi yang jauh dari radar banyak orang.
Contohnya adalah saat pemilik channel ini berkunjung ke Semarang. Ternyata, di sana ada sebuah penginapan yang harga sewanya per hari hanya 4.000 rupiah. Tentu, penginapan ini ditujukan untuk para pekerja kasar yang butuh tempat tinggal seadanya. Ia menginap semalam di sana dan belajar banyak arti dari rasa syukur. Cerita seperti inilah yang tak saya dapatkan di channel lain saat mengeksplorasi sebuah kota.
Uji Nyali Mengunjungi Tempat Terbengkalai Bersama Joe Kal
Hingga sekarang, video terbaru dari channel Joe Kal adalah yang sering saya tunggu. Channel ini secara khusus mengunjungi tempat terbengkalai, mulai rumah, sekolah, rumah sakit, pabrik, hingga pusat perbelanjaan. Rasa penasaran dan ingin tahu saya akan sebuah tempat yang berpenghuni menjadikan saya terus ingin melihat channel ini.
Saya sering penasaran, mengapa pemilik bangunan meninggalkan bangunannya. Namun, benda-benda yang masih terpajang di sana hingga sekarang, membuat saya seakan ikut merasakan kisah di dalamnya saat bangunan masih berfungsi. Mulai dari perabotan, foto, sampai aneka pajangan.
Walau channel ini beberapa kali menimbulkan pro kontra dan bermasalah dengan beberapa pihak, tetapi entah saya terus mengikutinya. Apalagi, berkat channel ini, pernah suatu ketika ditemukan sesosok mayat yang sudah membusuk parah di bekas sebuah pabrik. Andaikata ia tak membuat konten, tentu mayat tersebut tak akan ditemukan.
Itulah lima channel favorit saya yang sering saya tonton. Kalau Anda sendiri suka channel apa?
