![]() |
| Ilustrasi |
Barangkali, lini masa media sosial Anda akan sama mengulas peristiwa yang sama dengan saya.
Tak lain dan tak bukan adalah soal kasus penelantaran anak yang dilakukan oleh artis Denada. Artis mendiang pemain film era 70an, Emilia Contessa tersebut diduga telah melakukan penelantaran anak yang kini berusia 24 tahun.
Bayangkan, selama 24 tahun sang anak tidak mendapatkan haknya sebagai anak sebagaimana mestinya. Ia harus hidup tanpa tahu keberadaan ibu kandungnya yang asli. Bukan waktu yang lama bagi dia untuk terkubur identitasnya.
Syukurlah, ia masih punya orang tua sambung yang sangat menyayanginya. Beruntungnya, ia dididik dengan sangat baik sehingga tutur kata dan perbuatannya sangat santun. Meski pasti, ada rasa marah, kecewa, dan jengkel karena sudah sekian lama ia tak mendapat kasih sayang dari ayah ibunya yang asli.
Jujur, saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi selain mengatakan bahwa artis tersebut adalah ibu yang durhaka. Apalagi, ia dan ibunya juga bermain api dengan mengambil uang penjualan mobil yang awalnya akan dihadiahkan pada anak tersebut. Pemutarbalikan fakta atas kejadian ini juga sangat membuat miris. Bagaimana bisa ia seakan cuci tangan atas apa yang sudah ia perbuat?
Tentu saja, kasus ini mendapat perhatian banyak netizen. Mereka ramai-ramai untuk menyerukan boikot terhadap artis tersebut. Mereka juga meminta kepada semua TV untuk tidak lagi menggunakan artis tersebut. Tak sampai di situ, mereka juga meminta beberapa brand yang bekerja sama dengan artis itu agak mengakhiri kontraknya.
Dengan cara tersebut, netizen merasa perlakuan itu sangat pantas diberikan padanya. Bahkan, mungkin masih kurang jika melihat apa yang sudah ia perbuat. Terlebih, pernah suatu ketika ibu sambung anak tersebut hanya meminjam KTP untuk keperluan perpanjangan STNK mobil eh malah tidak diberi. Bahkan, ibu sambung tersebut tidak diperkenankan masuk ke rumahnya. Sungguh, sebuah tindakan yang benar-benar keterlaluan.
Makanya, kini semua tindakan tersebut membuat sang anak meminta pengakuan ibu kandungnya. Ia tak meminta banyak, hanya pengakuan sebagai anak. Saat ditanya apakah ada permintaan lain, ia tidak meminta apa-apa. Toh usianya sudah dewasa dan ia sudah sanggup untuk bekerja mencari uang sendiri. Ia juga dikenal sangat rajin dan tekun serta tidak ada hal yang aneh-aneh.
Kejadian ini memang cukup membuat kaget dan miris.Terlebih, artis tersebut baru saja melakukan operasi plastik dengan cukup total. Sampai-sampai, banyak orang termasuk saya sendiri lupa wajah aslinya yang lama. Saat sang anak ini muncul, maka semua orang juga akan ingat kembali pada wajah ibu kandungnya sebelum dioperasi.
Jika frasa anak durhaka sering tersemat pada berbagai peristiwa, rasanya frasa ibu durhaka bisa tersemat pada artis ini. Suka atau tidak, peraturan perundang-undangan menyatakan bahwa seorang anak yang lahir di luar pernikahan, maka itu adalah tanggung jawabnya. Sang anak juga menjadi tanggung jawab anak biologisnya dengan catatan dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan kekuatan hukum, yakni tes DNA.
