![]() |
| Momen halalbihalan keluarga besar |
Setiap tahun, keluarga besar saya mengadakan acara halalbihalal bersama keluarga besar.
Bukan hanya keluarga besar, tapi keluarga satu marga atau satu bani namanya. Bayangkan, satu bani itu terdiri dari 5 orang. Masing-masing orang punya banyak sekali canggah atau anak dari buyut. Jadi, acara ini dihadiri oleh hampir 500an orang yang tersebar dari segala penjuru Indonesia.
Uniknya, acara ini dilakukan pada H+4 atau H+5 Lebaran. Bukan pada saat hari H Lebaran. Makanya, saya mudik ke Kediri - tempat lahirnya ayah saya - ya pas arus balik bukan saat arus mudik. Apesnya, waktu tersebut adalah waktu saya sebenarnya sudah masuk kerja secara efektif.
Walau demikian, saya tetap mengambil cuti kerja sehari penuh dan menggantinya dengan hari lain. Pun demikian pada hari-hari itu, saya masih sempat bekerja selama satu hari di Surabaya. Dari Surabaya, saya langsung menuju ke ke Kediri. Saya sih sebenarnya ingin naik kereta api saja. Namun, ya namanya musim lebaran tiket kereta sudah penuh. Bus pun akhirnya menjadi pilihan saya.
Lantaran takut kena macet di daerah Braan, saya datang ke Terminal Bungurasih pagi-pagi sekali. Yah sekitar jam 6 pagi. Estimasi saya, perjalanan kurang lebih memakan waktu 3 jam dan saya akan sampai di tempat acara sekitar pukul 9 pagi. Saking takutnya telat, saya langsung naik Bus Harapan Jaya yang sangat saya hindari.
![]() |
| Antrean di halte Trans Jatim yang luat biasa |
Saya takut dengan sopir bus PO tersebut yang ugal-ugalan dan beberapa kali memakan korban jiwa. Biasanya sih, saya naik PO Bagong yang ada di belakangnya. Kembali lagi ke mengejar waktu, akhirnya saya pun mau tak mau naik PO Harapan Jaya tersebut.
Benar saja, saat masuk tol Surabaya - Solo, bus ;langsung melaju dengan kecepatan penuh. Beberapa kali sempat menyalip kendaraan dari arah kiri. Saya sangat deg-degan jika sopir melakukan tindakan berbahaya ini. Selain membahayakan jiwa, ada aturan yang melarangnya yakni UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 109. Pelanggar dapat didenda maksimal Rp500.000 atau kurungan 2 bulan.
![]() |
| Naik bus Harapan Jaya |
Walau sudah ada ketentuan yang jelas, tetap saja sopir-sopir bus, terutama sopir PO yang saya naiki masih melakukan hal tersebut. Namanya juga diburu waktu dan penumpang. Belum lagi, PO Bagong yang ada di belakangnya terus mencoba menyalip PO Harapan Jaya yang saya naiki. Duel dua PO yang sudah lama berseteru di jalan ini pun berlangsung sengit dan akhirnya dimenangkan oleh PO Bagong. Armada busnya berhasil menyalip PO yang saya naiki di dekat exit tol Jombang.
Saling salip antar keduanya dengan kecepatan setan membuat saya langsung ingin berhasrat untuk buang air kecil (BAK). Belum lagi, kondisi AC yang super dingin juga membuat hasrat tersebut semakin memuncak. Yah namanya pengaturan suhu tubuh pasti tubuh akan melakukannya.
Saya sudah pasrah jika harus menahan BAK dalam waktu lama karena saat berada di Braan, kondisi macet akan langsung melanda. Daerah ini merupakan pertemuan dari 3 kabupaten, yakni Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Kendaraan dari arah barat/Jakarta akan bertemu dengan kendaraan dari arah selatan/Kediri dan timur/Surabaya. Belum lagi, ada 2 perlintasan jalur kereta api yang harus dilewati dengan intensitas kereta api yang lewat cukup tinggi.
Saya pernah sejam lebih menunggu di dalam bus untuk bisa keluar dari daerah Braan ini. Walau sempat pesimis, karena masih pagi dan terjadi penurunan jumlah pemudik, ternyata kemacetan tidak terjadi. Yah paling hanya sedikit melambat karena adanya penumpukan kendaraan di lampu merah.
![]() |
| Berhenti lama di Bra'an |
Bus pun berhenti lumayan lama di pertigaan Braan untuk mencari penumpang. Segera saja, saya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk BAK di sebuah rumah makan. Secepat kilat saya melakukan kegiatan penting itu karena takut tertinggal bus. Setelah selesai, saya kembali naik ke bus dan bus masih berhenti lama. Rupanya, PO Bagong yang menyalip bus saya masih berada di depan. Kedua kondektur sempat beradu suara agar penumpang mau masuk bus mereka. Untung saja, tak terjadi perkelahian karena esoknya, saya melihat dua kondektur PO tersebut adu jotos di tempat yang sama. Hahahahahaaa.
Dua PO ini kembali adu balap sepanjang jalan Braan - Purwoasri -Papar. Saya masih akan turun setelah Papar di daerah bernama Jongbiru yang dekat dengan PG Mrican dan Pabrik Rokok Gudang Garam Jaya. Lantaran kembali menyaksikan adu balap dua PO dengan kecepatan ngawur, hasrat untuk melakukan BAK pun kembali muncul. Saya sudah tidak kuat untuk menahannya sehingga mencari tempat untuk BAK di Jongbiru nanti.
![]() |
| Turun di Jongbiru kompleks PR Gudang Garam Jaya Jaya Jaya |
Apes, tak ada tempat yang bisa saya singgahi semisal masjid atau minimarket. Saya hanya menemukan Balai Desa Jongbiru yang jaraknya sekitar 500 meter dari perempatan tempat saya turun nanti. Saat saya turun, saya pun langsung menyeberang jalan dan mencari balai desa.
Entah karena masih belum buka pelayanan, saya hanya ketemu mbak mbak perangkat desa dan langsung izin untuk menggunakan kamar mandi. Mbaknya baik dan saya dipersilakan untuk menggunakannya. Setelah menunaikan tugas, saya pun duduk di dekat ruang kepala desa untuk memesan ojek online.
![]() |
| Numpang BAK di Balai Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo |
Baru saja duduk, Bapak Kepala Desa pun keluar dari ruangannya. Mungkin ia kaget ada orang asing di dekat ruang kerjanya.
Ia pun bertanya,”Ada keperluan apa, Mas?”
Saya yang kaget agak gelagapan menjawab,”Oh saya numpang ke kamar mandi, Pak. Baru turun dari bus ini mau order Gojek”.
Ia pun paham dan menanyakan tujuan saya yang dijawabnya sudah dekat. Ia pun masuk dan tak lama driver gojek pun datang.
Masalah ingin ke kamar mandi pun muncul lagi. Saya tak tahu apa yang salah dengan tubuh saya. Mungkin malamnya saya banyak minum (air putih dan soda) saat acara di kantor. Apesnya lagi, saya tidak tahu posisi pasti tempat halalbihalal. Saya hanya diberi patokan jembatan sungai yang airnya sudah mengering. Saya pun turun di sana.
Sempat bingung harus ke mana hingga akhirnya ada rombongan ibu-ibu yang masih saudara saya lewat jembatan itu. Sontak saya melambaikan tangan dan mereka kaget kok ada saya di sana dengan membawa tas berukuran besar. Mereka pun membonceng saya ke lokasi acara yang tak jauh dari jembatan tersebut.
![]() |
| Pam akhirnya mudik untuk pertama kali |
Setelah sampai, saya pun langsung minta izin ke kamar mandi yang lokasinya ternyata cukup jauh di dekat sungai. Ada sih kamar mandi dekat lokasi acara tapi digunakan untuk cuci perlengkapan acara. Ya sudah saya berjalan kaki ke kamar mandi itu dan bisa BAK dengan nyaman.
![]() |
| Lokasi halalbihalal tidak jauh dari Bandara Dhoho |
Tak lama kemudian, rombongan keluarga saya dari Malang pun tiba dengan naik mobil. Biasanya sih mereka datang lebih dulu. Namun, karena saya tadi ada adu balap bus dan tidak kena macet di Braan. Maka saya yang datang duluan.
Untuk tahun depan mungkin saya akan menggunakan pampers dewasa saat mudik ke Kediri. Sungguh, menahan BAK selama perjalanan rasanya tidak enak luar biasa.







