![]() |
| Ilustrasi |
Liburan sekolah kemarin, saking gabutnya karena menganggur sebulan, saya melakukan kegiatan yang benar-benar menguras waktu.
Tak lain dan tak bukan adalah menukarkan selembar uang 50 ribu yang sudah tersobek beberapa sentimeter. Mulanya, ibu saya menemukan uang itu dan akan membuangnya. Mau ditukarkan ke mana juga bingung.
Akhirnya saya berinisiatif untuk mencari info cara menukarkan uang di Bank Indonesia (BI). Setelah mencari dan mencari, akhirnya saya menemukan sebuah cara untuk mendapatkan uang 50 ribu kembali. Saya harus mendaftar dulu di aplikasi alias web pintar BI. jadi, tidak bisa ujug-ujug datang ke BI lalu menukarkan uang.
![]() |
| Uang yang rusak |
Setelah melihat antrean, saya baru bisa menukarkannya dua minggu kemudian. Hanya perlu mengisi identitas diri dan jumlah nominal uang yang akan ditukarkan, saya pun mendapatkan bukti pemesanan. Bukti ini nantinya harus saya tunjukkan ke BI terdekat untuk menukarkan uang.
![]() |
| Bagus ya gedungnya |
Singkat cerita, hari-H pun tiba. Berbekal bukti pemesanan dan identitas diri, saya langsung ke Kantor BI Malang. Saya datang sesuai jam penukaran. Jadi, pada bukti pemesanan, ada pilihan jam penukaran. Saya memilih waktu antara pukul 09.15-10.30 biar tidak terlalu pagi.
Ternyata, di sana sudah ada beberapa orang yang akan menukarkan uang. Saya diminta mengisi formulir lagi secara online dibantu oleh Pak Satpam. Lalu, saya pun mendapat nomor antrean. Kalau tak salah, nomor antrean saya adalah 7. Setelah itu, daya pun masuk ke ruangan penukaran. Di sini tidak boleh mengambil gambar atau video. Jadi, saya ceritakan seingat saya, ya.
![]() |
| Ambil no antrean |
Tempat duduk di dalamnya sangat sedikit karena memang dalam sehari, kalau tak salah hanya ada 12 orang penukar uang yang dilayani. Pantas saja saya harus menunggu selama 2 minggu. Sambil duduk menunggu, saya melihat ada sekitar 8 loket. Namun, hanya 2 diantaranya yang digunakan.
![]() |
| Antre dulu |
Saya mulanya berpikir akan sebentar. Sayang, perkiraan saya salah. Loket penukaran sedang melayani seorang ibu yang menukarkan uang koin dengan jumlah yang sangat banyak. Alhasil, petugas BI dan ibu tersebut menghitung satu per satu. Saya melihat ada kali dua bungkus keresek besar berisi koin dan uang kertas yang cukup banyak.
Ya Tuhan, ini kapan selesainya.
Di loket satunya, ada ibu-ibu juga yang merupakan seorang guru. Sebelum dipanggil, beliau bercerita bahwa sudah menyimpan uang amal siswanya bertahun-tahun. Saat membukanya, uangnya sudah banyak yang lapuk. Makanya, beliau berniat menukarkan uang yang rusak agak bisa dimasukkan ke tabungan. Saya lihat uang yang rusak juga dua tas kresek.
Ya Tuhan, ini juga bakal kapan kelarnya.
Saya pun sampai bosan menonton tayangan ulang Miss Universe sejak tahun entah. Tak lama kemudian, karena sudah jam 10 pagi, kami diminta berdiri menyanyikan lagu Indonesia raya. Tentu dong, saya ikut berdiri tapi dalam hati menyanyikan Lupang Hinirang. Kan kata Presiden siapa yang komplain soal kondisi negara suruh pindah warga negara, yekan…ngikut aja eike.
Untungnya, ibu guru yang uang amal sekolahnya rusak telah selesai. Sementara, ibu yang tukar uang koin entah kapan kelarnya. Saya yakin dia sudah berdiri dua jam lebih. Pegel bangat pasti tapi demi uang, pasti apapun akan dilakukan.
Tak lama nama saya pun dipanggil. Petugas BI-nya ngakak sambil minta maaf ke saya karena menunggu lama. Ia hanya tanya kok bisa uangnya hilang beberapa senti. Saya pun ngakak dan menjawab entah, barangkali dimakan rayap wong sudah mau berakhir di tempat sampah. Penantian panjang saya berakhir saat petugas BI memberikan uang 5 ribuan sebanyak 10 lembar.
Lah, saya kira diganti selembar uang 50 ribuan.
Tak masalah, saya malah senang karena enggak perlu ribet uang kecil. Lumayan 50 ribu buat beli bensin. Kata ibu saya ambil saja itu uang, toh uang nemu, wkwk.
![]() |
| Akhirnya |
Saat akan pulang, saya berpapasan dengan beberapa petugas BI yang membawa empat keranjang uang 100 ribuan. Waduh, berapa M tuh? Saya jadi ingat olah perkara koruptor yang uangnya dijejer sebanyak itu. Kapan ya saya punya uang sebanyak itu?





