![]() |
| BST K2 di Stasiun Purwosari |
Selain penghapusan rute koridor 6 dan Feeder 11, Batik Solo Trans (BST) juga mengubah rute koridor 2.
Mulanya, rute BST K2 ini berjalan dari arah Terminal Palur menuju ke Sub Terminal Kerten. Kini, rute BST K2 diperpendek hanya sampai Stasiun Purwosari. Meski diubah, rute yang sekarang masih hampir sama dengan rute sebelumnya.
Dari arah Terminal Palur, bus melewati UNS, RS dr. Muwardi, Panggung, Ringin Semar, Stasiun Solo Balapan, Solo Paragon, dan Jalan Slamet Riyadi (Solo Grand Mall). Bedanya rute sekarang dengan dulu adalah dari Center Point, bus langsung berbelok ke arah Pasar Kabangan. Laweyan, Uniba, dan ke arah Stasiun Purwosari.Setelah melewati Stasiun Purwosari, bus kembali lagi ke arah Palur dengan rute yang hampir sama.
Sementara itu, rute BST saat ini tidak melewati Samsat Solo, Jalan Adisucipto, dan Lokananta. Dulu, setelah dari Center Point, bus menuju ke Samsat Solo, Jalan Adisucipto, Lokananta, lanjut ke Hotel Aston dan Pasar Kabangan. Artinya, rute ke arah utara Stasiun Purwosari tidak lagi dilewati.
Perubahan ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, penumpang kereta api yang akan menuju Stasiun Purwosari tidak perlu lagi berputar-putar. Waktu tempuh menjadi lebih singkat. Bus pun lebih efisien dalam menjalankan tugasnya karena rutenya lebih pendek. Sebagai penumpang awam, saya juga lebih mudah memahami rute baru ini dibandingkan rute yang lama.
Walau lebih cepat dan ringkas, tetapi perubahan rute BST K2 ini juga berdampak pada tidak terangkutnya penumpang di sepanjang rute yang dihapus. Semisal, penumpang dari arah Samsat, Jalan Adisucipto, dan Lokananta.
Beberapa penumpang setia BST K2 yang biasanya naik dari tempat-tempat di sepanjang rute tersebut mengeluh tidak bisa lagi mengakses layanan BST dengan mudah. Walau mereka masih bisa transit menggunakan rute lain, tetapi jarak yang ditempuh lebih jauh. Belum lagi, banyak anak sekolah di daerah tersebut yang sekolahnya dilewati oleh rute bus K2, semisal SMPN 24 Surakarta.
Perubahan ini juga membuat penumpang tidak bisa lagi menuju ke tempat penting seperti Samsat dan Lokananta. Contohnya, saat saya kemarin berniat ingin mengunjungi Lokananta, saya baru ingat BST K2 sudah tidak lewat sana. Akhirnya, saya pun harus naik ojek online.
Pun demikian dengan seorang ibu yang membawa anak dan ingin mengurusi sebuah dokumen di SAMSAT. Ia harus naik ojek online di sekitar Solo Grand Mall. Ia juga mengeluh mengapa rute BST K2 diubah dan diperpendek. Beberapa pengguna bus ini juga mengeluhkan hal serupa di media sosial.
Atas alasan ini, sebaiknya pihak Dishub Surakarta mengevaluasi kembali, Seandainya perubahan ini dilakukan untuk efisiensi, maka mungkin rute ke arah timur yang diperpendek. Semisal, bus tidak sampai Terminal Palur karena sudah tumpang tindih dengan rute bus K1 dan sebagian K3. Maka, bus bisa diperpendek semisal sampai Thiong Ting atau tempat lain. Namun, perlu dipikirkan juga tempat untuk bus dan driver istirahat.
Mengurangi rute ke arah timur sebenarnya jauh lebih penting dibandingkan menghapus rute di sekitar SAMSAT. Penumpang masih bisa transit dengan rute K1 jika akan menuju Palur. Kalau rute arah SAMSAT dihapus, maka penumpang akan kesulitan mencari angkutan.
Semoga keluhan para penumpang ini bisa didengar oleh pihak Dishub Surakarta. Sayang sekali kan kalau potensi penumpang yang cukup banyak hilang begitu saja.
