Merasakan Ada "Sesuatu" di 5 Tempat Traveling Ini

Halo semua, apa kabar? Ada yang merasa dingin hari ini? 


Ilustrasi. Sumber: Wow asyiknya.
Bagi yang merasa dingin, saya ucapkan Selamat. Reseptor dingin kulit anda berfungsi dengan baik. Kalau sedang tidak merasa dingin beberapa hari terakhir ini, saya sarankan berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Eh.

Bicara masalah dingin, pasti ada yang tahu dong tentang bulu kuduk yang merinding. Bulu yang sebenarnya jika diartikan cukup ambigu ini menjadi tanda bahwa kita sedang merasa ketakutan. Atau, sinyal ada “sesuatu” di dekat kita yang cukup kuat. Entah ada yang menyebut iblis, setan, jin, dan lain-lain. Sebagai orang beragama, pasti saya harus percaya mereka ada di mana-mana karena sama seperti kita, mereka juga makhluk Tuhan. Hanya saja, keberadaan kita sebagai manusia tampak dengan kasat mata namun tidak dengan mereka.

Nah, selama traveling dan melakukan perjalanan di berbagai tempat, saya kok sering merasa kalau tempat itu ada “sesuatu”-nya. Merasa di sini bukan berarti pasti ada karena saya tak punya dokumentasi foto bersama mereka. Hanya, ketika saya merasa ada “sesuatu”, saya sering mendapat beberapa tanda. Biasanya, saya merasa pusing dan mual, lalu disusul dengan jantung berdebar, keringat dingin dan yang paling parah sendawa selama beberapa hari. Oh ya, masalah sendawa ini menjadi tanda karena saya pernah dirukyah oleh Om saya yang kebetulan bisa merukyah. Beliau mengeluarkan sekitar 6 hingga 7 jin dari tubuh saya dan itu sangat sakit sekali rasanya. Kebanyakan, mereka berada di daerah lambung, kerongkongan, dan usus halus. Sejak saat itu, ketika saya berada di tempat asing dan mulai menunjukkan “tanda”, saya terus melafalkan doa. Terutama, saya membaca surat Al-Fatihah dan ayat Kursi.

Lalu, apa saja tempat-tempat yang membuat saya merasa ada “sesuatu” di sana?

1. Candi Sari, Kalasan, Yogyakarta


Tidak dipungkiri, saya suka ke candi. Entah, apa sebabnya, yang jelas candi adalah destinasi utama saya ketika traveling. Sebenarnya, saya merasa biasa saja ketika memasuki salah satu tempat suci agama Hindu dan Buddha ini. Aneka candi lain berhasil saya jelajahi dalam suasana yang asyik. Arca demi arca, relief demi relief berhasil saya tapaki dan meninggalkan satu kesan yang luar biasa. Namun, ada sebuah candi yang membuat saya segera beranjak pergi.

Candi itu adalah Candi Sari. Candi yang terletak di kawasan Kalasan, Sleman, Yogyakarta ini berada tak jauhj dari Jalan Raya Yogya-Solo dan hanya beberapa meter dari Candi Prambanan. Terletak di sebuah gang, candi ini berdiri megah dengan stupa khas candi Buddha. Ada tiga ruangan di dalam candi ini yang saling terhubung dengan lorong kecil. Cahaya matahari dapat masuk melalui celah-celah candi yang hanya menerangi sebagian kecil ruangan. Maka, ketika masuk ke dalam suasana sangat gelap. Ruangan-ruangan tersebut kosong dan terdapat genangan air jika hujan tiba. Ketika saya memasuki sisi kiri candi, kepala saya mulai pusing. Kalau dipaksakan, rasanya ingin pingsan. Maka, pada kunjungan perdana saya, waktu untuk menjelajahi candi hanya sekitar 10 menit.


Candinya bagus. Saya suka memotret dari balik pohon semacam ini.
 2. Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Saat ke hutan ini, saya naik perahu dari dermaga untuk menuju pinggir laut lepas di sekitar Selat Madura. Mengingat saya sendirian dan cukup lama menghabiskan waktu memfoto fasilitas umum yang ada di sana seperti MCK, saya jadi tertinggal rombongan perahu yang lebih dulu menuju anjungan. Ketika berjalan di tengah rimbunnya hutan, saya kok tiba-tiba sendawa. Mulanya, sendawa saya biasa saja tapi lama-lama tambah parah. Saya bergegas menuju anjungan yang jaraknya sekitar 500 meter dari dermaga. Maka tak heran kalau pengelola membatasi waktu kunjungan hanya sampai jam 3 sore.

Jogging track di hutan mangrove
3. Pasar Kain Cigondeweh Bandung
Pasar Kainnya
Ceritanya, saya bersama keluarga besar akan membeli kain untuk seragam nikahan saudara. Karena saya sedang tidak berminat berbelanja, maka saya pamit sebentar untuk mencari ATM dan jajan. Mengelilingi blok demi blok awalnya saya merasa biasa saja. Hingga pada suatu blok saya menemukan hanya ada dua pedagang yang buka dan sangat kontras dengan blok lain. Melihat susasa sepi, saya memilih untuk duduk sambil bermain gawai. Tak lama kemudian, saya kembali berjalan dan berniat mencari ATM lagi.

Sayang, saya tiba-tiba tersesat. Padahal, menurut saya ukuran pasar itu tidak terlalu luas. Saya kembali ke blok itu lagi dan tak menemukan keluarga saya. Kepala saya lalu pusing. Yang membuat aneh, tetiba saya kok ingin melihat model kain di blok tersebut padahal sebelumnya saya tak berniat melakukannya. Entah karena sudah capek mencari atau memang kepingin, saya akhirnya melihat kain. Tak lama kemudian, adik saya datang mencari saya. Cerita pun berakhir.

4. Bangunan Kosong di Sekitar Jalan Imam Bonjol Semarang

Ketika menginap di salah satu hostel di bilangan Jalan Imam Bonjol, saya tetiba butuh melakukan transaksi keuangan. Oleh Mbak Resepsionis, saya diarahkan ke Pusat Perbelanjaan Sri Ratu yang berada tak jauh dari hostel dan mengarah ke Pasar Johar. Tepatnya, berada di Jalan Pemuda. Berjalan menysuri panasnya malam Kota Semarang, saya kembali menemukan sesuatu hal yang menurut saya janggal.

Bermula dari selesai melakukan transaksi ATM di pusat perbelanjaan tersebut, saya berjalan menuju persimpangan jalan kembali ke hostel. Mulanya, saya merasa biasa saja ketika melewati deretan orang yang melakukan pijat tradisional di tepi jalan. Bahkan, saya sempat berminat akan mencoba membuka baju untuk ikut merasakan pijat unik ini. Namun, niat itu saya urungkan ketika saya melihat ada bangunan besar yang cukup tua berada di belakang para pemijat itu. Tetiba kepala saya pusing seperti biasa. Saya lalu bergegas kembali ke hostel dan melewati Hotel Singapur yang katanya angker itu tapi menurut saya biasa saja. Semoga ketika mendaki Bukit Gombel beberapa waktu ke depan kepala saya tidak pusing.

5. Museum Kesehatan (Museum Santet) Surabaya 


Jailangkung di Museum Santet
Cerita lengkap perjalanan saya di museum ini bisa anda klik di sini. Di museum itu, ada satu ruangan khusus yang menurut saya aneh. Di sana dijelaskan potret penampakan makhluk-makhluk halus yang terekam jelas.

Ada pula sebuah buku juga berisi kekuatan yang terdapat dalam tubuh untuk menyehatkan tubuh itu sendiri atau disebut self healing. Ada juga skema pancaran energi kosmis di dalam bangunan museum itu yang secara sains bisa dijelaskan meski bagi saya masih mengandung nuansa mistis.

Entah, di ruangan berukuran 2x2 meter itu tangan saya selalu tremor jika mengambil gambar. Kepala saya mulai agak berat. Apalagi, setelah melihat beberapa potret di dalamnya, seperti gambar Nyi Roro Kidul dan semacam penampakan telapak tangan di Turki, kepala saya tambah berat. Mungkin juga karena saya belum makan. Meski begitu, saya masih belum mengerti maksud dari pemajangan benda-benda di ruangan ini.


Apapun itu, percaya dan berdoa kepada Tuhan adalah cara terbaik di manapun kita berada. Mohon maaf jika ada kesalahan ya.
Nah, bagaimana dengan cerita horor traveling anda?

Berbagi di kolom komentar yuk!

22 comments:

  1. Waah artinya ... kamu punya sixsenth, sob...
    Peka terhadap hal-hal gaib.

    Tak bisa dipungkiri memang, banyak tempat bahkan lokasi wisata yang terasa ada 'penghuninya'.
    Kebiasaanku selalu mengucapkan permisi dulu sebelum memasuki suatu tempat, dan mengulang lagi bilang permisi sebelum memotret lokasi.
    Mungkin, pengalamanku ini bisa jadi bekal buat kamu juga,sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan indra keenam sih mas
      tapi memang ketempelan jin
      heheheh
      makanya habis dirukyah rasanya enak dan cerita2 ini semuanya sebelum aku dirukyah

      klo sekarang udah tenang dan baca doa aja kan ada Tuhan

      Delete
  2. Kalau sesuatu itu, saya merasa banyak pengalaman. Kerena dari saya masih SMP suka mencari sesuatu itu. Tapi dalam hal ini, menurut teropong saya dari jauh, seperti sesuatu itu karena hal yang ada dihati dan pikirin. Bukan sesuatu sungguhan. Soal hasil rukhyah itu sendiri sepertinya saya juga sedikit meragukan hasilnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dulu memang sedang galau hehehe
      tapi sejak dirukyah sudah enggak mas
      kalau hasil antara percaya dan tidak tapi karena saya merasakannya sendiri ya kahirnya percaya
      lah pas dirukyak ada hal2 di luar nalar yang gak masuk akal tapi ya saya alami

      Delete
  3. ih serem banget tuh, kalau aku yang alami bisa lari

    ReplyDelete
  4. Tanggal 4-5 Juli kemarin aku ke Malang, dingin. Tapi bagi anakku yang sudah terbiasa tinggal di Malang, ya biasa saja.
    Kalau ke candi rasanya kayak ada hawa mistisnya. Tapi tetap ya, jalan di jalur yang banyak orang. Taati aturan dan banyak doa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo candi tergantung juga sih mbak
      tapi yang sepi emang agak gimana gitu

      Delete
  5. Saya lebih memilih kabur deh daripada diminta wisata horror, hehehe. Melihat gambar di Museum Kesehatan itu aja sudah bikin merindingg, hiii

    ReplyDelete
  6. Haha...cobain ke museum wayang mas di Jakarta, wayang2nya malah seram sebagian,,

    Apalagi boneka2nya ..
    Bisa ngerasain gitu ya mas, kirain yg pijit ada sesuatu negatif alias prostitusi..ternyata 🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah pernah mas pas esempe dulu
      serem sih tapi sereman museum santet ini hehe
      masalah pijit itu cuma pijat rileks aja lah kan di pinggir jalan

      Delete
  7. Aku ga pengen sih ngalamin yg aneh2 saat traveling ato di mana aja. Yaiyaalh. . Semua org juga pasti gitu :p. Alhamdulillah pas traveling masih aman. Walopun pernah pas ke bulgaria ngerasa merinding tiap kali naik lift apartmnya. Krn bangunan tua gitu sih. Mamaku sendiri bbrp kali di ganggu di apartmennya. Tp untungnya aku blm prnh ngalamin kalo kesana.

    Cuma pernah ngalamin kurang enak pas di kantor. Ini pas masih di cabang puri kencana. Tiap pagi aku hrs check CCTV di server room di lt 4. Dan itu serem krn sepiii. Makanya tiap kesana aku ga mau tutup pintunya. Tapi pernah suatu hari, pas lg cek cctv, ada yg berbisik di telinga. Uwaaaah aku lgs kabur mas hahahaha. Sejak itu slalu dikawal ama security aku kalo mau cek cctv

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku gak suka apartemen karena pernah denegr bunyi2an mbak...'
      meski mewah, jadinya aku p;ikir2 heuheu
      apalagi klo kantor gedung tingkat mbak
      wong siang aja kadang semriwing huhu

      Delete
  8. wow... serem bacanya mas. Ntar pas ke tempat rekreasi itu aku jadi ingat tulisanmu ini lho, hiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba ke museum santet mbak, deket tugu pahlawan kok, hehe

      Delete
  9. Tiap manusia sebenarnya punya indra perasa yang dalam, tinggal sering diasah atau tidak. Ceritanya serem ya bro...

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu klo ngerasa biasanya ada jin mas
      klo bisa liat ya ketempelan
      harus dirukyah heuheu

      Delete
  10. Kayaknya seru tuh kalo jalan-jalan ada bumbu mistis nya. Gue pribadi juga kadang ngerasa sinyal pusing kayak Mas Ikrom, cuma kalo saya pribadi lebih ke arah kepala berat sampe bahu. Kayak kepala rasanya di remas kuat. Cuma Alhamdulilah ga sering sih, yang sering itu kebelet kencing, tapi ya itu karena udara dingin.. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kecapean bisa mas
      klo ini ditmabah keringat dingin
      sama klo saya ya sendawa
      klo dingin aku juga sering pipis mas hehe

      Delete
  11. ok fix.. tempat-tempat ini nggak akan saya kunjungi sekalipun saya diajak gratisan kesana.. takuuut. Itu sampe 7 jin menetap di badan mas ikram emang habis ngapain? Tapi ilmu baru nih, baru tau kalau jin numpang tinggal di lambung, kerongkongan dan usus halus. Pantas saja Rasullullah menyarankan kita mengucapkan ta'awudz saat nguap dan baca bismillah saat memasuki makanan dan minuman. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku habis dari makamnya Nyai Malang Mbak., yang suaminya dibunuh sama Amangkurat I di Bantul
      yauda deh jadi pengalaman aja hehe
      nah bener bsimillah dan makan sambil duduk

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.