Lima Lagu Anime Jadul yang Membuat Hati 'Ambyar'

Ilustrasi. http://bola-anime.blogspot.com
Apa yang Anda bayangkan tentang anime? Kenangan masa kecil, tokoh kartun favorit atau bahkan kenangan membeli mainan anime tersebut? Kalau saya sih malah terngiang tentang lagu-lagu yang dijadikan soundtrack anime tersebut. Terutama, soundtrack yang membuat hati ini ambyar seperti lagu-lagunya Lord Didi Kempot.

Berbicara masalah lagu ambyar, ternyata pengaruh sebuah bagian otak yang bernama parahippocampal gyrus cukup dominan ketika kita mendengarkan lagu bernada minor. Berbeda dengan tangga nada minor, bagian parahippocampal gyrus ini tidak teraktivasi secara terlalu besar jika dibandingkan ketika seseorang diberikan stimulus berupa tangga nada mayor.

Akibatnya, ketika sebuah lagu bertangga nada minor terdengar di telinga, stimulus berupa tangga nada minor tersebut akan dipersepsikan lebih ‘sedih’ dibandingkan dengan tangga nada mayor. Kita pun jadi lebih sedih saat mendengar lagu tersebut dibandikan lagu lain. Bagian ini juga menyimpan tipe memori berkaitan dengan pengalaman yang memiliki ikatan emosional kuat. Makanya, hingga usia dewasa, saya masih menyimpan betapa ambyarnya lagu tersebut.

Lantas, apa saja lagu anime yang membuat hati ini ambyar?

1. Let’s Try Our Best (Dragon Leaugue)

Yakin gak nangis pas degar lagu ini? Sembilan dari sepuluh komentator yang mendengarkan lagu ini di YouTube menyatakan ingin menangis kala mendengar lagu anime ini. Ajakan untuk tetap bersemangat meskipun berada di titik nadir membuat siapa saja pasti akan menitikkan air mata.

Lagu yang merupakan soundtrack dari kartun Liga Dragon ini benar-benar terkenang. Saya masih mengingat iklan serial ini di ANTV pada awal tahun 2000an. Bercerita mengenai sosok manusia yang gemar bola, ia memiliki tekad yang amat kuat bisa menjadi juara dan pesepakbola handal meski yang dihadapinya adalah para dragon.

Meskipun jatuh ku angkat bangkit

Berlari menuju gawang


Masih mau menyerah? Coba dengar lagu ini.


 
 2. Oyaji Hanasu (OST Rocky Rackat)
Saya tidak paham mengapa suka sekali mendengar lagu ini yang sebenarnya tak terlalu sedih. Tapi lagu ini mengingatkan saya dengan rekan SMP yang sudah meninggal. Dan, ia sangat menyukai lagu ini. Ia kerap memutar film ini di channel Spacetoon saat saya datang ke rumahnya. Dan beberapa hari sebelum ia meninggal, lagi-lagi ia memutar kartun ini dan tepat di lagu ini. Jadinya, hingga sekarang lagu ini masih terngiang.

Saya juga tak terlalu mengikuti isi cerita kartun Pokonyang ini. Yang saya tahu, ia adalah seekor rakun yang tinggal bersama seorang anak bernama Miki. Dengan kekuatan sihirnya, ia kerap membantu Miki saat mengalami kesulitan.



3. Kimi Ga Inai Natsu (OST Detective Conan)

Ah, lagu ini memang bikin mewek. Saya tak tahu sensasi apa yang menjalar di dada ketika mendengarkan lagu ini. Lagu penutup serial Detective Conan ini begitu ambyar. Terlebih, ketika cerita pembunuhan yang baru saja dihadirkan begitu menaikkan tensi. Entah pembunuhan dilandasi sakit hati hingga sang pembunuh tak tahu bahwa yang dibunuh sebenarnya sayang terhadapnya atau ada hal-hal lain yang tak terduga.

Yang jelas lagu ini menjadi penutup manis serial ini. Penonton seakan dibuat puas dengan adanya lagu ini. Apalagi, isi lagu yang sedikit menyiratkan penyesalan karena berpisah dengan orang yang dicintai. Yang kadang harus terjadi akibat kejadian pembunuhan yang tak direncanakan sebelumnya.




 4. Yumemiru Ai Tensi (OST Wedding Peach)


Ku kan melindungi kebenaran ini

Dan gemerlapnya wedding ring

Air mata ini menjadi pelangi

Senyuman bidadari

Ya Tuhan, sampai sekarang saya masih hafal lagu ini. Yang saya saksikan dan saya dengar di Minggu pagi. Walau lagu ini berasal dari sebuah anime khas anak perempuan, tapi entah kenapa saya begitu suka. Alunan nadanya begitu masuk di relung hati.

Dibandingkan Sailormoon, saya lebih senang melihat Wedding Peach. Selain jurus berubahnya yang unik salah satunya ya lagu ini. Namun, ketika memahami liriknya dengan seksama, lagu ini menyiratkan upaya untuk mencintai sesama di tengah kesepian hati. Kok dalam ya.



 5. Yume no Yuke (OST Doraemon)
Huwaaaaa, lagu ini benar-benar membuat sesak di dada. Kalau ingin mendengarnya, cobalah melihat Doraemon The Movie yang kerap ditayangkan di RCTI. Jika film telah selesai, maka lagu ini akan sering diputar.

Emiko Shiratori yang menyanyikan lagu ini benar-benar melakukan tugasnya dengan apik. Harapan akan masa depan, seperti lagu-lagu anime lain benar-benar terpatri di dalam hati.




Lagu-lagu soundtrack dari serial Digimon sebeanarnya juga membuat hati ambyar. Namun, bagi saya musik lagu-lagu tersebut yang nge-beat membuat rasa ambyar tak terlalu besar dibandingkan lima lagu tadi. Kalau Anda sendiri, mana yang ambyar di relung hati?

Diskusi yuk di kolom komentar. Terima kasih.



Sumber:

https://id.quora.com/Mengapa-nada-minor-bisa-membangkitkan-emosi-sedih

6 comments:

  1. Himawari no yakusoku-nya Doraemon the Movie yang Stand by Me juga lumayan bikin ambyar itu mas *Woy, ini mbahas anime jadul. Stand by Me, mah, baru 2014 lalu. Bukan masuk anime pula xD

    Yang bikin saya penasaran itu, kenapa kalau lagu-lagu di akhir film anime jejepangan gini mesti tone-nya lebih slow daripada lagu pas openingnya, ya? Slow dan ambyar-able.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya itu juga enak mas
      belum jadul sih tapi ya udah lama hehe

      bisa jadi, efek buat nambah jadi penonton gar terngiang-ngiang terus ke cerita akhrnya

      tapi ada juga yg lagu awalnya mendayu-dayu malah lagu endingnya semangat

      Delete
  2. Harusnya hachi masuk di urutan pertama dooong. Hachi tuh udah pasti ambyar baru denger bunyi musiknya doang juga. Eh tapi dia bukan anime ya? :p

    ReplyDelete
  3. belum pernah denger semuannya, ntar aku cobain satu-satu ah

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.