Keseruan Sehari Ikut Kompasianival 2019



suasana panggung kompasianival 2019
Panggung utama Kompasianival
Jika esok tiba semua kembali
Dan menjadi tiga orang teman
Kamu menemaniku tanpa ada penolakkan
Hari ini bagiku adalah momen abadi

Saya masih terngiang petikan lagu yang dibawakan oleh tim J JKT48 saat saya melihat mereka di FX Sudirman. Lagu ini membawa mood kembali ke puncak setelah paginya saya kehilangan ponsel. Selama Jumat hingga Sabtu, lagu ini saya dengungkan terus. Termasuk, saat saya menaiki Bus Trans Jakarta dari Kota Tua menuju Pondok Labu, tempat acara Kompasianival berlangsung.

Saya akan bertemu teman. Tanpa penolakan. Hari yang merupakan momen abadi dalam hidup saya -  mengikuti Kompasianival untuk kali pertama. Setelah tiga kali gagal, yakni pada 2015, 2016, dan 2018 kemarin, akhirnya saya bisa berhasil mengadiri Hari Raya Kompasiana. Dalam diri saya sudah bertekad paling tidak satu kali saja bisa mengikuti acara ini.

Apa yang saya inginkan pun tecapai. Baru masuk beberapa meter dari One Belpark Mall, saya disambut segerombol Kompasianer lain sudah tak sabar menanti acara. Ada Mas Yose Revela, Mas Irfan, Mbak Feni Bungsu (yang awalnya hanya kenal lewat komen di blog), serta Miss Maria, Kompasianer Guru yang sudah lama saya kenal dan baru saat itu bertemu.

Heboh, seheboh wota bersorak woy woy woy di Teater JKT48 pada hari sebelumnya.


Itulah yang bisa saya rasakan. Apalagi, kala kami baru menyadari sosok di balik sebuah tulisan yang tayang di Kompasiana. Oh, ini Mas ini toh? Atau Oh, ini sampeyan, ya ampun....

Bersama Mas Yose Revela. - Dokpri
Rasanya, kegetiran yang saya alami, sejak hari Jumat kemarin hilang sudah. Terbayar lunas dengan canda tawa dan aneka selingan pembicaraan. Dan rasanya, suasana semakin riuh dengan kehadiran Kompasianer lain.

Terlebih, saat ada beberapa Kompasianer lain yang mengenali tulisan saya. Dan mereka terkejut dengan sosok saya ya yang seperti ini di dunia nyata. Lantaran, saya memang tidak memasang foto profil asli di akun Kompasiana. Lagi-lagi, cekikikan dan canda tawa memenuhi pusat perbelanjaan itu. Kami begitu larut dalam kebahagiaan.

Jujur, saya tidak menemukan acara blog gathering di tempat lain semacam Kompasianival ini. Apa yang saya bayangkan saat membaca keseruan acara ini di tahun sebelumnya ternyata jauh lebih menggema dan wow -- jika boleh mengikuti iklan Binomo. Apa ya, saya seperti mengumpulkan energi positif yang begitu besar dari para Kompasianer yang kami temui. Energi itu serasa memasuki relung hati kami.

Bersama Mas Himam Miladi dan Mbak Anies H serta Kompasianer Malang lainnya. - Dok, Mbak Aneis H.

Saat saya berkeliling dan menemukan Kompasianer lain yang baru pertama kali bertemu, saat itu pula saya semakin menemukan apa arti ngeblog sesungguhnya. Jika boleh jujur, di media sosial kemarin sempat ramai oleh kontroversi tagar yang berusaha mengumpulkan para blogger untuk saling mengikuti di dunia maya. Di tengah kontroversi yang malah membuat hubungan para blogger semakin renggang, nyatanya dengan adanya Kompasianival 2019 ini menjadikan para blogger di dalamnya semakin erat. Tak peduli dari mana asalnya, suka menulis tentang apa, hingga bagaimana kondisi kami saat ini. Yang ada, kami semua tertawa dalam suasana yang begitu hangat.

Bersama Mas Yonathan dan Mas Irfan. Btw Selamat untuk Mas Yonathan atas penghargaan yang diraihnya. Dokpri

Kejadian paling fenomenal tentu saat saya bisa berteriak memanggil Kompasianer yang begitu kenal tetapi jarang atau malah belum pernah bertemu. Dengan hentakan kaki yang melonjak-lonjak seperti anak kecil, kami sama sekali tidak merasa norak. Justru, dengan kelakukan kami seperti ini malah mengundang Kompasianer lain untuk ikut bertegur sama.

Hentakan fenomenal datang saat saya beremu bintang Kompasiana tahun ini,. Apalagi kalau bukan Mbak Leya yang sudah menyabet 3 medali emas. Mbak Leya malah menghampiri saya. Kamipun melonjak-lonjak sambil berfoto saking girangnya. Saya bisa bertemu sosoknya yang tetap rendah hati dan asyik sekali meski tulisannya benar-benar bernas.


Berfoto dengan Mbak Leya yang menyabet 3 penghargaan sekaligus: Opini terbaik, HL terbanyak, dan vote terbanyak.

Hingga akhir acara, saya masih heran lho kenapa ya Kompasiana bisa begitu mudah menyatukan kami semua. Walau kami tak pernah bertegur sapa secara intens tapi rasanya kami dekat sekali. Saking dekatnya malah Kompasianival kemarin seperti ajang reuni sekolah teman yang lama tak bersua. Rekan saya di dunia nyata sampai heran dengan puluhan foto yang saya unggah dan bertannya, kok seru sekali acaranya?

Makanya, jika tahun depan saya masih ada kesempatan waktu dan rezeki, rasanya ingin ikut kembali acara ini. Saya sudah tidak memikirkan jauhnya lokasi acara karena bagi saya selama ada angkutan umum semua masih baik-baik saja. Toh hanya setahun sekali kan?


Rasanya ingin ikut terus acara ini. - Dok. Mbak Anies H.
Hanya saja, jika boleh usul, alangkah lebih baik kalau acara ini ada ruangan khusus bagi Kompasianer untuk berkomunitas. Tidak dijadikan satu dengan pemateri handal karena kami juga bingung. Di satu sisi ingin heboh bersama kawan Kompasianer namun juga di sisi lain ingin mendengarkan materi. Itu saja mungkin yang bisa saya usulkan. Untuk secara keseluruhan,
Kompasianival 2019 ini benar-benar berkesan di hati saya.

Dan di akhir acara, kembali lagu JKT48 yang berjudul Only Today berdengung di kepala saya. Ya, hanya hari ini, lebih tepatnya Sabtu (23/11/2019) kemarin, saya bisa melampiaskan hasrat ikut Kompasianival setelah seringkali gagal. Mengikuti cintaku yang konyol terhadap Kompasiana. Cinta yang membuat senyum-senyum sendiri.

Salam.

9 comments:

  1. Selamat ya....
    Selamat bertemu JKT 48, hehehe.
    Saya juga punya akun Kompasiana akan tetapi jarang update juga.
    Acara Kompasianival selalu seru dan spectacular ya.

    ReplyDelete
  2. Wah, selain ketemu sama Kompasianer lain juga dihibur oleh JKT48, asyik dong kang Ikrom.😄

    ReplyDelete
  3. Saya punya akun di kompasiana, tapi masih belum pernah ikut menulis artikel
    Belum percaya diri, seru juga ya acaranya
    Soal kehilangan hape, aduh saya sudah enam biji lo. :)

    ReplyDelete
  4. aku ngiri sampe ke tulang ya ampuuuunnn..... enaknya si abang bisa ketemu JKT48....
    duuuhhhh

    ReplyDelete
  5. Semoga Hape Mas yang hilang segera Allah Gantikan dengan yang baru yah mas.Coba deh lihat2 di Conter Hape, siapa tahu ada yang cocok mas. :)

    Eee...acara kompasianival seru banget yah, sayang sekali saya belum pernah ikutan. :)

    ReplyDelete
  6. Sumrimgah2 banget ya mas penulis penulis kompasiana yang tulisan tulisannya aku bilang bernas plus berbobot #kayak admin blog ini, komenan minta ditraktir, plakkk haha

    Kok aku jadi penasaran ama lagu jkt48 nya ya, buru2 nyari di yutup

    Ah seneng banget klo abis kumpul2 begini, berasa ketemu temen di dunia maya, trus ketemu sosok aslinya pasti pada kejutan banget, aku loh selama ini klo baca blog orang seakan akan ikut ngedubberin dan ngira2 suaranya kayak apa hahah

    Owalah kok aku baru tau ya ada kontroversi blogger haris saling mendukung follow followan gitu ya, hahahha aku kudet soal ini jal hahaha
    Soale bener, klo uda followan malah komen komenane di blog mendadak ga ada, mending coroku ga followan tapi rame di tulisan yang dah kita publish di platform entah itu kompasianane atau blog e wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Wah, Mas Ikrom ternyata hadir di Kompasianival toh? Aku ada juga di sana sih tapi ga lama... Sempet dengerin talkshow juga tapi karena lapar aku langsung melipir ke salah satu outlet makanannya hahaha.. Nih aku baru bikin akun :) Duluuu pernah nulis 1 judul tapi lupa passwordnya.

    ReplyDelete
  8. Kecopetan tah mas? Semoga mendapat ganti yg lebih ya. Dan semoga juga tahun ini bisa mengahdiri acara kompasiana lagi. Cm baca tulisanmu doang ikutan kecipratan energi positif nih.. Apalagi beneran hadir di sana ya. Hhh

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.