Menurunkan Berat Badan dan Sederet Rencana pada Semester Genap 2020

RENCANa semester II 2020


Tahun 2020 ini benar-benar di luar prediksi. Banyak rencana dan harapan yang bisa diselesaikan pada tahun ini meleset.

Ya, wabah covid-19 yang membuat segalanya benar-benar harus ditata ulang. Makanya, ini juga jadi pembelajaran untuk menyusun resolusi awal tahun bahwa harus ada beberapa rencana lain di samping rencana utama. Dan tak lupa, semua kembali kepada Tuhan yang mengatur segala urusan kita di dunia.

Meski demikian, ada beberapa target yang tetap saya patok di era kenormalan baru. Sisa tahun ini yang harus tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ada rencana yang harus saya geser ke tahun berikutnya atau bahkan dua tahun mendatang. Apa saja itu?

Menata Ulang Kegiatan Bimbel

Ini menjadi prioritas saya dalam menjalani sisa tahun ini. Lantaran, wabah covid-19 membuat kegiatan tatap muka dihentikan. Namun, dengan petimbangan masukan wali murid dan kesulitan belajar siswa, maka bimbel akan saya buka kembali dengan banyak pembatasan.

Misalkan, tentang jumlah siswa yang hanya 50% saja. Jika biasanya dalam satu kelas terdiri maksimal 6 siswa, kini hanya 3 siswa saja. Saya juga akan memperbanyak tutor untuk bimbel privat yang datang ke rumah karena banyak permintaan untuk pembelajaran seperti ini. Selain aman, siswa juga lebih mudah menyerap pelajaran.

Walau demikian, kegiatan bimbel secara daring juga tetap akan dilakukan terutama bagi mereka yang belum berkenan untuk datang ke tempat bimbel. Maka, di sisa liburan ini saya dan rekan tutor lain memaksimalkan untuk mencari bahan pembelajaran atau latihan soal agar bisa dikerjakan secara daring.

Saya pun juga harus menyediakan berbagai piranti yang mendukung kegiatan bimbel di era kenormalan baru ini. Mulai dari masker bagi mereka yang tidak membawa, thermos gun, hand sanitizer, sabun, dan lain sebagainya. Saya targetkan kegiatan transisi ini bisa berjalan baik dalam enam bulan ke depan.

Menulis Buku Ketiga

Sembari menata ulang bimbel, kegiatan yang ingin saya selesaikan pada semester kedua tahun ini adalah menyelesaikan buku ketiga saya. Sebenarnya naskah sudah banyak yang selesai karena sudah saya tulis di Kompasiana. Buku ini seputar kisah saya selama mengajar di SD dulu. Mulai dari mengacak kelas, mengacak wali kelas, mengerjakan laporan BOS, drama dengan wali murid, dan sebagainya.

Namun, saya masih belum menemukan grand desain lay out dari konsep buku yang saya tulis. Makanya, target saya, pada bulan Agustus nanti, konsep tersebut sudah saya dapatkan sehingga saya tinggal mengisi dan memasukkan bagian-bagian yang penting.

Masalah penerbit, saya sudah mantap dengan penerbit minor saja agar buku lebih cepat tercetak. Toh saya sudah punya langganan penerbit yang pernah menerbitkan buku saya. Jadi, nanti jika sudah selesai semua naskahnya, akan saya kirimkan dan siap untuk disunting lagi. Harapan saya, sebelum tahun ini berakhir, buku tersebut sudah terbit.

Menabung Emas

Saya yakin investasi sangat penting. Makanya, sejak 2018 kemarin saya sudah menabung emas di pegadaian. Saya memilih tempat ini karena mudah dijangkau di kota kecamatan. Makanya, jika ada rezeki, semisal menang lomba atau dari kegiatan les, saya menabung emas barang beberapa gram.

Namun, lagi-lagi pandemi covid-19 yang membuat kegiatan bimbel saya terhenti dan secara otomatis pemasukan pun berkurang. Saya jadi tidak bisa menabung emas lagi secara rutin. Makanya, dengan normalnya kegiatan bimbel nanti, semoga saja saya bisa rutin menabung emas. Bagi saya, bentuk investasi emas saat ini adalah yang paling aman dan menguntungkan dibandingkan bentuk investasi lain.

Melancarkan Bahasa Tagalog

Kegiatan yang bagi banyak orang unfaedah ini tetap saya lakukan demi bisa segera lancar. Walau tahun ini saya gagal ke Filipina, tetapi saya yakin tahun depan bisa berangkat. Target saya, keberangkatan ini berbarengan dengan pelaksanaan Miss Universe. Agar saya bisa mendapatkan pengalaman langsung melihat kemeriahan kontes kecantikan di negara yang sangat mengagungkan kontes tersebut.

Dengan lancar berbahasa Tagalog, maka akan ada kesempatan untuk mengulik lebih dalam mengenai aspek kehidupan para Pinoy. Terutama, dalam kaitannya dengan dunia pageant. Ini yang saya cari sebenarnya jika dibandingkan dengan wisatanya. Karena mungkin wisata di Filipina ya bisa dibilang kalah dari Indonesia, terutama wisata alamnya.

Menurunkan berat badan

Target terakhir yang ingin saya capai di semester akhir tahun ini adalah menurunkan berat badan. Saya cukup gemuk dengan berat badan 70 kg dan tinggi hanya 165 cm. Namun, perlahan tapi pasti saya sadar bahwa terlalu gemuk tidak baik. Ini bermula saat masa bakar uang dompel digital yang heboh beberapa waktu lalu. Dalam seminggu, saya bisa ke restoran cepat saji lebih dari 2 kali untuk mengejar promo. Ya akhirnya gemuk.

Pandemi covid-19 yang menyebabkan ekonomi lumpuh ternyata berpengaru positif dari kegiatan jajan saya yang berkurang. Saya jadi makan lebih sedikit, memperbanyak sayur, dan biar tidak bosan berolahraga. Dari yang awalnya 70 kg, kini turun menjadi 65 kg. Target saya pada akhir tahun ini bisa turun hingga 60 kg. Berat badan normal yang membuat tubuh saya proporsional. Tidak gemuk dan tidak terlalu kurus.

Itulah beberapa target yang ingin saya kejar pada semester akhir 2020 ini. Tapi semuanya saya kembalikan lagi kepada Tuhan karena hanya pada-Nya juga semua bisa berlangsung baik. Tentu, dengan usaha keras tak boleh dilupakan.

Bagaimana dengan Anda?  Apa rencana di sisa tahun ini? 

13 comments:

  1. semoga semuanya bisa tercapai mas, selalu semangat dan sehat yaaa

    ReplyDelete
  2. Mas jujur aku kagum sama dirimu yang dari usia muda uda bisa buka usaha bimbel gini loh, eh btw pelajarannya khusus hitungan tok or mapel apa aja mas?
    Dan sebagai pelaku usaha dengan ngikuti protokol kesehatan di masa pandemi ini bener2 kuacungi jempol, smeoga adek2 yang ikut les semangat lagi setelah euforia liburan kemaren yak mas

    Eh eh..dan aku loh salut banget ma dirimu yang dah mau buku ketiga aja, rencananya andai uda beres kabeh dijuale via online atau adadi gerai offline nya juga mas, mana temanya menarik banget lagi dengan segala drama mengajar esde hihi, moga cepet rampung mas

    Oiya satu lagi, emang nek kontes miss universe ada beli tikete apa nonton gratis sih mas, penasaran juga aku..,tapi yen terbang ke filipin pestinya nek wabah bener2 udah dinmasa landai kali yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbak nita semangatnya
      ya mau gimana lagi udah jadi lahan pekerjaan mau ganti lain juga saat ini sulit heheh

      ini kayak buku pertama dulu offline aja di penerbit indie
      ini masih belum jelas dan pastinya nunggu bener2 stabil lah mbak
      lek jek medei gini ya mana berani hehe

      tikete beli si kayak Puteri Indonesia mbak

      Delete
  3. Pasti sangat berat banget ya mas ngurus bimbel dalam situasi seperti saat ini. Tetangga yang punya usaha sama sampai kolaps karena semua terhenti total. Mudah-mudahan saja situasi segera membaik, meski mau tidak mau memang siapapun harus putar otak lebih keras di zaman serba "baru" tapi lama ini kalau mau bertahan.

    Yang jelas resolusi tengah tahunnya keren tuh mas. Bahasa Tagalog? woww... Nyiapin buku" doble wow dah.. hahahaa

    Walau sebenernya yang bikin ngakak saya itu di yang paling akhir.. hahahaha Berat badan. Sama dengan niat istri saya tuh yang satu ini mah.. wkwkwk

    Semoga semua resolusinya bisa tercapai mas..

    Resolusi saya sendiri adalah tidak membuat resolusi dulu deh.. Jalani saja dulu sambil melihat perkembangan ke depan. Yang penting mah blogging tetap jalan lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin makasih pak lekas membaik semuanya
      hehehe eman soalnya daripada kececeran di blog

      wah iya kah? semoga sukses juga ya buat istrinya
      saya juga tetap ngeblog aja sambil liat sikon Pak
      penting nulis ya

      Delete
  4. Wah, keren nih, Mas Ikrom ternyata pengusaha. Semoga setelah pandemi berlalu, bisnis bimbelnya normal lagi ya, Mas. Aamiin.

    Wah lagi. Keren, sudah mau bikin buku ketiga dan belajar bahasa Tagalog. Semoga semuanya lancar, Mas. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Waahh kayaknya untuk cowok 165 dan 70 itu udah proporsional deh :D
    Hampir sama nih kayak saya, tapi sekarang udah nggak tahu sih BBnya berapa, nggak punya timbangan hahahaha.

    kalau saya akhir-akhir ini lagi suka banyak gerak sore hari, biar sehat aja sih, kaau BB turun juga anggap bonus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. endut ini mbak haha
      iya sih gerak sebenarnya buat sehat aja ya mbak

      Delete
  6. wah saya juga nih kak, mau target turun berat badan karena selama pandemi lebih banyak dirumah jadi kurang berolahraga :( semoga kita berhasil yaaa

    ReplyDelete
  7. Semoga bisa rutin lg nabung emasnya mas :). Akupun skr sejak IHSG merah, sahamku pada kebakaran, lgs beralih ke logam mulia. Tabungan emas pegadaian aku jg punya dr 2016. Tp sejak covid lgs aku LBH banyakin utk nabung di sana drpd investasi lain. Biar gimana emas paling aman sih skr ini. Menjaga nilai asset supaya ga turun Krn inflasi.

    Cuma aku ttp LBH suka beli fisik logam mulianya di Antam ato toko emas, mana yg LBH murah. Beda sih rasanya ngeliat gram doang di buku tabungan, Ama megang barangnya lgs hihihi..

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.