Dua Sisi Polisi dalam FPJ’s Ang Probinsyano

FPJ's Ang Probinsyano. - wikimedia

Sosok polisi menjadi kontoversi masyarakat belakangan ini.

Sosok tersebut kembali dibicarakan karena ada dua kejadian yang mencoreng institusi kepolisian tanah air. Pertama, kasus penyalahgunaan narkoba oleh seorang oknum Kapolsek di Bandung dan yang kedua aksi penembakan brutal seorang oknum polisi di Jakarta kepada petugas keamanan dan pelayan kafe. Dua peristiwa yang terjadi dalam interval waktu singkat tersebut nyatanya semakin memperburuk citra polisi di mata masyarakat.

Meski demikian, sebagai warga biasa, saya memandang kasus tersebut dalam dimensi yang berbeda. Bagi saya, sama dengan profesi lain, ada sosok yang baik dan ada pula sosok yang buruk. Demikian pula dengan polisi yang tidak bisa kita generalisasi dari satu sisi saja. Lantaran, saya juga mengenal beberapa polisi baik yang gemar sekali menolong orang. Hingga kini, saya masih menjalin komunikasi dengan beliau dan mengikuti kegiatan beliau sehari-hari lewat dunia maya.

Berbicara mengenai sosok polisi, memang jika dilihat dari sisi institusi ini sendiri sering digambarkan sebagai sosok yang tanpa cacat. Penuh dedikasi dan menjadi pahlawan di masyarakat. Akan tetapi, dari sisi sebagian masyarakat terutama di dunia Twitter, sosok ini kerap ditampilkan sebagai bahan guyonan. Akun @txtdariorangberseragam misalnya yang kerap menampilkan sosok polisi muda yang cringe dan membuat unggahan yang mengelus dada. Dua sisi berlawanan ini pun acapkali juga menjadi perdebatan masyarakat.

Nah, dengan dua sisi berbeda tersebut, sineas Filipina mencoba menampilkan dua sosok polisi dalm serial FPJ’s Ang Probinsyano. Serial ini tayang melalui channel ABS CBN sejak 2015. Untuk penonton di luar Filipina, serial ini bisa disaksikan melalui aplikasi I Want TV atau channel You Tube ABS CBN dengan subtitle bahasa Inggris. Serial ini sendiri merupakan adopsi dari sebuah film dengan judul yang sama pada tahun 1997.

Berbeda dengan serial TV Filipina yang cukup singkat dan memiliki jumlah episode sedikit, FPJ’s Ang Probinsyano telah memiliki jumlah episode lebih dari 1.300 buah. Tidak hanya dari segi jumlah episode, FPJ’s Ang Probinsyano juga menjadi serial TV yang menempati peringkat pertama dalam rating acara TV Filipina selama hampir 4 tahun berturut-turut. Kesuksesan FPJ’s Ang Probinsyano ini disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah jalan cerita yang tak jauh dari realita masyarakat akan hubungannya dengan polisi. Sosok tokoh utama pun cukup baik memerankan sang polisi.

Sosok tersebut adalah aktor Coco Martin yang berperan sebagai Inspektor Dominador/Cardo. Ia bertugas pada divisi Criminal Investigation and Detection Group (CIDG) Philippine National Police (PNP), Sosok ini digambarkan sebagai sosok polisi yang cerdas dan tangguh dalam mengungkap dan membasmi kejahatan tak hanya di dalam masyarakat saja tetapi juga dalam instutusi kepolisian sendiri. Dalam perjalanan karirnya, Cardo kerap mengalami banyak tantangan dan ancaman terutama dari rekan sejawatnya yang tidak suka jika bisnis gelap mereka terutama dalam dunia narkotika terganggu.

Ketika mencoba melakukan tugas sebagai penegak hukum, Cardo sering berhadapan dengan seniornya yang kerap memanfaatkan jabatannya. Ia kerap diejek sebagai polisi muda yang tak punya tata karma karena berani mengganggu para seniornya tersebut. Pada sebuah adegan, tanpa takut sedikit pun, Cardo mengobrak-abrik sebuah kantor polisi yang didalamnya penuh dengan polisi yang malas. 


Di sana, Cardo menemukan banyak sekali polisi yang tidak bekerja seusai dengan tugasnya. Semisal, tidur saat jam kerja, mabuk-mabukan, dan berjudi. Tentu, gambaran sosok-sosok polisi tersebut tidak akan dengan mudah kita dapat dalam film, sinetron, atau hal lain di Indonesia. Bisa jadi, kemustahilan tersebut disebabkan oleh adanya Undang Undang ITE atau memang penggambaran sosok polisi yang buruk masih dianggap sebagai hal tabu di Indonesia. Namun di Filipina, lewat serial FPJ’s Ang Probinsyano ini, gambaran tersebut bisa disaksikan dengan cukup nyata.

Gambaran tidak hanya ditampilkan dari sisi polisi yang buruk. Sisi polisi yang baik ketika Cardo dan beberapa rekannya berusaha membuat para narapidana bisa tinggal dengan nyaman di sel tahanan juga menjadi hal menarik. Bukan rahasia umum, sama dengan Indonesia, Filipina juga memiliki masalah dalam hal kapasitas tahanan di sel penjara. Nilai humanis dari polisi yang masih memperhatikan kehidupan narapidana agar bisa hidup dengan layak juga menjadi sisi berbeda dari polisi yang perlu mendapat perhatian.

Sama dengan serial TV lain, tentu FPJ’s Ang Probinsyano juga memiliki sisi hiburan yang membuat penonton tertarik. Aksi baku tembak atau baku hantam antara Cardo beserta rekannya dengan para penjahat yang dilawannya bisa jadi adalah daya tarik utama. Kedua aksi tersebut benar-benar disajikan secara apik dan hampir nyata. Aksi Cardo yang memukau ini tak lepas dari kegigihan Coco Martin yang berlatih bela diri dan menembak secara konsisten.

Jadi, ketika ia memerankan sosok tersebut, ia benar-benar bisa melakukannya hampir menyerupai polisi sungguhan. Tidak hanya itu saja,  Coco Martin dan pemeran polisi lain dilatih secara khusus oleh polisi Filipina (PNP) sebelum seri ini dimulai. Jadi, pihak kepolisian di sana juga mendukung serial ini sebagai bagian dari kampanye perang terhadap narkoba dan koreksi internal.

Dalam banyak episode, seringkali Cardo menemukan kasus yang berkaitan dengan sisi humanis. Semisal, seorang kurir narkoba yang akan ia tangkap ternyata memiliki sejarah hidup yang kelam atau menjadi tulang punggung dengan banyak anak yang menjadi tanggungan. Ketika menangani kasus tersebut, Cardo tak sekadar menegakkan hukum dengan menangkap para pelaku saja tetapi juga mengusahakan untuk membantu keluarga mereka.


 

 

Usaha Cardo ini sebenarnya menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan polisi meski bukan menjadi tugas utamanya. Bagaimanapun, kadang keluarga para tersangka kasus narkoba terutama yang bertindak sebagai kurir tidak mengerti kegiatan yang dilakukan oleh pelaku tersebut. Ketika pelaku ditangkap, tentu mereka akan kebingungan dan butuh pendampingan. Nah, dengan posisi yang dimilikinya, Cardo tak segan mengusahakan untuk mengupayakan pihak lain untuk membantu keluarga tersebut tetapi penegakan hukum tetaplah berjalan.

Kisah percintaan Cardo dengan Alyana yang cukup berliku juga menjadi daya tarik penonton. Kisah yang dipenuhi liku akibat fitnah yang ditujukan kepada Cardo hingga membuat polisi itu dipenjara. Dengan sabar, Alyana terus menyemangati Cardo dalam menjalankan tugasnya. Sayang, sosok Alyana harus mati karena sebuah insiden penembakan saat ia mendekati Cardo yang tengah tertembak.

Meski kritikan terhadap serial ini bermunculan lantaran panjangnya episode untuk sebuah serial TV Filipina, nyatanya penikmatnya masih banyak. Ini tak lepas dari pembagian season yang cukup jelas menampilkan berbagai kasus dan karakter tamu yang berbeda. Jadi, dilihat berapa seri pun. FPJ’s Ang Probinsyano tetaplah tidak menjemukan. 

Kontroversi ini memuat adegan kekerasan kepada para polisi wanita oleh gembong narkoba. - ABS CBN
 

Sebagai penutup, meski serial seperti ini mustahil ditayangkan di Indonesia, tetapi makna dalam mengenai dedikasi seorang polisi cukup bisa diambil pelajaran. Cardo selalu memberikan pelajaran kepada juniornya, terutama yang masih baru mengenai dedikasi dan banyaknya rayuan korupsi atau narkoba ketika mereka sudah lama bekerja dan memiliki pangkat. Makanya, mengambil pelajaran yang baik dari polisi baik yang sudah cukup lama mengabdi adalah kunci. Bukan setiap hari bermain Tik Tok dan memamerkan gelar kepada masyarakat. Eh, kok jadi ke mana-mana, nanti ada polisi siber patroli di blog ini.

Sekian, bagi yang ingin melihat bisa langsung menuju channel You Tube ABS CBN. Tenang, ada teks terjemahan dalam bahasa Inggrisnya kok jadi kita akan paham apa yang mereka katakan.

 

8 comments:

  1. institusi penegak hukum kalau udah melakukan tindak pidana emang jadi sexy langsung bang.. sama kayak kemarin ada berita pns kemenkeu yang melakukan tindak pidana juga.. yang bikin geleng-geleng angguk-angguk, eh geleng-geleng aja..

    eh ngomong-ngomong kurir narkoba yang ga tau apa-apa, sering denger juga hal seperti itu.. tiba-tiba ditangkap, masukin penjara yang isinya orang narkoba semua.. alhasil, kurir newbie tadi langsung jadi pro T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikutan geleng geleng aja aku bang hihi

      iya yang kasian gitu ya makanya harus hati hati apalagi kalau dititipi barang yang engga dikenal

      Delete
  2. Setuju, Mas Ikrom. Polisi juga manusia biasa. Ada oknumnya yang jahat, tetapi lebih banyak polisi yang baik. Sayangnya saya tidak begitu menyukakan diri untuk nonton film. terima kasih telah berbagi.

    ReplyDelete
  3. aparat penegak hukum selalu menjadi kontraversi di mana mana....
    ulasannya menarik.... thank you for sharing

    ReplyDelete
  4. Sepertinya menarik kalo Indonesia membuat sinetron seperti ini ya mas Ikrom tapi kalo bisa sih episode nya jangan terlalu banyak nyampai ribuan, cukup 100 saja, terus tiap 10 episode ganti temanya.

    Tapi sayangnya disini ada UU ITE yang masih rancu ya, kalo dianggap menghina kepolisian bisa kena pasal tersebut, padahal seharusnya bisa jadi koreksi agar ke depan kepolisian lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas ini panjang banget untuk ukuran sinetron di sana
      hari ini aja masih tayang

      wkwkwk iya si makanya gaberani ya mending diem aja deh

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.