Serba- serbi Tukar Voucher Tiktok

Ilustrasi voucher tiktok. -voi

Dalam rangka HUT RI ke-80 kemarin, banyak sekali merchant yang memberikan promo diskon melalui voucher Tiktok.

Biasanya, mereka menjual aneka menu dengan harga promo yang lebih murah. Banyak konten kreator yang menawarkan promo ini untuk menarik minat pembeli. Saya mulanya cukup skeptis dengan promo tersebut. Lantaran, banyak promo yang sudah habis diserbu oleh para pembeli.

Namun, ada satu promo yang menurut saya menarik. Romo tersebut tak lain adalah Roti O. Kebetulan, saya sedang melakukan perjalanan naik kereta api dari Surabaya ke Malang untuk ulang. Aa melihat ada romo Roti O 1 buah dan es teh seharga 7 ribu rupiah saja. Tanpa pikir panjang, saya langsung membelinya dan membayar menggunakan Gopay. 

Lumayan kan bisa membeli Roti O dan minuman dengan hanya 7 ribuan saja. Kalau harga normal pasti lebih dari 20 ribu rupiah. Nah, setelah saya membeli voucher tersebut, eh tiba-tiba harganya naik jadi 17 ribu rupiah. Langsung naik 10 ribu dalam sekejap.

Meski sudah mendapat voucher tersebut, tetap saja ada drama yang terjadi. Saat saya membaca pengalaman banyak pembeli yang sudah memiliki voucher tersebut, ternyata sering tidak bisa ditukar di gerai stasiun.

Entah alasannya apa, yang jelas banyak pembeli voucher tersebut kecewa karena gagal menukar vouchernya terutama di gerai Stasiun Gubeng. Waduh, padahal saya sudah niat mau menggunakan voucher itu untuk bekal perjalanan menuju Malang.

Bisa jadi, stok roti yang terbatas adalah alasannya. Gerai stasiun kerap didatangi oleh pembeli reguler. Mereka akan membeli roti untuk makan di kereta. Jika banyak pembeli yang menukar voucher Tiktok, maka stok roti akan menipis.

Atas alasan itu, saya pun memutuskan untuk menukar voucher di Delta Plaza yang letaknya dekat dengan Stasiun Gubeng Lama. Nanti, saya tinggal jalan kaki ke stasiun asal voucher saya sudah bisa ditukar. Maklum, saya sekarang tinggal di Krian yang jarang sekali ada gerai Roti O.


Saat menukar voucher Tiktok di Delta Plaza, saya sempat khawatir kalau voucher tersebut tidak valid. Kalau tidak, saya berpikir kalau ada biaya tambahan untuk menebus voucher tersebut. Saya masih tidak percaya dengan harga 7 ribu bisa mendapatkan roti dan es teh.

Untunglah, karyawati Roti O langsung memindai kode QR voucher saya. Tanpa banyak basa-basi, ia segera menyiapkan pesanan saya. Saya pun bisa mendapatkan es teh dan roti tak sampai 10 ribu. Murah kan? 

Tukar voucher dulu

Saya sempat akan membeli voucher lagi yakni di Yoshinoya. Sekilas, saya sempat menemukan menu ayam fillet, nasi, sambal, dan ocha hanya 19 ribu rupiah saja. Apes, saat saya niatembeli, eh harganya naik jadi 27 ribu rupiah. Yah sama aja dong. 

Lumayan kan?

Saya juga mau membeli voucher burger murah di Burger King dan hasilnya nihil. Harganya sudah naik. Mending saya membeli langsung promo paket 17an yang juga murah. Beberapa merchant lain juga habis promo merdekanya. Benar- benar semua ingin mendapatkan voucher promo.

Kini pola diskon pun berubah. Dari promo cashback dompet digital ke voucher seperti ini. Meski praktis, tapi kita harus cepat membeli voucher agar tidak kehabisan.

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya