![]() |
| Suasana senja di Terminal Joyoboyo dengan pemandangan bekas stasiun trem nonaktif Wonokromo Kota. |
Kehidupan saya yang sering berada di jalan membuat saya kerap menggunakan berbagai tempat pemberhentian transportasi umum sebagai tempat bersemedi.
Ya, sebagai tempat untuk mencari ide tulisan atau bahkan untuk konten video. Apalagi, kebanyakan konten yang saya buat ya seputar transportasi umum. Suasana yang mendukung dan berbagai faktor lain seperti masalah yang saya temukan membuat saya kerap menggunakan tempat-tempat tersebut sebagai tempat bersemedi. Walaupun mungkin agak absurd, tapi berbekal tab yang saya bawa, saya bisa melakukannya.
Dulu, saya sering pergi ke perpustakaan atau kafe. Sekarang, saya mustahil melakukannya karena hampir semua perpustakaan di daerah saya tutup saat akhir pekan. Padahal, akhir pekan adalah waktu saya libur kerja. Makanya, sembari menunggu bus atau kereta, saya membuat dan mencari ide konten di tempat-tempat berikut.
Stasiun Malang Kotalama
Salah satu stasiun besar di Kota Malang ini menjadi persinggahan saya saat pergi ke Surabaya atau u pulang dari kota itu.Alasannya ya paling dekat dengan rumah dan tidak terlalu ramai. Dulu, saat masih skripsi, saya mengerjakan skripsi saya sampai tuntas di stasiun ini.
Saya membawa laptop dengan baterai penuh dan duduk di ruang tunggu kereta. Melihat kereta yang berlalu lalang membuat saya bahagia. Berbagai ide pun mengalir dengan lancar sehingga saya bisa mengerjakan tugas dengan tuntas.
Kini, Stasiun Malang Kota Lama tetap menjadi jujugan saya mencari ide tulisan. Kalau baru turun dari kereta, biasanya saya meluangkan waktu sekitar 30 menitan untuk mencari di sini. Kalau akan berangkat naik kereta, saya juga datang satu jam sebelum kereta tiba agar bisa meluangkan waktu menunggu kereta dengan menulis atau mencari ide.
Terminal Bungurasih
Ide dan tulisan paling banyak saya hasilkan di terminal tipe A ini. Walau kondisinya sangat ramai, tapi saya punya spot favorit untuk mencari ide membuat konten. Spot tersebut adalah di pojokan lantai 2 tempat tunggu penumpang. Di sini, saya bisa melihat bus-bus yang siap berangkat. Di sini tidak ada calo atau awu-awu yang berkerumun. Para penumpang pun tak banyak yang menggunakannya untuk duduk.
Saya bisa mencari ide sambil menyeruput teh hangat yang saya beli di dekatnya. Asli, suasana sore hari di sini sangat pas untuk berkreasi. Saya bisa melihat orang-orang berlarian naik bus dari balik kaca yang segera bisa saya eksekusi menjadi sebuah tulisan. Apalagi, terminal ini buka 24 jam. Kapan pun saya tiba di sini, saya bisa menuangkan ide.
Halte Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
Halte di area Kampus ITS ini juga sering menjadi tempat saya untuk menuangkan ide. Banyaknya mahasiswa yang akan naik bus dengan segala kebingungannya membuat saya sering bernostalgia. Mengenang masa lalu saat saya berusaha untuk belajar naik transportasi umum.
Apa yang mereka rasakan juga bisa saya rasakan. Terlebih, bagi mereka yang baru pertama kali naik transportasi umum dari luar kota. Berbagai ide pun sering muncul saat saya menunggu Suroboyo Bus atau Trans Semanggi di sini, terutama ide mengenai penataan transportasi umum di Surabaya,
![]() |
| Tulisan uneg-uneg |
Oh ya, di sini juga ada semacam pamflet yang ditempelkan oleh salah satu pegiat pejalan kaki Surabaya. Isi dari pamflet itu adalah ajakan untuk berjalan kaki dan naik transportasi umum. Selain itu, para pengguna transportasi umum juga bisa menuangkan uneg-uneg keresahan mereka. Alhasil, banyak uneg-uneg yang tertulis di sana. Dari uneg-uneg itu pun lahirlah ide yang tereksekusi dalam tulisan.
Terminal Joyoboyo
Terminal ini menjadi titik pergantian angkutan dari Suroboyo Bus ke wira-wiri dan sebaliknya. Saya menggunakan terminal ini untuk oper dari Suroboyo Bus ke wira-wiri FD 06 arah Wiyung saat masih ngontrak di sana. Kadang, saya tak segera naik wira-wiri karena ingin mencari ide sebentar.
Tentu saja, ide dari para penumpang yang kebingungan naik angkutan dan para pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sebagai informasi, terminal ini sudah terhubung dengan KBS melalui terowongan bawah tanah. Saya sering melihat banyak keluarga yang ingin berekreasi dengan murah. Ada saja ide soal mereka, terutama mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Ada banyak keluarga yang harus bersusah payah menyisihkan hasil jerih payahnya selama setahun lebih hanya untuk berekreasi ke KBS. Dari pengalaman mereka, ada saja ide yang muncul dalam sebuah tulisan. Terutama, ide untuk membuat tempat wisata yang murah, nyaman, dan asyik bagi semua kalangan.
Stasiun Wonokromo
Jika Stasiun Malang Kota Lama menjadi titik awal dan akhir saya di Malang, maka Stasiun Wonokromo menjadi titik saya di Surabaya. Angkutan umum di sini lebih mudah saya dapatkan untuk menuju Wiyung, tempat saya berada. Makanya, kalau naik kereta saya lebih banyak dari sini.
Sama seperti Terminal Joyoboyo, saya juga menggunakan tempat ini untuk mencari ide. Banyak keluarga dari luar kota juga menggunakan stasiun ini sebagai pemberhentian untuk menuju KBS. Di sini juga ada pengamen tunanetra yang legend menghibur para penumpang. Suasana sore hari menjelang magrib adalah favorit saya. Suara merdu dari pengamen tadi beradu dengan suara kereta yang melintas adalah perpaduan yang pas untuk mencari ide.
Itulah beberapa tempat untuk mencari ide yang sering saya gunakan. Kadang, saya juga mencari ide di Malang Creative Center (MCC) jika ada waktu senggang. Kadang juga saya ke Pos Block Surabaya kalau saya sedang ada acara lain. Kalau kalian sendiri sering mencari ide di mana?

