Misteri Gelas Piknik Teh Botol Sosro

Bagian depan


Saat menjelang lebaran kemarin, saya membersihkan gudang di rumah lama saya.

Gudang itu sedianya akan digunakan untuk menyimpan bahan jualan ibu saya yang akan memasuki masa pensiun. Alhasil, berbagai barang peninggalan dari zaman penjajahan pun harus dikeluarkan. Termasuk, salah satu barang yang cukup menyita perhatian saya.

Barang tersebut adalah sebuah gelas piknik bertuliskan teh botol Sosro. Ada gambar pria yang sedang berpiknik sambil membawa gelas tergambar pada kemasan luar. Kemasan luar ini berbentuk seperti kaleng minuman kemasan dengan penutup semu di bagian atas.

Satu set gelas terdiri dari 4 buah gelas putih yang masing-masing bercap Sosro. Saya pun membuka semua gelas tersebut dan mulai bernostalgia akan barang ini. 

Sungguh, ingatan saya tidak terlalu banyak pada gelas tersebut. Satu hal yang saya ingat adalah dulu sering bermain piknik-pikinikan menggunakan barang itu. Saya sering membawa botol sirup berisi air putih untuk bermain bersama teman. 

Gelas di dalamnya

Lantas, saya membawa gelas piknik tersebut dan mulai menuangkan air putih dari botol yang saya bawa. Teman-teman saya cukup senang saat saya menuangkan air putih ke gelas tersebut. Kami hanya ngobrol dan makan chiki sambil membayangkan sedang minum air yang sangat enak padahal ya air putih biasa. 

Bagian tutup

Tidak ada ingatan yang bisa saya rekam selain kejadian tersebut. Saya tidak tahu dari mana benda itu berasal dan kapan saya dapatkan. Saya hanya menduga, ayah saya mendapatkan barang itu dari kegiatan fun bike yang sering beliau ikuti. Dulu, beliau tiap minggu hampir selalu ikut event fun bike yang diselenggarakan oleh banyak pihak. Yah seperti event lari. Bahkan, beliau pernah sampai ikut fun bike ke Gunung Bromo.

Saat saya bertanya soal barang ini, tentu beliau sudah lupa. Tidak ingat sama sekali selain event sebuah bank BUMN yang dihadiri oleh Presiden Soeharto. Jadi, saya hanya menduga mungkin saja barang tersebut adalah hasil event fun bike yang diikuti oleh ayah saya. Bisa saja sebagai cendera mata atau ayah saya mendapatkan doorprize.

Dugaan lain adalah barang tersebut saya dapat dari bazar expo yang tahun 90an sering diadakan di pelataran Stadion Gajayana. Dulu, saat MOG belum terbangun, tiap Agustus atau saat HUT RI selalu ada bazar. Ayah dan ibu saya selalu mengajak saya ke sana karena harga barang sangat murah. Yah seperti PRJ kalau di Jakarta.

Bagian belakang

Bisa saja, ayah dan ibu saya membeli produk teh botol sosro dengan jumlah banyak atau dalam bentuk bundling. Nah, mungkin saja barang tersebut adalah produk tambahan agar banyak konsumen yang mau membeli produk mereka. Sama kan dengan apa yang dilakukan oleh banyak produk saat event PRJ? 

Lagi-lagi, saat saya bertanya pada ibu saya, beliau juga tidak ingat. Beliau hanya ingat pernah mendapatkan puzzle dari produk bubur bayi untuk adik saya yang saat ini usianya sudah 29 tahun. Puzzle tersebut masih ada hingga sekarang.

Saya pun masih penasaran dan sempat menemukan dugaan lain. Ada saudara dari ayah saya dari Kediri, seorang mbak-mbak yang sempat bekerja menjadi sales beberapa produk. Mulai mie instan, minuman, atau produk lain. Ia sangat rajin bekerja dan sering dikirim ke banyak kota untuk event tertentu. 

Saat  main ke rumah saya, ia sering membawakan saya banyak produk. Saya masih ingat dengan dandanannya yang cantik khas mbak-mbak usia 20an dengan bau parfum semerbak. Ada sebuah produk mainan ular tangga dari Nescafe yang pernah ia bawakan untuk saya. Saat itu, saya juga hampir setiap hari memainkan ular tangga tersebut. Alasan ini pun akhirnya membawa saya bertanya pada Mbak-mbak tersebut saat mudik ke Kediri kemarin.

Si mbak yang kini anaknya akan menikah itu pun juga tidak ingat. Ia bahkan bertanya pada suaminya yang merupakan koleganya saat masih jadi sales dulu. Suaminya juga tidak ingat karena seingatnya, mereka bekerja pada produk yang dinaungi oleh kompetitor Teh Botol Sosro. Jadi, sangat mustahil mereka membawakan barang itu untuk saya.

Jadi, dari mana asal barang tersebut?

Lantaran penasaran, saya pun mengontak langsung pihak Teh Botol Sosro. Saya ceritakan lengkap dan saya beri tawaran untuk mengulas produk mereka secara positif jika mereka bisa memberikan jawaban. Sayang, hingga kini saya belum mendapatkan jawaban. Saya juga sempat DM ke beberapa akun yang sering membahas barang nostalgia tahun 80-90an juga belum mendapatkan jawaban.

Satu klu yang saya dapatkan hanya barang ini saya dapat antara tahun 1995-1996. Sudah tidak ada barang serupa yang dikeluarkan pihak Teh Botol Sosro. Ada yang tahu?


Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya