"Zoleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeem" , Playing Victim Berkedok Kata Mutiara

“Zoleeeeeeeeem....m….Zoleeeeeeeeem”



Asli, saya terus ngakak tiap mendengar kata tersebut. Semua bermula dari tokoh Mak Tun di serial Mama Lela yang dulu pernah saya tulis ulasannya di sini. Ia yang merupakan orang tua dengan tabiat menjengkelkan kini hampir setiap hari mengeluarkan kata tersebut.

Mulanya, ia memberi label zolim pada tetangganya yang tidak mau membeli barang dagangannya. Dibilang tidak peduli tetangga lah. Tidak support UMKM lah dan akhirnya munculah kata zoleeeeeeeeem sebagai penutup yang membuat penonton ngakak.

Ia terus merasa bahwa ia dizolimi sebagai rakyat kecil yang tidak punya banyak harta. Sering dicap meminta-minta dan akhirnya ketika tetangganya tidak mau membeli barang dagangannya berupa tempura, roti bakar, es, dan kawan-kawannya, ia langsung mengatakan zolim.

Padahal, namanya tetangga kan tidak wajib untuk terus membeli barang dagangannya. Kalau sekali dua kali sih masih oke. Namun, ya tidak harus setiap hari membeli barang dagangannya. Mereka kan juga punya kebutuhan dan keinginan lain. Belum lagi, ya masak tiap hari harus membeli tempura dan roti bakar. Kan ya bosan.

Walau tetangganya, Mama Lela sudah memberi tahu hal ini baik-baik, eh Mak Tun malah tidak terima. Dia sudah kepalang tanggung dengan tangline zolimnya mengatakan bahwa tetangganya tidak suka pada dirinya. 


Padahal, dia sendiri sebenarnya yang zolim. Menjual barang dengan harga tak wajar. Lah tempura yang biasanya dijual 500 atau 2000 dapat 3 ia jual 1 biji harganya 1.250 alias 5.000 rupiah dapat 4 biji. Roti bakar satu lembar ia jual 5.000 rupiah dengan meses yang seiprit. Yang paling parah, ia pernah menjual ayam kentaki dengan tepung yang tebal seharga 15.000 rupiah. Saat tetangganya membeli dan memakan ayam tersebut, ternyata yang dijual adalah bagian kepala. Itu pun tidak dibersihkan dulu sehingga sangat menjijikkan.

Saat dikomplain, lagi-lagi ia berkilah dan mengatakan zoleeeeeem. Lah?

Fenomena zoleem Mak Tun ini sebenarnya adalah salah satu sifat khas bangsa Indonesia. Apalagi kalau bukan playing victim dan malah menyalahkan orang lain. Banyak sekali kasus viral yang malah membuat korbannya dikatakan sebagai pelaku zolim. Semisal, orang yang menegur pengendara merokok di jalan.Dengan berbagai alasan dan trik, sang perokok malah playing victim. Kalau sudah begini, cekcok pun terjadi.

Dalam hal yang lebih ekstrem, kita masih ingat bagaimana pengendara motor yang dibegal dan memberi perlawanan sehingga sang begal meninggal. Kalau kita punya otak yang wajar, maka sang begal adalah orang yang terzolimi. Tulang punggung keluarga dan segala alasan tak masuk akal lain. 

Saya sering juga bertemu dengan orang yang sok terzolimi padahal ia sendiri yang zolim. Contohnya, saat saya janjian bertemu di sebuah tempat pada waktu tertentu. Lantaran tidak kunjunga datang, hingga satu setengah jam, saya pun meninggalkan tempat karena juga ada keperluan lain. Saya beri pesan kepadanya dan kalau mau saya jadwalkan ulang pada hari lain.

Lah, dia malah marah-marah karena sudah OTW. Ia berkilah masih ada pekerjaan penting sehingga terlambat. Saya pun juga mengatakan saya juga punya pekerjaan penting. Sama-sama punya pekerjaan penting jadi ya jangan zolim. Untung saja saat itu belum ramai soal Mak Tun ini kalau sudah ada, pasti sudah saya kasih stiker zoleeeeeeeeeeeeeeeeeeeem.

Asli, orang-orang macam Mak Tun yang suka playing victim dengan berkedok kata zolim adalah orang yang paling menjengkelkan. Kalau kita tidak tegas, mereka bisa seenak sendiri. Perlu sekali-kali diberi sebuah gong. Itu pun kadang mereka juga tidak yakin dan masih punya keyakinan kuat sendiri.

Di balik itu, kata zoleeeeeeeeeeeeeeeeeeem kini menjadi bahan guyonan di tempat kerja saya. Saat ada yang berbuat kesalahan dan merugikan banyak orang, maka secara refleks orang di sekitarnya akan mengatakan zoleeeeeem. 

Semisal, ada yang suka mengisi air mineral menggunakan air galon sampai habis dan temannya tak kebagian, maka kata zoleeeeem pun aka keluar. Saat ada yang memakai kamar mandi tanpa kenal waktu, zoleeem pun juga akan keluar.

Kalau kalian, kapan akan mengatakan kata zoleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeem ini?


Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya